Minyak mentah WTI turun untuk hari ketiga berturut-turut pada Kamis dan diperdagangkan di $90,66. Pergerakan ini menyusul laporan terkait pembicaraan damai AS–Iran dan spekulasi pembukaan kembali Selat Hormuz.
Al-Hadath menulis di X, mengutip sumber yang dekat dengan pembicaraan, bahwa komunikasi intensif sedang berlangsung untuk membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap. Selat ini merupakan “titik sempit” (chokepoint: jalur sempit yang jika terganggu bisa menghambat pengiriman) bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Sinyal Dari Pembicaraan Damai
Laporan menyebut Teheran sedang meninjau proposal perdamaian terbaru dari AS yang akan mengakhiri perang secara resmi. Sumber Reuters mengatakan proposal itu juga akan menetapkan kerangka pembicaraan nuklir (pedoman dan agenda negosiasi), pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan sanksi AS terhadap Iran.
WTI telah turun sekitar $17 dari puncak pekan lalu. Harganya masih hampir 40% di atas level sebelum perang, karena status Selat Hormuz ke depan masih belum pasti.
Pelaku pasar menunggu sinyal yang jelas soal pembukaan kembali jalur tersebut. Hal ini dapat mendorong harga minyak dan gas kembali mendekati level sebelum perang.
Kita melihat harga minyak turun tajam pada akhir tahun lalu ketika kemajuan pembicaraan damai AS–Iran mulai diketahui publik. Pasar WTI, yang sempat memuncak di atas $107, turun ke sekitar $90 saat muncul spekulasi awal pembukaan kembali Selat Hormuz. Pergerakan awal ini dipicu oleh prospek “de-eskalasi” (penurunan ketegangan).