Back

Pada perdagangan sesi Eropa, EUR/JPY turun ke 186,40, menembus kanal naik dan mengindikasikan pembalikan bearish

EUR/JPY turun setelah dua hari menguat dan diperdagangkan di dekat 186,40 pada sesi Eropa hari Selasa. Grafik harian menunjukkan pergerakan sudah turun ke bawah *ascending channel* (saluran naik, yaitu pola harga bergerak naik di antara dua garis sejajar), yang bisa menjadi sinyal pembalikan arah ke turun.

Pasangan ini masih berada di atas EMA 50 hari (rata-rata bergerak eksponensial 50 hari, yaitu rata-rata harga dengan bobot lebih besar pada data terbaru) di 185,00, sehingga arah jangka pendek masih sedikit cenderung naik. Namun, EUR/JPY juga bergerak tepat di bawah EMA 9 hari (rata-rata bergerak eksponensial 9 hari) di 186,66, yang kini menjadi hambatan terdekat.

Gambaran Teknikal dan Level Kunci

RSI 14 hari (Relative Strength Index, indikator untuk mengukur kekuatan momentum; di atas 70 biasanya “terlalu mahal/overbought” dan di bawah 30 “terlalu murah/oversold”) berada di sekitar 53. Ini menunjukkan momentum masih positif, tetapi belum berlebihan. Artinya, koreksi turun menuju area rata-rata bergerak bisa berlanjut selama tren naik yang lebih besar masih bertahan.

Jika EUR/JPY memantul menuju 186,66 di dekat batas bawah saluran, harga bisa menguji ulang rekor tertinggi sepanjang masa di 187,95 yang tercetak pada 17 April. Jika menembus di atas 187,95, ruang kenaikan dapat terbuka menuju batas atas saluran di sekitar 189,80.

Jika melemah, level berikutnya yang perlu dipantau adalah support (area penahan penurunan) di EMA 50 hari pada 185,00. Analisis ini dibuat dengan bantuan alat AI.

EUR/JPY berada di titik penting di sekitar 186,40, setelah turun tipis di bawah saluran naik terbaru. Ini perlu diwaspadai karena tren cepatnya sudah pecah, sehingga momentum berpotensi berubah. RSI di sekitar 53 menunjukkan pasar relatif seimbang, sehingga pergerakan tegas bisa muncul ke salah satu arah.

Pertimbangan Strategi Opsi

Bagi yang cenderung melihat potensi turun, dari sisi fundamental (faktor ekonomi seperti inflasi dan kebijakan bank sentral) ada dukungan. Data terbaru menunjukkan inflasi Zona Euro melandai ke 2,4% bulan lalu, sehingga pasar meningkatkan perkiraan ECB (Bank Sentral Eropa) akan memangkas suku bunga pada Juni. Perbedaan arah kebijakan dengan Bank of Japan yang lebih netral dapat menekan pasangan ini, sehingga opsi put (kontrak opsi yang diuntungkan jika harga turun) dengan target area support 185,00 bisa menjadi strategi yang menarik.

Namun, tren naik belum berakhir selama harga masih bertahan di atas rata-rata 50 hari. Kenaikan kembali di atas 186,66 akan membatalkan sinyal turun dan bisa menjadi pemicu untuk mengincar uji ulang puncak 187,95. Dalam skenario ini, opsi call berjangka pendek (opsi yang diuntungkan jika harga naik) dapat digunakan untuk memanfaatkan momentum.

Perlu juga memperhitungkan risiko intervensi otoritas Jepang (aksi pemerintah/otoritas untuk memengaruhi nilai tukar), yang berulang terjadi. Kementerian Keuangan pernah masuk pasar untuk menguatkan yen pada akhir 2024, dan saat yen kembali lemah, risiko pergerakan mendadak dan tajam meningkat. Situasi ini membuat strategi yang memanfaatkan volatilitas (besar-kecilnya ayunan harga), seperti *straddle* (membeli opsi call dan put sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama untuk mengejar pergerakan besar tanpa menebak arah), menarik bagi yang memperkirakan ayunan besar tetapi belum yakin arahnya.

Mengacu pada sinyal teknikal dan fundamental yang saling bertentangan, trader bisa memakai opsi untuk membatasi risiko secara jelas. Penembusan dan bertahan di bawah 186,00 bisa menjadi sinyal untuk lebih memihak posisi turun, sedangkan kenaikan yang kuat kembali di atas 186,66 akan mengembalikan kendali ke pihak pembeli. Selama salah satu level ini belum ditembus tegas, pasar cenderung bimbang.

