Setelah rilis CPI Australia, AUD melemah terhadap JPY, membuat AUD/JPY tertekan di kisaran 114,50 pada perdagangan Asia

    by VT Markets
    /
    Apr 29, 2026

    AUD/JPY turun ke sekitar 114,50 pada awal perdagangan Asia, Rabu. Dolar Australia melemah terhadap Yen Jepang setelah rilis inflasi Australia. Pasar juga memantau data CPI Tokyo (inflasi konsumen di Tokyo, indikator awal inflasi nasional Jepang) yang akan dirilis Jumat.

    CPI Australia naik ke 4,6% (year on year/yoy, tahunan) pada Maret, dari 3,7% pada Februari, didorong kenaikan biaya bahan bakar terkait konflik Timur Tengah. Angka ini lebih rendah dari perkiraan 4,7%. Sementara itu, CPI bulanan (month on month/mom, bulanan) naik 1,1% pada Maret setelah sebelumnya 0%.

    Inflasi Australia Menekan AUD

    CPI yang lebih rendah dari perkiraan menambah tekanan jangka pendek pada AUD. Ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA, bank sentral Australia) pada Mei masih ada, didukung pasar tenaga kerja yang ketat dan pertumbuhan yang lebih kuat pada akhir 2025.

    Di Jepang, Bank of Japan (BoJ, bank sentral Jepang) mempertahankan suku bunga jangka pendek di 0,75% setelah rapat dua hari pada Selasa. BoJ menyatakan akan menaikkan suku bunga berdasarkan perkembangan ekonomi, harga, dan pasar keuangan, serta mencatat bahwa upah dan harga bisa naik lebih besar daripada yang tercermin dari output gap (kesenjangan output, selisih antara output/produksi riil ekonomi dan potensi maksimalnya).

    Bank sentral juga menyatakan akan menilai waktu dan kecepatan perubahan kebijakan sambil memantau dampak ekonomi dan harga dari perkembangan perang di Timur Tengah.

    Perbedaan Arah Kebijakan Moneter Menggerakkan Nilai Tukar

    Kenaikan suku bunga RBA sepanjang 2025 menahan laju ekonomi. Data CPI kuartal I 2026 yang dirilis pekan lalu menunjukkan inflasi turun ke 3,1%. Akibatnya, harga pasar kini menunjukkan peluang lebih dari 70% untuk pemangkasan suku bunga RBA pada kuartal III tahun ini. Perubahan arah kebijakan ini memberi tekanan turun berkelanjutan pada dolar Australia.

    Sebaliknya, kondisi Jepang ikut bergerak sesuai sinyal BoJ. Setelah negosiasi upah musim semi “Shunto” (perundingan upah tahunan di Jepang) terkuat dalam 30 tahun yang menghasilkan kenaikan upah rata-rata 4,5%, BoJ telah menaikkan suku bunga kebijakannya dua kali hingga 1,25%. Perbedaan arah kebijakan moneter—RBA yang dovish (cenderung mendukung suku bunga lebih rendah) dan BoJ yang hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi)—mendorong kurs silang (cross, pasangan mata uang tanpa USD) AUD/JPY turun ke 108,20.

    Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures), perbedaan ini mengarah pada strategi antisipasi penurunan AUD/JPY. Membeli opsi put (opsi untuk menjual pada harga tertentu) dengan jatuh tempo tiga bulan dan strike price (harga kesepakatan) sekitar 107,00 bisa menjadi strategi untuk memanfaatkan tren ini sambil membatasi kerugian. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas dari harga opsi) tenor satu bulan pada pasangan ini naik dari 9% ke 12,5%, menandakan pasar bersiap menghadapi pergerakan yang lebih besar.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code