{"id":46349,"date":"2026-05-05T07:56:28","date_gmt":"2026-05-05T07:56:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/uncategorized\/selama-sesi-asia-dxy-bertahan-di-sekitar-level-9850-mengonsolidasikan-penguatan-saat-pihak-bullish-menanti-penembusan-sma-200-hari\/"},"modified":"2026-05-05T07:56:28","modified_gmt":"2026-05-05T07:56:28","slug":"selama-sesi-asia-dxy-bertahan-di-sekitar-level-9850-mengonsolidasikan-penguatan-saat-pihak-bullish-menanti-penembusan-sma-200-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/live-updates\/selama-sesi-asia-dxy-bertahan-di-sekitar-level-9850-mengonsolidasikan-penguatan-saat-pihak-bullish-menanti-penembusan-sma-200-hari\/","title":{"rendered":"Selama sesi Asia, DXY bertahan di sekitar level 98,50, mengonsolidasikan penguatan saat pihak bullish menanti penembusan SMA 200 hari"},"content":{"rendered":"<p>Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di kisaran 98,00-an pada sesi Asia Selasa, setelah menguat dua hari sebelumnya. Pelaku pasar memantau apakah DXY mampu bertahan di atas Simple Moving Average (SMA) 200 hari, yakni rata-rata pergerakan harga selama 200 hari yang sering dipakai sebagai patokan tren jangka panjang.<\/p>\n<p>Gencatan senjata antara AS dan Iran kembali tegang setelah insiden kekerasan di Teluk Persia pada Senin. Uni Emirat Arab dan Korea Selatan melaporkan serangan terhadap kapal, dan UEA mengatakan terjadi kebakaran di pelabuhan minyak Fujairah setelah serangan rudal dan drone Iran.<\/p>\n<h3>Risiko Geopolitik Mendukung Permintaan Aset Cadangan<\/h3>\n<p>Perkembangan terbaru menjaga risiko geopolitik tetap tinggi dan mendorong permintaan dolar AS sebagai mata uang cadangan (mata uang utama yang disimpan bank sentral dan lembaga keuangan untuk kebutuhan transaksi dan stabilitas). Kenaikan harga minyak mentah juga menambah kekhawatiran inflasi (kenaikan harga umum) dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat (bank sentral menaikkan suku bunga atau mengurangi stimulus untuk menekan inflasi).<\/p>\n<p>CME Group FedWatch Tool\u2014alat yang membaca peluang perubahan suku bunga The Fed dari harga kontrak futures suku bunga\u2014menunjukkan peluang kenaikan suku bunga AS hingga akhir tahun sekitar 35%, naik dari di bawah 10% pada Jumat lalu. Perubahan ini mendukung prospek DXY.<\/p>\n<p>Pasar menyoroti rilis data AS yang akan datang, termasuk ISM Services PMI (indeks aktivitas sektor jasa), JOLTS Job Openings (data lowongan kerja), dan New Home Sales (penjualan rumah baru). Pelaku pasar juga memantau pidato anggota Federal Open Market Committee (FOMC, komite penentu kebijakan suku bunga The Fed) serta perkembangan lanjutan di Timur Tengah, dengan laporan Nonfarm Payrolls (NFP, penambahan tenaga kerja di luar sektor pertanian) sebagai agenda utama di akhir pekan.<\/p>\n<p>Kita mengingat situasi pada 2025 ketika meningkatnya ketegangan AS-Iran menjadi pendorong kuat dolar AS. DXY bertahan di kisaran 98,00-an saat risiko geopolitik meningkatkan permintaan terhadap mata uang cadangan utama dunia. Kondisi itu mengerek harga minyak mentah, memicu kekhawatiran inflasi dan The Fed yang lebih agresif.<\/p>\n<h3>Dari Dorongan Geopolitik ke Perubahan Arah Kebijakan<\/h3>\n<p>Saat ini, DXY diperdagangkan jauh lebih kuat, berada di sekitar 105,50, mencerminkan periode penguatan dolar yang bertahan lama. Namun, pendorong kekuatan ini berubah dibanding sebelumnya. Meski ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Laut China Selatan masih menjadi latar, fokus pasar bergeser dari kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.<\/p>\n<p>Narasi inflasi yang mendukung The Fed bersikap hawkish (cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) pada 2025 kini rumit oleh tanda perlambatan pertumbuhan global. CME FedWatch Tool kini menunjukkan probabilitas hampir 60% untuk pemangkasan suku bunga pada akhir tahun ini, berbalik dari peluang kenaikan 35% yang terlihat saat ketegangan Timur Tengah memanas. Ini mengindikasikan dorongan kenaikan dolar yang ditopang selisih suku bunga (interest rate differentials, perbedaan imbal hasil antarnegara) bisa mendekati puncaknya.<\/p>\n<p>Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures), ini berarti volatilitas (derajat naik-turunnya harga) bisa saja tidak dihargai dengan tepat, terutama di pasar valuta asing. Indeks Volatilitas CBOE (VIX, sering disebut \u201cindeks ketakutan\u201d yang mengukur volatilitas tersirat S&#038;P 500) saat ini rendah di 17, namun bisa jadi belum sepenuhnya mencerminkan risiko perubahan kebijakan yang tajam dari The Fed akhir tahun ini. Kami menilai pembelian opsi put out-of-the-money pada DXY (opsi jual dengan harga kesepakatan yang masih di bawah harga saat ini, biasanya lebih murah namun butuh pergerakan besar) atau opsi call pada mata uang seperti Euro dan Yen (opsi beli agar diuntungkan saat mata uang tersebut menguat terhadap dolar) dapat menjadi cara berbiaya relatif efisien untuk bersiap menghadapi koreksi dolar dalam beberapa pekan mendatang.<\/p>\n<p>Minyak mentah tetap menjadi faktor, dengan WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) stabil di sekitar US$85 per barel, menjaga tekanan inflasi dasar. Namun berbeda dengan 2025, kondisi ini tidak lagi cukup untuk mendorong The Fed mengetatkan kebijakan. Karena itu, pelaku pasar sebaiknya mencermati data seperti NFP bukan untuk mencari sinyal inflasi upah, melainkan bukti pasar tenaga kerja mendingin yang memberi ruang lebih besar bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.<\/p>\n<p>Dengan prospek tersebut, kami melihat peluang menjual covered call atas posisi long dolar (menjual opsi call sambil memegang aset dasarnya untuk memperoleh premi, tetapi membatasi potensi kenaikan). Selain itu, strategi opsi pada kontrak futures SOFR (Secured Overnight Financing Rate, suku bunga acuan pinjaman semalam berbasis transaksi jaminan yang menjadi rujukan utama pengganti LIBOR) dapat dipakai untuk memanfaatkan meningkatnya ekspektasi pelonggaran moneter. Kuncinya adalah beralih dari transaksi yang mengandalkan penguatan dolar karena geopolitik menuju posisi yang memanfaatkan titik balik yang didorong kebijakan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DXY bertahan, diuji SMA 200 hari ketika geopolitik Teluk memacu permintaan dolar dan minyak. Namun pasaran kini harga pemotongan kadar Fed. Volatiliti VIX rendah; strategi opsyen lindung nilai koreksi dolar.<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-46349","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46349"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46349\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}