Back

Surplus Perdagangan Australia Maret Meleset, Memicu Taruhan Pelemahan Dolar Australia karena Risiko Pemangkasan Suku Bunga RBA Meningkat

Neraca perdagangan Australia untuk Maret tercatat 1.841 juta (dibanding bulan sebelumnya). Angka ini di bawah perkiraan 4.250 juta.

Hasil ini menunjukkan surplus perdagangan lebih kecil dari perkiraan. Selisih antara perkiraan dan realisasinya sebesar 2.409 juta.

Implikasi bagi Pertumbuhan dan Dolar Australia

Selisih yang besar pada surplus perdagangan Maret menguatkan pandangan kami bahwa ekonomi Australia melambat lebih cepat dari perkiraan. Ini memberi tekanan turun yang kuat pada dolar Australia karena menandakan permintaan luar negeri untuk ekspor utama melemah. Kami melihat ini sebagai tema utama dalam beberapa pekan ke depan.

Data ini, bersama inflasi IHK (CPI) kuartal I yang lebih rendah dari perkiraan pekan lalu sebesar 3,4% (IHK/CPI adalah ukuran kenaikan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen), membuat peluang bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga lagi menjadi sangat kecil. Fokus pasar akan bergeser ke waktu kemungkinan pemangkasan suku bunga (rate cut, yaitu penurunan suku bunga acuan) pada paruh kedua tahun ini. Pasar kini menilai peluang pemangkasan sebelum akhir tahun lebih besar, berubah jelas dibanding sebulan lalu.

Pelemahan ini banyak terkait dengan China, karena data PMI manufaktur terbaru yang dirilis 1 Mei turun kembali ke zona kontraksi di 49,8 (PMI adalah survei aktivitas pabrik; angka di bawah 50 berarti aktivitas menyusut). Ini juga terlihat pada harga komoditas, dengan kontrak berjangka (futures, yaitu perjanjian jual-beli untuk tanggal mendatang dengan harga yang ditetapkan) bijih besi turun di bawah US$95 per ton untuk pertama kalinya tahun ini. Ini menjadi sinyal bahwa permintaan dari mitra dagang terbesar Australia mulai melemah.

Pola ini mengingatkan pada perlambatan yang terjadi pada pertengahan 2025, ketika kekhawatiran tentang sektor properti China memicu aksi jual besar di komoditas. Saat itu, pasangan AUD/USD turun lebih dari 8% dalam satu kuartal seiring pendapatan ekspor merosot.

Posisi dan Risiko Kunci yang Perlu Dipantau

Dengan prospek ini, kami dapat mempertimbangkan membeli opsi put AUD/USD dengan jatuh tempo Juli dan Agustus untuk bersiap jika nilai tukar turun (opsi put adalah kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk menjual pada harga tertentu; biasanya dipakai untuk mengambil untung saat harga turun atau untuk lindung nilai). Bagi yang ingin menekan biaya premi (premi adalah biaya membeli opsi), strategi bear put spread yang menargetkan pergerakan ke area 0,6200 dapat dipertimbangkan (bear put spread adalah membeli put dan menjual put lain pada level berbeda untuk mengurangi biaya, dengan batas untung tertentu). Strategi ini memungkinkan posisi pada penurunan sambil membatasi risiko.

Kami juga dapat mempertimbangkan posisi jual pada kontrak berjangka AUD sebagai cara yang lebih langsung untuk mengekspresikan pandangan negatif ini (posisi jual/short berarti mengambil posisi yang untung jika harga turun). Pelemahan neraca perdagangan ini juga bisa membuka peluang posisi jual pada kontrak berjangka komoditas seperti batu bara metalurgi, yang sensitif terhadap volume ekspor Australia.

Ke depan, risalah rapat RBA berikutnya dan data produksi industri China perlu dipantau ketat. Konfirmasi tambahan bahwa ekonomi melemah dari rilis ini akan memperkuat posisi short AUD. Kami juga akan memantau data neraca perdagangan bulan depan untuk melihat apakah mulai terbentuk tren.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

PBoC Tetapkan Kurs Tengah Yuan Lebih Kuat saat Taruhan Pelonggaran Meningkat di Tengah Kekhawatiran Pertumbuhan dan Penguatan Dolar

Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBoC) menetapkan kurs tengah (central rate) USD/CNY untuk Kamis di 6,8487. Angka ini dibandingkan dengan penetapan (fixing) hari sebelumnya 6,8562 dan perkiraan Reuters 6,8087.

Sasaran utama kebijakan moneter PBoC adalah stabilitas harga, termasuk stabilitas nilai tukar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi. PBoC juga mengerjakan reformasi keuangan seperti membuka akses dan mengembangkan pasar keuangan.

Peran Kelembagaan dan Tata Kelola

PBoC dimiliki negara Republik Rakyat China dan bukan lembaga yang sepenuhnya independen. Sekretaris Komite Partai Komunis China, yang dicalonkan Ketua Dewan Negara, ikut membentuk manajemen dan arah kebijakan. Pan Gongsheng memegang jabatan tersebut sekaligus menjadi gubernur bank sentral.

PBoC memakai sejumlah alat kebijakan, termasuk:
– Suku bunga reverse repo tujuh hari (operasi bank sentral menyuntikkan dana jangka sangat pendek ke perbankan dengan membeli surat berharga dan akan menjual kembali).
– Fasilitas pinjaman jangka menengah/Medium-term Lending Facility (MLF), yaitu pinjaman dari bank sentral ke bank untuk tenor menengah.
– Intervensi valuta asing (aksi jual/beli mata uang di pasar untuk memengaruhi kurs).
– Rasio giro wajib minimum/Reserve Requirement Ratio (RRR), yaitu porsi dana simpanan bank yang wajib disimpan di bank sentral sehingga memengaruhi jumlah uang yang bisa disalurkan menjadi kredit.