Pertumbuhan penjualan ritel Spanyol secara tahunan meningkat menjadi 4,1%, naik dari 2,2% sebelumnya

Penjualan ritel Spanyol naik 4,1% secara tahunan (year on year/yoy) pada Maret. Angka ini lebih tinggi dari 2,2% pada periode sebelumnya.

Data Maret menunjukkan pertumbuhan tahunan penjualan ritel lebih cepat dibanding sebelumnya. Perhitungan ini membandingkan nilai penjualan pada Maret dengan bulan yang sama tahun lalu.

Permintaan Konsumen Spanyol Melonjak

Kenaikan penjualan ritel Spanyol, yang meningkat dari 2,2% menjadi 4,1% yoy, menunjukkan penguatan konsumsi yang besar dan di luar perkiraan. Ini merupakan angka terkuat dalam lebih dari satu tahun dan menandakan ekonomi Spanyol memiliki laju yang lebih kencang dari perkiraan. Kondisi ini membuat pandangan bahwa pertumbuhan di kawasan Zona Euro melambat perlu ditinjau ulang.

Data kuat ini kemungkinan memengaruhi pertimbangan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menjelang rapat-rapat berikutnya. Dengan inflasi inti (core inflation, yaitu inflasi yang biasanya mengeluarkan komponen bergejolak seperti energi dan pangan) di Zona Euro yang masih sulit turun di 2,7%, jauh di atas target 2%, tanda kuatnya permintaan konsumen ini menambah tekanan inflasi. Ekspektasi pasar untuk dua kali penurunan suku bunga tahun ini bisa jadi terlalu optimistis.

Melihat ke belakang, pada pertengahan 2022 situasi serupa terjadi ketika tanda awal belanja konsumen yang tahan banting diikuti perubahan cepat pada ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga ECB (repricing, yakni penyesuaian cepat harga aset karena perubahan perkiraan suku bunga). Perlu dicatat juga, tingkat pengangguran Spanyol baru turun ke level terendah sejak setelah krisis 2008, yakni 11,5%, yang mendukung tren konsumsi domestik yang kuat. Ini berbanding terbalik dengan pelemahan sektor manufaktur yang terlihat di Jerman.

Implikasi bagi Kebijakan ECB

Dalam beberapa pekan ke depan, pelaku pasar perlu mempertimbangkan skenario ECB yang lebih “hawkish” (cenderung menahan suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi) dibanding yang sudah tercermin dalam harga pasar saat ini. Ini bisa mencakup pembelian opsi beli (call option, yaitu kontrak yang memberi hak membeli aset pada harga tertentu) atas euro, karena penundaan penurunan suku bunga cenderung menguatkan euro terhadap dolar. Data ini juga mendukung pandangan positif pada saham Spanyol, sehingga mengambil posisi beli (long, yaitu diuntungkan saat harga naik) melalui kontrak berjangka (futures, kontrak untuk membeli/menjual aset di masa depan pada harga yang disepakati) atau strategi call spread (membeli dan menjual opsi beli pada harga kesepakatan berbeda untuk membatasi biaya dan risiko) pada indeks IBEX 35 menjadi strategi yang masuk akal untuk memanfaatkan kekuatan domestik ini.

Tingkat Pengangguran Spanyol Kuartal I Capai 10,83%, Lampaui Perkiraan 9,8% Menurut Survei Terbaru

Tingkat pengangguran Spanyol mencapai 10,83% pada kuartal I, berdasarkan hasil survei terbaru. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan 9,8%.

Rilis ini membandingkan tingkat yang tercatat pada kuartal I dengan proyeksi. Data menunjukkan selisih 1,03 poin persentase antara realisasi dan ekspektasi.

Reaksi Pasar dan Dampaknya pada Saham

Angka pengangguran 10,83% pada kuartal I menjadi kejutan negatif besar bagi pasar. Data ini menandakan pelemahan ekonomi domestik Spanyol, sehingga pemulihan yang terlihat sepanjang 2025 berisiko melambat. Tekanan turun pada saham Spanyol kemungkinan muncul, terutama pada indeks IBEX 35 (indeks saham utama Spanyol).

