Meski sedikit melemah terhadap dolar AS, pound mengungguli mata uang G10 lainnya, ditopang data PMI Inggris yang lebih kuat

    by VT Markets
    /
    Apr 23, 2026

    GBP sedikit melemah terhadap USD, tetapi kinerjanya lebih baik dibanding sebagian besar mata uang G10 setelah data PMI Inggris melampaui perkiraan. PMI manufaktur dan jasa (survei awal aktivitas bisnis dari manajer pembelian) berada di atas perkiraan dan mendekati level 50, yang biasanya menandakan aktivitas mulai bertumbuh tipis (di atas 50 = ekspansi, di bawah 50 = kontraksi).

    Rilis data Inggris lainnya beragam, dengan pinjaman pemerintah sedikit lebih tinggi dari perkiraan dan sentimen CBI (survei kepercayaan pelaku usaha dari Confederation of British Industry) melemah. Meski begitu, pasar menaikkan perkiraan pengetatan kebijakan Bank of England (kenaikan suku bunga).

    Market Pricing For Boe Tightening

    Pasar memperkirakan pengetatan 20 basis poin (bp; 1 bp = 0,01%) untuk Juni dan total 50 bp hingga September. Tidak ada kenaikan suku bunga yang diperhitungkan untuk rapat BoE Kamis depan.

    Pada grafik, momentum (kekuatan pergerakan harga) sedikit positif, dengan RSI (Relative Strength Index, indikator untuk melihat apakah harga sudah terlalu naik atau terlalu turun) di kisaran pertengahan 50 setelah turun dari posisi terendah sebelumnya di level 60-an. GBP/USD masih bergerak dalam rentang, dengan level jangka dekat di 1,3450–1,3550, dan 1,35 menjadi area padat transaksi (zona harga sering dilewati/ditahan sehingga pergerakan tertahan).

    Policy Divergence And Options Positioning

    Sementara itu, ekonomi AS terlihat lebih kuat, dengan laporan Non-Farm Payrolls (NFP; data bulanan penambahan pekerjaan di luar sektor pertanian) terakhir untuk Maret 2026 menunjukkan penambahan lebih dari 240.000 pekerjaan. Kekuatan ini membuat Federal Reserve tidak punya banyak alasan untuk menurunkan suku bunga, menciptakan perbedaan arah kebijakan (policy divergence) yang menekan pasangan GBP/USD. Akibatnya, pound turun jauh dari area 1,35 dan kini diperdagangkan lebih dekat ke 1,2550.

    Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi), ini berarti strategi “range” yang sempit seperti awal 2025 tidak lagi cocok. Implied volatility (perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi, menunjukkan seberapa besar pasar mengira harga akan bergerak) pada opsi GBP/USD meningkat karena pasar tidak yakin soal waktu penurunan suku bunga dari kedua bank sentral. Fokusnya kini menyiapkan posisi untuk pergerakan yang lebih besar dan dipicu data, bukan mengharapkan pergerakan tetap sempit.

    Dengan tekanan turun yang terus ada dari dolar yang kuat, trader bisa mempertimbangkan membeli opsi put GBP/USD (hak untuk menjual di harga tertentu, biasanya dipakai saat memperkirakan harga turun) untuk bersiap jika pelemahan berlanjut. Put spread (strategi membeli satu put dan menjual put lain di harga strike yang lebih rendah; strike price = harga kesepakatan dalam opsi) bisa menjadi cara yang lebih hemat biaya untuk berspekulasi penurunan bertahap menuju level 1,2400. Strategi ini memberi eksposur ke penurunan sekaligus membatasi risiko secara jelas.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code