EUR/JPY naik setelah sehari sebelumnya turun tipis dan diperdagangkan di 187,83 pada perdagangan Asia Jumat. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa, dengan harga terus naik di dalam *ascending channel* (pola pergerakan harga yang membentuk saluran naik, biasanya menandakan tren menguat).
Pasangan ini bertahan di atas *Exponential Moving Average (EMA)* 9 hari dan 50 hari (rata-rata pergerakan yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru, sering dipakai untuk membaca arah tren). Level ini dipakai sebagai sinyal bahwa tren jangka pendek masih naik.
Sinyal Momentum dan Risiko Jenuh Beli
*Relative Strength Index (RSI)* 14 hari berada dekat 71, masuk area *overbought* (jenuh beli, artinya kenaikan sudah cepat dan berisiko terkoreksi). Ini bisa mencerminkan momentum kuat, tetapi juga meningkatkan risiko *pullback* (koreksi turun sementara) dan konsolidasi (harga bergerak datar dalam rentang sempit).
Resisten berikutnya terlihat di 188,00, lalu sekitar 188,50 di bagian atas *ascending channel*. Support kunci berada pada EMA 9 hari di 186,76.
Jika harga turun di bawah 186,76, perhatian bisa beralih ke batas bawah saluran sekitar 185,80. Lebih jauh, support EMA 50 hari berada di 184,46.
Laporan tersebut menyebut analisis teknikal dibuat dengan bantuan alat AI (kecerdasan buatan, yaitu sistem komputer yang membantu mengolah data dan membuat ringkasan analisis).
Pertimbangan Strategi dan Manajemen Risiko
EUR/JPY memasuki area harga baru, menguatkan tren naik. Pergerakan ini didukung data inflasi Zona Euro Maret 2026 yang tercatat 2,8% sehingga ECB (Bank Sentral Eropa) cenderung berhati-hati, sementara BoJ (Bank Sentral Jepang) masih memberi sinyal kebijakan longgar (*accommodative*, artinya suku bunga rendah/dukungan likuiditas). Perbedaan arah kebijakan kedua bank sentral ini tetap menjadi pendorong utama untuk pasangan ini.
RSI di 71 menjadi sinyal untuk lebih hati-hati membuka posisi beli baru di level rekor. Ada peluang koreksi menuju EMA 9 hari di 186,76. Level ini bisa menjadi area untuk membeli *call option* (hak untuk membeli aset pada harga tertentu) atau menambah posisi *long* di *futures* (kontrak berjangka, yaitu kesepakatan membeli/menjual di masa depan pada harga tertentu) agar masuk kembali di harga yang lebih baik.
Bagi yang ingin memanfaatkan momentum jangka pendek, level psikologis 188,00 menjadi target terdekat. *Bull call spread* (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain di strike lebih tinggi untuk membatasi biaya dan risiko) dapat dipakai untuk mengejar peluang menuju batas atas saluran sekitar 188,50 sambil membatasi risiko, mengingat kondisi sudah jenuh beli.
Dari sisi bawah, penembusan di bawah 186,76 menjadi peringatan awal bahwa momentum jangka pendek melemah. Target support berikutnya 185,80. Trader yang memegang posisi beli dapat mempertimbangkan membeli *protective put option* (opsi jual sebagai “asuransi” jika harga turun) bila terjadi penutupan harga yang jelas di bawah EMA 9 hari.