Back

Donald Trump Umumkan Penundaan Dua Pekan Serangan AS yang Direncanakan terhadap Iran lewat Truth Social

Donald Trump memposting di Truth Social bahwa ia akan menghentikan sementara pengeboman dan serangan AS ke Iran selama dua minggu. Ia mengatakan jeda ini terjadi setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, serta bergantung pada kesediaan Iran untuk membuka Selat Hormuz secara **PENUH, SEGERA, dan AMAN**.

Ia menyebut rencana itu sebagai gencatan senjata dua arah (kedua pihak berhenti menyerang) dan mengatakan tujuan militer AS sudah tercapai dan bahkan melampaui target. Ia juga menyebut AS menerima proposal 10 poin dari Iran, dan periode dua minggu akan memberi waktu agar kesepakatan bisa diselesaikan.

Reaksi Pasar dan Pergerakan Harga Kunci

Setelah unggahan tersebut, saham AS menguat: S&P 500 naik lebih dari 1,50% dan Nasdaq 100 naik lebih dari 1,70%. Emas juga naik lebih dari 1,50% dan diperdagangkan di sekitar US$4.770.

WTI turun lebih dari 7,50%, jatuh dari sekitar US$108 ke US$101 per barel. Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan pelemahan, turun 0,47% ke 99,51 pada saat artikel ini ditulis.

Artikel ini juga menjelaskan istilah pasar “risk-on” dan “risk-off”.
– **Risk-on**: pelaku pasar berani mengambil risiko, biasanya membeli aset berisiko seperti saham dan mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan.
– **Risk-off**: pelaku pasar menghindari risiko, biasanya pindah ke aset yang dianggap lebih aman.

Disebutkan bahwa saat **risk-off**, pergerakan menuju aset aman sering terlihat pada **obligasi (surat utang pemerintah)**, emas, dolar AS, yen Jepang, dan franc Swiss. Sementara saat **risk-on**, mata uang seperti **AUD (dolar Australia)**, **CAD (dolar Kanada)**, **NZD (dolar Selandia Baru)**, **RUB (ruble Rusia)**, dan **ZAR (rand Afrika Selatan)** cenderung menguat.

Pengumuman gencatan senjata dua minggu mendorong sentimen **risk-on** yang kuat, tetapi dasarnya sangat rapuh. Penurunan tajam WTI dan reli saham menunjukkan pasar lega, namun arah berikutnya sepenuhnya bergantung pada negosiasi dalam 14 hari ke depan. Trader derivatif (produk turunan seperti opsi dan futures) perlu bersiap pada dua kemungkinan hasil yang sangat berbeda, sehingga gejolak harga hampir pasti terjadi.

Dengan turunnya WTI 7,50% secara cepat, **volatilitas tersirat** pada opsi minyak kemungkinan melonjak. Volatilitas tersirat adalah perkiraan gejolak harga ke depan yang “terbaca” dari harga opsi. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah **long straddle** atau **long strangle** pada futures minyak:
– **Long straddle**: beli opsi beli (call) dan opsi jual (put) pada harga strike yang sama.
– **Long strangle**: beli call dan put dengan strike berbeda.
Keduanya berpotensi untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah, tanpa harus menebak hasil negosiasi.

Selat Hormuz—jalur sempit yang menjadi titik krusial pengiriman minyak—tetap menjadi variabel utama. Disebutkan jalur ini terkait sekitar 20% konsumsi cairan minyak bumi global. Artinya, jika kesepakatan gagal, harga bisa melonjak tajam melampaui level sebelumnya.

Volatilitas Saham dan Posisi Opsi

Untuk indeks saham seperti S&P 500, lonjakan terbaru kemungkinan menekan **CBOE Volatility Index (VIX)**. VIX adalah “indeks ketakutan” yang mengukur ekspektasi gejolak harga saham AS dari opsi S&P 500. Jika VIX turun, **premi opsi** (biaya opsi) biasanya lebih murah. Disebutkan pola serupa terjadi setelah pembicaraan penurunan tensi Rusia-Ukraina pada 2022, ketika VIX turun lebih dari 15% dalam sepekan.

Trader yang yakin gencatan senjata akan bertahan bisa menjual **put spread** pada SPX untuk mendapatkan premi. **Put spread** adalah strategi opsi dengan menjual satu opsi put dan membeli opsi put lain pada strike berbeda untuk membatasi risiko.

Turunnya DXY memberi sinyal pasar meninggalkan aset aman, yang biasanya mendukung mata uang komoditas. Contoh transaksi proksi untuk mengukur selera risiko adalah **long AUD/JPY** (beli AUD dan jual JPY). “Long” berarti posisi beli yang diuntungkan jika harga naik. Secara historis pasangan ini sering bergerak searah dengan S&P 500, sehingga bisa menjadi cara untuk mengekspresikan sentimen risk-on di pasar valas (FX).

Kenaikan emas yang tidak biasa bersamaan dengan reli saham, hingga mendekati US$4.800, mengindikasikan pasar lebih memperhitungkan dolar AS yang melemah dan inflasi yang tetap tinggi, bukan sekadar mencari aset aman. Data **CPI** (indeks harga konsumen) AS bulan lalu menunjukkan inflasi inti masih bertahan di atas 3,5%. **Inflasi inti** adalah inflasi yang mengabaikan harga pangan dan energi yang sangat bergejolak. Kondisi ekonomi yang menguat karena perdamaian bisa turut mendorong tekanan inflasi. Opsi pada futures emas (GC) bisa digunakan untuk bertaruh bahwa permintaan emas sebagai pelindung inflasi tetap berlanjut, meski premi risiko geopolitik memudar.