Untuk beberapa pekan ke depan, strategi yang bisa dipertimbangkan adalah membeli opsi put pada ETF yang mengikuti IBEX 35. Opsi put adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk menjual aset pada harga tertentu sebelum tanggal jatuh tempo, sehingga bisa diuntungkan saat harga turun, dengan risiko terbatas pada premi (biaya) yang dibayar. Alternatif yang lebih agresif adalah melakukan posisi jual (short) pada futures IBEX 35, yaitu kontrak untuk membeli/menjual aset pada harga yang disepakati di masa depan; posisi short bertujuan meraih untung ketika harga turun, tetapi risikonya lebih besar.

Kabar tak terduga ini kemungkinan meningkatkan kegelisahan dan ketidakpastian pasar. Volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas dari harga opsi) pada opsi Spanyol dan bahkan Eropa berpotensi naik. Karena itu, membeli futures pada indeks VSTOXX (indeks volatilitas untuk opsi Euro Stoxx 50, sering dipakai sebagai ukuran “ketakutan” pasar Eropa) dapat menjadi lindung nilai (hedge) terhadap kenaikan risiko kawasan.

Kami menilai saham perbankan Spanyol dan saham sektor konsumsi non-primer paling rentan. Saham konsumsi non-primer adalah emiten yang menjual barang/jasa yang cenderung ditunda saat ekonomi melemah (misalnya otomotif, ritel non-esensial). Pada perlambatan kecil di 2025, pertumbuhan kredit melemah, dan tren ini berpeluang terulang. Karena itu, membeli opsi put pada bank besar seperti Banco Santander dan BBVA dapat menjadi cara yang lebih terarah untuk memanfaatkan lemahnya kondisi domestik.

Data tenaga kerja yang lemah dari salah satu ekonomi penting dapat menekan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk bersikap lebih dovish, yaitu lebih condong ke kebijakan longgar seperti penurunan suku bunga. Mengingat inflasi Zona Euro pada Maret 2026 berada dekat target 2%, hal ini memperkuat peluang pemangkasan suku bunga pada paruh akhir tahun. Kondisi tersebut membuat derivatif yang bertaruh Euro melemah, seperti opsi put EUR/USD (hak untuk menjual Euro terhadap Dolar AS pada harga tertentu), menarik sebagai strategi makro.

Implikasi bagi Kebijakan ECB dan Transaksi Euro

EUR/GBP Bergerak di Sekitar 0,8660 di Atas 0,8650 saat Pelaku Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BoE dan ECB

EUR/GBP diperdagangkan di dekat 0,8660 pada awal sesi Eropa pada Selasa, tetap di atas 0,8650. Pasar menunggu keputusan suku bunga Bank of England (BoE/bank sentral Inggris) dan Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pada Kamis.

BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di 3,75% pada rapat April. Keputusan ini muncul saat pembuat kebijakan menilai risiko dari krisis energi, di tengah pasar tenaga kerja Inggris yang lemah serta terbatasnya kemampuan perusahaan menaikkan harga jual (pricing power: kemampuan meneruskan kenaikan biaya ke konsumen).

Fokus Inflasi BoE

Data juga menunjukkan aktivitas bisnis yang solid serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB/GDP: total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara) Inggris pada Februari. Rilis ini membuat perhatian tetap tertuju pada risiko inflasi menjelang keputusan BoE.

ECB juga diperkirakan menahan suku bunga kuncinya pada Kamis. Pasar akan memantau konferensi pers pascarapat oleh Presiden ECB Christine Lagarde untuk petunjuk soal kemungkinan perubahan suku bunga ke depan terkait inflasi.

Goldman Sachs memperkirakan dua kenaikan suku bunga ECB masing-masing 25 basis poin (bps: 0,01%; jadi 25 bps = 0,25%), satu pada Juni dan satu lagi pada September. Jalur ini akan membawa suku bunga simpanan (deposit rate: bunga acuan untuk dana yang disimpan bank di ECB) kembali ke 2,50%.

Perlombaan Pemangkasan Suku Bunga

Bank of England kini menghadapi tantangan yang berbeda. Dengan inflasi Inggris tetap tinggi di 2,8% pada kuartal I 2026, tetapi pertumbuhan PDB sangat lemah di 0,2%, tekanan pada BoE meningkat untuk mendorong ekonomi. Ini membuka peluang pemangkasan suku bunga lanjutan dari level saat ini 4,50%, yang bisa menekan Sterling (Pound Inggris).

