Reli AUD/USD ke level tertinggi empat tahun memudar seiring kejutan data payroll AS dan pemangkasan suku bunga RBA memicu koreksi

    by VT Markets
    /
    May 7, 2026

    AUD/USD naik sekitar 0,8% pada Rabu dan ditutup di dekat 0,7240 setelah sempat menyentuh 0,7280, tetapi gagal bertahan di atas 0,7250. Pasangan ini berada di level tertinggi empat tahun dan beberapa kali membentuk ekor atas (upper wick), yaitu bagian “bayangan” pada grafik candlestick yang menandakan harga sempat naik tetapi kemudian ditekan turun.

    Dolar AS melemah setelah Presiden Trump menghentikan sementara operasi “Project Freedom” di Selat Hormuz di tengah pembicaraan dengan Iran yang dimediasi Pakistan. Iran menyatakan sedang meninjau proposal terbaru AS tanpa jawaban resmi, sementara selat tersebut tetap sebagian besar tertutup untuk lalu lintas komersial meski ada gencatan senjata sejak 8 April.

    Risk On Fokus Bergeser Ke Data Utama

    Data ADP private payrolls AS untuk April (perkiraan jumlah penambahan tenaga kerja sektor swasta versi ADP) tercatat 109 ribu, di atas perkiraan 99 ribu. Namun pasar lebih menyoroti sentimen risk-on (minat mengambil risiko, biasanya mendorong aset berisiko seperti dolar Australia), dengan perhatian beralih ke Neraca Perdagangan Australia Maret pada Kamis dan US NFP pada Jumat. NFP (Non-Farm Payrolls, data utama ketenagakerjaan AS di luar sektor pertanian) diperkirakan 60 ribu dibanding 178 ribu sebelumnya.

    Pada grafik 15 menit, AUD/USD diperdagangkan di 0,7239 dan bertahan di atas harga pembukaan hari itu di 0,7205, dengan Stochastic RSI (indikator momentum yang mengukur kondisi jenuh beli/jenuh jual berbasis RSI) di sekitar 60. Pada grafik harian, AUD/USD berada di 0,7239 di atas EMA 50 hari di 0,7072 dan EMA 200 hari di 0,6826. EMA (Exponential Moving Average) adalah rata-rata pergerakan yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru. Stochastic RSI harian berada di sekitar 53.

    Pendorong AUD mencakup suku bunga RBA (bank sentral Australia) dan target inflasi 2–3%, permintaan dari China, serta bijih besi. Neraca perdagangan dan sentimen risiko juga memengaruhi mata uang ini.

    Apa Yang Berubah Setelah Puncak

    Titik balik utama adalah laporan US Non-Farm Payrolls untuk April 2025. Pasar memperkirakan angka lemah 60 ribu, tetapi realisasi melonjak 245 ribu. Ini memaksa pasar cepat mengubah perkiraan kebijakan The Fed (penyesuaian ekspektasi suku bunga), sekaligus mengakhiri pelemahan luas dolar AS yang sebelumnya mengangkat AUD/USD. Peristiwa ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen berubah, dan menegaskan sinyal “kelelahan” (momentum yang melemah) di sekitar 0,7250 sebagai peluang untuk membuka posisi jual (short), yaitu bertaruh harga akan turun.

    Sejak itu, RBA juga ikut menekan dolar Australia dengan memangkas suku bunga acuannya 25 basis poin ke 4,10% pada Maret 2026, seiring inflasi yang mendingin dan belanja konsumen melemah. Perbedaan arah kebijakan ini dibanding The Fed, yang menahan suku bunga di 5,50%, membuat dolar Australia terus tertekan. Selisih suku bunga membuat posisi short AUD/USD menarik melalui carry positif, yaitu potensi keuntungan dari menerima selisih bunga saat memegang posisi.

    Selain itu, kekhawatiran atas kesehatan ekonomi China yang dipantau sejak 2025 semakin nyata dan membebani AUD. Data terbaru menunjukkan produksi industri China melambat, dan sektor properti masih menekan pertumbuhan, sehingga harga bijih besi turun dari di atas US$120 per ton tahun lalu menjadi sekitar US$105 per ton sekarang. Sebagai ekspor terbesar Australia, penurunan harga komoditas ini langsung mengurangi dukungan terhadap mata uangnya.

    Dalam beberapa pekan ke depan, pelaku pasar dapat menganggap setiap penguatan AUD/USD sebagai peluang jual, terutama jika mendekati rata-rata pergerakan 50 hari yang kini dekat 0,6610. Dengan tren turun yang sudah terbentuk, membeli opsi put (hak untuk menjual pada harga tertentu, digunakan untuk mendapat manfaat saat harga turun) bisa menjadi strategi dengan risiko terukur untuk mengantisipasi penembusan di bawah titik terendah tahun berjalan 0,6480. Bisa juga mempertimbangkan menjual opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan harga pelaksanaan di atas harga pasar, peluang dieksekusi lebih kecil) untuk menerima premi, dengan asumsi faktor fundamental akan membatasi kenaikan.

    Data ketenagakerjaan Australia dan laporan inflasi AS berikutnya menjadi katalis utama. Laporan kerja Australia yang lemah atau inflasi AS yang kembali kuat akan memperkuat tren bearish (bias penurunan). Karena itu, mempertahankan posisi short atau membuka posisi bearish baru saat reli dinilai sebagai strategi yang lebih hati-hati untuk beberapa pekan ke depan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code