Setelah rilis data CPI Inggris bulan Maret, Sterling melemah terhadap mata uang utama; GBP/USD turun mendekati 1,3518 namun tetap menguat

    by VT Markets
    /
    Apr 22, 2026

    Pound Sterling melemah setelah rilis data CPI (indeks harga konsumen, ukuran utama inflasi) Inggris untuk Maret, turun ke sekitar 1,3518 terhadap Dolar AS, meski masih mencatat kenaikan kecil. ONS (kantor statistik nasional Inggris) menyatakan CPI utama naik menjadi 3,3% (tahun ke tahun/yoy) dari 3% pada Februari, sesuai perkiraan.

    CPI inti (inflasi inti) naik 3,1% (yoy), di bawah perkiraan 3,2%. CPI inti mengecualikan harga makanan, energi, alkohol, dan tembakau agar lebih mencerminkan tren inflasi yang mendasar.

    Reaksi Pasar Terhadap CPI Maret

    GBP/USD berada di dekat 1,3510 pada perdagangan Asia hari Rabu setelah pelemahan terbatas, dan bertahan dekat 1,3500. Dolar AS stabil setelah laporan menyebut Donald Trump akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sampai pembicaraan menunjukkan kemajuan.

    Laporan juga menyebut JD Vance membatalkan rencana kunjungan ke Islamabad setelah Teheran menyampaikan kepada Washington melalui Pakistan bahwa Iran tidak akan hadir. Pada Selasa, GBP/USD turun 0,15% dan bergerak sekitar 60 pip (satuan pergerakan kecil pada pasangan mata uang; untuk GBP/USD umumnya 1 pip = 0,0001) sebelum ditutup dekat 1,3500.

    Penjualan Ritel (Retail Sales, indikator belanja konsumen) AS untuk Maret naik 1,7% (bulan ke bulan/mom) dibanding perkiraan 1,4%. Tim konten FXStreet terdiri dari jurnalis ekonomi dan pakar valas (FX/foreign exchange) yang mengawasi konten yang diterbitkan.

    Perbedaan Kebijakan Dan Implikasi Perdagangan

    Melihat kembali periode ini pada 2025, Pound sempat kesulitan di kisaran 1,3500 terhadap Dolar. Intinya, selisih kecil pada data inflasi inti—3,1% dibanding perkiraan 3,2%—sudah cukup memicu tekanan jual. Ini menunjukkan pasar sangat peka terhadap sinyal bahwa Bank of England (BoE, bank sentral Inggris) mendekati akhir siklus kenaikan suku bunga.

    Kini, 22 April 2026, kepekaan itu terbukti, dengan BoE sudah dua kali menurunkan suku bunga tahun ini seiring inflasi melandai. Ini mirip periode akhir 2023 hingga awal 2024, saat inflasi utama Inggris turun dari 4,0% menjadi 3,4% dalam beberapa bulan, menandakan perubahan arah kebijakan. Namun Federal Reserve (Fed, bank sentral AS) lebih enggan memangkas suku bunga, sehingga muncul perbedaan kebijakan (policy divergence) yang menekan pasangan GBP/USD.

    Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures), pelebaran perbedaan kebijakan bank sentral ini mengindikasikan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) bisa terlalu rendah. Kami memperkirakan volatilitas satu bulan, yang kini sekitar 7,5%, dapat melonjak menjelang rapat BoE dan Fed. Trader dapat mempertimbangkan membeli straddle opsi (strategi membeli opsi call dan put pada harga strike yang sama untuk memanfaatkan pergerakan besar ke salah satu arah) agar bisa mengambil peluang dari pergerakan tajam saat pasar mencerna perbedaan data ekonomi Inggris dan AS.

    Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code