Suku bunga acuan di China adalah Loan Prime Rate (LPR), yaitu patokan bunga pinjaman perbankan. LPR memengaruhi bunga kredit, KPR, dan bunga simpanan, serta bisa berdampak pada nilai tukar renminbi (yuan), yaitu mata uang China.

China memiliki 19 bank swasta, termasuk pemberi pinjaman digital WeBank dan MYbank. Pada 2014, China mengizinkan bank domestik yang dibiayai penuh oleh modal swasta beroperasi di sektor yang selama ini banyak dipimpin negara.

Dengan mandat ganda PBoC—menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan—langkah saat ini terlihat sebagai upaya menyeimbangkan dua tujuan. Bank sentral memberi sinyal ingin yuan lebih kuat dengan menetapkan fixing harian lebih kuat dari perkiraan pasar, namun mata uang tetap tertekan. Hingga awal Mei 2026, USD/CNY diperdagangkan di sekitar 7,32, mencerminkan kuatnya dolar AS secara luas dan kekhawatiran atas pertumbuhan domestik.

Implikasi Pasar dan Pertimbangan Trading

Data ekonomi terbaru memberi gambaran tekanan yang dihadapi pembuat kebijakan. Pertumbuhan PDB kuartal I-2026 sebesar 4,8%, sedikit di bawah target 5%, sementara inflasi April tetap rendah di 0,5% per tahun. Ini melanjutkan pola stimulus moderat sepanjang 2025, saat PBoC memilih pelonggaran yang lebih terarah untuk mendukung ekonomi tanpa memicu arus keluar modal besar (capital outflows), yaitu dana investor yang keluar dari aset dalam negeri ke luar negeri.

Dengan latar ini, PBoC kemungkinan memakai alat kebijakan seperti pemangkasan RRR dalam beberapa pekan ke depan. Pemangkasan RRR akan menambah likuiditas (ketersediaan dana di sistem keuangan) untuk menopang aktivitas ekonomi, dan lebih mudah dilakukan karena inflasi rendah. Langkah ini menegaskan prioritas pada pertumbuhan domestik.

Bagi pelaku pasar yang fokus pada suku bunga, ini mengarah pada strategi yang mengantisipasi penurunan suku bunga di China. Instrumen turunan (derivatif), seperti kontrak berjangka (futures) obligasi pemerintah China, bisa naik nilainya bila bank sentral benar-benar menurunkan RRR atau memangkas suku bunga MLF. Ini merefleksikan ekspektasi pelonggaran moneter, yaitu kebijakan yang membuat biaya pinjaman lebih murah untuk mendorong ekonomi.

Namun, pelonggaran kebijakan akan menyulitkan tujuan PBoC menjaga yuan stabil. Pemangkasan suku bunga biasanya menambah tekanan pelemahan mata uang terhadap dolar. Karena itu, pasar sebaiknya tidak berharap bank sentral membiarkan depresiasi (penurunan nilai) yang cepat.

Pendekatan yang dikelola ini mengindikasikan volatilitas (naik-turun harga) nilai tukar bisa tetap terbatas. Strategi yang mungkin dipertimbangkan adalah menggunakan opsi (options), yaitu kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli/menjual pada harga tertentu, pada USD/CNH. USD/CNH adalah yuan “lepas pantai” (offshore), diperdagangkan di luar China daratan. Contohnya, menjual strangle, yaitu menjual opsi beli (call) dan opsi jual (put) sekaligus pada dua harga yang berbeda untuk mencari untung jika kurs bergerak dalam kisaran tertentu. Strategi ini pernah efektif pada 2025 ketika bank sentral mempertahankan area 7,35.

Risiko utama adalah PBoC menempatkan stabilitas mata uang sebagai prioritas tertinggi sehingga menunda stimulus besar. Dalam skenario ini, trader bisa memakai opsi call USD/CNY sebagai lindung nilai (hedge) atau untuk berspekulasi bahwa tekanan ekonomi pada akhirnya melemahkan mata uang, meski bank sentral berupaya menahannya. Ini mengakui bahwa fixing harian lebih merupakan sinyal kebijakan daripada batas yang mutlak.

Mimura Jepang tingkatkan pengawasan yen saat USD/JPY menguji level 160, ancaman intervensi tetap membayangi

Atsushi Mimura, Wakil Menteri Keuangan Jepang urusan internasional sekaligus pejabat utama yang menangani nilai tukar, mengatakan akan memantau pasar valuta asing (valas/forex) dengan ketat. Ia menolak berkomentar soal intervensi (aksi pemerintah membeli/menjual mata uang untuk memengaruhi kurs) atau level mata uang tertentu.

Ia mengatakan berkomunikasi setiap hari dengan otoritas AS dan mereka mengetahui pandangannya. Ia menambahkan, klasifikasi IMF (Dana Moneter Internasional) bahwa yen menganut sistem nilai tukar mengambang bebas (kurs ditentukan pasar) tidak membatasi seberapa sering Jepang dapat melakukan intervensi.

Pergerakan Yen dan Pesan Pejabat

Saat artikel ini ditulis, USD/JPY diperdagangkan di sekitar 156,30, turun 0,08% hari itu. Mimura juga mengatakan tidak akan mengomentari pergerakan kurs valas.

Bank of Japan (BoJ) adalah bank sentral Jepang. Tugasnya menjaga kestabilan harga, dengan sasaran inflasi sekitar 2%. BoJ menerbitkan uang kertas serta menjalankan pengendalian moneter (kebijakan untuk mengatur jumlah uang beredar dan suku bunga) dan pengendalian mata uang.

