USD/JPY melemah menuju 156,60 seiring ketegangan Timur Tengah mengangkat yen dan membatasi reli dolar

    by VT Markets
    /
    May 9, 2026

    USD/JPY turun mendekati 156,60 pada Jumat karena permintaan Yen Jepang meningkat di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah. Fox News melaporkan serangan udara AS lanjutan terhadap kapal tanker kosong yang mencoba menembus blokade, sementara Iran mengatakan akan merespons “dengan kekuatan penuh” terhadap agresi atau provokasi apa pun.

    Pasangan ini diperdagangkan di sekitar 156,63. Pergerakan pasar secara umum terbatas, dan Dolar AS berada dekat level terendah mingguan. Data ketenagakerjaan AS Nonfarm Payrolls (NFP, jumlah penambahan pekerjaan di luar sektor pertanian) naik 115 ribu pada April, di atas perkiraan 62 ribu. Tingkat pengangguran bertahan di 4,3%, dan Average Hourly Earnings (rata-rata upah per jam) naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya.

    Level Teknikal dan Momentum

    Dari sisi teknikal (analisis berbasis grafik harga), grafik empat jam menunjukkan USD/JPY berada di bawah SMA 20-periode (Simple Moving Average, rata-rata bergerak sederhana 20 candle) di 156,77 dan SMA 100-periode di 158,39. RSI (Relative Strength Index, indikator untuk mengukur kekuatan dorongan naik/turun harga) berada sekitar 44. Level resistance (area hambatan kenaikan) berada di 156,63, 156,71, dan 156,82, sementara support (area penahan penurunan) di 156,44.

    Catatan analisis menyebutkan bagian teknikal dibuat dengan bantuan alat AI.

    Posisi Opsi dan Manajemen Risiko

    Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi), kondisi ini dapat membuat strategi membeli put option (opsi jual, untung jika harga turun) pada USD/JPY menjadi pilihan untuk beberapa minggu ke depan. Ini memberi perlindungan jika terjadi penurunan tajam akibat ketegangan geopolitik atau tanda ekonomi AS melambat. Strategi ini juga membatasi risiko sejak awal, sambil tetap membuka peluang keuntungan jika USD/JPY bergerak turun, misalnya menuju level psikologis 155,00 (angka bulat yang sering jadi perhatian pasar).

    Indikator ketakutan pasar, CBOE Volatility Index atau VIX (indeks volatilitas yang mengukur perkiraan gejolak pasar saham AS), saat ini rendah di 14,5. Kondisi ini membuat premi opsi (biaya membeli opsi) tidak terlalu mahal, sehingga menjadi momen yang lebih efisien untuk memasang posisi lindung nilai (hedging, strategi untuk mengurangi risiko). Jika menunggu volatilitas naik, biaya lindung nilai biasanya ikut naik.

    Pelajaran periode 2024–2025 juga penting: otoritas Jepang berulang kali melakukan intervensi valuta asing (aksi pemerintah/ bank sentral masuk pasar untuk memengaruhi nilai tukar) untuk mendukung Yen. Risiko intervensi bisa menjadi “batas atas” bagi USD/JPY, sehingga posisi beli murni (outright long) lebih berisiko tanpa rencana keluar yang jelas. Risiko ini mendukung strategi yang diuntungkan saat harga bergerak datar (konsolidasi) atau turun.

    Melihat teknikal tahun lalu, kesulitan pasangan ini bertahan di bawah moving average (rata-rata bergerak) utama menjadi sinyal momentum melemah. Karena itu, reli menuju resistance penting seperti 158,00 dapat dipertimbangkan sebagai peluang menjual call spread (strategi opsi: menjual call dan membeli call di harga lebih tinggi untuk membatasi risiko; untung jika harga gagal naik banyak). Strategi ini sejalan dengan pandangan bahwa ruang naik terbatas oleh risiko intervensi dan data ekonomi yang belum jelas.

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code