USD/CAD memangkas kenaikan pada Selasa, diperdagangkan di sekitar 1,3800 setelah menyentuh tertinggi harian dekat 1,3821. Kenaikan harga minyak menguatkan Dolar Kanada, meski dukungan umum terhadap Dolar AS tetap bertahan. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) berada di sekitar 99,16 setelah sempat turun di bawah 99,00 pada Senin. Permintaan terhadap greenback (sebutan umum untuk Dolar AS) didukung ketidakpastian negosiasi AS-Iran.
Ketegangan meningkat setelah pasukan AS melakukan “serangan defensif” di Iran selatan pada Senin. Laporan juga menyebut pembicaraan mandek pada isu program nuklir Iran, pelonggaran sanksi, aset yang dibekukan, serta blokade laut AS di pelabuhan Iran. Kantor Berita Tasnim menyebut Teheran ingin dana beku senilai US$24 miliar dicairkan, dengan setidaknya separuhnya tersedia segera setelah kesepakatan diumumkan. The Wall Street Journal melaporkan Angkatan Laut AS kembali mengawal kapal dagang melalui Selat Hormuz. Minyak West Texas Intermediate (WTI, patokan harga minyak AS) naik hampir 4% ke sekitar US$93, mendukung Dolar Kanada yang sensitif terhadap minyak dan memicu kekhawatiran inflasi. Faktor ini membuat kebijakan Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) dan Bank of Canada (BoC, bank sentral Kanada) menjadi sorotan. Deputi Gubernur BoC Nicolas Vincent mengatakan pilihan kebijakan menjadi kurang jelas ketika guncangan ekonomi terjadi bersamaan dengan perubahan struktural (perubahan mendasar pada struktur ekonomi). Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board (CB) AS turun ke 93,1 pada Mei dari 93,8 pada April, menjelang data inflasi PCE AS pada Kamis dan PDB Kanada pada Jumat.
Kekuatan Berlawanan yang Membentuk USD/CAD
USD/CAD berada di antara dua kekuatan besar yang saling berlawanan, sehingga bergerak sempit di sekitar 1,3800. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong permintaan Dolar AS sebagai aset aman (safe haven, aset yang dicari saat risiko meningkat). Namun ketegangan yang sama menaikkan harga minyak, yang langsung menguatkan Dolar Kanada.
Harga minyak dipantau karena WTI bertahan di sekitar US$93 per barel. Laporan terbaru dari OPEC+ (kelompok OPEC dan sekutunya) menegaskan kartel berniat mempertahankan pemangkasan produksi saat ini, sehingga pasokan global tetap ketat. Ini menjadi penopang kuat bagi Dolar Kanada yang terkait komoditas, membatasi ruang kenaikan USD/CAD.
Di sisi lain, inflasi AS yang masih tinggi mendukung penguatan Dolar AS. Data Personal Consumption Expenditures/PCE (indeks harga konsumsi, acuan inflasi pilihan The Fed) menunjukkan inflasi inti (core, tidak memasukkan harga pangan dan energi yang bergejolak) bertahan di 2,8%, jauh di atas target The Fed. Ini memperkuat pandangan bahwa The Fed kemungkinan mempertahankan kebijakan moneter ketat (restrictive, suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) dalam waktu dekat.
Gambaran ekonomi Kanada juga menambah kompleksitas karena BoC ikut tertekan menjaga suku bunga tetap tinggi. Ekonomi Kanada mencatat laporan tenaga kerja yang sangat kuat bulan lalu, menambah lebih dari 90.000 pekerjaan dan menurunkan tingkat pengangguran ke 5,0%, level terendah dalam periode panjang. Kekuatan domestik ini memberi BoC alasan untuk bersikap lebih ketat (hawkish, cenderung menaikkan/menahan suku bunga tinggi demi menekan inflasi) sejalan dengan The Fed.
Volatilitas Menanti Trader USD/CAD
Dengan pendorong yang saling bertentangan, periode volatilitas tinggi (pergerakan harga naik-turun tajam) lebih mungkin terjadi daripada tren arah yang jelas. Rilis data penting pekan ini, terutama laporan inflasi AS dan PDB Kanada, berpotensi memicu pergerakan tajam meski bisa singkat. Strategi yang memanfaatkan ayunan harga, seperti membeli straddle atau strangle dengan opsi (opsi, kontrak yang memberi hak beli/jual; straddle membeli opsi beli dan jual pada harga yang sama, strangle membeli opsi beli dan jual pada harga berbeda), dinilai lebih sesuai dalam kondisi ini.