USD/CHF Menguat Tipis Seiring Risiko Hormuz dan Risalah The Fed yang Hawkish Menopang Dolar AS

    by VT Markets
    /
    May 21, 2026

    USD/CHF naik ke sekitar 0,7870 pada perdagangan Asia, Kamis, setelah turun tipis sehari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi saat Dolar AS tetap kuat di tengah faktor geopolitik dan kebijakan moneter (kebijakan bank sentral soal suku bunga dan likuiditas).

    Pasar memantau pembicaraan AS-Iran dan ancaman baru terhadap jalur pelayaran Selat Hormuz. Laporan Bloomberg pada Rabu mengutip Presiden Donald Trump yang mengatakan negosiasi berada di tahap akhir, sehingga meningkatkan harapan selat itu bisa dibuka kembali.

    Risiko Geopolitik dan Reaksi Pasar

    Sentimen risiko berubah setelah Trump mengatakan aksi militer bisa dimulai lagi dalam hitungan hari jika Iran menolak syaratnya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis di X bahwa Teheran tidak akan menyerah, dan menyebut upaya memaksa lewat tekanan sebagai “tidak lebih dari ilusi”.

    Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC, rapat pembuat kebijakan suku bunga The Fed) untuk pertemuan April yang dirilis Rabu menyebut sebagian besar pejabat The Fed melihat kemungkinan perlu menaikkan suku bunga jika inflasi tetap di atas target 2%. Risalah itu juga menyinggung risiko inflasi yang terkait konflik geopolitik.

    Di Swiss, data awal pada Senin menunjukkan ekonomi tumbuh 0,5% dibanding kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/qoq, yaitu dibanding tiga bulan sebelumnya) pada tiga bulan pertama tahun ini, naik dari 0,2% pada periode sebelumnya. Perhatian kemudian beralih ke data Produksi Industri Swiss untuk kuartal I 2026 yang akan dirilis kemudian hari ini.

    Fokus utama mengarah ke Selat Hormuz, “titik sempit” jalur perdagangan (chokepoint, bagian rute yang sangat menentukan karena mudah terganggu) yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak harian dunia. Jika tensi meningkat, harga minyak berpotensi melonjak, memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong pelaku pasar mencari aset aman (safe haven), yang dalam situasi ini menguntungkan Dolar AS. Karena itu, pergerakan opsi (options, kontrak yang memberi hak membeli/menjual pada harga tertentu) pada futures (kontrak berjangka) minyak mentah dapat menjadi petunjuk awal meningkatnya ketakutan pasar.

    Kebijakan The Fed dan Lindung Nilai

    Sikap The Fed yang cenderung hawkish (condong mengetatkan kebijakan lewat suku bunga lebih tinggi) dari risalah rapat April menambah dukungan bagi dolar. Dengan inflasi inti (core inflation, inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti energi dan pangan) masih di atas 3%, bank sentral punya ruang terbatas untuk berbalik arah. Ini membuat lindung nilai (hedging, cara mengurangi risiko) terhadap potensi kejutan kebijakan menjadi penting, misalnya lewat opsi VIX (VIX, indeks “ketakutan” pasar saham AS) atau opsi jual (put option, hak menjual pada harga tertentu) pada indeks saham utama.

    Meski kinerja ekonomi Swiss kuat, Franc Swiss dalam kasus ini kehilangan daya tarik tradisional sebagai aset aman dibanding Dolar AS. Pola seperti ini pernah terjadi saat tensi militer global tinggi bersamaan dengan kebijakan The Fed yang agresif, misalnya pada paruh pertama 2022. Karena itu, franc berpotensi tetap melemah selama isu Selat Hormuz dan sikap hawkish The Fed mendominasi berita.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code