Sementara itu, ECB berada dalam posisi yang sedikit lebih baik terkait mandat inflasi. Inflasi Zona Euro turun ke 2,2%, lebih dekat ke target, sehingga ECB punya ruang untuk memangkas suku bunga dari level saat ini 3,50%. Perbedaan ini menunjukkan BoE bisa perlu melonggarkan kebijakan (easing: pelonggaran kebijakan moneter melalui pemangkasan suku bunga) lebih agresif daripada ECB.

Bagi trader derivatif (instrumen turunan: kontrak yang nilainya mengikuti aset acuan seperti mata uang), ini berarti volatilitas (naik-turun harga) EUR/GBP berpotensi meningkat. Kuncinya adalah seberapa cepat pemangkasan suku bunga terjadi, dan data yang menunjukkan ekonomi Inggris melemah lebih cepat daripada Zona Euro dapat mendorong EUR/GBP naik. Strategi opsi (options: hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual pada harga tertentu) yang diuntungkan dari kenaikan bertahap atau lonjakan volatilitas, seperti membeli opsi call (hak membeli) Euro terhadap Pound, dapat dipertimbangkan.

Perak turun ke level terendah dua pekan di sekitar US$73,35, seiring perhatian beralih ke keputusan bank sentral utama yang segera diambil

Perak (XAG/USD) melanjutkan pelemahan pada Selasa, menyentuh level terendah dua pekan di $73,35. Pasar memantau bank sentral utama yang akan mengumumkan kebijakan pekan ini.

Konflik di Timur Tengah menambah biaya energi global dan meningkatkan tekanan inflasi (kenaikan harga secara umum). Kondisi ini bisa membuat bank sentral mempertahankan kebijakan ketat atau menaikkan suku bunga, yang biasanya menekan logam mulia yang tidak memberi imbal hasil (aset tanpa bunga) seperti perak.

Bank Sentral Menentukan Arah Perak

Situasi AS-Iran belum terselesaikan dan Selat Hormuz ditutup. Harga minyak mendekati 50% di atas level sebelum perang, menopang Dolar AS dan menambah tekanan pada logam mulia.

Secara teknikal (analisis pergerakan harga), perak masih berada dalam tren turun sejak puncak pertengahan April di atas $83,00. Pada grafik 4 jam, RSI (Relative Strength Index, indikator untuk melihat kuat-lemahnya momentum; di bawah 50 cenderung lemah) berada di sekitar 35 dan MACD (Moving Average Convergence Divergence, indikator momentum dan arah tren) sedikit negatif.

Area support (batas bawah harga yang sering menahan penurunan) di level Fibonacci 38,2% (level hitung teknikal dari pergerakan harga) dekat $74,70 telah ditembus. Target harga berada di $72,60 hingga $72,12, dengan retracement 61,8% (level Fibonacci yang sering jadi acuan) sedikit di bawah $70,00.

Resistance (batas atas yang sering menahan kenaikan) diperkirakan di $74,70, lalu sekitar $76,60 dan dekat $78,50. Harga perak juga dipengaruhi suku bunga, Dolar AS, pasokan dan daur ulang, permintaan industri, serta pergerakan emas.

Implikasi Trading untuk Pihak Bull dan Bear Perak

Perlu diingat tren bearish (tren turun) yang dimulai pertengahan 2025 saat perak turun dari puncak di atas $83,00. Tekanan itu berlanjut hingga hari ini, 28 April 2026, karena pasar lebih fokus pada langkah bank sentral utama dibanding isu geopolitik. Intinya bagi trader: kebijakan moneter (kebijakan suku bunga dan likuiditas dari bank sentral) menjadi faktor utama.

Hambatan utama perak adalah upaya menekan inflasi yang membuat bank sentral bersikap hawkish (cenderung mendukung suku bunga tinggi demi menekan inflasi). Dengan data CPI AS (Consumer Price Index, ukuran inflasi) Maret 2026 di 3,8%, Federal Reserve memberi sinyal suku bunga akan tetap tinggi lebih lama dari perkiraan. Kondisi ini membuat aset tanpa bunga seperti perak kurang menarik bagi investor besar.

