USD/JPY Bidik Kenaikan di Bawah 157,95 Seiring Selisih Suku Bunga dan Risiko Intervensi Dorong Volatilitas

    by VT Markets
    /
    May 13, 2026

    USD/JPY bergerak sangat fluktuatif, naik ke 157,76, sempat turun ke 157,04, lalu ditutup di 157,61. Penutupan sebelumnya disebut 157,16, naik 0,33%, dan sesi terakhir berakhir naik 0,29%.

    Dalam 24 jam ke depan, pasangan ini bisa naik tipis, tetapi diperkirakan tetap di bawah 157,95. Support (area penahan penurunan) jangka dekat berada di 157,40 dan 157,20, dengan level kunci di 157,00 serta support minor di 157,15.

    Dalam 1–3 minggu ke depan, pemulihan diperkirakan menemui resistance (area penahan kenaikan) di sekitar 158,30. Level yang mengubah pandangan menjadi pergerakan mendatar dalam kisaran (range) adalah 156,30.

    Support yang lebih kuat direvisi dari 156,30 menjadi 156,70. Artikel menyebutkan dibuat dengan alat AI dan ditinjau editor.

    Melihat periode yang sama tahun lalu, pada Mei 2025, USD/JPY cenderung bergerak mendatar dengan resistance penting di sekitar 158,30. Kini situasinya meningkat, dengan pasangan ini diperdagangkan dekat 165,50 setelah beberapa pekan sangat fluktuatif. Faktor dasar tahun lalu makin menguat.

    Pendorong utama tetap selisih suku bunga AS dan Jepang, yang makin melebar. Data CPI (inflasi konsumen) AS April 2026 sedikit di atas perkiraan di 3,6%, memperkuat pandangan bahwa The Fed belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Sementara itu, Bank of Japan mempertahankan kebijakan longgar (suku bunga rendah dan dukungan likuiditas), sehingga yen terus tertekan.

    Tren naik ini diselingi penurunan tajam dan mendadak, mirip pergerakan 2025 tetapi lebih besar. Ada dugaan intervensi (aksi masuk pasar) dari Kementerian Keuangan Jepang pada akhir April 2026, yang sementara menekan pasangan ini dari di atas 168 turun ke sekitar 162. Hal ini mendorong implied volatility (perkiraan volatilitas dari harga opsi, mencerminkan ekspektasi besar-kecilnya gerak harga ke depan) tenor satu bulan naik ke sekitar 11,5%, jauh lebih tinggi dibanding pasangan mata uang utama lain.

    Bagi pelaku derivatif (instrumen turunan seperti opsi), volatilitas tinggi membuat strategi menjual premi (menjual opsi untuk menerima biaya/premi di awal) terlihat menarik. Menjual cash-secured put (menjual opsi jual dengan dana tunai disiapkan untuk membeli jika terkena eksekusi) atau put credit spread (menjual put dan membeli put lain sebagai pelindung untuk membatasi risiko) dengan strike (harga patokan opsi) sekitar 161,00 bisa menjadi pendekatan. Strategi ini memanfaatkan harga opsi yang mahal dan asumsi minat beli saat turun akan muncul jika penurunan dipicu intervensi.

    Sebaliknya, bagi yang memperkirakan harga menguji lagi puncak terbaru, membeli call spread (membeli opsi beli dan menjual opsi beli lain di level lebih tinggi untuk menekan biaya dan membatasi risiko) adalah cara ikut potensi kenaikan dengan risiko terukur. Trader dapat membeli call strike 166,00 dan menjual call strike 168,00, dengan target kembali ke puncak sebelum intervensi. Struktur ini menurunkan biaya transaksi di lingkungan volatilitas tinggi.

    Dengan kondisi pasar saat ini, pemulihan lanjutan diperkirakan menghadapi resistance besar dekat 168,00, sementara support kuat kini terbentuk di sekitar 162,00. Trader sebaiknya memakai struktur opsi yang membatasi risiko, karena peringatan lisan dan ancaman aksi resmi bisa memicu perubahan harga tajam tanpa banyak tanda.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code