Back

EUR/USD Memantul dari 1,1725–1,1730, Diperdagangkan di Kisaran 1,1700-an, namun Tetap Bearish di Bawah SMA 100 Jam

EUR/USD memantul dari area 1,1730–1,1725, level terendah satu pekan yang terbentuk di sesi Asia, dan sudah menutup sebagian besar *gap* (selisih harga pembukaan yang melompat dibanding penutupan sebelumnya) yang terjadi pada awal perdagangan Senin. Pasangan ini diperdagangkan sedikit di atas area 1,1700 setelah turun dari area 1,1850, puncak dua bulan.

Dolar AS masih sulit melanjutkan penguatan karena ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (bank sentral AS) melemah. Risiko geopolitik terkait sengketa AS-Iran mengenai Selat Hormuz (jalur pelayaran minyak penting) tetap menjadi faktor yang bisa menopang dolar dan membatasi kenaikan EUR/USD.

Gambaran Teknikal Dan Momentum

Secara teknikal, pasangan ini bertahan di atas *Fibonacci retracement* 23,6% (patokan koreksi harga berbasis rasio matematika yang sering dipakai untuk melihat area pantulan) dari kenaikan sejak titik terendah akhir Maret, tetapi masih di bawah EMA 100 jam (*Exponential Moving Average*, rata-rata bergerak yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru untuk membaca tren). Indikator momentum menunjukkan RSI (Relative Strength Index, pengukur kekuatan naik-turun harga) di sekitar 43 dan MACD (Moving Average Convergence Divergence, indikator arah dan kekuatan tren) sedikit di bawah nol, mengarah pada pergerakan mendatar dengan kecenderungan turun ringan.

Area support (penopang) berada di 1,1754 (23,6%), lalu 1,1695 (38,2%) dan 1,1648 (50%) bila pelemahan berlanjut. Area resistance (hambatan) ada di dekat EMA 100 jam di 1,1770. Jika tembus lebih tinggi, target berikutnya mengarah ke 1,1849.

Laporan tersebut menyebutkan analisis dibuat dengan bantuan alat AI (kecerdasan buatan).

Melihat kembali analisis pertengahan 2025, saat itu EUR/USD kesulitan bertahan di sekitar 1,1750. Pasar sedang mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed, tetapi risiko geopolitik di Selat Hormuz menahan pelemahan dolar. Kondisi ini membuat pergerakan cenderung konsolidasi (bergerak dalam kisaran) dan tertahan oleh rata-rata pergerakan 100 jam.

Bagaimana Latar Belakangnya Berubah

Saat ini situasi berubah besar, dengan pasangan ini kini diperdagangkan di sekitar 1,1280. Perbedaan arah suku bunga (*interest rate divergence*, ketika kebijakan suku bunga dua bank sentral bergerak tidak sejalan) yang dulu hanya perkiraan pada 2025 menjadi kenyataan, karena The Fed menaikkan suku bunga dua kali lagi masing-masing 0,25% pada akhir 2025 sementara Bank Sentral Eropa (ECB) menahan suku bunga. Ini didukung data terbaru yang menunjukkan inflasi inti AS (*core inflation*, inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti energi dan pangan) bertahan di 2,8% secara tahunan (*year-over-year*, dibanding periode yang sama tahun lalu), sementara angka terbaru HICP Zona Euro (*Harmonised Index of Consumer Prices*, ukuran inflasi standar Uni Eropa) melemah menjadi 2,1%.

