Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack berbeda pendapat, menilai meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan kebijakan membuat kecenderungan pelonggaran tidak tepat

    by VT Markets
    /
    May 1, 2026

    Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack pada Jumat mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan alasan ia berbeda pendapat (dissent) terhadap keputusan mempertahankan kecenderungan pelonggaran (easing bias, sinyal bahwa suku bunga cenderung diturunkan) dalam pernyataan kebijakan The Fed. Ia menilai “kecenderungan pelonggaran yang jelas” tidak lagi tepat melihat prospek saat ini.

    Hammack mengatakan tekanan inflasi terjadi di banyak sektor (broad-based) dan harga energi mendorong harga naik. Ia juga menyebut ekonomi sejauh ini tetap tangguh pada 2026.

    Ketidakpastian Kebijakan Meningkat

    Ia melaporkan melihat risiko inflasi masih cenderung naik (upside risk), bersamaan dengan risiko penurunan pada pasar tenaga kerja (downside risk). Ia juga mengatakan ketidakpastian mengenai ekonomi dan arah kebijakan (policy path, jalur keputusan suku bunga ke depan) meningkat.

    Hammack menyebut pasar tenaga kerja mendekati kondisi penyerapan kerja penuh (full employment, tingkat pengangguran rendah dan lowongan kerja tinggi). Ia menambahkan beragam pandangan merupakan bagian dari proses The Fed.

    Dalam pergerakan pasar pada Jumat, Dolar AS tetap lemah pada sesi Amerika. Pada saat publikasi, Indeks Dolar AS (USD Index, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) turun 0,25% ke 97,85.

    Ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed meningkat, sehingga tidak bijak bertaruh pada satu arah pasar yang tegas. Seorang pembuat kebijakan utama kini menolak kecenderungan pelonggaran, yang berarti pasar bisa terlalu tenang soal peluang pemangkasan suku bunga ke depan. Dengan VIX (indikator perkiraan gejolak harga saham/volatilitas pasar) bertahan di sekitar 15, pasar tampak meremehkan risiko ini. Karena itu, strategi mengambil posisi yang diuntungkan saat volatilitas naik melalui opsi (options, kontrak hak beli/jual) terlihat menarik.

    Implikasi Trading untuk 2026

    Kami melihat peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama daripada perkiraan banyak pihak. Data inflasi inti terbaru (core inflation, inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti energi dan pangan) untuk Maret 2026 tercatat kuat di 2,8%, jauh di atas target 2% dan belum menunjukkan penurunan cepat. Karena itu, pelaku pasar derivatif (derivatives, instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan) dapat mempertimbangkan opsi untuk bertaruh bahwa pemangkasan suku bunga tidak segera terjadi, misalnya membeli opsi jual (put, hak menjual pada harga tertentu) pada ETF obligasi pemerintah AS bertenor panjang (long-duration Treasury bond ETFs, reksa dana diperdagangkan yang sensitif terhadap perubahan suku bunga).

    Ketangguhan ekonomi ibarat pedang bermata dua: mendukung laba perusahaan, tetapi juga memberi alasan bank sentral mempertahankan kebijakan ketat (policy tight, suku bunga tinggi/pengetatan likuiditas). Meski pasar tenaga kerja kuat, laporan pekerjaan April 2026 menunjukkan pertumbuhan pekerjaan melambat ke 175.000, sementara tingkat pengangguran naik ke 3,9%, memberi sinyal potensi pelemahan. Ini menunjukkan, bahkan saat ekonomi kuat, melindungi posisi saham jangka panjang (hedging, strategi mengurangi risiko) dengan opsi jual pada indeks saham yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi bisa menjadi langkah hati-hati.

    Tekanan inflasi didorong energi, tren yang kecil kemungkinan berbalik cepat. Harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) bertahan di atas US$85 per barel sepanjang 2026, mendorong biaya lebih tinggi di seluruh ekonomi. Kami menilai memegang derivatif terkait komoditas energi, seperti opsi beli (call, hak membeli pada harga tertentu) pada ETF minyak, bisa menjadi pelindung langsung terhadap risiko inflasi yang tetap tinggi.

    Kegagalan dolar AS menguat meski ada komentar bernada ketat (hawkish, cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi) penting diperhatikan, karena pasar tampaknya lebih khawatir pada naiknya ketidakpastian kebijakan dibanding sekadar inflasi. Setelah perlambatan global pada pertengahan 2025, pertumbuhan di wilayah lain bisa membaik, membuat mata uang mereka lebih menarik. Kondisi ini dapat mendukung strategi yang bertaruh melemahnya dolar, misalnya membeli opsi beli pada pasangan mata uang seperti EUR/USD.

    Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code