Pada 2013, BoJ memulai kebijakan sangat longgar melalui Quantitative and Qualitative Easing/QQE (pelonggaran moneter besar-besaran dengan membeli aset dalam jumlah besar), termasuk obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Pada 2016, BoJ menambahkan suku bunga negatif (bunga di bawah 0% agar bank terdorong menyalurkan kredit) dan pengendalian imbal hasil/yield curve control (menargetkan imbal hasil obligasi, terutama tenor 10 tahun), lalu mulai menaikkan suku bunga pada Maret 2024.

Stimulus BoJ melemahkan yen, lalu yen kembali turun pada 2022 dan 2023 ketika bank sentral lain menaikkan suku bunga. Perubahan kebijakan pada 2024 sempat membalikkan tren itu, setelah inflasi menembus 2% di tengah yen yang lebih lemah dan kenaikan harga energi global.

Volatilitas Opsi dan Risiko Intervensi

Dengan USD/JPY kini diperdagangkan di 162,50, peringatan dari pejabat makin sering, seperti sebelumnya. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Kementerian Keuangan tidak nyaman, dan “intervensi verbal” (peringatan lisan untuk memengaruhi sentimen pasar) biasanya menjadi langkah awal. Pasar diingatkan bahwa spekulasi satu arah melawan yen bisa mendapat perlawanan.

Ancaman aksi pemerintah yang bisa muncul tiba-tiba membuat volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan pasar atas besar-kecilnya pergerakan harga ke depan, tercermin pada harga opsi) pada opsi USD/JPY kemungkinan tetap tinggi. Bagi pelaku derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), menjual yen put berjangka pendek (opsi put: hak menjual; strategi ini untung jika yen tidak menguat tajam) sangat berisiko karena intervensi mendadak bisa membuat USD/JPY jatuh cepat. Membeli opsi untuk perlindungan atau peluang dari pergerakan mendadak dinilai lebih aman dalam beberapa pekan ke depan.

Jika dilihat, langkah BoJ keluar dari kebijakan sangat longgar baru membawa suku bunga acuannya ke 0,50%, masih rendah. Selisih suku bunga dengan AS—di mana suku bunga acuan The Fed (Fed funds rate: suku bunga patokan bank sentral AS) kini 3,75%—tetap menjadi pendorong utama pelemahan yen. Tekanan ini menunjukkan, penguatan yen akibat intervensi bisa bersifat sementara.

Pada musim semi 2024, otoritas Jepang melakukan intervensi besar, diperkirakan menghabiskan sekitar ¥9 triliun untuk menopang yen saat USD/JPY menembus level 160. Riwayat ini menunjukkan ada batas toleransi dan otoritas bisa bertindak tegas meski dampaknya tidak selalu lama. Level saat ini kembali ke wilayah yang sama, sehingga peluang aksi serupa dinilai tinggi.

Karena itu, penggunaan derivatif untuk menyusun transaksi dengan risiko terukur menjadi penting. Membeli opsi call JPY (opsi call: hak membeli; di sini diuntungkan jika yen menguat) atau opsi put USD/JPY memberi cara langsung untuk mengambil manfaat dari potensi intervensi dengan risiko terbatas. Strategi ini bisa menjadi lindung nilai (hedging: proteksi) bagi posisi beli USD/JPY, atau spekulasi bahwa Kementerian Keuangan akan masuk pasar.

Inflasi inti Jepang (core inflation: inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti pangan dan energi), yang tercatat 2,4% pada April 2026, masih di atas target bank sentral, menambah kompleksitas. Ini mendukung peluang BoJ menaikkan suku bunga lagi tahun ini, tetapi tidak banyak menyelesaikan masalah pelemahan yen dalam waktu dekat. Untuk saat ini, perhatian pasar terutama pada langkah pemerintah, bukan hanya penyesuaian kebijakan BoJ yang bertahap.

USD/JPY Bertahan di Bawah 156 karena Risiko Intervensi Yen dan Prospek BoJ Mengimbangi Pelemahan Dolar

USD/JPY bergerak dalam kisaran terbatas pada sesi Asia Kamis setelah memantul dari level terendah sejak 24 Februari, di sekitar 155,00. Pasangan ini diperdagangkan sedikit di bawah area 156,50, hampir tidak berubah pada hari itu.

Yen mendapat dukungan dari ekspektasi adanya tindakan lanjutan dari otoritas dan arah kebijakan Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang). Wakil Menteri Keuangan urusan internasional Masato Mimura kembali menegaskan bahwa otoritas memantau pasar valuta asing (pasar transaksi tukar-menukar mata uang) dengan ketat.

Dukungan Yen dan Waspada Intervensi

Laporan intervensi menyebut Jepang kemungkinan menghabiskan hingga ¥5,48 triliun (US$35 miliar) untuk membeli yen setelah USD/JPY menembus 160,00 Jumat lalu. Ini menambah spekulasi bahwa otoritas bisa bertindak lagi jika pergerakan dinilai tidak tertib (bergerak terlalu cepat dan liar).

Risalah rapat BoJ pada 18–19 Maret menunjukkan para anggota masih menilai kenaikan suku bunga lanjutan tetap tepat jika proyeksi ekonomi dan inflasi tercapai. Risalah itu menyebut keputusan akan diambil rapat demi rapat, berdasarkan perkembangan upah, harga, serta situasi Iran.

Dolar AS tetap lemah karena pasar menyoroti kemungkinan kemajuan pembicaraan AS–Iran. Donald Trump mengatakan pembicaraan menunjukkan kemajuan dalam 24 jam terakhir dan Iran menginginkan kesepakatan.

