{"id":44496,"date":"2026-04-13T01:24:15","date_gmt":"2026-04-13T01:24:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/uncategorized\/wti-dibuka-menguat-naik-sekitar-8-mendekati-us100-setelah-as-memblokade-selat-hormuz\/"},"modified":"2026-04-13T01:24:15","modified_gmt":"2026-04-13T01:24:15","slug":"wti-dibuka-menguat-naik-sekitar-8-mendekati-us100-setelah-as-memblokade-selat-hormuz","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/live-updates\/wti-dibuka-menguat-naik-sekitar-8-mendekati-us100-setelah-as-memblokade-selat-hormuz\/","title":{"rendered":"WTI Dibuka Menguat, Naik Sekitar 8% Mendekati US$100, Setelah AS Memblokade Selat Hormuz"},"content":{"rendered":"<p>WTI, patokan harga minyak AS, membuka pekan dengan *gap bullish* (harga pembukaan melonjak di atas penutupan sebelumnya karena sentimen positif) dan naik sekitar 8%, kembali mendekati level US$100. Kenaikan ini terjadi setelah pekan sebelumnya melemah.<\/p>\n<p>Kenaikan terjadi setelah tensi kembali meningkat antara AS dan Iran. Perundingan damai selama 21 jam pada akhir pekan berakhir gagal.<\/p>\n<h3>Tensi AS-Iran Dorong Harga Minyak Naik<\/h3>\n<p>Presiden AS Donald Trump berjanji melakukan blokade pelabuhan Iran dan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz. Komando Pusat AS menyatakan pasukan akan memulai blokade atas seluruh lalu lintas kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran pada Senin pukul 10.00 ET (14.00 GMT).<\/p>\n<p>The Wall Street Journal melaporkan Presiden Trump dan para penasihatnya mempertimbangkan kembali serangan militer terbatas di Iran, bersamaan dengan blokade, untuk mengatasi kebuntuan perundingan. Fokus pasar kini pada rincian blokade dan dampaknya terhadap gencatan senjata AS\u2013Iran.<\/p>\n<p>Pasar mengingat reaksi tahun lalu saat WTI melonjak 8% menuju US$100 setelah AS memblokade Selat Hormuz. Peristiwa itu menunjukkan ketegangan geopolitik dapat cepat mengubah harga aset energi. Ini mengingatkan pasokan global rentan terganggu oleh aksi militer di titik sempit jalur pelayaran (*maritime chokepoint*), yaitu jalur laut penting yang menjadi \u201cpintu\u201d utama distribusi.<\/p>\n<p>Guncangan semacam itu memicu volatilitas besar (naik-turun harga yang sangat cepat). Pergerakan cepat pada 2025 mengejutkan banyak pelaku pasar, menunjukkan menahan posisi tanpa lindung nilai (*hedge*: strategi perlindungan risiko) terhadap gangguan pasokan mendadak adalah risiko besar. Kondisi yang mirip dinilai mulai terbentuk lagi, meski tanpa blokade langsung.<\/p>\n<h3>Volatilitas Pasar dan Implikasi Perdagangan<\/h3>\n<p>Saat ini pasokan pasar ketat. Laporan terbaru EIA (Energy Information Administration\/Badan Informasi Energi AS) menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah AS (*inventory draw*: stok berkurang) 3,2 juta barel pekan lalu, lebih besar dari perkiraan. Di saat yang sama, OPEC+ (kelompok negara OPEC dan sekutunya) memberi sinyal akan mempertahankan pemangkasan produksi hingga kuartal II 2026. Faktor dasar ini membuat pasar sangat sensitif terhadap potensi gangguan.<\/p>\n<p>Selain itu, pasar memantau meningkatnya patroli laut di Laut China Selatan. Wilayah ini juga jalur sempit penting bagi pengiriman energi global; konflik bisa memicu lonjakan harga serupa. Pengalaman Hormuz membuat pasar kemungkinan bereaksi lebih cepat jika ada tanda eskalasi di kawasan ini.<\/p>\n<p>Dengan kondisi tersebut, trader dapat mempertimbangkan membeli opsi call berjangka panjang (*long-dated call options*: hak membeli pada harga tertentu dengan jatuh tempo lebih lama) pada kontrak berjangka (*futures*: kontrak jual-beli untuk tanggal mendatang) WTI atau Brent untuk lindung nilai atau berspekulasi jika harga melonjak mendadak. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX)\u2014pengukur ekspektasi volatilitas dari harga opsi minyak\u2014saat ini di sekitar 38, jauh di bawah puncak saat krisis 2025. Ini mengindikasikan premi opsi masih relatif terjangkau dibanding risikonya. Strategi ini memberi peluang profit jika harga naik dengan risiko yang sudah dibatasi.<\/p>\n<p>Di luar minyak, dampaknya bisa merambat ke aset yang peka terhadap inflasi. Lonjakan minyak dapat menyulitkan langkah Federal Reserve, dan berpotensi memengaruhi derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan) yang terkait suku bunga dan indeks saham. Lonjakan tahun lalu ikut memperpanjang tekanan inflasi pada akhir 2025.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WTI melonjak 8% dengan gap bullish, hampir AS$100\u2014pasaran digoncang semula. Tensi AS-Iran, ancaman sekatan pelabuhan\/Hormuz, stok AS susut dan OPEC+ kekal ketat, tingkatkan volatiliti; opsyen call masih murah.<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-44496","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44496\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}