USD/CHF merosot seiring détente AS–Iran mendongkrak selera risiko dan inflasi Swiss menguatkan franc

    by VT Markets
    /
    May 6, 2026

    USD/CHF turun untuk hari kedua, diperdagangkan di dekat 0,7790 pada Rabu dan turun 0,50%. Dolar AS tetap tertekan karena pasar beralih ke kondisi risk-on (pelaku pasar lebih berani mengambil risiko sehingga mengurangi minat pada aset aman).

    Pergerakan ini terjadi setelah laporan adanya kemajuan menuju kemungkinan kesepahaman AS–Iran. Axios menyebut kedua pihak makin dekat ke sebuah nota kesepahaman yang dapat menjadi kerangka untuk pembicaraan nuklir berikutnya, sehingga menurunkan permintaan Dolar AS sebagai safe haven (aset “pelindung” yang biasanya diburu saat pasar panik).

    Middle East Headlines Shape Risk Mood

    Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan gencatan senjata sejak hampir sebulan lalu masih berlaku, sementara Menlu Marco Rubio menyatakan operasi ofensif AS telah berakhir. Presiden Donald Trump mengumumkan jeda sementara operasi pengawalan kapal melalui Selat Hormuz sambil menilai peluang tercapainya kesepakatan.

    Trump juga mengatakan bahwa jika Iran tidak menyetujui kesepakatan, pemboman akan dilanjutkan “pada level yang jauh lebih tinggi”. Ini membatasi perbaikan sentimen pasar.

    Dari data AS, ADP melaporkan penambahan 109 ribu pekerjaan sektor swasta pada April, di atas perkiraan 99 ribu. Meski begitu, Dolar tetap lemah karena selera risiko meningkat. (ADP adalah laporan perkiraan tenaga kerja sektor swasta yang sering dipakai pasar sebagai petunjuk awal sebelum data resmi pemerintah.)

    Inflasi Swiss naik menjadi 0,6% secara tahunan (year-on-year, dibanding periode yang sama tahun lalu) pada April dari 0,3% pada Maret, di atas proyeksi SNB 0,5%. Kenaikan biaya energi terkait ketegangan Timur Tengah menjadi faktor utama. (SNB adalah bank sentral Swiss.)

    Risk Appetite Pressures The Dollar

    Meningkatnya selera risiko menekan Dolar AS. Pembicaraan tingkat tinggi Washington dan Beijing untuk meredakan sengketa dagang mendorong pelaku pasar menjauhi aset aman. Ini menjadi pendorong utama sentimen pasar pekan ini.

    Dengan latar ini, pasar mencermati potensi penurunan implied volatility (perkiraan volatilitas dari harga opsi; makin rendah berarti pasar menilai pergerakan ke depan lebih tenang) pada pasangan mata uang utama seiring meredanya ketegangan. Namun, pernyataan pejabat bisa cepat membalikkan suasana, sehingga strategi “menjual volatilitas” seperti short straddle (menjual opsi call dan put sekaligus pada harga kesepakatan yang sama, untung jika harga stabil, rugi jika bergerak besar) menjadi berisiko. Membeli opsi put USD/CHF (hak untuk menjual USD/CHF pada harga tertentu) bisa menjadi cara lebih sederhana untuk mengambil posisi pelemahan dolar lanjutan.

    Di sisi lain, Franc Swiss menunjukkan kekuatan. Data inflasi terbaru untuk April 2026 tercatat 1,4%, sedikit di atas perkiraan SNB dan jauh di atas 0,6% pada periode yang sama tahun lalu. Ini mengurangi peluang intervensi SNB untuk melemahkan franc (intervensi adalah aksi bank sentral mempengaruhi nilai tukar), sehingga menambah tekanan turun pada USD/CHF.

    Pasar juga terlihat mengabaikan data AS yang solid, mirip dengan periode pembicaraan de-eskalasi AS–Iran pada 2025. Contohnya, laporan tenaga kerja AS Jumat lalu menunjukkan penambahan 195.000 pekerjaan pada April, namun tidak mampu menopang dolar. Fokus pada geopolitik dibanding data ekonomi dasar menunjukkan pelaku pasar perlu memberi prioritas pada risiko berita utama.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code