Optimisme gencatan senjata melemahkan dolar, mendorong EUR/USD naik untuk sesi kelima meski inflasi AS tetap kuat

    by VT Markets
    /
    Apr 10, 2026

    Euro menguat terhadap Dolar AS pada Jumat. EUR/USD naik untuk hari kelima berturut-turut karena gencatan senjata AS–Iran memperbaiki sentimen risiko (selera pelaku pasar untuk aset berisiko). EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1736, level tertinggi sejak awal Maret, sementara Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) berada di sekitar 98,55 dan menuju penurunan mingguan terbesar sejak Januari.

    Data inflasi AS menunjukkan harga naik seiring kenaikan biaya minyak mulai menekan harga barang dan jasa. Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI, ukuran inflasi di tingkat konsumen) naik 0,9% secara bulanan (month-on-month/m/m) pada Maret dari 0,3%, dan meningkat menjadi 3,3% secara tahunan (year-on-year/y/y) dari 2,4%, sesuai perkiraan.

    Ekspektasi Kebijakan Fed

    CPI inti (core CPI, inflasi yang mengecualikan makanan dan energi karena lebih bergejolak) naik 0,2% m/m pada Maret, di bawah perkiraan 0,3%. Secara y/y, CPI inti naik menjadi 2,6% dari 2,5%, juga di bawah perkiraan 2,7%.

    Data ini mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) akan menahan suku bunga acuannya dalam waktu dekat. Pasar menunggu bukti yang lebih jelas bahwa inflasi bergerak menuju target 2% The Fed sebelum ada pemangkasan suku bunga.

    Gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran menurunkan kekhawatiran konflik yang lebih luas, sementara pembicaraan dijadwalkan berlangsung di Pakistan pada akhir pekan. Dibukanya kembali Selat Hormuz (jalur pengiriman minyak penting) dan turunnya harga minyak dapat mengurangi tekanan inflasi dan memengaruhi arah pergerakan dolar.

    Prospek Posisi Derivatif

    Kini, laporan tenaga kerja terbaru Maret 2026 menunjukkan perlambatan menjadi hanya 150.000 pekerjaan baru. Ini menjadi bukti ekonomi AS mulai mendingin. Kondisi tersebut menguatkan ekspektasi pasar akan setidaknya dua kali lagi pemangkasan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun. Karena itu, arah yang paling mungkin untuk dolar AS adalah melemah.

    Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures), prospek ini mendorong strategi yang mengantisipasi pelemahan dolar AS terhadap euro. Membeli opsi call EUR/USD tenor menengah (hak, bukan kewajiban, untuk membeli EUR/USD pada harga tertentu) dengan jatuh tempo kuartal ketiga dapat menarik. Strategi ini memberi peluang menangkap kenaikan nilai EUR/USD sambil membatasi risiko maksimum pada premi opsi (biaya yang dibayar untuk membeli opsi).

    Situasi ini mengingatkan periode pasca-2008, ketika The Fed menyesuaikan kebijakan secara bertahap berdasarkan data untuk mendukung pemulihan yang rapuh. Namun, ketidakpastian dari negosiasi AS–Iran yang masih berjalan di Pakistan menjaga volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) tetap tinggi. Ini membuat strategi opsi dengan risiko terukur lebih bijak dibanding memegang posisi long futures secara langsung (kontrak berjangka untuk membeli aset di masa depan, dengan risiko bisa membesar saat harga berlawanan arah).

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code