Untuk beberapa pekan ke depan, perbedaan ini mendukung strategi yang mengarah pada dolar lebih kuat atau euro yang bergerak terbatas hingga melemah. Dengan *implied volatility* (perkiraan volatilitas dari harga opsi, mencerminkan ekspektasi pasar) pada opsi EUR/USD naik ke level tertinggi 8 bulan di 9,2%, membeli *put* (opsi jual, untung jika harga turun) untuk lindung nilai terhadap penurunan di bawah 1,1200 bisa menjadi langkah lebih hati-hati. Menjual *out-of-the-money call spreads* (strategi menjual kombinasi opsi beli pada harga strike lebih tinggi dari harga saat ini untuk mengincar premi; risiko biasanya dibatasi oleh pembelian opsi lain) dengan strike di atas 1,1400 juga bisa menarik untuk mengantongi premi, memanfaatkan resistance teknikal yang kuat di area tersebut.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Data FXStreet menunjukkan harga emas di Filipina turun, dengan level lebih rendah dibandingkan catatan sebelumnya

Harga emas di Filipina turun pada Senin, berdasarkan data FXStreet. Harga emas tercatat PHP 9.234,12 per gram, turun dari PHP 9.314,10 pada Jumat.

Harga emas juga turun menjadi PHP 107.704,80 per tola dari PHP 108.637,90 pada Jumat. Harga lain yang tercantum adalah PHP 92.341,07 untuk 10 gram dan PHP 287.213,40 per troy ounce (ons troy, satuan berat khusus untuk logam mulia).

Bagaimana FXStreet Menghitung Harga Emas Lokal

FXStreet mengonversi harga emas global ke nilai lokal dengan memakai kurs USD/PHP (nilai tukar Dolar AS terhadap Peso Filipina) dan satuan ukuran setempat. Angka diperbarui setiap hari pada saat publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga di pasar lokal bisa berbeda.

Bank sentral memegang cadangan emas terbesar dan menambah 1.136 ton (tonne/metric ton, setara 1.000 kg) senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, menurut World Gold Council (lembaga industri yang memantau pasar emas global). Ini merupakan jumlah tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan obligasi pemerintah AS (US Treasuries, surat utang negara AS yang menjadi acuan pasar). Emas juga kerap bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Perubahan harga dapat dipicu peristiwa geopolitik, kekhawatiran resesi, suku bunga, dan pergerakan Dolar AS karena emas diperdagangkan dalam dolar (XAU/USD, kode pasar untuk harga emas terhadap dolar AS).

Pelemahan tipis harga emas lokal ini lebih banyak dipengaruhi fluktuasi harian dibanding perubahan besar global. Pendorong utama emas dinilai berasal dari perubahan perkiraan arah suku bunga di Amerika Serikat. Setelah periode bergerak mendatar (konsolidasi, harga naik-turun dalam kisaran sempit) yang panjang pada 2025, pasar kini memperkirakan The Federal Reserve (bank sentral AS) akan memangkas suku bunga pada paruh akhir tahun ini.

Prospek Suku Bunga dan Emas

Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah menekan Dolar AS. Data terbaru Maret 2026 menunjukkan inflasi CPI AS (Consumer Price Index, ukuran inflasi berdasarkan harga barang dan jasa konsumen) bertahan di 2,8%, memperkuat pandangan bahwa langkah The Fed berikutnya adalah pemangkasan. Alat CME FedWatch (indikator berbasis harga kontrak futures yang memetakan probabilitas keputusan suku bunga The Fed) saat ini menunjukkan peluang tinggi pemangkasan pertama terjadi pada kuartal III 2026.

Kondisi ini mendukung emas, yang tidak memberi imbal hasil bunga (non-yielding asset, aset tanpa kupon/bunga). Selain itu, bank sentral melanjutkan tren pembelian kuat sepanjang 2025, dengan World Gold Council melaporkan pembelian bersih (net purchases, pembelian dikurangi penjualan) lebih dari 950 ton. Ini membantu menahan penurunan harga dan mencerminkan permintaan lembaga besar.