Pada Februari, neraca transaksi berjalan Korea Selatan naik dari 13,26 miliar sebelumnya menjadi 23,19 miliar

Neraca transaksi berjalan Korea Selatan naik menjadi 23,19 miliar pada Februari. Angka ini meningkat dari 13,26 miliar pada periode sebelumnya.

Kenaikan tajam surplus transaksi berjalan Korea Selatan menjadi sinyal positif kuat bagi Won Korea Selatan. Arus masuk valuta asing (mata uang asing, terutama dolar AS) yang besar ini mendorong Won menguat terhadap dolar AS. Karena itu, dalam beberapa pekan ke depan dapat dipertimbangkan posisi yang memanfaatkan pelemahan USD/KRW (lebih rendah), misalnya membeli opsi call Won (hak untuk membeli Won pada harga tertentu) atau menjual opsi call USD (mendapat premi dengan risiko jika USD menguat).

Surplus Perdagangan Mendukung Kenaikan Saham

Surplus ini bukan kejadian sesaat. Data awal perdagangan Maret menunjukkan ekspor semikonduktor (chip) melonjak lebih dari 40% dibanding periode yang sama tahun lalu, menandai bulan kedelapan berturut-turut mencatat pertumbuhan. Sektor ekspor yang kuat biasanya meningkatkan pendapatan perusahaan besar yang tercatat di indeks KOSPI. Ini membuat pembelian kontrak futures (kontrak berjangka, kesepakatan jual-beli di harga tertentu untuk tanggal mendatang) indeks KOSPI 200 menarik untuk menangkap potensi kenaikan pasar secara luas.

Posisi eksternal yang kuat juga memberi Bank of Korea (bank sentral Korea Selatan) ruang lebih besar untuk mempertahankan suku bunga tetap ketat guna menahan inflasi, yang masih sedikit di atas target 2%. Karena itu, risiko perubahan arah kebijakan menjadi lebih longgar (dovish, cenderung menurunkan suku bunga) yang bisa melemahkan Won dinilai rendah untuk saat ini.

Dari sisi derivatif saham (instrumen turunan seperti opsi dan futures), volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada iShares MSCI South Korea ETF (EWY) terus menurun. Kondisi ini membuat pembelian opsi call pada ETF (reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) menjadi strategi yang lebih murah untuk mendapatkan eksposur ke pasar Korea yang menguat.

Volatilitas yang Lebih Rendah Memperbaiki Harga Opsi

Trump Umumkan di Truth Social, Rencana Serangan Bom terhadap Iran Ditunda Dua Pekan

Donald Trump menulis di Truth Social bahwa Amerika Serikat akan menghentikan sementara pengeboman dan serangan ke Iran selama dua minggu. Ia mengatakan jeda ini terjadi setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan syaratnya Iran harus menyetujui “PEMBUKAAN SELAT HORMUZ SECARA PENUH, SEGERA, DAN AMAN”.

Trump menyebut jeda itu sebagai “GENCATAN SENJATA dua arah” dan mengatakan target militer AS sudah tercapai. Ia juga menulis bahwa AS menerima proposal 10 poin dari Iran, dan banyak perselisihan lama sudah disepakati, dengan periode dua minggu ini untuk merampungkan kesepakatan.

Pasar Bereaksi Terhadap Berita Gencatan Senjata

Setelah unggahan tersebut, minat terhadap aset berisiko membaik dan saham AS naik. S&P 500 naik lebih dari 1,50% dan Nasdaq 100 naik lebih dari 1,70%.

Emas naik lebih dari 1,50% ke sekitar US$4.770. WTI turun lebih dari 7,50%, dari sekitar US$108 ke US$101 per barel.

Indeks Dolar AS (DXY) memperpanjang penurunan 0,47% ke 99,51 saat artikel ini ditulis.

Penurunan tajam minyak mentah WTI terjadi karena potensi dibukanya kembali Selat Hormuz mengurangi kekhawatiran besar soal pasokan. Selat ini adalah “titik sempit” jalur perdagangan (chokepoint), yaitu jalur yang sangat menentukan kelancaran pengiriman; pada 2024, data menunjukkan sekitar 21 juta barel per hari melewati jalur ini, atau sekitar 20% konsumsi minyak dunia. Karena gencatan senjata ini hanya untuk dua minggu dan masih rapuh, strategi yang bisa untung dari volatilitas tinggi (volatilitas = besarnya naik-turun harga) perlu diperhatikan, karena harga bisa berbalik cepat jika negosiasi gagal.

Kenaikan tajam S&P 500 kemungkinan menekan Indeks Volatilitas (VIX), yaitu ukuran “tingkat ketakutan” pasar, sehingga opsi lindung nilai menjadi lebih murah. Pada sengketa dagang 2019, sentimen bisa berubah hanya karena satu pesan, membuat volatilitas naik dari di bawah 15 ke di atas 20 dalam hitungan hari. Membeli opsi call VIX (hak membeli pada harga tertentu) atau opsi put pada ETF SPY (ETF = produk mirip reksa dana yang diperdagangkan di bursa; SPY mengikuti indeks S&P 500) bisa menjadi asuransi murah jika kesepakatan gagal sebelum tenggat.

Strategi Menghadapi Hasil Dua Minggu yang “Ya atau Tidak”

Emas naik bersamaan dengan saham, yang dapat dijelaskan oleh turunnya dolar AS, dengan DXY jatuh di bawah 100. Secara historis, dolar yang lebih lemah mendorong harga emas, seperti terlihat berulang kali pada periode inflasi tinggi 2021–2022. Jika ada tanda gencatan senjata gagal, kondisi ini bisa berbalik: dolar menguat sebagai aset aman dan menekan emas.