Axios melaporkan, mengutip dua pejabat AS, bahwa Gedung Putih mendekati kesepakatan dengan Iran berupa memorandum kesepahaman satu halaman (dokumen singkat berisi poin-poin kesepahaman) untuk mengakhiri perang. Ketidakpastian terkait perbedaan pandangan soal program nuklir Iran membatasi pengambilan posisi aktif di USD/JPY.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

WTI Turun di Bawah US$93,50 karena Harapan Kesepakatan AS-Iran Mengimbangi Pengetatan Stok dan Permintaan Asia

WTI, patokan harga minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar US$93,25 pada awal perdagangan Asia Kamis, turun di bawah US$93,50. Pergerakan ini terjadi setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan yang dikaitkan dengan upaya mengakhiri perang dengan Iran.

Bloomberg melaporkan AS dan Iran sedang menyusun kerangka awal untuk sebuah perjanjian. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS telah melakukan “pembicaraan yang sangat baik” dengan Iran selama 24 jam terakhir, serta menegaskan tidak ada tenggat waktu bagi Teheran untuk memberi jawaban.

Prospek Pasokan di Selat Hormuz

Ekspektasi Selat Hormuz dapat dibuka kembali turut menekan harga. Selat ini adalah jalur utama pengiriman minyak dunia; jika dibuka kembali, arus pasokan akan lebih lancar dan stabil.

Persediaan minyak mentah AS terus turun, berdasarkan laporan mingguan Energy Information Administration (EIA), lembaga resmi pemerintah AS yang mencatat data energi. Stok turun 2,314 juta barel untuk pekan yang berakhir 1 Mei, setelah turun 6,233 juta barel pada pekan sebelumnya, dibanding perkiraan penurunan 2,8 juta barel.

Goldman Sachs menyebut persediaan minyak global mendekati level terendah dalam delapan tahun terakhir. Bank tersebut juga mencatat penurunan cepat cadangan (draw), yakni kondisi ketika stok terus berkurang, di tengah pasokan yang terbatas.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

AUD/USD Kekal pada Paras Tinggi apabila Selera Risiko Meningkat

Perkara Utama

  • AUD/USD diniagakan pada 0.72430, naik 0.00063 atau 0.09%, selepas mencecah paras tertinggi sesi 0.72482.
  • Dolar Aussie meningkat 0.1% kepada $0.7243 selepas melonjak 0.7% pada Rabu ke paras tertinggi empat tahun iaitu $0.7277.
  • Pasaran mengunjurkan kira-kira 20% kebarangkalian kenaikan kadar RBA pada Jun, 68% menjelang Ogos, dan kadar hampir 4.60% hampir sepenuhnya diambil kira untuk September.
  • Australia mencatat defisit dagangan barangan pertama sejak 2017 apabila import pusat data dan penghantaran bahan api melonjak.

Dolar Australia kekal berhampiran paras tinggi terkini pada Khamis apabila selera risiko global kekal kukuh. Harapan penyah-eskalasi di Timur Tengah, penyejukan harga minyak, serta kenaikan kukuh ekuiti global membantu pedagang kembali kepada mata wang sensitif risiko. Dolar Aussie, yang sering dianggap proksi kepada pertumbuhan global dan keyakinan pasaran, meningkat 0.1% kepada $0.7243.

AUD/USD melonjak 0.7% pada Rabu ke paras tertinggi empat tahun iaitu $0.7277. Halangan utama seterusnya berada pada puncak 2022 iaitu $0.72825 dan $0.7593. Ini meletakkan pasangan tersebut hampir dengan zon penembusan penting, namun pasaran masih memerlukan kesinambungan daripada ekuiti, permintaan China, dan harga minyak yang lebih rendah sebelum pedagang boleh mempercayai pergerakan lebih besar.

Dolar New Zealand turut kekal disokong. NZD/USD mengukuh kepada $0.5960 selepas meningkat 1.1% dalam sesi sebelumnya ke paras tertinggi dua bulan pada $0.5991. Sokongan segera berada pada $0.5929, manakala rintangan pada $0.6012.

Harga Minyak Lebih Rendah Meredakan Tekanan Inflasi

Penyusutan harga minyak membantu bon dan aset berisiko. Minyak mentah yang lebih rendah mengurangkan ancaman inflasi yang melonjak, sekali gus mengurangkan tekanan ke atas bank pusat untuk terus menaikkan kadar. Hasil 10 tahun Australia susut semula kepada 4.921% selepas mencecah puncak 5.087% minggu lalu.

Ini penting untuk AUD/USD kerana dolar Aussie terperangkap antara dua kuasa. Selera risiko yang kukuh menyokong mata wang. Kadar domestik yang lebih tinggi turut menyokongnya. Namun, jika inflasi meningkat terlalu jauh akibat kos bahan api dan logistik, pertumbuhan boleh melemah dan tekanan ke atas isi rumah boleh meningkat.

Madison Cartwright, penganalisis kanan geo-ekonomi di CBA, berkata AS mempunyai alasan ekonomi, politik dan strategik yang kukuh untuk mengekalkan gencatan senjata dan mencari penyelesaian rundingan menjelang akhir Mei atau sejurus selepas itu. Beliau menambah tiada penyelesaian ketenteraan tersedia kepada AS, menjadikan penyah-eskalasi laluan paling menarik. Pandangan itu membantu pasaran mengurangkan sebahagian premium perang yang sebelum ini telah diambil kira dalam harga minyak dan dolar AS.

