{"id":45628,"date":"2026-04-25T02:32:18","date_gmt":"2026-04-25T02:32:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/uncategorized\/menjelang-akhir-pekan-indeks-dolar-as-melemah-di-sekitar-9850-turun-seiring-pelaku-pasar-menantikan-pertemuan-bank-sentral\/"},"modified":"2026-04-25T02:32:18","modified_gmt":"2026-04-25T02:32:18","slug":"menjelang-akhir-pekan-indeks-dolar-as-melemah-di-sekitar-9850-turun-seiring-pelaku-pasar-menantikan-pertemuan-bank-sentral","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/live-updates\/menjelang-akhir-pekan-indeks-dolar-as-melemah-di-sekitar-9850-turun-seiring-pelaku-pasar-menantikan-pertemuan-bank-sentral\/","title":{"rendered":"Menjelang akhir pekan, indeks dolar AS melemah di sekitar 98,50, turun seiring pelaku pasar menantikan pertemuan bank sentral"},"content":{"rendered":"<p>Indeks Dolar AS (DXY) kehilangan tenaga di dekat 98,50 dan bergerak turun dari level tertinggi terbaru. Turunnya imbal hasil (yield) obligasi AS dan aksi ambil untung menjelang akhir pekan menekan dolar AS, meski harga minyak pekan ini sempat di atas US$90 dan tensi di Timur Tengah masih ada.<\/p>\n<p>Pasar bersiap menghadapi rapat bank sentral pekan depan. The Fed (bank sentral AS), ECB (bank sentral zona euro), BoJ (bank sentral Jepang), dan BoE (bank sentral Inggris) diperkirakan menahan suku bunga. Fokus bergeser ke panduan arah inflasi (petunjuk kebijakan ke depan terkait inflasi).<\/p>\n<h3>Pergerakan Utama Valas dan Fokus Bank Sentral<\/h3>\n<p>EUR\/USD diperdagangkan di sekitar 1,1710, naik tipis seiring dolar AS melemah, sementara kehati-hatian jelang ECB membatasi kenaikan. GBP\/USD bergerak menuju 1,3530 karena dolar AS lebih lemah, sementara harga energi yang lebih tinggi menambah risiko inflasi Inggris.<\/p>\n<p>USD\/JPY turun dari sekitar 159,40 namun masih tinggi karena perbedaan imbal hasil (selisih yield obligasi) antara AS dan Jepang, sementara risiko intervensi tetap ada. AUD\/USD naik menuju 0,7150 karena dolar AS melemah dan sentimen risiko stabil.<\/p>\n<p>WTI turun ke sekitar US$94,40 per barel, namun tetap mencatat kenaikan mingguan kuat di tengah kekhawatiran pasokan dari Selat Hormuz. Emas naik menuju US$4.720 per ons karena dolar AS melemah dan ketidakpastian geopolitik, namun kenaikannya dibatasi jika imbal hasil AS menguat.<\/p>\n<p>Agenda berlangsung 27 April\u20131 Mei, termasuk pidato pejabat ECB dan BoE, keputusan BoJ, keputusan The Fed, serta data seperti Core PCE AS (inflasi inti belanja konsumsi pribadi, indikator inflasi favorit The Fed), PDB AS kuartal I, ISM Manufacturing PMI AS (survei aktivitas pabrik), dan CPI Australia (inflasi konsumen). WTI adalah patokan harga minyak mentah AS; pergerakannya dipengaruhi penawaran-permintaan, kebijakan OPEC (kartel negara pengekspor minyak), nilai tukar dolar AS, serta laporan persediaan API dan EIA (data stok minyak versi asosiasi industri dan lembaga pemerintah AS), yang selisihnya berada dalam 1% sekitar 75% dari waktu.<\/p>\n<h3>Risiko Utama Menjelang Pekan Depan<\/h3>\n<p>Dengan DXY tampak melemah di sekitar 98,50, ini lebih terlihat sebagai jeda sementara menjelang pekan padat keputusan bank sentral. Penurunan ini tampak seperti aksi ambil untung setelah reli, apalagi data ekonomi AS terbaru\u2014seperti laporan tenaga kerja Maret yang menambah lebih dari 290.000 pekerjaan\u2014masih menunjukkan ekonomi yang tangguh. Pelaku pasar sebaiknya melihat penurunan ini sebagai peluang bersiap menghadapi volatilitas (naik-turun harga yang cepat), bukan sinyal pasti pembalikan tren.