Kebijakan tersebut mendorong penguatan Dolar AS, dengan Indeks Dolar (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) baru-baru ini menyentuh tertinggi dua tahun di 107,50. Dolar yang kuat membuat perak lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan fisik dan investasi. Hubungan berlawanan arah ini terlihat konsisten dalam 12 bulan terakhir.

Selain itu, tanda perlambatan ekonomi global makin terlihat, yang bisa melemahkan permintaan industri perak. Data terbaru S&P Global Manufacturing PMI (Purchasing Managers’ Index, survei aktivitas pabrik; di bawah 50 berarti aktivitas menyusut) turun ke 49,5, menunjukkan kontraksi ringan dan mengindikasikan permintaan lebih lemah dari sektor seperti elektronik dan energi surya. Ini mengurangi penopang penting bagi harga perak.

Bagi trader derivatif (produk turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), kondisi ini mengindikasikan setiap kenaikan harga perak kemungkinan tidak bertahan lama dan bisa menjadi peluang jual. Zona resistance kunci yang perlu dipantau adalah area $70,00 hingga $72,60, yang sebelumnya menjadi support pada penurunan 2025 dan kini menjadi “atap” teknikal penting. Strategi yang mungkin dipertimbangkan adalah membuka posisi short (bertaruh harga turun) atau membeli put (opsi jual, untung jika harga turun) saat reli mendekati area tersebut, dengan target penurunan mendekati level psikologis $60,00.

Meja Delta One Goldman menyebut pasar saham kini bergantung pada belanja AI, di tengah musim laporan laba, kebijakan dan pembicaraan Selat Hormuz

Lebih dari 42% emiten S&P 500 merilis laporan kinerja pekan ini, mewakili sekitar US$29 triliun nilai pasar, bersamaan dengan agenda bank sentral G5 (lima bank sentral utama dunia) dan kelanjutan berita terkait Hormuz. Rabu, setelah penutupan pasar, laporan Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta Platforms keluar berdekatan, disusul Apple keesokan harinya.

Fokus pasar adalah proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex: pengeluaran perusahaan untuk aset jangka panjang seperti pusat data, server, dan jaringan) terkait AI (kecerdasan buatan), bukan sekadar laba per saham (earnings per share/EPS: laba bersih per lembar saham). Capex AI lebih dari US$740 miliar sudah disebut untuk 2026, dan lebih dari US$600 miliar sudah tercermin dalam harga (priced in: sudah diperhitungkan pasar) pada Amazon, Microsoft, Meta Platforms, dan Alphabet.

Semikonduktor sebagai Mekanisme Penyalur

Semikonduktor digambarkan sebagai jalur utama agar belanja terkait AI mengalir ke pasar. Sejak awal tahun (year to date/YTD), saham semikonduktor naik 42%, sementara “Mag 7” (tujuh saham teknologi raksasa) naik sekitar 2%, dan di luar NVIDIA (ex-NVIDIA: tidak termasuk NVIDIA) praktis datar.

Sekitar 40% proyeksi pertumbuhan S&P 500 Growth (kelompok saham pertumbuhan) pada 2026 dikaitkan dengan semikonduktor, terkait rencana capex hyperscaler (perusahaan komputasi awan skala sangat besar seperti Amazon, Microsoft, Google). Kenaikan proyeksi laba (earnings upgrades: revisi naik perkiraan laba) terlihat sempit, dengan perusahaan median di S&P hampir tidak mengalami perubahan estimasi.

Micron Technology menyumbang lebih dari setengah total revisi naik EPS, dengan estimasi konsensus (perkiraan rata-rata analis) disebut nyaris berlipat ganda. Exxon Mobil menyumbang sekitar 14% dari revisi tersebut.

Pasar menghadapi uji ketahanan, dengan belanja AI sebagai titik risiko utama. Kami menilai pasar bergantung pada panduan belanja modal (capex guidance: arahan/proyeksi manajemen soal capex ke depan) dari Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta minggu ini. Bagi trader, ini bukan saatnya narasi rumit; ini soal posisi menghadapi pergerakan tajam yang bersifat biner (binary move: cenderung hanya dua hasil, naik tajam atau turun tajam) berdasarkan satu variabel.

