Sterling melemah terhadap dolar pada Selasa setelah pasar menilai ulang negosiasi AS-Iran usai aksi militer AS kembali terjadi di Iran selatan. GBP/USD berada di sekitar 1,3444 saat penulisan, turun hampir 0,43% pada hari itu. Pada awal perdagangan Asia, pasangan ini mendekati 1,3495, dengan dolar AS didukung oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik (risiko terkait konflik dan hubungan antarnegara).
Pound juga turun terhadap mata uang utama lain pada sesi Eropa, melemah 0,25% ke sekitar 1,3470 terhadap dolar. Tekanan pada mata uang muncul setelah imbal hasil (yield, yakni tingkat keuntungan obligasi) gilt Inggris (obligasi pemerintah Inggris) turun ke level terendah sebulan di sekitar 4,82%, seiring meredanya perkiraan kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dalam waktu dekat. Perhatian beralih ke laporan Indeks Harga Personal Consumption Expenditures (PCE, ukuran inflasi pilihan The Fed yang memantau harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga) AS untuk April yang dirilis Kamis.
Ketegangan Geopolitik dan Dampaknya pada GBP/USD
Dengan memanasnya kembali ketegangan geopolitik AS-Iran, terlihat arus “flight to safety” (perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman), yang menguatkan dolar AS. Sentimen risk-off (pelaku pasar mengurangi aset berisiko) menekan GBP/USD hingga turun di bawah level kunci 1,3500. Tekanan turun ini dipicu oleh ketidakpastian di Timur Tengah.
Pergerakan ini diperkuat oleh melemahnya faktor domestik Inggris. Data terbaru menunjukkan inflasi Inggris melambat lebih cepat dari perkiraan, dengan CPI (Consumer Price Index, indeks harga konsumen) April sebesar 2,1%, sedikit di atas target Bank of England. Akibatnya, yield gilt Inggris tenor 10 tahun turun ke 4,82%, menandakan pasar makin kecil memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Peluang Trading Derivatif dan Level Kunci
Bagi trader derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan), ada peluang membeli opsi put GBP/USD (kontrak yang memberi hak untuk menjual di harga tertentu) dengan jatuh tempo Juni. Strike price (harga kesepakatan) di sekitar 1,3350 dapat memberi perbandingan risiko-imbal hasil yang menarik bila momentum turun berlanjut hingga rilis inflasi PCE AS. Strategi ini memungkinkan meraih keuntungan dari penurunan lanjutan, dengan kerugian dibatasi pada premi (biaya) opsi yang dibayar.
Data PCE AS pada Kamis menjadi pemicu utama yang dapat memunculkan pergerakan harga besar. Bagi yang tidak yakin arah namun memperkirakan pergerakan tajam, strategi long straddle (membeli opsi call dan put sekaligus pada strike dan jatuh tempo yang sama untuk mengambil keuntungan dari pergerakan besar ke salah satu arah) bisa dipertimbangkan. Data historis dari peristiwa geopolitik dan ekonomi serupa menunjukkan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) GBP/USD tenor satu bulan sering naik 15–20% menjelang pemicu semacam ini.
Level 1,3500 dipantau sebagai area resistance (tahanan, level yang sering menahan kenaikan) penting. Jika harga mampu bertahan naik kembali di atas level psikologis ini, itu mengindikasikan sentimen bearish (pandangan pasar bahwa harga cenderung turun) mulai mereda. Hingga itu terjadi, bias tetap ke bawah, dengan fokus pada strategi yang diuntungkan dari penurunan lanjutan atau lonjakan volatilitas.