GBP/USD bertahan di dekat 1,3520 pada perdagangan Asia, Kamis, setelah turun tiga hari berturut-turut. Pasar menunggu rilis awal (preliminary, yaitu data sementara) PDB (Produk Domestik Bruto, ukuran total nilai produksi barang dan jasa) Inggris kuartal I 2026, serta data Produksi Industri dan Produksi Manufaktur (output sektor pabrik) yang akan keluar hari ini.
Pasangan ini stabil saat Dolar AS tetap kuat, dengan perdagangan berlangsung hati-hati selama pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Setelah itu, perhatian beralih ke laporan Penjualan Ritel (Retail Sales, nilai belanja konsumen di toko dan online) AS bulan April.
Laporan menyebut AS dan China mempertimbangkan kerangka kerja untuk memangkas tarif (pajak impor) atas sekitar US$30 miliar barang, tidak termasuk barang yang terkait keamanan nasional. Pembahasan ini terjadi di tengah perang di Iran, sementara AS menambah sanksi (pembatasan/larangan ekonomi) terhadap pihak yang terlibat penjualan minyak Iran ke China dan memperingatkan bank yang mendukung transaksi tersebut.
Data inflasi di tingkat grosir (harga di tingkat produsen) AS juga mendukung penguatan dolar. Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI, ukuran perubahan harga yang diterima produsen) naik menjadi 6,0% secara tahunan (year-on-year, dibandingkan periode yang sama tahun lalu) pada April dari 4,3% pada Maret, di atas perkiraan 4,9%.
Secara bulanan (month-on-month, dibandingkan bulan sebelumnya), PPI naik 1,4% setelah sebelumnya 0,7%, melampaui perkiraan kenaikan 0,5%.