Posisi Volatilitas di Sekitar Panduan Capex

Karena pasar diperkirakan akan melakukan penyesuaian harga besar (repricing: perubahan harga cepat untuk mencerminkan informasi baru), membeli volatilitas (buying volatility: strategi opsi yang diuntungkan ketika harga bergerak besar) adalah pilihan paling sederhana. Pertimbangkan straddle atau strangle (strategi opsi yang membeli opsi beli dan opsi jual untuk memanfaatkan pergerakan besar, arah bebas) pada emiten kunci yang melapor dan, lebih penting, pada VanEck Semiconductor ETF (SMH) (ETF: reksa dana yang diperdagangkan di bursa). Ini memungkinkan keuntungan dari pergerakan besar ke salah satu arah, karena pasar tidak memperkirakan nama-nama ini akan bergerak kecil.

Namun, risikonya terasa lebih berat ke sisi turun. Indeks semikonduktor SOX (Philadelphia Semiconductor Index) sudah naik lebih dari 35% tahun ini, mencerminkan bukan hanya belanja yang kuat, tetapi juga percepatan berlanjut. Kami menilai opsi jual (put: opsi yang diuntungkan ketika harga turun) atau put spread (kombinasi opsi jual untuk membatasi biaya sekaligus membatasi potensi untung) pada saham semikonduktor menawarkan rasio imbal hasil terhadap risiko yang lebih menarik, karena sinyal disiplin belanja sedikit saja dapat membalikkan tren ini dengan cepat.

Karena itu, lindung nilai (hedge: perlindungan portofolio dari risiko penurunan) pasar yang lebih luas dinilai bijak. Jika “keran” belanja modal AI melambat, seluruh indeks akan disesuaikan, bukan hanya sektor teknologi. Membeli put out-of-the-money (OTM put: opsi jual dengan harga eksekusi jauh di bawah harga saat ini, lebih murah namun butuh penurunan besar) pada SPY atau QQQ (ETF yang melacak S&P 500 dan Nasdaq-100) bisa menjadi cara hemat biaya untuk melindungi diri dari guncangan sistemik akibat panduan yang lemah.

Metrik utama menunjukkan pendapatan Verizon pada kuartal I naik 2,9% menjadi US$34,44 miliar, sementara EPS meningkat menjadi US$1,28

Verizon Communications membukukan pendapatan (revenue) US$34,44 miliar untuk kuartal yang berakhir Maret 2026, naik 2,9% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Laba per saham (EPS/earnings per share, yaitu laba bersih per lembar saham) sebesar US$1,28, dibanding US$1,19 setahun sebelumnya.

Pendapatan 1,7% di bawah Zacks Consensus Estimate (perkiraan rata-rata analis yang dihimpun Zacks) sebesar US$35,03 miliar. EPS 5,2% di atas estimasi konsensus US$1,22.

Pendapatan operasional konsumen (consumer operating revenues, yakni penjualan dari segmen ritel/pelanggan individu) sebesar US$26,45 miliar dibanding estimasi rata-rata lima analis US$26,75 miliar, naik 3,3% yoy. Pendapatan operasional bisnis (business operating revenues, penjualan dari pelanggan korporasi/instansi) sebesar US$7,42 miliar dibanding estimasi US$7,33 miliar, naik 1,8%.

Pendapatan perangkat nirkabel konsumen (consumer wireless equipment revenue, penjualan ponsel/perangkat) US$4,82 miliar dibanding estimasi US$4,79 miliar, naik 6,4% yoy. Pendapatan “lainnya” konsumen (consumer “other” revenue, pos pendapatan di luar layanan utama dan perangkat) US$2,45 miliar dibanding estimasi US$1,04 miliar, melonjak 140,1%.

Pendapatan layanan dan lainnya (service revenues and other, terutama pendapatan paket/biaya layanan jaringan) total US$28,76 miliar dibanding estimasi US$29,26 miliar, naik 2,4% yoy. Pendapatan perangkat nirkabel (wireless equipment revenues) US$5,68 miliar dibanding estimasi US$5,93 miliar, naik 5,2%.

Laba operasional bisnis (business operating income, laba dari kegiatan usaha sebelum beban non-operasional) US$884 juta dibanding estimasi US$753,86 juta. Laba operasional konsumen (consumer operating income) US$7,71 miliar dibanding estimasi US$7,65 miliar.

Pada Maret, surplus neraca perdagangan bulanan Swedia naik dari 1,8 miliar menjadi 9,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya

Neraca perdagangan Swedia naik menjadi 9,3 miliar pada Maret. Pada bulan sebelumnya angkanya 1,8 miliar.

