Meski Pound Melemah, Yen Menguat karena Kekhawatiran Intervensi; Tren Naik GBP/JPY Masih Terjaga di Sekitar 160,00

    by VT Markets
    /
    Apr 23, 2026

    GBP/JPY melemah pada Kamis karena Yen menguat setelah ada peringatan potensi intervensi dari pejabat Jepang, dengan USD/JPY bergerak di dekat 160,00. GBP/JPY berada di sekitar 215,27 saat penulisan, turun dari level tertinggi harian 215,74.

    Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan intervensi valuta asing (FX)—aksi pemerintah/ bank sentral membeli atau menjual mata uang untuk memengaruhi nilai tukar—di masa lalu “selalu berdampak”, dan Jepang “punya keleluasaan penuh untuk melakukan intervensi FX”. Ia menambahkan bahwa pejabat AS dan Jepang terus berkomunikasi erat soal pasar valuta asing.

    Risiko Intervensi Yen Muncul Lagi

    Penurunan GBP/JPY terbatas karena harga minyak yang lebih tinggi—terkait gangguan pasokan di Selat Hormuz—membebani Yen, mengingat Jepang sangat bergantung pada impor energi. Selat tersebut berada dalam blokade ganda oleh Angkatan Laut AS dan Iran, dengan ketegangan meningkat.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memerintahkan Angkatan Laut untuk “menembak kapal apa pun yang memasang ranjau di Hormuz”. The Washington Post, mengutip penilaian Pentagon, melaporkan pembersihan ranjau bisa memakan waktu hingga enam bulan.

    Pada grafik harian, GBP/JPY masih berada di atas SMA 50 hari, 100 hari, dan 200 hari. SMA (simple moving average) adalah rata-rata harga dalam periode tertentu untuk melihat arah tren. RSI berada di 62; RSI (relative strength index) mengukur kekuatan momentum, umumnya skala 0–100. MACD berada di atas nol; MACD (moving average convergence divergence) adalah indikator momentum berbasis selisih dua rata-rata bergerak. Area dukungan (support)—zona harga yang sering menahan penurunan—berada di 213,50, lalu 212,00–211,50, dengan SMA 200 hari di 206,25.

    Strategi Opsi Saat Harga Turun

    Ancaman intervensi dari otoritas Jepang nyata dan perlu diperhitungkan. Secara historis, Kementerian Keuangan pernah bertindak agresif pada 2022 dan kembali pada 2024 ketika Yen melemah melewati level “psikologis”—angka bulat penting seperti 160 yang sering memengaruhi perilaku pelaku pasar. Data terbaru menunjukkan cadangan devisa Jepang telah berkurang lebih dari US$50 miliar pada kuartal I 2026, memberi sinyal kesiapan untuk bertindak lagi.

    Namun, faktor dasar (fundamental) yang melemahkan Yen menguat karena ketegangan di Selat Hormuz belum mereda. Dengan gangguan pasokan sejak tahun lalu masih berlangsung, kontrak berjangka (futures)—kontrak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu di masa depan—minyak Brent untuk pengiriman Juni kini diperdagangkan di atas US$95 per barel, naik 15% sejak awal tahun. Sebagai importir energi besar, harga tinggi yang bertahan lama menekan ekonomi Jepang dan mata uangnya.

    Inflasi yang didorong energi ini membuat kebijakan bank sentral makin berbeda arah, dan itu penting untuk pasangan mata uang ini. Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris terbaru berada di 3,5%, membuat pasar memasang peluang 60% Bank of England menaikkan suku bunga pada Agustus. Sementara itu, inflasi inti Jepang (core inflation)—inflasi yang biasanya mengecualikan harga makanan dan energi yang mudah bergejolak—tertahan di sekitar 2,2%, memberi Bank of Japan alasan untuk menunda pengetatan lebih lanjut.

    Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), ini berarti membeli opsi call GBP/JPY saat terjadi penurunan bisa menjadi strategi yang masuk akal. Opsi call adalah hak (bukan kewajiban) untuk membeli pada harga tertentu; strategi ini memungkinkan menangkap potensi kenaikan sambil membatasi risiko jika ada intervensi mendadak. Volatilitas tersirat (implied volatility)—perkiraan pasar atas besarnya pergerakan harga ke depan yang tercermin dalam harga opsi—untuk opsi satu bulan naik di atas 12%, mencerminkan tarik-menarik antara faktor fundamental dan risiko kebijakan.

    Secara teknikal, grafik masih mendukung pandangan bullish (cenderung naik) selama harga bertahan di atas level kunci. Area 212,00–213,50, yang mencakup rata-rata bergerak 50 hari, adalah zona support utama pertama yang perlu dipantau. Jika area ini berhasil menahan penurunan, itu menjadi sinyal kuat untuk menambah posisi long (posisi beli yang untung jika harga naik).

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code