Saat harga minyak naik, emas melemah, memicu kekhawatiran inflasi dan membuat bank sentral tetap berhati-hati memangkas suku bunga

    by VT Markets
    /
    Apr 14, 2026

    Emas (XAU/USD) turun sekitar 0,20% pada Senin seiring harga minyak naik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Emas diperdagangkan di US$4.734 setelah sempat menyentuh US$4.750 lebih awal.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran “sangat ingin” membuat kesepakatan dan bahwa Iran “tidak setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir”. Ia juga mengatakan AS akan “mengambil kembali material nuklir”.

    Risiko Timur Tengah dan Reaksi Dolar

    Indeks Dolar AS (DXY)—ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama—berbalik melemah setelah komentar tersebut, turun 0,09% ke 98,61. AS memulai blokade di Selat Hormuz pada Senin pukul 10.00 EDT untuk menghentikan kapal berbendera Iran dan kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran.

    Penjualan Rumah Eksisting (Existing Home Sales)—data transaksi rumah yang sudah ada—di AS turun ke 3,98 juta pada Maret, turun 3,6% dibanding bulan sebelumnya dan menjadi level terendah dalam sembilan bulan. Namun, pasar lebih fokus pada situasi AS-Iran.

    Presiden The Fed San Francisco Mary Daly mengatakan penahanan suku bunga lebih mungkin daripada kenaikan, dan suku bunga bisa tetap jika inflasi bertahan tinggi. CPI AS (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen)—ukuran inflasi di tingkat konsumen—naik 3,3% (year on year/tahun ke tahun) pada Maret, hampir 1% lebih tinggi dari Februari.

    Imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun—tingkat bunga obligasi pemerintah AS—berada di 4,30%, turun 1,5 basis poin (bp; 1 bp = 0,01%). Data berikutnya mencakup ADP Employment Change—perkiraan perubahan pekerjaan sektor swasta—serta PPI (Producer Price Index/Indeks Harga Produsen) Maret, diperkirakan 4,6% (year on year).

    Level Teknikal dan Pengaturan Volatilitas

    Secara teknikal, emas memantul dari US$4.639, dengan SMA (Simple Moving Average/rata-rata bergerak sederhana) 20 hari dan 100 hari di US$4.658–US$4.668. Resistance (area hambatan) berada di US$4.750, lalu US$4.800, US$4.857, dan SMA 50 hari di US$4.897; support (area penopang) di US$4.700, lalu US$4.668/58 dan US$4.600.

    Dengan tanggal saat ini 14 April 2026, emas terjepit antara risiko konflik yang meluas dengan Iran dan The Fed yang enggan memangkas suku bunga karena inflasi. Blokade baru AS di Selat Hormuz menjadi pendorong utama volatilitas (besar-kecilnya ayunan harga), sehingga trader bisa mempertimbangkan strategi yang diuntungkan saat harga bergerak besar. Ini berarti melihat opsi (options; kontrak yang memberi hak membeli/menjual di harga tertentu) seperti straddle atau strangle, yang bisa untung baik saat harga melonjak maupun turun tajam.

    Gambaran inflasi menjadi tekanan besar bagi emas karena membuat yield Treasury tetap tinggi dan memperkuat alasan The Fed menahan suku bunga. Dengan CPI Maret melonjak ke 3,3%, pola yang mirip lonjakan inflasi awal 2022, proyeksi PPI 4,6% akan sangat menentukan. Tekanan harga yang bertahan membuat call option (opsi beli; hak membeli) berjangka panjang menjadi mahal, sehingga trader bisa memilih call spread (strategi membeli call dan menjual call lain untuk menekan biaya awal).

    Kenaikan harga minyak mentah mendorong ketakutan inflasi, namun pasar juga perlu mencermati peluang meredanya ketegangan. Komentar Trump tentang Iran yang ingin membuat kesepakatan meningkatkan risiko headline (risiko harga bergerak karena berita) bagi siapa pun yang memegang posisi long emas. Karena itu, penting melindungi diri dari penurunan mendadak, misalnya dengan membeli put option (opsi jual; hak menjual) dengan strike price (harga kesepakatan) di bawah level kunci US$4.700.

    Dari sisi teknikal, area sekitar US$4.660, tempat SMA 20 hari dan 100 hari bertemu, menjadi lantai support yang kuat. Banyak trader kemungkinan menjual cash-secured put (menjual put dengan dana tunai disiapkan untuk membeli aset jika terkena eksekusi) dengan strike di dekat level ini, untuk mengantongi premi (premium; biaya opsi) sambil menunggu peluang beli saat harga turun. Volatilitas di opsi emas kemungkinan tetap tinggi, seperti ketika GVZ (Gold Volatility Index/indeks volatilitas emas) bertahan di atas 18 selama gejolak geopolitik 2024.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code