Ini menunjukkan kenaikan bulanan (month-on-month/MoM, yaitu dibandingkan bulan sebelumnya) sebesar 7,5 miliar. Perubahan ini mencerminkan surplus (selisih ekspor lebih besar daripada impor) pada Maret yang lebih lebar dibandingkan Februari.

Surplus perdagangan Swedia melonjak menjadi 9,3 miliar krona Swedia (SEK) pada Maret, naik tajam dari 1,8 miliar pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini mengindikasikan permintaan global yang kuat terhadap barang Swedia, yang pada dasarnya positif untuk Krona (mata uang Swedia). Dalam waktu dekat, SEK berpeluang menguat terhadap mata uang utama seperti Euro dan Dolar AS.

Data ekonomi yang kuat ini menurunkan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Riksbank (bank sentral Swedia). Mengingat inflasi inti (core inflation, yaitu inflasi yang biasanya mengecualikan harga yang sangat bergejolak seperti energi dan pangan) Swedia tetap tinggi di sekitar 2,5% pada awal 2026, laporan ini memberi alasan bagi pembuat kebijakan untuk tetap “hawkish” (cenderung ketat, yaitu mengutamakan suku bunga lebih tinggi untuk menahan inflasi). Karena itu, pasar swap suku bunga (instrumen derivatif untuk menukar pembayaran bunga tetap dan mengambang, sering dipakai untuk membaca ekspektasi arah suku bunga) perlu dinilai ulang, karena sebelumnya pasar mungkin memperkirakan jalur kebijakan yang lebih “dovish” (lebih longgar, yaitu condong ke suku bunga lebih rendah).

Dividend Adjustment Notice – Apr 28 ,2026

Dear Client,

Please note that the dividends of the following products will be adjusted accordingly. Index dividends will be executed separately through a balance statement directly to your trading account, and the comment will be in the following format “Div & Product Name & Net Volume”.

Please refer to the table below for more details:

Dividend Adjustment Notice

The above data is for reference only, please refer to the MT4/MT5 software for specific data.

If you’d like more information, please don’t hesitate to contact [email protected].

Pada perdagangan Asia, GBP/USD bertahan di dekat 1,3530, menguat dalam kanal naik, menguji resistensi dua bulan

GBP/USD stabil untuk hari kedua, diperdagangkan di dekat 1,3530 pada sesi Asia hari Selasa. Pada grafik harian, pasangan ini bergerak mendatar di dalam kanal naik (ascending channel, pola harga yang membentuk puncak dan dasar yang makin tinggi), yang menunjukkan kecenderungan menguat.

Pasangan ini tetap berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 9 hari dan 50 hari. EMA adalah rata-rata pergerakan yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga lebih cepat merespons perubahan. Kedua EMA berada di bawah harga saat ini, sehingga mendukung tren naik.

Indikator Teknikal dan Konteks Tren

Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di sekitar 58, di atas level netral. RSI adalah indikator momentum untuk mengukur kekuatan beli/jual pada skala 0–100. Angka ini belum masuk area jenuh beli (overbought, kondisi ketika harga dinilai sudah terlalu cepat naik dan berisiko koreksi).

Strategi Opsi dan Risiko Utama

Dengan tekanan turun yang masih dominan, pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi) dapat mempertimbangkan membeli opsi put (hak untuk menjual pada harga tertentu) dengan jatuh tempo Juni 2026 untuk memanfaatkan potensi penurunan lanjutan. Harga strike (harga kesepakatan) di sekitar 1,2750 dapat memberi peluang profit jika tren berlanjut dalam beberapa pekan. Strategi ini juga bisa menjadi lindung nilai (hedging, perlindungan) bagi posisi long (posisi beli) pada pound.

Bagi yang memperkirakan pergerakan akan mendatar dalam rentang tertentu (range-bound, bergerak di antara batas atas–bawah), menjual strangle bisa menjadi strategi. Strangle adalah menjual dua opsi sekaligus: call (hak membeli) dengan strike dekat 1,3000 dan put dengan strike 1,2700. Dengan strategi ini, trader memperoleh premi (premium, uang yang diterima saat menjual opsi) dengan asumsi volatilitas rendah (volatility, tingkat besar-kecilnya pergerakan harga). Strategi ini untung jika GBP/USD tetap bergerak di antara dua level tersebut hingga jatuh tempo.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code