{"id":46621,"date":"2026-05-07T18:26:32","date_gmt":"2026-05-07T18:26:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/uncategorized\/blokade-hormuz-perketat-pasokan-minyak-brent-mendekati-us100-dengan-risiko-us150-dan-kekhawatiran-stagflasi\/"},"modified":"2026-05-07T18:26:32","modified_gmt":"2026-05-07T18:26:32","slug":"blokade-hormuz-perketat-pasokan-minyak-brent-mendekati-us100-dengan-risiko-us150-dan-kekhawatiran-stagflasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/live-updates\/blokade-hormuz-perketat-pasokan-minyak-brent-mendekati-us100-dengan-risiko-us150-dan-kekhawatiran-stagflasi\/","title":{"rendered":"Blokade Hormuz Perketat Pasokan Minyak, Brent Mendekati US$100 dengan Risiko US$150 dan Kekhawatiran Stagflasi"},"content":{"rendered":"<p>Gangguan di Selat Hormuz dilaporkan telah menghilangkan 9\u201310 juta barel per hari dari pasokan minyak global. Brent diperdagangkan di sekitar US$100\/barel, termasuk level yang disebut US$103\/barel, dan proyeksi dalam teks menempatkannya di atas US$150\/barel jika hambatan berlanjut.<\/p>\n<p>Teks menyebut Selat tersebut hampir tidak bisa dilalui dan kekurangan pasokan bisa muncul menjelang musim panas jika arus yang berkurang terus terjadi. Teks juga mengaitkan kenaikan harga minyak dengan naiknya biaya energi, pupuk, dan input lain dari wilayah Teluk, ditambah logistik yang terbatas (kendala pengiriman dan transportasi barang).<\/p>\n<h3>Market Impact And Supply Shock<\/h3>\n<p>Teks mengaitkan harga minyak dan input yang tinggi dalam waktu lama dengan kenaikan inflasi global dan risiko stagflasi hingga musim panas. Stagflasi adalah kondisi ketika inflasi tinggi tetapi pertumbuhan ekonomi melemah. Teks juga menyatakan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong kebijakan moneter AS ke arah netral atau restriktif, yang akan menaikkan biaya carry dan biaya peluang untuk memegang emas. Biaya carry adalah biaya untuk mempertahankan posisi investasi (misalnya biaya pendanaan). Biaya peluang adalah potensi imbal hasil yang hilang karena memilih memegang aset tertentu.<\/p>\n<p>Teks merujuk pada retorika dari Washington dan Teheran, serangan terhadap kapal, dan status kemampuan nuklir Iran sebagai faktor yang membatasi peluang pemulihan arus pengiriman normal dalam waktu dekat. Teks menambahkan WTI baru-baru ini turun di bawah US$100\/barel, tetapi tanpa peningkatan arus minyak, dan bahwa defisit pascaperang dapat membuat minyak bertahan di sekitar US$100\/barel untuk beberapa waktu.<\/p>\n<p>Dengan Selat Hormuz masih banyak terblokir, terjadi gangguan pasokan besar: 9\u201310 juta barel per hari keluar dari pasar. Ini menunjukkan Brent, yang kini diperdagangkan di sekitar US$103\/barel, bisa naik ke kisaran baru di atas US$150\/barel pada musim panas. Pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti futures dan opsi) perlu mempertimbangkan posisi untuk kenaikan ini, karena kekurangan pasokan fisik makin mungkin dalam beberapa pekan ke depan.<\/p>\n<p>Data terbaru dari Energy Information Administration (EIA, lembaga data energi pemerintah AS) mendukung pandangan ini: persediaan minyak mentah AS turun lebih dari 4,5 juta barel pada pekan pelaporan terakhir, lebih besar dari perkiraan. Pengetatan pasokan fisik ini terjadi ketika diskusi terbaru OPEC+ berakhir tanpa rencana jelas untuk menggunakan kapasitas cadangan yang terbatas guna menutup defisit Hormuz. Kapasitas cadangan adalah kemampuan produksi tambahan yang bisa dinaikkan cepat. Faktor-faktor ini memperkuat alasan membangun posisi beli pada futures minyak atau opsi beli (call option). Futures adalah kontrak untuk membeli\/menjual aset pada harga dan tanggal tertentu. Opsi beli memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli pada harga tertentu.<\/p>\n<p>Selain itu, ancaman ganda berupa lonjakan biaya input bisnis dan bank sentral yang kurang mendukung pertumbuhan membuat kondisi ekonomi lebih sulit. Tekanan stagflasi dapat menekan laba perusahaan dan membebani indeks saham. Ini mengarah pada sikap hati-hati atau bahkan cenderung negatif terhadap pasar saham ketika risiko dari energi ini berkembang.<\/p>\n<h3>Trading And Policy Implications<\/h3>\n<p>Kita mengingat dinamika pasar setelah guncangan geopolitik 2022, ketika harga minyak bertahan tinggi dan mendorong inflasi cukup lama. Gangguan pasokan saat ini jauh lebih langsung dan secara angka lebih besar, sehingga dampak harga bisa lebih berat dan bertahan lama dibanding saat itu. Karena itu, menyiapkan strategi untuk periode panjang harga minyak di atas US$100\/barel dinilai masuk akal.<\/p>\n<p>Harga energi yang tetap tinggi kemungkinan langsung tercermin dalam rilis data inflasi mendatang, sehingga menyulitkan keputusan kebijakan The Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS). Ini meningkatkan risiko The Fed mempertahankan sikap netral atau bahkan restriktif untuk menahan kenaikan ekspektasi inflasi. Sikap restriktif berarti kebijakan cenderung mengetatkan kondisi keuangan, misalnya suku bunga lebih tinggi. Prospek ini menciptakan volatilitas yang dapat dimanfaatkan pelaku pasar di pasar suku bunga.<\/p>\n<p>Kebijakan The Fed yang lebih restriktif akan menaikkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), terutama emas. Non-yielding berarti aset tidak memberi bunga atau kupon. Prospek suku bunga lebih tinggi dan dolar AS yang lebih kuat biasanya menjadi hambatan bagi logam mulia. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan strategi yang mengantisipasi penurunan (bearish) pada emas sebagai efek lanjutan dari harga minyak yang tinggi. Strategi bearish adalah posisi yang diuntungkan jika harga turun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selat Hormuz hampir lumpuh, 9\u201310 juta bpd lenyap: Brent sekitar US$103 berisiko tembus US$150. Kejutan bekalan pacu inflasi\/stagflasi, stok AS susut, OPEC+ pasif\u2014saham tertekan, Fed kekal ketat, emas terjejas.<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-46621","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46621"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46621\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}