Tema utama dua minggu ke depan adalah sifat sementara gencatan senjata yang diumumkan lewat media sosial. Pasar bereaksi seolah perdamaian sudah pasti, namun penempatan strategi perlu mengantisipasi hasil “dua pilihan” pada tenggat (berhasil atau gagal). Ini mendukung strategi seperti membeli straddle atau strangle (strategi opsi untuk menghadapi pergerakan harga besar; straddle membeli call dan put di harga yang sama, strangle membeli call dan put di harga berbeda) pada aset yang paling terdampak, seperti ETF minyak, untuk memanfaatkan lonjakan volatilitas tanpa menebak arah harga.

Nikkei 225 Melonjak, Gencatan Senjata Menekan Harga Minyak

Perkara Utama

  • Nikkei 225 naik 4.96% kepada 56,078.83 pada sesi pagi, manakala pergerakan lebih luas pada carta menunjukkan 56,222.87, naik 2,280.82 (+4.23%).
  • Gencatan senjata dua minggu dan pembukaan semula sementara Selat Hormuz mencetuskan rali pelepasan tekanan merentas Asia serta menekan semula harga minyak mentah.
  • Jepun mencatatkan lebihan akaun semasa 3.933 trilion yen pada Februari, mengatasi unjuran 3.549 trilion yen, dengan eksport meningkat 2.8% dan import naik 9.7%.

Saham Jepun melonjak apabila pedagang kembali mengambil risiko selepas pengumuman gencatan senjata mengurangkan ancaman segera terhadap aliran tenaga dari Teluk. Nikkei 225 naik 4.96% kepada 56,078.83 pada sesi pagi, dan bacaan carta yang lebih luas pada 56,222.87 menonjolkan kekuatan lantunan.

Pergerakan itu susulan kejatuhan mendadak minyak mentah selepas Amerika Syarikat dan Iran bersetuju kepada gencatan senjata dua minggu yang dikaitkan dengan laluan selamat melalui Selat Hormuz.

Minyak yang lebih rendah menjadi pemangkin langsung untuk Jepun. Negara itu mengimport sebahagian besar tenaganya, jadi penurunan minyak mentah mengurangkan tekanan ke atas margin, menyejukkan inflasi import, dan mengurangkan beban ke atas perbelanjaan isi rumah. Peralihan itu menyokong rali yang meluas, bukannya lantunan sempit.

Pandangan berhati-hati dalam tempoh terdekat masih memihak kepada kesinambungan kenaikan selagi minyak mentah kekal jauh daripada paras tinggi, namun pasaran akan terus menganggap gencatan senjata itu bersifat sementara sehingga aliran perkapalan kembali normal dengan lebih jelas.

Pengeksport, Bank dan Saham Cip Mendahului Kenaikan

Lantunan itu merebak merentasi hampir semua kumpulan kitaran utama. Pengeksport meningkat apabila kejatuhan minyak memperbaiki latar makro. Kewangan mengukuh apabila tekanan tenaga yang lebih rendah mengurangkan kebimbangan stagflasi dalam masa terdekat. Nama berkaitan cip dan wajaran besar indeks mencatat kenaikan paling ketara apabila pedagang beralih semula kepada saham pertumbuhan selepas dagangan risk-off minggu lalu.

Dalam gambaran sesi, SoftBank Group naik lebih 6%, Fast Retailing meningkat hampir 5%, Toyota naik hampir 4%, dan Honda menambah lebih 2%.

Dalam teknologi, Advantest melonjak lebih 10%, Screen Holdings meningkat hampir 8%, dan Tokyo Electron naik hampir 9%. Bank turut menyertai kenaikan, dengan Sumitomo Mitsui Financial dan Mizuho Financial meningkat lebih 4%, manakala Mitsubishi UFJ Financial naik hampir 3%.

Kaunter yang ketinggalan juga munasabah. Saham tenaga susut kerana rali minyak mentah patah ke bawah. Inpex jatuh lebih 5%, manakala saham perkapalan seperti Mitsui O.S.K. Lines, Kawasaki Kisen Kaisha dan Nippon Yusen bergerak rendah apabila premium risiko minyak mula menyusut.

Memandangkan prestasi Nikkei semakin terikat kepada aliran teknologi global, pedagang boleh mempertimbangkan untuk menjejaki saham AI dan semikonduktor utama yang tersedia menerusi tawaran Saham CFD kami.

Wall Street Memberi Asas Kukuh kepada Rali

Petunjuk semalaman dari Amerika Syarikat turut membantu. Nasdaq naik 0.1% kepada 22,017.85, S&P 500 meningkat 0.1% kepada 6,616.85, dan Dow turun 0.2% kepada 46,584.46. Itu bukan rali besar-besaran, tetapi memadai untuk mengekalkan nada konstruktif menjelang sesi Asia.

Pemangkin lebih besar tetap datang daripada gencatan senjata dan kejatuhan minyak, namun penutupan pasaran AS menghapuskan satu lagi halangan kepada pembelian agresif ketika harga susut.

Di seluruh Asia, pergerakan itu bersifat menyeluruh. Korea Selatan dan Taiwan melonjak, manakala Hong Kong, China, Australia dan New Zealand semuanya diniagakan lebih tinggi. Kekuatan serantau itu mengesahkan bahawa pedagang membeli tema makro yang sama di mana-mana: minyak lebih rendah, tekanan inflasi berkurangan, dan jeda sementara pada premium perang.