Pertaruhan Kenaikan Kadar RBA Terus Menyokong Dolar Aussie

Reserve Bank of Australia telah menaikkan kadar sebanyak 75 mata asas kepada 4.35% sepanjang tiga mesyuarat terakhirnya. Pasaran kini mengunjurkan kira-kira 20% kebarangkalian kenaikan lagi pada Jun, 68% kebarangkalian pada Ogos, dan kadar 4.60% hampir sepenuhnya diambil kira untuk September.

RBA menjadi lebih berhati-hati kerana kejutan tenaga global menjadikan inflasi lebih sukar dikawal. Bank pusat itu menaikkan unjuran inflasi dan menurunkan jangkaan pertumbuhan serta guna tenaga. Pandangan terkininya menunjukkan inflasi utama memuncak hampir 5%, pertumbuhan ekonomi memperlahankan kepada 1.3% menjelang akhir 2026, dan pengangguran meningkat kepada 4.7%.

Ini memberikan dolar Aussie kelebihan pulangan, tetapi bukan yang benar-benar jelas. Kadar lebih tinggi boleh menyokong AUD/USD apabila pertumbuhan kekal kukuh. Ia juga boleh menjadi beban jika isi rumah, keyakinan perniagaan, dan perdagangan melemah. Buat masa ini, pedagang menganggap pengetatan RBA sebagai faktor sokongan kerana sentimen risiko global telah bertambah baik.

Data Dagangan Menambah Amaran Domestik

Data dagangan Mac Australia memberikan pasaran sebab untuk berhati-hati. Negara itu merekodkan defisit dagangan barangan pertama sejak 2017, apabila import peralatan pemprosesan melonjak seiring pembinaan pusat data. Import bahan api juga meningkat apabila konflik Teluk menaikkan harga dan kerajaan Australia bertindak pantas mendapatkan penghantaran tambahan petrol dan diesel bagi memenuhi permintaan.

Data Biro Perangkaan Australia menunjukkan baki barangan terlaras bermusim susut sebanyak A$6.867 bilion pada Mac, meninggalkan defisit A$1.841 bilion. Eksport merosot A$1.214 bilion, atau 2.7%, manakala import meningkat A$5.652 bilion, atau 14.1%, didorong oleh peralatan ADP.

Peralihan kepada defisit membayangkan eksport bersih akan menekan pertumbuhan pada suku berkenaan. Namun, ceritanya tidak sepenuhnya negatif. Sebahagian lonjakan import mencerminkan pelaburan perniagaan apabila pusat data dibina. Ini bermakna hentaman dagangan itu mungkin disertai peningkatan produktiviti dan infrastruktur kemudian hari, terutamanya jika permintaan berkaitan AI terus meningkat.

Analisis Teknikal

AUDUSD didagangkan berhampiran 0.7243, meneruskan kenaikan beransur-ansur dan menekan ke paras pemulihan tertinggi baharu apabila momentum kenaikan kekal utuh. Pasangan ini mengekalkan aliran menaik yang stabil sejak melantun daripada paras rendah akhir Mac, dengan harga kini menguji paras yang kali terakhir dilihat semasa rali awal Januari.

Dari sudut teknikal, strukturnya kekal kukuh menaik. Harga bertahan di atas purata bergerak 5 hari (0.7205) dan 10 hari (0.7185), kedua-duanya terus condong ke atas dan menyediakan sokongan segera. Purata bergerak 20 hari (0.7162) pula kekal di bawah harga semasa dan juga sedang meningkat, mengukuhkan kekuatan pergerakan yang lebih luas.

Paras utama untuk diperhatikan:

  • Sokongan: 0.7205 → 0.7185 → 0.7162
  • Rintangan: 0.7248 → 0.7280 → 0.7337

Harga kini menguji zon rintangan 0.7248, menandakan paras tinggi ayunan semasa. Penembusan jelas di atas paras ini boleh membuka laluan ke arah 0.7280, dengan potensi kenaikan lanjut ke 0.7337 jika momentum menaik terus terbina.

Di sebelah bawah, 0.7205 berfungsi sebagai sokongan segera, selari dengan struktur trend jangka pendek. Penembusan di bawah paras ini boleh mencetuskan pembetulan ke arah 0.7185, namun kecenderungan menaik yang lebih luas berkemungkinan kekal utuh selagi harga bertahan di atas purata 20 hari yang sedang menaik.

Secara keseluruhan, AUDUSD kekal dalam trend menaik yang kuat dengan pembetulan cetek, mencerminkan permintaan berterusan terhadap dolar Australia apabila sentimen risiko bertambah baik. Pasangan ini menghampiri zon rintangan utama, namun momentum masih memihak kepada pembeli selagi harga kekal di atas paras sokongan jangka pendek.

Unjuran Berhati-hati

AUD/USD mengekalkan bias yang konstruktif selagi bertahan di atas 0.72053 dan 0.71850. Penutupan harian di atas 0.72825 akan menyokong lonjakan ke arah 0.73373, terutamanya jika ekuiti kekal kukuh, minyak terus reda, dan jangkaan kenaikan kadar RBA kekal diambil kira dalam harga.

Penembusan di bawah 0.71628 akan memberi amaran bahawa momentum sedang pudar. Risiko terbesar adalah lonjakan semula harga minyak, dolar AS yang lebih kukuh, permintaan China yang lebih lemah, atau tanda-tanda bahawa defisit dagangan Australia menjadi beban pertumbuhan yang lebih luas dan bukannya lonjakan import yang dipacu pelaburan.

Soalan Pedagang

Mengapa AUD/USD Kekal Berhampiran Paras Tertinggi Empat Tahun?

AUD/USD kekal berhampiran paras tertinggi empat tahun kerana selera risiko global bertambah baik, harga minyak mereda, dan pelabur masih mengambil kira lebih banyak kenaikan kadar oleh Reserve Bank of Australia.

