Pesanan barang tahan lama (durable goods orders—pesanan untuk barang yang dipakai lebih dari tiga tahun, seperti mesin dan peralatan) AS, tidak termasuk sektor transportasi, naik 0,9% pada Maret. Perkiraan sebelumnya 0,4%.
Angka ini 0,5 poin persentase di atas ekspektasi. Ini menunjukkan permintaan barang tahan lama di luar transportasi lebih kuat dari perkiraan.
Sinyal Investasi Bisnis Lebih Kuat
Data barang tahan lama Maret menunjukkan belanja perusahaan jauh lebih kuat dari perkiraan. Ini mengarah pada ekonomi yang tetap tangguh, karena perusahaan masih bersedia berinvestasi pada peralatan dan mesin untuk jangka panjang. Ini menandakan dorongan ekonomi dasar masih bertahan meski biaya pinjaman lebih tinggi (biaya utang yang naik karena suku bunga tinggi).
Menurut kami, laporan ini membuat Federal Reserve (bank sentral AS) tetap berhati-hati. Dengan data Consumer Price Index/CPI (indeks harga konsumen—ukuran inflasi) terbaru yang menunjukkan inflasi masih di atas target pada 3,1%, aktivitas bisnis yang kuat ini mengurangi kebutuhan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Ini memperkuat pandangan bahwa The Fed akan menahan suku bunga tetap (hold) hingga musim panas.
Bagi pelaku pasar yang memperdagangkan ekspektasi suku bunga, ini berarti taruhan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat berpotensi semakin berkurang. Pasar Fed funds futures (kontrak berjangka yang mencerminkan perkiraan suku bunga acuan The Fed) sudah menurunkan peluang pemangkasan sebelum September, dan data ini mempertegas arah tersebut. Kami melihat peluang pada strategi yang diuntungkan saat suku bunga tetap tinggi, seperti menjual Eurodollar futures (kontrak berjangka yang sensitif terhadap suku bunga dolar AS jangka pendek) atau membeli put options (opsi jual—hak untuk menjual pada harga tertentu) pada ETF obligasi Treasury (reksa dana berbasis indeks yang berisi obligasi pemerintah AS).
Di pasar saham, ini memberi sinyal yang berlawanan dan dapat meningkatkan volatilitas (naik-turunnya harga). Kami menyukai call options (opsi beli—hak untuk membeli pada harga tertentu) pada ETF sektor industri yang diuntungkan langsung dari belanja modal (capital expenditure/capex—pengeluaran perusahaan untuk aset seperti mesin), sambil mempertimbangkan put pada saham pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga (biasanya saham teknologi) yang tertekan ketika harapan pemangkasan suku bunga memudar. Perbedaan antara kuatnya sektor siklikal (saham yang mengikuti siklus ekonomi, seperti industri) dan lemahnya saham teknologi bisa menjadi tema penting dalam beberapa pekan ke depan.
Peluang Lindung Nilai Volatilitas
Kondisi ini mendukung kenaikan ketidakpastian pasar. Dengan indeks VIX (indeks volatilitas pasar saham AS—sering disebut “indeks ketakutan”) yang baru-baru ini bergerak dekat level rendah 15, kami menilai membeli VIX call options bisa menjadi cara yang relatif murah untuk melindungi portofolio dari gejolak pasar yang sering muncul setelah perubahan ekspektasi kebijakan The Fed. Ekonomi kuat yang berhadapan dengan bank sentral yang hawkish (cenderung ketat—lebih fokus menahan inflasi lewat suku bunga tinggi) biasanya memicu pergerakan harga yang lebih besar.
Kami teringat dinamika pasar pada 2025, ketika data yang lebih kuat dari perkiraan berulang kali memaksa pelaku pasar menunda perkiraan waktu perubahan arah kebijakan The Fed. Pasar kala itu berkali-kali meremehkan ketahanan ekonomi. Kami memandang laporan barang tahan lama ini sebagai sinyal bahwa pola serupa bisa muncul lagi sekarang.