Tinjauan Teknikal Nikkei 225

Nikkei 225 diniagakan berhampiran 56,223, mencatat lantunan ketara selepas susutan baru-baru ini yang menyusul penolakan daripada paras tinggi 60,077.

Pergerakan harga menunjukkan momentum kenaikan yang kuat kembali, dengan lilin menaik yang lebar memecah keluar daripada julat konsolidasi terkini dan menolak semula harga melepasi purata bergerak utama.

Pergerakan ini mencadangkan pembeli kembali masuk secara agresif selepas fasa pembetulan yang dilihat sepanjang Mac.

Dari sudut teknikal, strukturnya kembali beralih ke arah menaik. Harga telah merampas semula purata bergerak 5 hari (54,076) dan 10 hari (53,259), yang kedua-duanya kini mula menaik dan menyediakan sokongan segera.

Purata 20 hari (53,338) juga semakin mendatar dan mula mencerun ke atas, menandakan tekanan penurunan semakin pudar dan momentum sedang dibina semula. Tolakan naik terkini memberi isyarat potensi kesinambungan trend sekiranya harga mampu kekal di atas paras semasa.

Paras utama untuk diperhatikan:

  • Sokongan: 54,300 → 53,300 → 51,000
  • Rintangan: 56,300 → 57,700 → 60,000

Fokus segera adalah pada zon 56,300, yang kini diuji sebagai rintangan. Penembusan mampan di atas paras ini boleh membuka laluan ke arah 57,700, dengan pergerakan lebih luas berpotensi menguji semula kawasan 60,000 jika momentum terus terbina.

Di sebelah bawah, 54,300 kini bertindak sebagai sokongan pertama, sejajar dengan kawasan penembusan terkini. Penembusan di bawah paras ini boleh menandakan kehilangan momentum jangka pendek dan membawa kepada penarikan semula ke arah 53,300, walaupun pergerakan sedemikian berkemungkinan kekal bersifat pembetulan dalam struktur yang semakin pulih.

Secara keseluruhan, Nikkei menunjukkan momentum pemulihan yang kuat selepas penurunan terbaharu, dengan pembeli kembali menguasai dalam jangka pendek. Jika harga mampu bertahan di atas kawasan 54,000–54,300, kecenderungan kembali beralih kepada kesinambungan kenaikan, dengan pasaran berpotensi membina ke arah satu lagi ujian paras tinggi terdahulu.

Perkara Seterusnya yang Pedagang Perlu Pantau

Pergerakan seterusnya bergantung pada sama ada gencatan senjata bertukar menjadi aliran tenaga yang stabil, bukannya sekadar jeda singkat yang lain. Minyak mentah yang lebih rendah telah melakukan sebahagian besar kerja berat setakat ini.

Jika trafik Hormuz kekal cukup terbuka untuk mengekalkan minyak terkawal, Nikkei boleh terus membina semula ke arah paras 50,000-an atas. Jika gencatan ini rapuh dan minyak mentah berpatah naik semula, sektor yang memacu rali hari ini boleh cepat memulangkan kenaikan.

Ketahui lebih lanjut tentang dagangan Indeks di VT Markets hari ini.

Soalan Pedagang

Mengapa Nikkei 225 Melonjak Begitu Mendadak?

Rali berlaku selepas gencatan senjata dua minggu dan pembukaan semula sementara Selat Hormuz mengurangkan kebimbangan segera mengenai bekalan tenaga. Harga minyak yang lebih rendah memperbaiki prospek Jepun, yang mengimport sebahagian besar tenaganya, dan ia membantu mencetuskan pergerakan risk-on meluas di rantau ini.

Mengapa Kejatuhan Minyak Banyak Membantu Saham Jepun?

Harga minyak mentah yang lebih rendah mengurangkan kos tenaga import, meredakan tekanan inflasi, dan memperbaiki prospek perbelanjaan isi rumah serta margin korporat. Ini cenderung menyokong Nikkei lebih daripada banyak indeks utama lain kerana Jepun sangat terdedah kepada harga tenaga luaran.

Mengapa Pengeksport, Saham Cip, dan Bank Mendahului Rali?

Pengeksport mendapat manfaat daripada latar makro yang bertambah baik, saham cip menjejak selera risiko yang lebih kukuh serta jangkaan pertumbuhan, dan bank meningkat apabila pasaran menjauhi kebimbangan stagflasi paling buruk. Pergerakan itu cukup luas untuk mengangkat kebanyakan sektor kitaran bersama-sama, bukannya hanya satu tema sempit.

Mengapa Saham Tenaga Ketinggalan Berbanding Nikkei?

Kaunter tenaga melemah kerana kejatuhan minyak yang membantu indeks keseluruhan pada masa yang sama mengurangkan sokongan pendapatan untuk pengeluar dan saham berkaitan minyak. Itulah sebabnya saham seperti Inpex bergerak bertentangan ketika pasaran yang lain merali.

Apa yang Ditambah oleh Data Akaun Semasa kepada Naratif?

Jepun mencatatkan lebihan akaun semasa 3.933 trilion yen pada Februari, mengatasi unjuran 3.549 trilion yen. Eksport naik 2.8%, import naik 9.7%, dan imbangan dagangan menunjukkan lebihan 267.6 bilion yen. Data itu menambah keyakinan bahawa kedudukan luaran Jepun bertahan lebih baik daripada yang dibimbangi.

Mula berdagang sekarang – Klik di sini untuk membuat akaun sebenar VT Markets

TD Securities Perkirakan RBNZ Pertahankan Suku Bunga, Imbau Sabar Hadapi Guncangan Pasokan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Masih Longgar

Tim Strategi Global TD Securities memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan menahan Official Cash Rate (OCR) pada rapat berikutnya, sejalan dengan perkiraan pasar.