Dolar Aussie meningkat 0.1% kepada $0.7243 selepas melonjak 0.7% pada Rabu ke paras tertinggi empat tahun iaitu $0.7277.

Apakah Harga AUD/USD Semasa?

AUD/USD didagangkan pada 0.72430, naik 0.00063 atau 0.09%.

Paras tertinggi sesi ialah 0.72482, dengan paras terendah 0.72273, pembukaan pada 0.72287, dan penutupan pada 0.72367.

Mengapa Selera Risiko Menyokong Dolar Australia?

Selera risiko menyokong dolar Australia kerana dolar Aussie sering digunakan sebagai proksi kepada pertumbuhan global dan keyakinan pelabur.

Apabila ekuiti meningkat dan risiko geopolitik reda, pedagang cenderung membeli mata wang sensitif pertumbuhan seperti AUD dan NZD.

Bagaimana Harapan Keamanan Timur Tengah Mempengaruhi AUD/USD?

Harapan keamanan di Timur Tengah menyokong AUD/USD dengan meredakan kebimbangan terhadap gangguan bekalan minyak, inflasi, dan risiko pertumbuhan global yang lebih meluas.

Madison Cartwright dari CBA berkata kekangan ekonomi, politik dan strategik mendorong AS untuk mengekalkan gencatan senjata dan mencari penyelesaian rundingan menjelang akhir Mei atau sejurus selepas itu.

Mengapa Harga Minyak Lebih Rendah Membantu Dolar Aussie?

Harga minyak yang lebih rendah membantu dolar Aussie dengan mengurangkan tekanan inflasi dan menurunkan risiko kenaikan kadar faedah yang lebih agresif.

Penyusutan harga minyak juga membantu bon Australia, dengan hasil 10 tahun susut semula kepada 4.921% selepas mencecah 5.087% minggu lalu.

Mula berdagang sekarang – Klik di sini untuk membuat akaun sebenar VT Markets

Risalah Rapat BoJ Ungkap Perbedaan Pandangan soal Kenaikan Suku Bunga yang Lebih Cepat, Seiring Risiko Inflasi Dipicu Lonjakan Harga Minyak Terus Soroti Yen

Risalah rapat BoJ pada Maret menunjukkan beberapa anggota dewan menilai tepat untuk mempertahankan suku bunga kebijakan di 0,75%. Sejumlah anggota juga mengatakan menahan suku bunga sudah sesuai mengingat ketidakpastian di Timur Tengah.

Anggota membahas risiko inflasi dari kenaikan harga minyak serta kemungkinan inflasi naik lagi. Beberapa mengatakan guncangan pasokan sementara (gangguan pasokan jangka pendek yang biasanya cepat mereda) sebaiknya tidak ditanggapi berlebihan, tetapi guncangan yang menetap dan menimbulkan efek putaran kedua (kenaikan biaya yang memicu kenaikan upah dan harga lebih lanjut) perlu direspons dengan fokus pada inflasi inti (inflasi dasar yang mengecualikan komponen yang bergejolak seperti energi dan pangan).

Prospek Suku Bunga Kebijakan

Sejumlah anggota mengatakan BoJ perlu terus menaikkan suku bunga seiring ekonomi dan harga membaik, dan satu anggota menilai suku bunga riil yang sangat negatif (suku bunga setelah dikurangi inflasi) perlu segera diperbaiki. Anggota lain memperingatkan, jika terlalu lama menunda, pengetatan bisa terjadi mendadak dan besar, dan kenaikan suku bunga mungkin perlu dipercepat bila konflik Timur Tengah meluas.

Seorang anggota mengatakan tidak ada bukti kenaikan suku bunga sebelumnya sudah mengurangi efek stimulus (dorongan ke aktivitas ekonomi) terhadap perekonomian. Anggota lain menyatakan BoJ perlu meninjau mulai rapat berikutnya apakah kondisi keuangan masih longgar setelah kenaikan sebelumnya.

Perwakilan Kementerian Keuangan memperingatkan lonjakan biaya energi dapat merugikan ekonomi dan meminta pasar dipantau ketat. Setelah risalah dirilis, USD/JPY naik 0,04% ke 156,45.

BoJ menargetkan inflasi sekitar 2% dan memulai kebijakan super-longgar pada 2013 melalui QQE (pelonggaran moneter besar-besaran lewat pembelian aset), lalu menambahkan suku bunga negatif dan pengendalian kurva imbal hasil pada 2016. BoJ menaikkan suku bunga pada Maret 2024, menjauh dari sikap super-longgar.

Implikasi Pasar

Bank Jepang memberi sinyal laju kenaikan suku bunga bisa lebih cepat, meninggalkan sikap hati-hati yang terlihat pada 2025. Dengan Tokyo Core CPI April 2026 di 2,9%, inflasi ternyata lebih sulit turun dari perkiraan. Ini membuat kekhawatiran internal soal “terlambat merespons” menjadi relevan.

Karena itu, pelaku pasar bisa mempertimbangkan posisi untuk yen yang lebih kuat dalam beberapa pekan ke depan. Kurs USD/JPY di sekitar 156,45 terlihat rentan dengan bahasa yang lebih “hawkish” (cenderung mendukung kenaikan suku bunga), terutama karena bank sentral lain mungkin mendekati akhir siklus kenaikan suku bunga mereka. Strategi opsi yang diuntungkan bila USD/JPY turun menuju 150–152 dapat dipertimbangkan.

