Pendapatan pajak Argentina secara bulanan (month-on-month/bulan ke bulan) pada April tercatat 17B, dibandingkan 16071B pada periode sebelumnya. Ini menunjukkan penurunan bulanan.
Data tersebut melaporkan perubahan dari 16071B menjadi 17B untuk April. Tidak ada rincian atau konteks tambahan dalam pernyataan itu.
Anjloknya pendapatan pajak April, dari lebih 16 triliun peso menjadi hanya 17 miliar, mengindikasikan krisis yang cepat dan berat, terutama karena inflasi kuartal I 2026 sudah kembali naik dengan laju tahunan (annualized/disetahunkan—laju inflasi yang dihitung seolah-olah berlanjut setahun penuh) 410%. Pasar dapat mengantisipasi pelemahan besar Peso Argentina (ARS) di pasar spot (spot/harga saat ini) dan futures (kontrak berjangka—perjanjian jual-beli di harga tertentu untuk tanggal mendatang). Respons yang paling langsung adalah membeli opsi jual (put option/opsi jual—hak menjual aset pada harga tertentu) pada ARS atau mengambil posisi jual pada kontrak berjangka peso (short/posisi jual—untung jika harga turun).
Kekurangan penerimaan ini membuat gagal bayar (default/tidak mampu membayar kewajiban) utang negara semakin sulit dihindari, mengulang kekhawatiran saat perundingan IMF (Dana Moneter Internasional) yang menegangkan pada pertengahan 2025. Dengan cadangan devisa bersih bank sentral (net reserves/cadangan bersih—cadangan setelah dikurangi kewajiban jangka pendek) dilaporkan turun di bawah US$2 miliar pekan lalu, pemerintah dinilai tidak punya ruang untuk menutup kewajibannya. Karena itu, harga CDS (credit default swap/kontrak lindung risiko gagal bayar—semacam “asuransi” atas risiko gagal bayar obligasi) Argentina diperkirakan melonjak dalam beberapa hari ke depan.