Nasdaq (NQ100) kembali menguji rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH). Jika menembus di atasnya, bisa memicu pembelian lanjutan. Jika berbalik turun, pasar berpotensi koreksi (pullback/penurunan sementara dalam tren naik).
Masih ada ruang kenaikan sebelum hambatan berikutnya di ET zone 8. Namun, candle bearish (candle penurunan) kemarin menunjukkan ada tekanan jual di area harga saat ini.
Key Scenarios Ahead
Salah satu skenario adalah pantulan bearish di puncak kemarin, yang bisa memicu penurunan lebih besar. Harga bisa turun kembali ke ET zone 7, lalu berpotensi memantul.
Skenario lain adalah tembus di atas puncak kemarin, yang bisa membuka peluang dorongan naik sekali lagi. Setelah mencetak puncak baru yang lebih tinggi, bisa terjadi pullback sebelum pergerakan lanjutan menuju ET zone 8.
Pada grafik 4 jam, harga sempat memakai ET zone 8 sebagai support (area penopang harga) setelah muncul pola koreksi. Harga kini kembali ke puncak sebelumnya, yang menjadi level kunci.
Jika resistance (area hambatan harga) yang ditandai berhasil ditembus, terbuka peluang naik menuju ET zone 9. Sebaliknya, retracement ABC (pola koreksi tiga gelombang A-B-C) bisa mendorong harga turun ke area 21 EMA dan level ET zone 8.
Momentum And Retracement Levels
Dalamnya retracement bergantung pada momentum (kekuatan dorongan tren). Harga bisa stabil di bagian bawah zona 21 EMA, atau turun lebih jauh bila area itu tidak mampu menahan.
Nasdaq berada di area ATH yang krusial. Keraguan kemarin menunjukkan meski momentum naik kuat, tetap ada tekanan jual pada level ini. Ini membentuk situasi klasik: breakout (tembus ke atas level penting) atau reversal (pembalikan arah).
Ketegangan ini muncul setelah data CPI April (inflasi konsumen) sebesar 3,3%, sedikit lebih rendah dari perkiraan, yang umumnya mendukung peluang breakout naik. Laporan tenaga kerja pekan lalu juga melambat, dengan penambahan 175.000 pekerjaan, memberi alasan bagi The Fed untuk menahan suku bunga. Latar fundamental ini membuat skenario panah hijau—naik ke rekor baru—cukup mungkin.
Untuk trader derivatif (produk turunan seperti opsi) yang mengantisipasi breakout di atas puncak, membeli call option Juni (opsi beli, keuntungan jika harga naik) atau membuat bull call spread (strategi opsi beli bertingkat untuk membatasi biaya dan risiko) bisa menjadi cara memanfaatkan potensi naik menuju zona resistance ET 8. Strategi ini memberi risiko yang terukur.
Namun, risiko reversal bearish seperti ditunjukkan panah merah muda tetap perlu diperhatikan. Jika pasar menolak level tinggi ini, pullback cepat bisa terjadi. Trader dapat bersiap dengan membeli put option (opsi jual, untung jika harga turun), yang bisa diuntungkan bila harga turun kembali ke support ET zone 7.
Bagi yang memperkirakan pullback kecil sebelum naik lagi, seperti skenario panah oranye, menjual put credit spread out-of-the-money (strategi menerima premi dengan menjual put di bawah harga pasar dan membeli put lain lebih rendah untuk membatasi risiko) dengan strike price (harga kesepakatan opsi) di bawah zona 21 EMA bisa efektif. Strategi ini diuntungkan oleh time decay (peluruhan nilai opsi seiring waktu) dan pantulan dari area support tersebut.
Grafik 4 jam menunjukkan ET 8 pernah menjadi support yang solid. Jika terjadi penurunan korektif kembali ke area ini, itu bisa menjadi peluang menarik untuk masuk kembali ke posisi long (posisi beli yang untung jika harga naik). Pantulan di support tersebut akan menjadi sinyal kelanjutan tren naik utama.
Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.