Karena itu, pelemahan jangka pendek dapat dilihat sebagai peluang masuk. Pelaku pasar derivatif (produk turunan, instrumen yang nilainya mengikuti aset acuan) dapat mempertimbangkan posisi beli (long, strategi mendapat untung jika harga naik) melalui opsi call (hak membeli pada harga tertentu) dengan jatuh tempo akhir kuartal III. Strategi ini memungkinkan posisi untuk memanfaatkan kenaikan jika kebijakan The Fed berubah, sekaligus membatasi risiko penurunan (downside risk, potensi rugi jika harga turun).

Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi emas relatif rendah pada awal 2026, sehingga premi (biaya membeli opsi) lebih menarik dibanding saat lonjakan harga pada 2024. Dolar yang melemah dan suku bunga yang turun menjadi kombinasi kuat bagi kenaikan harga emas. Pelemahan seperti ini dapat dimanfaatkan sebelum pasar sepenuhnya memasukkan perkiraan pemangkasan suku bunga.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Poundsterling Tetap Lemah di Dekat 1,3500 karena Permintaan Aset Safe Haven Mengerek Dolar AS di Tengah Ketegangan AS–Iran

GBP/USD memangkas sebagian pelemahan awalnya setelah dibuka dengan *gap down* (harga pembukaan langsung lebih rendah dari penutupan sebelumnya tanpa transaksi di antaranya), namun tetap bergerak turun di dekat 1,3500 pada perdagangan Asia, Senin. Pergerakan ini terjadi karena permintaan Dolar AS menguat sebagai aset *safe haven* (aset “pelindung” yang biasanya diburu saat risiko global naik) di tengah memanasnya kembali ketegangan AS–Iran.

The Guardian melaporkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran adalah tindakan agresi yang melanggar gencatan senjata. Baghaei menulis di media sosial bahwa itu adalah “hukuman kolektif” serta “kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Ketegangan Geopolitik dan Permintaan Dolar

Otoritas Iran pada Jumat mengindikasikan Selat akan dibuka kembali, lalu membatalkannya pada Sabtu setelah Presiden AS Donald Trump menolak mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Militer Iran mengatakan AS melanggar gencatan senjata dengan menembaki kapal komersial dan menyatakan akan membalas.

Pasar juga mendukung Dolar karena pelaku pasar menghitung The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (*higher-for-longer*, artinya suku bunga tidak cepat diturunkan) akibat inflasi yang sulit turun (*sticky inflation*, inflasi yang tetap tinggi/keras kepala) dan ketegangan Timur Tengah. Data Penjualan Ritel AS yang rilis Selasa diperkirakan naik 1,3% *month-on-month* (dibanding bulan sebelumnya) pada Maret, setelah naik 0,6% pada Februari.

Pound sterling berpotensi mendapat penopang jika ketegangan di Selat Hormuz mendorong harga minyak naik dan memperkuat kekhawatiran inflasi. Deputi Gubernur BoE Sarah Breeden mengatakan konflik meningkatkan risiko tekanan pasar yang saling tumpang tindih, dan kerentanan yang terlihat sebelum krisis-krisis sebelumnya masih ada.

BoE dan Strategi Opsi

Di sisi sterling, Bank of England menghadapi tantangan serupa seperti pada 2025. Meski inflasi Inggris terbaru mendingin ke 3,2%, risiko kenaikan harga energi membuat ekspektasi kenaikan suku bunga belum sepenuhnya hilang. Ini berarti pelaku pasar perlu memantau *short-term interest rate futures* (kontrak berjangka suku bunga jangka pendek, alat untuk membaca/menebak arah suku bunga ke depan) untuk mengantisipasi kejutan BoE yang lebih agresif (*hawkish*, cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi demi menekan inflasi).

Peristiwa 2025 menjadi pengingat bahwa geopolitik bisa memicu pasar energi—pelajaran yang masih relevan. Dengan Brent saat ini di sekitar US$87 per barel dan ketegangan Timur Tengah tetap tinggi, membeli *call options* minyak (opsi beli: hak membeli di harga tertentu) bisa menjadi strategi langsung untuk mengambil peluang sekaligus melindungi diri dari lonjakan harga mendadak akibat gangguan pasokan baru.

