Pendapatan Q1 Neptune Insurance Stabil di US$37,8 Juta (YoY), EPS Naik ke US$0,09

    by VT Markets
    /
    Apr 23, 2026

    Neptune Insurance Holdings Inc. melaporkan pendapatan sebesar US$37,8 juta untuk kuartal yang berakhir Maret 2026, tidak berubah dibandingkan setahun sebelumnya. Laba per saham (earnings per share/EPS, yaitu laba bersih dibagi jumlah saham beredar) sebesar US$0,09, dibandingkan US$0,00 setahun lalu.

    Pendapatan 3,05% di atas Estimasi Konsensus Zacks (rata-rata perkiraan analis) sebesar US$36,68 juta. EPS sesuai dengan estimasi konsensus US$0,09.

    Jumlah polis yang masih aktif (policies in force, yaitu polis yang masih berlaku) pada akhir periode mencapai 295 ribu, dibandingkan rata-rata estimasi analis 285,59 ribu. Premi yang masih berlaku (premium in force, yaitu nilai premi dari polis yang masih aktif) pada akhir periode sebesar 389 juta, dibandingkan estimasi rata-rata 374,23 juta.

    Rata-rata jumlah karyawan sebesar 59,9 ribu, dibandingkan estimasi rata-rata 63 ribu. Pendapatan per karyawan sebesar US$2,8 miliar, dibandingkan estimasi rata-rata US$2,63 miliar.

    Pendapatan biaya (fee income, yaitu pendapatan dari biaya layanan/administrasi) sebesar US$8,76 juta, dibandingkan estimasi rata-rata US$8,66 juta. Pendapatan komisi (commission income, yaitu pendapatan dari komisi penjualan/penempatan produk) sebesar US$29,03 juta, dibandingkan estimasi rata-rata US$28,02 juta.

    Neptune Insurance membukukan kuartal yang relatif datar dengan pendapatan tidak berubah dari tahun lalu. EPS tepat sesuai perkiraan analis, yang biasanya membuat harga saham cenderung stabil. Namun, kekuatan utamanya terlihat dari capaian yang melampaui estimasi pada jumlah polis dan total nilai premi yang masih berlaku.

    Pertumbuhan basis pelanggan terjadi seiring perusahaan makin efisien, dengan jumlah karyawan lebih sedikit dari perkiraan namun menghasilkan pendapatan per orang lebih tinggi. Tren ini terbentuk sepanjang 2025 saat memasuki kondisi “hard market” (pasar asuransi yang ketat, ketika tarif premi naik dan syarat polis diperketat karena klaim tinggi atau kapasitas penanggung terbatas), yang memberi ruang bagi perusahaan asuransi menaikkan premi. Data terbaru menguatkan hal tersebut, dengan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (U.S. Bureau of Labor Statistics) menunjukkan tarif asuransi properti dan tanggung gugat (property and casualty, yaitu asuransi kerusakan aset seperti rumah/kendaraan dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga) naik lagi 6,4% pada kuartal I 2026 saja.

    Selain itu, perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi yang memengaruhi pendapatan investasi. Risalah rapat (minutes, yaitu catatan ringkas resmi rapat) Federal Reserve pada pertemuan Maret 2026 mengindikasikan suku bunga akan bertahan di sekitar 4,5%, level yang mendukung imbal hasil portofolio investasi besar milik perusahaan asuransi. Ini memberi sumber pendapatan yang relatif stabil di luar pertumbuhan basis premi.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code