Tim menilai RBNZ akan menyampaikan sikap “sabar” terhadap guncangan pasokan (gangguan pasokan barang/komoditas yang bisa mendorong harga naik) ketika ekonomi masih berjalan di bawah kapasitas (produksi dan permintaan belum mencapai kemampuan maksimal).

Market Pricing And Policy Signals

Laporan itu menyebut pasar sudah memperhitungkan kenaikan suku bunga lebih dari 75 basis poin pada 2026 (basis poin = 0,01%; 75 bps = 0,75%), dan TD Securities akan membandingkan perkiraan tersebut dengan pesan yang disampaikan RBNZ.

Tim juga akan membaca Minutes rapat (risalah rapat, ringkasan pembahasan dan pertimbangan kebijakan) untuk mencari sinyal apakah RBNZ bisa menggeser arah menuju kenaikan suku bunga yang lebih cepat.

Artikel tersebut menyebut ditulis dengan bantuan alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan ditinjau editor.

TD Securities menilai pasar salah menafsirkan niat RBNZ. Perkiraan pasar saat ini memasukkan kenaikan lebih dari 75 bps pada 2026, yang dinilai berlebihan. TD Securities memperkirakan RBNZ akan menahan OCR dan menegaskan perlunya bersikap sabar.

Implications For Traders And Nzd

Pandangan ini didukung data ekonomi terbaru. Inflasi berangsur turun dari level yang sebelumnya sulit turun, dengan data kuartal I 2026 menunjukkan CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) di 3,1%. Selain itu, data PDB (GDP/Produk Domestik Bruto, ukuran pertumbuhan ekonomi) terbaru menunjukkan ekonomi hanya tumbuh 0,2%, menegaskan ekonomi masih di bawah potensi dan rentan jika kebijakan diperketat.

Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan), kondisi ini mengarah pada strategi mengambil posisi berlawanan dengan ekspektasi pasar yang terlalu agresif soal kenaikan suku bunga. Ini bisa dilakukan lewat overnight index swaps (OIS, kontrak swap yang mengikuti suku bunga acuan harian) atau opsi (options, kontrak hak beli/jual) untuk bertaruh bahwa jalur OCR akan jauh lebih rendah dari yang diperkirakan pasar. Inti strateginya, bank sentral akan memakai pernyataannya untuk menolak asumsi pasar saat ini.

Sikap dovish (cenderung mendukung suku bunga lebih rendah/pengetatan lebih lambat) juga bisa menekan dolar Selandia Baru. Pola serupa terjadi pada 2025 ketika RBNZ memberi sinyal jeda, sehingga NZD/USD melemah dalam beberapa pekan berikutnya. Strategi opsi yang diuntungkan ketika “Kiwi” (sebutan dolar Selandia Baru) melemah bisa menjadi pilihan.

Risiko utama adalah munculnya nada hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi/pengetatan lebih cepat) yang mengejutkan dalam Minutes rapat mendatang. TD Securities akan mencari tanda bahwa kekhawatiran bank atas inflasi domestik yang tetap tinggi mulai mengalahkan kekhawatirannya terhadap pertumbuhan yang lemah. Perubahan seperti itu akan menjadi sinyal bahwa kenaikan suku bunga lebih awal kembali dipertimbangkan.

NZD/USD Bertahan di Sekitar 0,5720 seiring Permintaan Aset Safe Haven AS dan Ekspektasi RBNZ Menjaga Sentimen Netral

NZD/USD diperdagangkan di dekat 0,5720 pada Rabu, dengan Dolar AS ditopang permintaan aset aman (safe-haven, yaitu aset yang dicari saat pasar takut risiko) menjelang keputusan kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Pasar pada umumnya sudah memperkirakan suku bunga ditahan, sehingga fokus beralih ke arahan kebijakan (guidance, yaitu petunjuk RBNZ soal langkah berikutnya).

Ketegangan geopolitik mendorong sikap menghindari risiko setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu untuk Iran, sementara Teheran dilaporkan memutus jalur diplomatik dengan AS. Kekhawatiran terkait Selat Hormuz (jalur kunci pengiriman minyak) menambah kehati-hatian pasar dan menjaga harga energi tetap tinggi, sehingga mendukung USD.

Arah Kebijakan RBNZ Jadi Sorotan

Pelaku pasar menunggu apakah RBNZ memberi sinyal lebih hawkish (cenderung ketat/condong menaikkan suku bunga atau menahan tinggi lebih lama) atau lebih hati-hati. Nada hawkish bisa menopang Dolar Selandia Baru, sedangkan sikap sabar bisa membuat NZD rentan melemah terhadap USD yang kuat.

Pada grafik 4 jam, NZD/USD diperdagangkan di 0,5735, di atas rata-rata bergerak (moving average, MA: rata-rata harga dalam periode tertentu) 20-periode di 0,5710 namun di bawah MA 100-periode yang menurun di 0,5780. Relative Strength Index (RSI, indikator momentum untuk melihat kuat-lemahnya dorongan harga) berada di 56.

Area resistensi (hambatan kenaikan) berada di 0,5736, lalu 0,5780 dan 0,5907. Support (penopang) berada di 0,5724, dengan 0,5704 dan 0,5702 di bawahnya.

