Nikkei: Bank of Japan Akan Pertahankan Suku Bunga di 0,75% saat Umumkan Kebijakan pada April

    by VT Markets
    /
    Apr 21, 2026

    Laporan Nikkei menyebut Bank of Japan (BoJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di 0,75%. Pengumuman kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan pada 28 April.

    Karena BoJ secara luas diperkirakan menahan suku bunga kebijakan di 0,75% pekan depan, volatilitas (naik-turunnya harga) yen dalam jangka pendek terlihat menurun. Kepastian ini membuat strategi yang diuntungkan dari pasar yang cenderung tenang, seperti menjual opsi yen berjangka sangat pendek (short-dated) baik call maupun put, terlihat menarik. Opsi call adalah kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu, sedangkan opsi put memberi hak menjual pada harga tertentu. Volatilitas tersirat (implied volatility), yakni perkiraan volatilitas yang “tercermin” dalam harga opsi, yang rendah berarti premi opsi (biaya yang diterima penjual opsi) juga relatif rendah—namun masih bisa memberi imbal hasil yang layak jika nilai tukar tetap bergerak dalam kisaran sempit setelah pengumuman.

    Risiko Terhadap Pergerakan Stabil

    Namun, data dasar yang bisa mengganggu ketenangan ini perlu diperhatikan. Inflasi inti nasional (national core CPI) Jepang untuk Maret 2026 baru-baru ini tercatat 2,6%, tetap bertahan di atas target bank sentral dalam waktu lama. Inflasi inti adalah ukuran inflasi yang biasanya mengecualikan komponen yang sangat bergejolak agar tren harga lebih jelas. Inflasi yang tinggi dan berkepanjangan, ditambah yen yang lemah, meningkatkan tekanan agar BoJ bertindak lebih cepat dari perkiraan pasar.

    Sebelumnya, kondisi terlalu tenang juga terlihat pada akhir 2025 sebelum konferensi pers yang lebih “hawkish” (cenderung mendukung pengetatan kebijakan seperti kenaikan suku bunga) memicu pergerakan tajam pada yen. Karena itu, membeli opsi out-of-the-money (harga kesepakatan jauh dari harga pasar saat ini) yang murah bisa menjadi lindung nilai (hedging) jika terjadi kejutan. Dengan USD/JPY saat ini diperdagangkan dekat level tertinggi puluhan tahun di 161,50, sinyal tak terduga tentang kenaikan suku bunga ke depan dapat memicu koreksi turun yang besar (USD/JPY turun berarti yen menguat).

    Pendorong utama tetap selisih suku bunga dengan Amerika Serikat. Imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun baru-baru ini stabil di sekitar 4,4%, menciptakan kesenjangan besar dibanding obligasi pemerintah Jepang. Imbal hasil adalah tingkat keuntungan yang tercermin dari obligasi. Selama selisih ini tidak menyempit secara berarti, penguatan yen kemungkinan hanya sementara.

    Karena itu, perhatian sebaiknya tertuju pada konferensi pers gubernur BoJ setelah keputusan 28 April. Perubahan nada atau panduan ke depan (forward guidance), yaitu petunjuk bank sentral mengenai arah kebijakan berikutnya, terkait inflasi atau kebijakan mendatang akan lebih penting daripada keputusan suku bunga itu sendiri. Kami bersiap menghadapi potensi lonjakan volatilitas jika bahasa BoJ berubah, meski sedikit, ke arah sikap yang lebih agresif (lebih condong mengetatkan kebijakan).

    Peristiwa Kunci yang Dipantau

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code