{"id":47906,"date":"2026-05-28T14:01:20","date_gmt":"2026-05-28T14:01:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/uncategorized\/bnp-paribas-nilai-produktivitas-as-lebih-dari-ai-akan-mendorong-pertumbuhan-dan-menopang-dolar-yang-kuat\/"},"modified":"2026-05-28T14:01:20","modified_gmt":"2026-05-28T14:01:20","slug":"bnp-paribas-nilai-produktivitas-as-lebih-dari-ai-akan-mendorong-pertumbuhan-dan-menopang-dolar-yang-kuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/live-updates\/bnp-paribas-nilai-produktivitas-as-lebih-dari-ai-akan-mendorong-pertumbuhan-dan-menopang-dolar-yang-kuat\/","title":{"rendered":"BNP Paribas Nilai Produktivitas AS, Lebih dari AI, Akan Mendorong Pertumbuhan dan Menopang Dolar yang Kuat"},"content":{"rendered":"<p>BNP Paribas menilai keunggulan pertumbuhan ekonomi AS sejak 2022 terutama berasal dari produktivitas yang lebih kuat, bukan dari kenaikan jangka pendek akibat Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence\/AI, yaitu teknologi yang membuat komputer mampu \u201cbelajar\u201d dari data untuk membantu pekerjaan). Ini terjadi setelah ekonomi tetap tangguh melewati inflasi, pengetatan moneter (kebijakan bank sentral menaikkan suku bunga agar permintaan turun dan inflasi mereda) dan tarif (pajak impor). Bank tersebut memperkirakan momentum berlanjut hingga 2026 dan 2027, dengan perbaikan produktivitas tetap menjadi mesin utama ekspansi (pertumbuhan ekonomi).<\/p>\n<p>Setelah \u201clonjakan\u201d sementara terkait pandemi dan koreksi berikutnya, produktivitas tenaga kerja per jam tumbuh rata-rata 2,4% per tahun pada 2023\u20132025, dibanding 1,3% pada 2014\u20132019. Dalam jangka menengah, AI diperkirakan memperkuat tren kenaikan produktivitas. Harapan efisiensi terkait AI (penghematan waktu dan biaya dari penggunaan teknologi) disebut membantu siklus investasi saat ini. Laporan itu menyebut lembaga-lembaga di AS melihat AI sebagai faktor pendukung yang moderat bagi pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto, total nilai barang dan jasa yang dihasilkan ekonomi) jangka panjang.<\/p>\n<h3>Kenaikan Produktivitas, Ekspansi yang Tahan Lama, dan Prospek The Fed<\/h3>\n<p>Kekuatan ekonomi AS dinilai bertumpu pada kenaikan produktivitas yang nyata, bukan sekadar spekulasi AI (perkiraan pasar tanpa bukti kuat). Pandangan ini didukung laporan terbaru Bureau of Labor Statistics untuk kuartal I 2026, yang menunjukkan produktivitas sektor nonpertanian (ukuran output per jam kerja di luar sektor pertanian) tumbuh pada laju tahunan 2,1%, menegaskan tren perbaikan yang berlanjut. Kondisi ini mengindikasikan ekspansi lebih tahan lama dari perkiraan sebagian pihak.<\/p>\n<p>Prospek pertumbuhan yang stabil diperkirakan membuat Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) tetap bersikap sabar dalam beberapa bulan ke depan. Data CME FedWatch (alat yang mengukur peluang arah suku bunga The Fed berdasarkan harga kontrak berjangka) kini menunjukkan probabilitas penyesuaian suku bunga sebelum kuartal IV kurang dari 10%, sehingga lingkungan suku bunga lebih mudah diprediksi. Bagi pelaku pasar, stabilitas ini menurunkan risiko kejutan kebijakan (perubahan mendadak dari bank sentral), sehingga strategi yang diuntungkan dari volatilitas suku bunga yang lebih rendah (gejolak naik-turun ekspektasi suku bunga) menjadi lebih relevan.<\/p>\n<h3>Strategi Pasar, Rotasi Sektor, dan Prospek Dolar AS<\/h3>\n<p>Dengan latar ini, posisi pasar sebaiknya diarahkan pada kenaikan bertahap saham AS, bukan lonjakan spekulatif. Meski teknologi tetap kuat, kenaikan produktivitas yang lebih merata mendukung sektor seperti industri dan konsumen siklikal (consumer discretionary, yaitu barang\/jasa yang permintaannya naik saat ekonomi kuat) yang sebelumnya tertinggal. Eksposur bisa dilakukan melalui opsi beli (call option, kontrak yang memberi hak membeli aset pada harga tertentu) pada ETF sektor seperti XLI (ETF sektor industri), untuk menangkap ekspansi yang lebih luas, didukung pertumbuhan laba perusahaan yang sejalan dengan valuasi pasar (tingkat \u201ckemahalan\u201d harga saham dibanding kinerja\/laba).<\/p>\n<p>Kondisi pertumbuhan stabil dan The Fed yang sabar mengarah pada volatilitas pasar yang tetap rendah. Indeks VIX (ukurannya \u201cketakutan\u201d pasar, berbasis volatilitas tersirat opsi S&#038;P 500) bergerak terbatas di kisaran 13\u201316, dan diperkirakan bertahan hingga musim panas. Ini membuat strategi menjual premi opsi (option premium, yaitu harga yang dibayar pembeli opsi kepada penjual) menarik, misalnya covered call (menjual opsi beli sambil memiliki sahamnya) atau cash-secured put (menjual opsi jual dengan dana tunai disiapkan untuk membeli saham jika harga turun ke level tertentu) pada saham berkapitalisasi besar yang solid (large-cap, perusahaan besar).<\/p>\n<p>Secara historis, situasi ini mengingatkan akhir 1990-an, saat ledakan produktivitas memungkinkan pertumbuhan kuat tanpa inflasi yang melonjak, memicu pasar bullish multi-tahun (bull market, periode kenaikan harga aset yang panjang). Namun, berbeda dengan era dot-com, kenaikan saat ini terlihat lebih menyebar di seluruh ekonomi. Karena itu, posisi pada indeks pasar yang luas seperti S&#038;P 500 (indeks 500 saham besar AS) lebih disukai dibanding hanya fokus pada saham teknologi yang melesat.<\/p>\n<p>Kinerja yang lebih baik dibanding ekonomi global lain kemungkinan menjaga dolar AS tetap kuat. Indeks dolar (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) berada dalam tren naik dan baru menembus 107. Posisi long dolar (bertaruh dolar menguat) dapat dipertahankan dengan kontrak berjangka (futures, perjanjian membeli\/menjual aset di harga tertentu pada waktu mendatang) atau opsi, terutama terhadap mata uang yang bank sentralnya lebih agresif melonggarkan kebijakan (easing, menurunkan suku bunga atau menambah likuiditas).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BNP Paribas: Rahsia \u2018ketahanan\u2019 ekonomi AS sejak 2022 bukan hype AI, tetapi lonjakan produktiviti. Momentum dijangka berterusan 2026\u20132027, Fed kekal sabar, VIX rendah, saham meluas, dolar AS mengukuh.<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-47906","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47906\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarketsmy.com\/bm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}