Volatilitas dan Pertimbangan Strategi

Fokus pada 2025 adalah apakah RBNZ akan “mengabaikan sementara” inflasi 3,1% (artinya bank sentral menilai kenaikan harga hanya sementara). Seperti yang terjadi, tekanan harga itu ternyata sementara, dengan angka CPI kuartalan terbaru Selandia Baru untuk Q1 2026 sebesar 2,1% (CPI: indeks harga konsumen, ukuran inflasi). Perlambatan ini menjadi pendorong utama perubahan arah kebijakan bank sentral, berlawanan dengan sinyal ketat yang sempat diperkirakan sebagian pelaku pasar tahun lalu.

Meski pemicu geopolitik spesifik berubah dari ketegangan AS–Iran yang mendukung dolar pada 2025, ketidakpastian pasar masih tinggi. Negosiasi dagang AS–China saat ini membuat pasar tegang, yang mengindikasikan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga dari harga opsi) pada NZD/USD bisa melonjak dalam jangka pendek. Situasi ini membuat strategi seperti membeli straddle atau strangle berpotensi berguna bagi pelaku pasar yang bersiap pada pergerakan besar dari rentang saat ini (straddle/strangle: strategi opsi untuk mengambil peluang dari lonjakan volatilitas; straddle membeli opsi call dan put di harga strike yang sama, strangle di strike berbeda).

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

TD Securities Perkirakan Suku Bunga Tetap, RBNZ Minta Kesabaran Hadapi Guncangan Pasokan di Tengah Ekonomi di Bawah Kapasitas

Tim Strategi Global TD Securities memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan mempertahankan Official Cash Rate (OCR) tanpa perubahan, sejalan dengan perkiraan mayoritas pelaku pasar. Mereka menilai komunikasi RBNZ akan menekankan sikap menunggu dan bersabar dalam merespons guncangan pasokan (gangguan pasokan barang/komoditas yang mendorong harga naik) ketika ekonomi masih berjalan di bawah kapasitasnya (belum memanfaatkan kemampuan produksi secara penuh).

Tim tersebut menyebut pasar saat ini memperhitungkan kenaikan suku bunga lebih dari 75 basis poin (bps, satuan 0,01%, jadi 75 bps = 0,75%) pada 2026. TD Securities menilai perkiraan itu terlalu berlebihan dan akan menelaah risalah rapat (minutes, catatan detail hasil rapat kebijakan) untuk mencari petunjuk apakah pengetatan kebijakan bisa terjadi lebih cepat.

Outlook Reserve Bank of New Zealand

Artikel ini dibuat dengan bantuan alat kecerdasan buatan (AI) dan ditinjau oleh editor.

Kami tidak memperkirakan ada perubahan OCR dari RBNZ. Bank sentral kemungkinan akan menekankan sikap bersabar karena ekonomi masih berada di bawah potensi penuhnya. Pandangan ini berlawanan dengan perhitungan pasar saat ini yang memproyeksikan lebih dari tiga kali kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Sikap hati-hati RBNZ dapat dipahami karena data terbaru menunjukkan ekonomi melemah. Pertumbuhan PDB (GDP, nilai total barang dan jasa yang dihasilkan) sedikit negatif -0,1% pada akhir 2025, dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,8%. Meski inflasi kuartal I masih “lengket” di 3,1% (artinya sulit turun cepat), RBNZ kemungkinan lebih memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dibanding mengejar penurunan inflasi yang tersisa dalam waktu dekat.

Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti swap dan futures), ini mengarah pada strategi yang mengantisipasi suku bunga lebih rendah daripada yang kini diperkirakan pasar. Pola serupa terlihat sepanjang 2025, ketika pasar bergerak lebih agresif dibanding langkah nyata bank sentral, sehingga menguntungkan pihak yang mengambil posisi berlawanan dari skenario pengetatan tajam. Karena itu, posisi yang diuntungkan bila RBNZ menahan suku bunga, seperti menerima suku bunga tetap dalam interest rate swaps (swap suku bunga, kontrak untuk menukar bunga tetap dan mengambang), dapat menarik.

Apa yang Perlu Dicermati di Risalah Rapat

Kuncinya adalah mencermati bahasa dalam risalah rapat yang akan terbit. Kalimat yang mengisyaratkan RBNZ mulai tidak sabar terhadap inflasi atau melihat pertumbuhan membaik bisa menjadi sinyal untuk menutup posisi tersebut. Komunikasi ini diperkirakan menjadi pemicu utama pergerakan pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Menjelang keputusan RBNZ, NZD/USD bertahan di sekitar 0,5720; permintaan USD sebagai aset safe haven dan ketidakpastian geopolitik meredam sentimen

NZD/USD diperdagangkan di dekat 0,5720 pada Rabu, cenderung netral karena Dolar AS tetap kuat didukung permintaan aset aman menjelang keputusan kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Pasar menunggu sinyal arah kebijakan RBNZ, karena penahanan suku bunga sudah sepenuhnya diperhitungkan pasar (artinya pelaku pasar sudah memasukkan skenario itu ke harga).

Ketegangan geopolitik mendukung USD setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu terkait Iran dalam hitungan jam, sementara Iran dikabarkan mengurangi komunikasi diplomatik dengan AS. Kekhawatiran soal Selat Hormuz meningkatkan penghindaran risiko (risk aversion: pelaku pasar mengurangi aset berisiko) dan mengerek harga energi.

Panduan RBNZ Jadi Fokus

Trader memantau apakah RBNZ memberi sinyal kebijakan lebih ketat atau lebih berhati-hati. Inflasi di sekitar 3,1% dinilai sebagian bersifat sementara dan terkait energi. Nada lebih ketat dapat menopang NZD, sedangkan sikap menunggu bisa membuat NZD rentan melemah.

