Persediaan Bisnis AS pada Februari Turun 1,1%, Meleset dari Perkiraan Kenaikan 0,3% menurut Data

    by VT Markets
    /
    Apr 21, 2026

    Persediaan bisnis AS turun 1,1% pada Februari. Angka ini lebih rendah dari perkiraan yang justru naik 0,3%.

    Data ini menunjukkan pergerakan persediaan berlawanan dengan perkiraan. Ini menandakan penurunan bulanan tingkat stok di berbagai bisnis AS.

    Penurunan Persediaan Dipicu Permintaan

    Penurunan tajam persediaan bisnis pada Februari menunjukkan permintaan konsumen dan pelaku usaha jauh lebih kuat dari perkiraan. Perusahaan menjual barang lebih cepat daripada kemampuan mereka mengisi ulang stok, yang mengarah pada potensi kenaikan pesanan produksi ke depan untuk mengisi kembali persediaan. Kondisi ini membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat pada kuartal II.

    Pandangan ini didukung data terbaru untuk Maret 2026, yang menunjukkan penjualan ritel (retail sales: nilai penjualan di toko dan layanan ke konsumen) naik kuat 0,8%, jauh di atas perkiraan. Selain itu, pembacaan terbaru ISM Manufacturing PMI (indeks manajer pembelian sektor manufaktur: ukuran kondisi aktivitas pabrik; di atas 50 berarti ekspansi) berada di 51,5, menandakan ekspansi aktivitas pabrik untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Angka-angka ini menegaskan penurunan persediaan terjadi karena permintaan kuat, bukan karena pengurangan stok yang disengaja.

    Namun, kekuatan ekonomi ini memperumit arah inflasi dan langkah Federal Reserve. Laporan CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen: ukuran inflasi berdasarkan perubahan harga barang dan jasa) Maret lebih tinggi dari perkiraan di 3,6% secara tahunan (year-over-year: dibandingkan periode yang sama tahun lalu). Ini membuat The Fed (bank sentral AS) punya sedikit alasan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Peluang semakin besar suku bunga tetap tinggi hingga musim panas.

    Jika menengok 2025, terjadi penurunan persediaan yang mirip, meski lebih ringan, pada kuartal III, lalu diikuti kenaikan produksi industri (industrial production: output pabrik, tambang, dan utilitas) menjelang musim liburan. Pada periode itu, imbal hasil obligasi (bond yields: tingkat keuntungan obligasi) juga naik karena pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga. Pola historis ini mengisyaratkan skenario serupa bisa terulang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code