Neraca perdagangan bulanan (month-on-month) Argentina untuk Maret berada di bawah perkiraan. Proyeksinya US$1.010 juta, sedangkan hasil aktual hanya US$2 juta.
Data ini menunjukkan surplus (selisih lebih ekspor dibanding impor) jauh lebih kecil dari yang diperkirakan untuk bulan tersebut. Rilisnya tidak menyertakan rincian tambahan.
Melencetnya neraca perdagangan Maret menjadi guncangan besar. Berhentinya tren positif yang terbentuk pada akhir 2025 memunculkan pertanyaan tentang kekuatan pemulihan ekonomi. Ini mengindikasikan momentum ekspor bisa melemah, atau permintaan impor melaju jauh lebih cepat daripada kemampuan ekonomi menghasilkan dolar AS dari ekspor.
Tekanan baru pada Peso Argentina kemungkinan muncul di pasar valuta asing (pasar jual-beli mata uang). Data ini dapat mendorong pelaku pasar menambah posisi beli dolar AS terhadap peso, misalnya lewat kontrak berjangka USD/ARS (perjanjian untuk membeli/menjual dolar terhadap peso pada harga dan waktu tertentu). Cadangan devisa bank sentral (simpanan valuta asing untuk menstabilkan nilai tukar), yang baru naik sekitar US$4 miliar sepanjang tahun ini, menjadi bantalan yang terbatas jika sentimen pasar memburuk.
Kejutan perdagangan ini juga memengaruhi persepsi risiko utang negara (risiko gagal bayar pemerintah). Kami memperkirakan biaya asuransi gagal bayar Argentina akan naik, sehingga membeli perlindungan lewat Credit Default Swaps (CDS) menjadi langkah yang lebih aman (CDS adalah “asuransi” berbasis kontrak untuk melindungi investor jika penerbit obligasi gagal bayar). Mengacu pada gejolak pertengahan 2025, selisih CDS (CDS spread, yaitu besaran premi/biaya asuransi yang mencerminkan risiko) dapat melebar tajam hanya karena beberapa rilis data yang buruk.
Di pasar saham, sikap lebih defensif layak dipertimbangkan. Ini bisa dilakukan dengan membeli opsi jual (put option, hak untuk menjual pada harga tertentu) pada ETF indeks Merval untuk lindung nilai (hedging, upaya membatasi kerugian) jika pasar turun luas. Perusahaan yang sangat bergantung pada bahan impor berisiko mengalami margin laba tertekan jika peso melemah, sehingga lebih rentan dalam beberapa pekan ke depan.