TD Securities: Survei konsumen ECB menunjukkan ekspektasi inflasi satu dan tiga tahun lebih tinggi, mendorong kebijakan ke arah lebih hawkish

    by VT Markets
    /
    Apr 28, 2026

    Survei Ekspektasi Konsumen ECB melaporkan perkiraan inflasi yang lebih tinggi dari proyeksi. Angka 1 tahun tercatat 4,0% dibanding proyeksi pasar 2,8%, dan angka 3 tahun 3,0% dibanding 2,6%.

    Data ini menunjukkan inflasi bisa bertahan di atas perkiraan sebelumnya setelah dampak awal lonjakan harga energi pada tahun pertama. Kondisi ini dapat mendorong ECB memakai nada yang lebih tegas pada rapat 30 April.

    Ekspektasi Inflasi Naik

    Artikel tersebut menyebut pasar tenaga kerja tidak seketat 2022. Ini dapat menurunkan risiko inflasi “putaran kedua”, yaitu kenaikan harga lanjutan yang dipicu kenaikan upah (misalnya upah naik, biaya perusahaan naik, lalu harga jual ikut naik lagi).

    Ketidakpastian yang berlanjut membuat ECB kemungkinan tetap menaruh fokus besar pada data terbaru yang masuk. Ekspektasi inflasi konsumen jauh lebih tinggi dari perkiraan. Survei terbaru menunjukkan masyarakat memperkirakan inflasi 4,0% dalam satu tahun dan 3,0% dalam tiga tahun, jauh di atas proyeksi. Ini mengindikasikan kekhawatiran tekanan harga menjadi lebih “mengakar” (menetap), bukan sekadar guncangan sementara.

    Dengan rapat Bank Sentral Eropa pada 30 April, pasar perlu menyiapkan komunikasi yang lebih “hawkish”, yaitu sikap lebih ketat untuk melawan inflasi (misalnya menahan suku bunga tetap tinggi atau memberi sinyal tidak terburu-buru menurunkan suku bunga). Kondisi ini telah membuat pasar menyesuaikan ulang kontrak berjangka suku bunga (interest rate futures, yaitu kontrak untuk memperdagangkan perkiraan suku bunga di masa depan), sehingga waktu penurunan suku bunga mundur lebih jauh hingga setelah 2027. Ini menunjukkan kebijakan moneter kemungkinan ketat lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

    Antisipasi Volatilitas Lebih Tinggi

    Ketidakpastian ini menjadi sinyal untuk bersiap menghadapi volatilitas lebih tinggi pada aset berdenominasi euro. Volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan gejolak harga ke depan yang dihitung dari harga opsi) pada opsi EUR/USD naik. Ini menyiratkan pelaku pasar bisa mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga yang lebih besar. Strategi seperti straddle (membeli opsi beli dan opsi jual pada harga yang sama) atau strangle (membeli opsi beli dan opsi jual pada harga berbeda) dapat lebih menarik dalam kondisi seperti ini.

    Namun, pasar tenaga kerja tidak seketat sebelumnya, khususnya pada fase pemulihan pascapandemi 2022. Tingkat pengangguran Zona Euro baru-baru ini naik ke 6,7%, yang dapat menurunkan risiko spiral upah-harga (wage-price spiral, yaitu siklus ketika upah dan harga saling mendorong naik). Data yang bertolak belakang ini menjadi alasan ECB tetap sangat bergantung pada data terbaru.

    Perkiraan cepat (flash estimate, yaitu rilis awal yang biasanya masih bisa direvisi) untuk inflasi April sebesar 3,1% mendukung pandangan bahwa tekanan harga masih bertahan. Dalam beberapa pekan ke depan, posisi derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) perlu dikelola dengan mencermati data pertumbuhan upah dan rilis awal inflasi berikutnya. Tanda upah yang makin cepat dapat memicu pergeseran “hawkish” yang lebih agresif dari bank sentral.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code