Pada grafik 4 jam, NZD/USD berada di 0,5735, di atas rata-rata pergerakan 20-periode (moving average: garis rata-rata harga untuk melihat tren) di 0,5710, tetapi di bawah rata-rata pergerakan 100-periode yang menurun di 0,5780. RSI (Relative Strength Index: indikator momentum untuk melihat kuat-lemahnya dorongan beli/jual) berada di 56, di atas garis tengah.

Level resistance (hambatan kenaikan) berada di 0,5736, 0,5780, dan 0,5907, sedangkan support (penopang penurunan) di 0,5724, 0,5704, dan 0,5702. Penembusan di bawah 0,5702 dapat membuka kembali tren turun yang lebih luas.

Kami melihat pola yang mirip menjelang keputusan RBNZ 10 April, seperti situasi pertengahan 2025. Penahanan suku bunga hampir sepenuhnya sudah masuk harga, sehingga fokus beralih ke panduan ke depan (forward guidance: sinyal bank sentral soal langkah kebijakan berikutnya). Pertanyaan utamanya: apakah RBNZ tetap ketat atau mulai lebih berhati-hati.

Bagaimana Inflasi Mempengaruhi Keputusan

Tahun lalu, perhatian tertuju pada inflasi sekitar 3,1% yang dinilai sementara. Kini, data IHK kuartalan terbaru menunjukkan inflasi bertahan di 3,8%, jauh di atas kisaran target RBNZ, sehingga tantangannya lebih besar. RBNZ harus menilai apakah inflasi yang sulit turun ini membuat mereka menunda sinyal pemangkasan suku bunga, yang bisa mengejutkan pasar.

Meski risiko geopolitik berubah dari ketegangan AS–Iran pada 2025, dampaknya sama: meningkatnya friksi perdagangan dan ketidakstabilan Eropa mendorong permintaan aset aman ke dolar AS. Indeks Dolar (DXY: ukuran kekuatan USD terhadap sekeranjang mata uang utama) bertahan di atas 105,50. Ini menjadi tekanan besar bagi NZD/USD, terlepas dari fokus domestik RBNZ.

Ahli strategi MUFG Michael Wan mengatakan ketegangan AS-Iran dan ancaman terhadap Selat Hormuz membuat prospek perdamaian tetap sempit dan tidak menentu

Eskalasi ketegangan AS–Iran, termasuk ancaman terkait Selat Hormuz (SoH, jalur laut sempit yang menjadi rute utama pengiriman minyak global), meningkatkan ketidakpastian atas peluang menuju perdamaian. Risiko berkelanjutan terhadap pasokan minyak menekan valas (foreign exchange/FX, pasar nilai tukar mata uang) Asia dan aset berisiko regional.

Pasar minyak menunjukkan dua perkembangan: perbaikan kecil arus kapal tanker (kapal pengangkut minyak) yang melintas SoH dan kemungkinan ekspor Irak melintasi selat tersebut. Meski demikian, kondisi ke depan masih tidak pasti.

Supply Recovery Timeline

Bahkan jika SoH langsung dibuka penuh, pemulihan pasokan dan dampaknya ke pasar bisa memakan waktu 3–6 bulan. Produk petrokimia (bahan kimia turunan minyak dan gas untuk plastik, pupuk, dan bahan industri) disebut paling terdampak.

Konflik ini dinilai bisa berakhir karena tiga batasan: amunisi, pasar, dan pemilu paruh waktu AS (US mid-terms, pemilu kongres di tengah masa jabatan presiden). Hasil akhirnya juga dapat bergantung pada seberapa jauh harga minyak bisa naik sebelum memicu tekanan tambahan.

Untuk memanfaatkan situasi ini, kami menilai membeli call option (opsi beli, kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) atas Brent crude futures (kontrak berjangka minyak Brent, acuan harga global) adalah langkah yang lebih hati-hati, karena harga sudah menguji level US$105 per barel untuk pengiriman Juni. Implied volatility (perkiraan volatilitas yang tersirat dari harga opsi, mencerminkan ekspektasi naik-turun harga) pada opsi ini naik di atas 45%, menandakan kecemasan pasar terhadap potensi gangguan pasokan. Strategi ini memberi peluang keuntungan saat harga naik, sambil membatasi risiko maksimum.

Asian Fx Hedging

Kami tetap berhati-hati terhadap mata uang Asia yang rentan terhadap kenaikan biaya energi. Pelaku derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) dapat mempertimbangkan membeli put option (opsi jual, kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu) pada mata uang seperti Won Korea, yang sudah melemah melewati 1.450 per dolar. Ketergantungan tinggi Korea Selatan pada impor minyak membuat mata uangnya menjadi proksi (indikator pengganti) langsung untuk risiko keamanan energi regional.

Bahkan jika selat dibuka penuh hari ini, dampak rantai pasok (alur pengadaan dan distribusi) masih akan terasa berbulan-bulan. Ini mendukung strategi menggunakan derivatif dengan jatuh tempo (expiration, tanggal berakhir kontrak) 3–6 bulan untuk menangkap dampak penuh gangguan. Kami memantau arus tanker, tetapi perbaikan kecil belum cukup untuk mengubah sikap hati-hati.

