{"id":47644,"date":"2026-05-26T02:24:52","date_gmt":"2026-05-26T02:24:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/uncategorized\/bank-of-korea-diperkirakan-berbalik-lebih-hawkish-saat-won-melemah-pasar-memperhitungkan-pengetatan-125-bp\/"},"modified":"2026-05-26T02:24:52","modified_gmt":"2026-05-26T02:24:52","slug":"bank-of-korea-diperkirakan-berbalik-lebih-hawkish-saat-won-melemah-pasar-memperhitungkan-pengetatan-125-bp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/live-updates\/bank-of-korea-diperkirakan-berbalik-lebih-hawkish-saat-won-melemah-pasar-memperhitungkan-pengetatan-125-bp\/","title":{"rendered":"Bank of Korea Diperkirakan Berbalik Lebih Hawkish saat Won Melemah, Pasar Memperhitungkan Pengetatan 125 bp"},"content":{"rendered":"<p>Brown Brothers Harriman menilai ada risiko Bank of Korea (bank sentral Korea Selatan) bisa bersikap lebih ketat (hawkish: memberi sinyal kebijakan lebih keras seperti potensi kenaikan suku bunga) meski menahan suku bunga acuan di 2,50%, yang akan menjadi penahanan kedelapan beruntun. Perhatian tertuju pada won Korea, karena otoritas menyoroti pelemahan terbaru dan membuka peluang langkah stabilisasi bila pergerakan berlanjut.<\/p>\n<p>Sejak pecahnya perang Iran pada 28 Februari, won menjadi mata uang dengan kinerja terburuk keempat. Pergerakan ini dikaitkan dengan neraca energi bersih Korea Selatan yang negatif (impor energi lebih besar daripada ekspor energi). Pejabat valas (FX: pasar pertukaran mata uang) Korea Selatan pekan lalu menyebut penurunan itu \u201cberlebihan dibandingkan fundamental ekonomi\u201d, dan menyatakan akan bertindak tegas bila perlu, sementara kurva swap (swap curve: harga kontrak swap suku bunga yang mencerminkan ekspektasi suku bunga ke depan) mematok hampir 125 bps kenaikan suku bunga dalam 12 bulan ke depan (bps\/basis points: 1 bps = 0,01 poin persentase).<\/p>\n<h3>Pelemahan Won dan Risiko Inflasi Menjadi Latar<\/h3>\n<p>Kami memperkirakan Bank of Korea menahan suku bunga acuan di 2,50%, tetapi pelemahan won menuju level 1.370 per dolar AS menciptakan situasi yang tegang. Risiko kejutan kebijakan yang lebih ketat untuk menahan pelemahan mata uang kini menjadi fokus utama pasar. Ini membuat rapat kebijakan mendatang penting bagi pelaku pasar mata uang.<\/p>\n<p>Ketergantungan besar Korea Selatan pada impor energi menjadi inti masalah, dengan harga minyak Brent (patokan harga minyak global) bertahan di atas US$90 per barel (barrel: satuan volume minyak). Kondisi ini menekan neraca perdagangan (selisih ekspor-impor) dan melemahkan won. Hingga awal Mei 2026, investor asing tercatat jual bersih saham Korea (net sellers: nilai penjualan lebih besar daripada pembelian) selama tiga pekan beruntun, menambah tekanan.<\/p>\n<p>Bank of Korea punya alasan untuk bertindak, karena data CPI (Consumer Price Index\/Indeks Harga Konsumen: ukuran inflasi) April 2026 tercatat 3,1%, masih jauh di atas target 2%. Inflasi yang bertahan tinggi memberi ruang bagi pembuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga jika mereka memprioritaskan stabilitas mata uang. Peringatan lisan terbaru tentang penurunan won yang \u201cberlebihan\u201d patut dibaca sebagai sinyal kemungkinan tindakan.<\/p>\n<h3>Pasar Bersiap Menghadapi Perubahan Sikap Kebijakan<\/h3>\n<p>Dengan kondisi ini, kami menilai pelaku pasar perlu mempertimbangkan posisi untuk mengantisipasi lonjakan volatilitas (volatility: besarnya naik-turun harga). Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang dibaca dari harga opsi) pada opsi USD\/KRW tenor satu bulan sudah naik ke level tertinggi dalam enam bulan, menandakan pasar mengantisipasi pergerakan besar. Membeli opsi call KRW (hak membeli won pada harga tertentu) atau opsi put USD\/KRW (hak menjual pasangan dolar\/won pada harga tertentu) menjadi cara langsung untuk meraih peluang jika ada kejutan kebijakan yang lebih ketat.<\/p>\n<p>Situasi ini mengingatkan respons bank sentral pada akhir 2022, saat langkah tegas diambil untuk menahan won setelah menembus level 1.400. Pasar swap (pasar kontrak swap suku bunga) kini menunjukkan pola serupa, dengan hampir 125 bps kenaikan suku bunga sudah diperhitungkan dalam 12 bulan ke depan. Ini menandakan pasar memperkirakan Bank of Korea akan bertindak kuat dalam waktu dekat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Won Korea jadi tumpuan: BBH lihat risiko Bank of Korea kekal 2.50% namun lebih hawkish. Kejatuhan KRW, minyak >US$90 dan inflasi 3.1% naikkan odds tindakan, volatiliti memuncak.<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-47644","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47644","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47644"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47644\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}