<\/p>\n<p>Rapat The Fed menjadi agenda utama, dan strategi berbasis derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) sebaiknya berpusat pada hasil rapat ini. Sepanjang 2025, inflasi jasa yang bertahan membuat nada The Fed cenderung hawkish (condong mengetatkan kebijakan\/menahan suku bunga tinggi), dengan Core PCE rata-rata mendekati 2,8% pada paruh kedua tahun itu. Dengan latar ini, trader opsi bisa mempertimbangkan straddle atau strangle pada pasangan utama seperti EUR\/USD untuk memanfaatkan pergerakan tajam ke dua arah setelah konferensi pers. (Straddle: beli opsi call dan put di harga strike yang sama; strangle: beli call dan put dengan strike berbeda, biasanya lebih murah namun butuh pergerakan lebih besar.)<\/p>\n<p>Untuk USD\/JPY, posisi di sekitar 159,40 membuat pasar waspada terhadap intervensi (aksi pemerintah\/bank sentral membeli\/menjual mata uang untuk menahan kurs) dari otoritas Jepang. Mengacu pada 2024 dan 2025, Kementerian Keuangan Jepang pernah masuk pasar agresif di atas level 155, sehingga risiko penurunan mendadak sangat tinggi. Trader yang lebih hati-hati bisa memanfaatkan koreksi ini untuk mengurangi posisi beli, atau membeli opsi put out-of-the-money (opsi jual dengan strike di bawah harga saat ini) yang murah sebagai lindung nilai (hedging) terhadap aksi mendadak.<\/p>\n<p>Kenaikan EUR\/USD dan GBP\/USD menuju 1,1710 dan 1,3530 tampaknya lebih dipicu pelemahan dolar daripada penguatan fundamental Eropa. Perbedaan kinerja ekonomi yang terlihat pada 2025\u2014AS lebih kuat dibanding zona euro\u2014masih membayangi dan kemungkinan membatasi ruang naik kedua mata uang ini. Rapat ECB dan BoE diperkirakan menahan suku bunga, sehingga panduan soal inflasi akan menentukan arah.<\/p>\n<p>Di komoditas, harga minyak yang tinggi di atas US$94 per barel tetap menjadi sumber kekhawatiran, dipicu tensi geopolitik di sekitar Selat Hormuz. OPEC+ (OPEC dan sekutunya) sebelumnya memperpanjang pemangkasan produksi sepanjang 2025 untuk menopang harga, dan disiplin pasokan ini tetap penting. Sementara itu, kenaikan emas menuju US$4.720 diuntungkan oleh dolar yang lebih lemah, namun kenaikannya bisa tertahan bila imbal hasil AS menguat setelah rapat The Fed.<\/p>\n<p>Banyaknya rilis data pekan depan, termasuk PDB AS kuartal I, Core PCE, dan PMI dari China (survei aktivitas bisnis), berarti keputusan bank sentral tidak berdiri sendiri. Jika inflasi AS pada Kamis lebih panas dari perkiraan, dolar bisa dengan cepat menutup pelemahan terbaru dan mengubah ekspektasi pasar. Karena itu, pelaku pasar perlu tetap fleksibel, karena ketenangan saat ini kemungkinan tidak bertahan lama melewati Selasa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DXY melemah dekat 98.50 susulan yield AS susut dan ambil untung, namun risiko lonjakan kekal. Minggu depan: Fed\/ECB\/BoJ\/BoE, Core PCE, KDNK; USD\/JPY waspada intervensi, minyak-emas dipacu geopolitik.<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-45628","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45628"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45628\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}