Tekanan berlanjut pada harga energi kemungkinan menekan aset berisiko Asia secara luas. Harga minyak yang tinggi bertindak seperti “pajak” bagi ekonomi ini, menekan margin laba perusahaan. Melindungi (hedging, mengurangi risiko) portofolio saham jangka panjang dengan membeli put pada indeks utama, seperti MSCI Asia ex-Japan index (indeks saham Asia di luar Jepang), dapat membantu mengurangi risiko penurunan.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Perundingan gencatan senjata mandek dan harga minyak di atas US$100 membuat USD/JPY bertahan di kisaran 160 saat tenggat mendekat

USD/JPY sempat naik di atas 160,00 pada Selasa, untuk pertama kalinya sejak Juli 2024, sebelum turun lagi ke sekitar 159,60 dan ditutup nyaris tidak berubah. Area 160,00 sebelumnya memicu intervensi langsung dari Kementerian Keuangan Jepang (aksi pemerintah menjual dolar dan membeli yen untuk menahan pelemahan yen), sehingga kembali memunculkan spekulasi pasar soal kemungkinan langkah serupa.

Di Jepang, belanja rumah tangga turun 1,8% secara tahunan (year-on-year/yoy: dibanding periode yang sama tahun lalu) pada Februari, lebih buruk dari perkiraan ekonom yang memperkirakan turun 0,7% dan dibanding penurunan 1,0% sebelumnya. Pendapatan tunai tenaga kerja naik 2,7% yoy, sesuai perkiraan namun melambat dari 3,0% pada Januari, sementara Indeks Ekonomi Terkemuka (Leading Economic Index: indikator awal untuk membaca arah ekonomi beberapa bulan ke depan) naik ke 112,4.

Ekspektasi Suku Bunga BoJ dan Data Kunci

Pasar memperkirakan sekitar 70% peluang Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) menaikkan suku bunga akhir bulan ini, menjelang rapat 28 April. Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI: ukuran inflasi di tingkat produsen, sering menjadi petunjuk arah inflasi konsumen) Jepang dijadwalkan rilis Kamis.

Perhatian AS mengarah ke Rabu, dengan Presiden Trump menetapkan tenggat pukul 20.00 waktu ET (Waktu Timur AS) bagi Iran untuk menyetujui gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz (jalur penting pengiriman minyak dunia), sementara perdana menteri Pakistan meminta perpanjangan dua minggu. Iran menolak usulan gencatan senjata sementara dan minyak diperdagangkan di atas US$100 setelah serangan AS ke Pulau Kharg Iran, dengan infrastruktur minyak disebut tidak terdampak.

Risalah FOMC (FOMC Minutes: catatan rapat bank sentral AS yang memberi petunjuk arah kebijakan) dijadwalkan Rabu malam, bersama pidato pejabat The Fed (bank sentral AS) Daly dan Waller, setelah The Fed menahan suku bunga di 3,50% hingga 3,75% pada Maret. Pada grafik 15 menit, USD/JPY berada di 159,57, dengan support (level penahan penurunan) di 159,50, 159,30, dan 159,00, serta resistance (level penahan kenaikan) dekat EMA 200-periode di 159,70 (EMA/Exponential Moving Average: rata-rata pergerakan yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru), lalu 159,90 dan 160,20.

Melihat sensitivitas ekstrem di level 160,00 pada USD/JPY, pasar siap bergerak besar. Tarik-menarik antara potensi intervensi Jepang dan permintaan dolar AS sebagai aset aman (safe haven: aset yang biasanya dibeli saat risiko global naik) karena tenggat Iran menciptakan ketidakpastian tinggi. Ini membuat taruhan arah tertentu lebih berisiko, sementara strategi yang memanfaatkan lonjakan volatilitas (volatility: besarnya naik-turun harga) lebih masuk akal.

Penempatan Opsi untuk Volatilitas

Trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) dapat mempertimbangkan membeli volatilitas lewat opsi, misalnya long straddle (strategi membeli opsi call dan put di harga strike yang sama; untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah). Premi (biaya opsi) kemungkinan mahal, dengan implied volatility (perkiraan volatilitas dari harga opsi) opsi USD/JPY 1 bulan berpotensi naik di atas 12% dari sekitar 9,5% belakangan ini. Namun biayanya dapat sepadan karena potensi reaksi pasar yang besar, baik dari eskalasi militer maupun intervensi valuta yang mengejutkan.

Jika menengok intervensi akhir 2022, Kementerian Keuangan memicu pergerakan lebih dari lima yen dalam satu sesi. Aksi serupa saat ini bisa dengan cepat mendorong pasangan ini kembali ke arah 155,00. Riwayat ini membuat posisi long tanpa lindung nilai (unhedged: tanpa perlindungan risiko) di atas 159,50 sangat berbahaya.

Data belanja rumah tangga Jepang yang lemah, turun 1,8%, membuat posisi BoJ lebih sulit. Prospek domestik yang buruk ini mengurangi ruang untuk kenaikan suku bunga agresif yang dibutuhkan untuk benar-benar menguatkan yen. Meski pasar mematok peluang kenaikan bulan ini sekitar 70%, itu bisa tidak cukup melawan faktor yang lebih besar.

Situasi geopolitik Iran menjadi pendorong utama dolar AS saat ini, dengan minyak mentah West Texas Intermediate/WTI (patokan harga minyak AS) sudah diperdagangkan di atas US$100 per barel. Tenggat Presiden Trump menjadi pemicu penting yang bisa mengangkat dolar lewat arus “lari ke aset aman” (flight to safety: perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman) bila ketegangan meningkat. Pola serupa sempat terjadi pada akhir 2025 saat latihan angkatan laut Laut China Selatan yang mendorong indeks dolar naik 2% sementara.

Bagi yang sudah long USD/JPY, lindung nilai dengan opsi put out-of-the-money (OTM put: opsi jual dengan strike di bawah harga pasar, biasanya lebih murah) penting. Membeli put dengan strike sekitar 158,00 dapat menjadi asuransi biaya relatif rendah terhadap penurunan mendadak akibat intervensi. Risalah FOMC dan data PPI Jepang dapat menambah pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code