{"id":44392,"date":"2026-04-10T09:27:46","date_gmt":"2026-04-10T09:27:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/uncategorized\/usd-jpy-naik-mendekati-15915-di-tengah-ketegangan-timur-tengah-pedagang-menanti-rilis-data-cpi-as-mendatang\/"},"modified":"2026-04-10T09:27:46","modified_gmt":"2026-04-10T09:27:46","slug":"usd-jpy-naik-mendekati-15915-di-tengah-ketegangan-timur-tengah-pedagang-menanti-rilis-data-cpi-as-mendatang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/live-updates\/usd-jpy-naik-mendekati-15915-di-tengah-ketegangan-timur-tengah-pedagang-menanti-rilis-data-cpi-as-mendatang\/","title":{"rendered":"USD\/JPY Naik Mendekati 159,15 di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Pedagang Menanti Rilis Data CPI AS Mendatang"},"content":{"rendered":"<p>USD\/JPY naik ke sekitar 159,15 pada perdagangan Asia Jumat, dengan dolar AS ditopang kekhawatiran soal Selat Hormuz dan situasi Timur Tengah yang lebih luas. Pasar juga memantau rilis inflasi AS Maret lewat laporan CPI (Consumer Price Index\/Indeks Harga Konsumen) yang dijadwalkan keluar Jumat malam.<\/p>\n<p>Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa ia setuju \u201cmenangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu\u201d jika Iran membuka kembali Selat Hormuz. Pada Jumat, ia menuduh Iran melakukan \u201cpekerjaan yang sangat buruk\u201d dalam pengelolaan jalur pengiriman minyak di selat itu, dan mengatakan ia bisa memerintahkan serangan skala besar jika syarat gencatan senjata tidak dipenuhi.<\/p>\n<h3>Ketegangan Timur Tengah dan Dukungan untuk Dolar<\/h3>\n<p>Wakil Presiden AS JD Vance serta utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan menggelar pembicaraan di Pakistan pada Sabtu mengenai kemungkinan kesepakatan jangka panjang dengan Iran. Di Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak tambahan setara sekitar 20 hari mulai awal Mei untuk menstabilkan pasokan di tengah gangguan pengiriman.<\/p>\n<p>Pasar memperhitungkan kemungkinan Bank of Japan (BoJ\/bank sentral Jepang) menaikkan suku bunga pada pertemuan April, yang bisa menopang yen. Tomohisa Fujiki dari Citi Research menilai peluang langkah itu hingga 70%.<\/p>\n<p>Pergerakan yen dipengaruhi kinerja ekonomi Jepang, kebijakan BoJ, dan selisih imbal hasil (yield\/tingkat keuntungan obligasi) antara obligasi AS dan Jepang. Nilainya juga bisa berubah mengikuti selera risiko pasar (risk appetite\/minat investor mengambil risiko).<\/p>\n<p>Dengan USD\/JPY menembus 159, terlihat perpindahan dana ke dolar AS (flight to the US Dollar\/arus menuju aset yang dianggap lebih aman) yang dipicu ketakutan geopolitik terkait Selat Hormuz. Ketegangan ini mendorong lonjakan harga minyak, dengan kontrak berjangka (futures\/kontrak untuk membeli atau menjual di harga tertentu pada waktu mendatang) Brent naik lebih dari 12% dalam dua minggu terakhir ke dekat US$105 per barel, sehingga menambah daya tarik dolar. Pelaku pasar perlu waspada karena dorongan ini sangat bergantung pada berita, bukan semata faktor dasar ekonomi (fundamentals\/kondisi ekonomi inti seperti inflasi, pertumbuhan, dan suku bunga).<\/p>\n<p>Fokus terdekat adalah laporan CPI AS yang akan menjadi pemicu besar (catalyst\/pemicu pergerakan harga). Konsensus pasar memperkirakan inflasi inti (core inflation\/inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti energi dan pangan) sedikit melambat. Jika terbukti, hal itu dapat mengurangi kekuatan dolar dan membuat pasangan ini turun tajam dari level tinggi. Namun jika inflasi justru lebih tinggi dari perkiraan, pasar kemungkinan meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan lebih agresif (hawkish\/cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) dan bisa mendorong pasangan ini menuju level 160.<\/p>\n<h3>Kebijakan BoJ dan Selisih Suku Bunga<\/h3>\n<p>Ada peluang besar BoJ menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan April, yang bisa langsung menekan pelemahan yen. Pasar mengingat yen sempat menguat setelah BoJ meninggalkan kebijakan suku bunga negatif pada Maret 2024. Kenaikan kedua dapat mempercepat penguatan yen dan memicu koreksi turun cepat pada USD\/JPY.<\/p>\n<p>Potensi langkah BoJ membuat selisih suku bunga\/imbal hasil antara obligasi AS dan Jepang menjadi ukuran utama yang perlu dipantau. Selisih antara US Treasury 10 tahun (obligasi pemerintah AS) dan obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun saat ini sekitar 380 basis poin (bps\/1 bps = 0,01%). Level ini secara historis mendukung dolar yang kuat. Jika BoJ menaikkan suku bunga, selisih ini berpeluang menyempit, sehingga instrumen derivatif (produk turunan dari aset utama) yang bertaruh USD\/JPY turun dalam beberapa minggu ke depan\u2014seperti put option (opsi jual\/hak menjual pada harga tertentu)\u2014terlihat lebih menarik.<\/p>\n<p>Dengan tarik-menarik antara faktor geopolitik dan kebijakan uang, tema utama adalah volatilitas (volatility\/tingkat naik-turunnya harga). Indeks Volatilitas USD\/JPY milik Cboe, JYVIX, sudah naik ke level tertinggi sejak tekanan pasar pada akhir 2025. Kondisi ini mengarah pada strategi \u201cmembeli volatilitas\u201d (long volatility\/strategi yang diuntungkan bila pergerakan harga membesar), seperti straddle (membeli opsi beli dan opsi jual di harga strike yang sama) atau strangle (membeli opsi beli dan opsi jual di strike berbeda), untuk pelaku pasar yang memperkirakan pergerakan besar tetapi belum yakin arahnya.<\/p>\n<p>Pembicaraan diplomatik di Pakistan akhir pekan ini menjadi faktor tak terduga (wildcard\/faktor yang sulit diprediksi). Jika terjadi kesepakatan untuk meredakan konflik (de-escalation\/penurunan ketegangan) dengan Iran, harga minyak berpotensi turun tajam dan \u201cpremi risiko\u201d dolar (risk premium\/kelebihan nilai karena dianggap lebih aman) bisa memudar, sehingga USD\/JPY melemah. Sebaliknya, jika negosiasi gagal, posisi dolar sebagai aset aman (safe-haven\/aset yang dicari saat ketidakpastian) akan menguat dan dapat mendorong pasangan ini naik lebih tinggi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>USD\/JPY cecah 159.15 disokong risiko Selat Hormuz dan lonjakan minyak, sementara pasaran tunggu CPI AS malam ini. BoJ berpotensi naik kadar April, memacu volatiliti dan arah 160.<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-44392","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44392"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44392\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}