Prospek ini juga mengarah pada imbal hasil yang lebih tinggi pada obligasi pemerintah Jepang. Setelah pengetatan yang lambat sepanjang 2025, pasar belum sepenuhnya memasukkan urgensi yang disampaikan beberapa anggota dewan. Posisi jual pada kontrak berjangka JGB (Japanese Government Bonds, obligasi pemerintah Jepang) dapat dipertimbangkan seiring pasar mulai mengantisipasi jalur pengetatan yang lebih agresif.

Risiko stagflasi (pertumbuhan lemah/mandek disertai inflasi tinggi), seperti disebut salah satu anggota, kini menjadi ancaman yang masuk akal ketika Brent bertahan di atas US$95 per barel sepanjang April 2026. Ketidakpastian ini, ditambah perbedaan pandangan di dewan, mengisyaratkan volatilitas pasar (naik-turun harga yang lebih besar) kemungkinan meningkat. Membeli volatilitas pada yen (misalnya lewat instrumen/opsi yang diuntungkan jika pergerakan yen membesar) bisa menjadi lindung nilai terhadap perubahan kebijakan yang mendadak dan tajam dari bank sentral.

Penarikan Likuiditas BoJ Mengejutkan saat Basis Moneter Menyusut, Memicu Kembali Penguatan Yen dan Risiko pada Nikkei

Basis moneter Jepang turun 11,3% secara tahunan (year on year/yoy, yaitu dibandingkan bulan yang sama tahun lalu) pada April. Perkiraan pasar sebelumnya penurunan 10,5%.

Hasil ini 0,8 poin persentase lebih lemah dari perkiraan. Artinya, basis moneter menyusut lebih dalam dari yang diprediksi.

Penarikan Likuiditas Bank of Japan

Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) menarik likuiditas (uang tunai dan cadangan dana di perbankan yang beredar di sistem keuangan) lebih cepat dari perkiraan. Ini menjadi sinyal “hawkish” (cenderung mengetatkan kebijakan, misalnya mengurangi stimulus atau menaikkan suku bunga). Penyusutan basis moneter (jumlah uang beredar yang paling dasar: uang kartal dan cadangan bank di bank sentral) menunjukkan bank sentral makin serius menormalisasi kebijakan (mengembalikan kebijakan dari sangat longgar menuju lebih “normal”/ketat). Ini dapat membuka peluang di pasar valuta asing dan pasar saham.

Data ini memperkuat peluang yen Jepang menguat, sehingga menekan pasangan USD/JPY (nilai dolar AS terhadap yen) yang kini diperdagangkan di sekitar 165. Dengan inflasi inti (core inflation, inflasi yang biasanya mengecualikan komponen yang sangat bergejolak seperti pangan dan energi agar tren harga lebih jelas) Jepang tercatat 2,1% untuk April 2026, alasan yen melemah makin berkurang. Opsi yang dapat dipertimbangkan adalah membeli put pada USD/JPY (opsi untuk menjual, biasanya untung jika USD/JPY turun) atau membeli call pada futures JPY (kontrak berjangka yen; opsi call memberi hak untuk membeli, biasanya untung jika yen menguat).

Bagi pelaku pasar saham, pengetatan moneter (kebijakan mengurangi uang beredar/menaikkan biaya pinjaman) yang lebih cepat dari perkiraan menjadi hambatan bagi Nikkei 225. Saat indeks diperdagangkan dekat rekor 42.000, indeks rentan koreksi ketika likuiditas ditarik dari sistem. Membeli put proteksi pada indeks Nikkei 225 (opsi untuk lindung nilai jika indeks turun) bisa menjadi langkah yang lebih aman untuk beberapa pekan ke depan.

Pengurangan neraca (balance sheet reduction, pengurangan aset yang dimiliki bank sentral sehingga uang beredar berkurang) yang agresif ini meningkatkan peluang kenaikan suku bunga lagi dari suku bunga kebijakan saat ini 0,25% sebelum akhir kuartal ketiga. Dalam siklus ini pada 2025, langkah awal BoJ yang lambat sempat diragukan pasar. Kini, inflasi yang terus bertahan dan pelemahan yen dalam dua tahun terakhir tampaknya memaksa respons kebijakan yang lebih tegas.

WTI Merosot saat Iran Pertimbangkan Usulan AS untuk Membuka Kembali Hormuz dan Melonggarkan Blokade Pelabuhan

Iran mengatakan masih mempertimbangkan proposal AS untuk mengakhiri perang, setelah ada laporan bahwa kedua negara mungkin sudah dekat dengan kesepakatan, menurut BBC pada Rabu.

AS telah menyodorkan kepada Iran sebuah nota kesepahaman satu halaman (memorandum of understanding/MoU, dokumen awal yang memuat garis besar niat kerja sama namun belum mengikat penuh) yang akan membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap dan mencabut blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran. Pembicaraan rinci soal program nuklir Iran akan dilakukan kemudian, dan belum ada kesepakatan.

Reaksi Pasar Dan Pergerakan Harga

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS telah melakukan “pembicaraan yang sangat baik” dengan Iran selama 24 jam terakhir. Ia mengatakan tidak ada tenggat waktu kapan ia mengharapkan jawaban dari Teheran.

Pada saat penulisan, West Texas Intermediate (WTI, patokan harga minyak mentah AS) turun 7,05% pada hari itu ke US$92,85.

Pasar juga pernah bereaksi tajam tahun lalu ketika kabar soal MoU AS-Iran mencuat, membuat minyak WTI anjlok lebih dari 7% dalam sehari. Ini menunjukkan berita geopolitik bisa mengalahkan faktor dasar seperti pasokan dan permintaan. Selat Hormuz tetap menjadi “titik sempit” terpenting bagi minyak dunia (jalur pelayaran yang bila terganggu bisa menahan arus pasokan), dengan lebih dari 20 juta barel melintas per hari, sehingga setiap sinyal penurunan tensi biasanya menekan harga.

