OCBC: Mata Uang Asia Berpotensi Berbalik Menguat, Dipimpin Won Korea, Seiring Ketegangan Selat Hormuz Mendongkrak Harga Minyak dan Menekan Mata Uang Kawasan

    by VT Markets
    /
    Apr 21, 2026

    OCBC, Sim Moh Siong dan Christopher Wong, mengatakan nilai tukar valuta asing Asia berpotensi menghapus penguatan sejak Jumat malam. Hal ini menyusul Iran kembali menutup Selat Hormuz, sementara dolar AS berpeluang mendapat permintaan sebagai aset aman (instrumen yang biasanya diburu saat pasar tidak pasti).

    Mata uang Asia yang lebih “berisiko” (high beta: pergerakannya biasanya lebih besar saat sentimen pasar berubah) diperkirakan memimpin pelemahan, dengan won Korea (KRW) disebut sebagai penggerak utama. KRW sempat menguat sebelumnya setelah muncul perkembangan yang lebih positif.

    Reaksi Pasar dan Dinamika Aset Aman

    Mata uang Asia lain, termasuk dolar Taiwan (TWD), rupee India (INR), baht Thailand (THB), dan peso Filipina (PHP), juga berpotensi melemah. Alasannya, mata uang ini sensitif terhadap harga minyak dan sentimen risiko global (selera investor terhadap aset berisiko).

    Mata uang yang cenderung lebih stabil (low beta: biasanya bergerak lebih kecil), seperti yuan lepas pantai China (CNH) dan dolar Singapura (SGD), kemungkinan lebih tidak bergejolak. Meski begitu, keduanya tetap bisa tertekan.

    Catatan tersebut menyoroti pergeseran kondisi geopolitik dan berlanjutnya pembicaraan gencatan senjata. Catatan itu juga menyinggung kondisi perdagangan dua arah (pasar bisa cepat berbalik, naik atau turun).

    Implikasi Strategi untuk Forex Asia

    KRW yang berisiko tinggi masih memimpin pelemahan regional saat ketidakpastian, seperti yang terjadi sebelumnya. Dengan nilai tukar KRW/USD baru-baru ini menyentuh 1.410, level tertinggi sejak periode ketidakstabilan itu, pelaku pasar dapat mempertimbangkan membeli opsi jual (put: kontrak derivatif yang memberi hak menjual aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) atas won. Ini menjadi lindung nilai (hedging: strategi untuk mengurangi risiko kerugian) terhadap memburuknya sentimen “risk-off” (investor menghindari risiko) yang dipicu berita rantai pasok atau geopolitik.

    Mata uang yang sensitif terhadap harga minyak, seperti INR dan THB, masih rentan. Saat Brent (patokan harga minyak global) bertahan di atas US$90 per barel hingga April 2026, mencerminkan premi risiko geopolitik (tambahan harga karena risiko konflik), tekanan terhadap negara pengimpor minyak meningkat. Salah satu cara lindung nilai adalah mengambil posisi beli pada kontrak berjangka minyak (oil futures: perjanjian membeli minyak di harga tertentu untuk penyelesaian di masa depan).

    Di kondisi ini, SGD dan yuan China relatif lebih stabil, tetapi masih tertekan oleh penguatan dolar AS secara luas, dengan Indeks Dolar (DXY: ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) bertahan di atas 106. Ini mendukung strategi derivatif seperti perdagangan nilai relatif (relative value: mengambil posisi pada dua aset untuk memanfaatkan perbedaan kinerja), misalnya beli SGD dan jual KRW yang lebih rentan, untuk menangkap selisih kinerja antara mata uang yang lebih berisiko dan yang lebih stabil.

    Pelajaran utamanya, geopolitik yang cepat berubah membuat strategi dua arah yang memanfaatkan gejolak menjadi relevan. Saat volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga yang tercermin dari harga opsi) pada pasangan mata uang utama Asia tetap tinggi, menggunakan strategi straddle opsi (membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada level harga dan jatuh tempo yang sama) pada pasangan seperti USD/KRW dinilai menarik. Strategi ini memungkinkan keuntungan bila terjadi pergerakan besar ke salah satu arah, ketika risiko berita bisa mengubah arah pasar secara tiba-tiba.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code