Mengingat guncangan harga 2025, volatilitas tersirat (perkiraan pasar atas besarnya naik-turun harga ke depan yang tercermin dalam harga opsi) pada opsi minyak mentah kemungkinan tetap peka terhadap berita dari Timur Tengah. Trader bisa mempertimbangkan strategi yang memanfaatkan kondisi ini, misalnya menjual opsi put atau call yang jauh dari harga pasar (out-of-the-money, opsi yang saat ini belum “menguntungkan” bila dieksekusi) untuk mendapatkan premi (imbalan yang diterima penjual opsi). Namun, perlu manajemen risiko ketat karena harga bisa berbalik tajam. Penurunan ke US$92,85 tahun lalu menunjukkan posisi “short volatilitas” (diuntungkan jika pasar lebih tenang) berisiko meski berpotensi memberi imbal hasil.

Prospek OPEC Dan Persediaan

Perhatian kini beralih ke pertemuan OPEC+ mendatang dan isu kepatuhan terhadap kuota produksi (batas produksi yang disepakati). Persediaan global (inventories, stok minyak di penyimpanan) turun lebih dari 40 juta barel pada kuartal I 2026, sehingga pasar jauh lebih ketat dibanding setelah aksi jual spekulatif 2025. Karena itu, tanda perbedaan sikap di dalam kelompok produsen bisa memicu risiko harga bergerak dua arah, serta membuka peluang spread trade (strategi menggabungkan dua posisi opsi) seperti bull call spread (membatasi untung dan rugi dari skenario harga naik) atau bear put spread (membatasi untung dan rugi dari skenario harga turun) untuk menahan potensi kerugian.

Untuk beberapa pekan ke depan, harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran (range-bound, tidak membentuk tren kuat) tetapi rentan lonjakan akibat berita. Harga WTI saat ini, di sekitar US$84 per barel, mencerminkan pasar yang menilai risiko banjir pasokan dari Iran dalam waktu dekat menurun, namun tetap waspada. Fokusnya lebih pada mengelola pergerakan jangka pendek melalui opsi agar risiko bisa ditetapkan dengan jelas.

Breman dari RBNZ Soroti Inflasi yang Masih Tinggi Saat NZD Menguat, Perkuat Prospek Kenaikan OCR

Gubernur RBNZ Anna Breman mengatakan inflasi dalam waktu dekat diperkirakan sedikit lebih tinggi. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi bisa sedikit lebih lambat, tetapi masih diperkirakan terjadi tahun ini.

Ia mengatakan harga rumah di Selandia Baru diperkirakan datar, dengan sedikit kenaikan seiring waktu. Ia mengatakan sistem perbankan menunjukkan tekanan yang minim, meski ada ketidakpastian global.

Reaksi Pasar Dan Sinyal Kebijakan

Saat laporan ini dibuat, NZD/USD naik 1,22% pada hari itu, diperdagangkan di 0,5955.

Komentar terbaru ini dapat dibaca sebagai sinyal bahwa Official Cash Rate (OCR)—suku bunga acuan bank sentral Selandia Baru—akan tetap tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Bank sentral jelas memprioritaskan penurunan inflasi jangka pendek dibanding mendorong pertumbuhan yang lebih cepat. Sikap “hawkish hold” (menahan suku bunga tetap, namun dengan nada cenderung siap mengetatkan) ini membantu menahan pelemahan dolar Selandia Baru terhadap mata uang dari bank sentral yang lebih “dovish” (lebih longgar, cenderung menurunkan suku bunga).

Sikap ini sejalan dengan kebijakan RBNZ sepanjang 2025, ketika OCR dipertahankan di 5,50% untuk menahan inflasi yang sulit turun. Dengan inflasi tahunan Selandia Baru masih 3,6% pada kuartal pertama tahun ini, wajar jika bank sentral belum siap menyatakan situasi sudah aman. Ini memperkuat kredibilitas komitmen mereka menjaga stabilitas harga (inflasi terkendali).

Bagi pelaku perdagangan derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures), ini mengarah pada kondisi perkiraan gejolak harga (implied volatility) NZD yang lebih rendah. Karena bank sentral memberi sinyal arah kebijakan yang stabil, peluang perubahan suku bunga yang mengejutkan dalam beberapa minggu ke depan berkurang. Ini bisa membuat strategi opsi seperti menjual strangle atau straddle NZD/USD berpotensi menguntungkan, dengan asumsi pasangan mata uang tetap bergerak dalam kisaran tertentu. (Strangle/straddle adalah strategi opsi yang biasanya diuntungkan jika harga tidak bergerak besar, sehingga penjual opsi mendapat premi.)

Pendorong Nzdusd Dan Latar Risiko

Lonjakan NZD/USD ke 0,5955 juga didorong perbedaan arah kebijakan dengan Amerika Serikat. The U.S. Federal Reserve (bank sentral AS/Fed) terlihat mengambil nada lebih dovish pada akhir 2025 saat data ekonomi AS mulai melemah. Kontras ini membuat NZD menarik untuk carry trade (strategi meminjam dalam mata uang bersuku bunga rendah lalu menempatkannya pada mata uang bersuku bunga lebih tinggi), sehingga ikut menopang nilainya.

Stabilitas pasar perumahan menjadi faktor penting karena mengurangi risiko domestik. Setelah koreksi harga yang cukup besar hingga akhir 2024, pasar yang datar memungkinkan RBNZ mempertahankan kebijakan ketat tanpa khawatir memicu guncangan keuangan. Ini membuat pelaku pasar lebih yakin bank sentral bisa tetap fokus pada mandat inflasi (target menjaga inflasi).

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code