Kita melihat tahun lalu bagaimana cerita pasar bisa cepat berubah dan memicu pergerakan tajam pasangan mata uang. Kondisi penuh ketidakpastian bank sentral saat ini menunjukkan *implied volatility* pada opsi GBP/USD (perkiraan volatilitas yang “terbaca” dari harga opsi) bisa masih terlalu rendah. Strategi seperti *straddle* (membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus di harga yang sama, untung bila harga bergerak besar ke salah satu arah) dapat menjadi pendekatan yang lebih hati-hati dalam beberapa pekan ke depan.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Data FXStreet menunjukkan harga emas di Uni Emirat Arab melemah, seiring penurunan tarif lokal

Harga emas di Uni Emirat Arab turun pada Senin, berdasarkan data FXStreet. Harga emas tercatat AED 565,51 per gram, turun dari AED 570,31 pada Jumat.

Emas turun ke AED 6.595,88 per tola (satuan berat yang umum dipakai di Asia Selatan, sekitar 11,66 gram) dari AED 6.652,04 pada Jumat. Harga lain yang tercantum adalah AED 5.655,11 untuk 10 gram dan AED 17.588,24 per troy ounce (ons troy, satuan untuk logam mulia, sekitar 31,1035 gram).

Metode Penetapan Harga Emas UEA

FXStreet menghitung harga emas UEA dengan mengonversi harga internasional memakai kurs USD/AED dan satuan lokal. Harga diperbarui harian memakai harga pasar saat publikasi, dan hanya sebagai acuan karena harga di pasar lokal bisa berbeda.

Bank sentral adalah pemegang emas terbesar dan dapat membelinya untuk menyebar risiko cadangan (diversifikasi, yaitu tidak hanya menyimpan aset dalam satu jenis). Menurut World Gold Council, bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, tertinggi sepanjang catatan.

Harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan obligasi pemerintah AS (US Treasuries, surat utang negara AS yang jadi acuan pasar). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Penggerak harga antara lain geopolitik, kekhawatiran resesi (perlambatan ekonomi), suku bunga, dan kekuatan Dolar AS, karena emas dihargai dalam dolar.

Kami melihat penurunan kecil harga emas. Ini dapat dianggap koreksi sementara (pullback, penurunan singkat setelah naik) dan bukan perubahan arah tren utama. Penurunan ini terjadi setelah kenaikan besar (rally, lonjakan harga) selama setahun terakhir. Pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka) dapat melihatnya sebagai momen untuk menilai posisi baru.

Prospek Perdagangan Emas

Dasar fundamental emas tetap kuat karena perubahan sikap terhadap suku bunga. Setelah kenaikan suku bunga yang agresif hingga 2025, bank sentral utama kini memberi sinyal menuju pelonggaran kebijakan moneter (monetary easing, langkah membuat suku bunga lebih rendah atau likuiditas lebih longgar). Karena emas tidak memberi imbal hasil (non-yielding, tidak ada bunga/dividen), emas biasanya lebih menarik saat suku bunga turun.

Pembelian oleh bank sentral terus menjadi penopang harga (floor, batas bawah yang menahan penurunan). Data terbaru menunjukkan bank sentral, terutama di negara berkembang, masih menjadi pembeli bersih besar pada awal 2026, menyerap lebih dari 800 ton dalam 12 bulan terakhir. Permintaan stabil ini membatasi risiko penurunan dan menunjukkan pelaku institusi (institutional players, lembaga besar seperti bank sentral dan manajer aset) masih optimistis.

Ketidakstabilan geopolitik juga menopang harga, dengan memanasnya kembali ketegangan dagang yang menambah ketidakpastian global. Kondisi ini cenderung menekan Dolar AS, yang hubungannya berlawanan arah dengan harga emas. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri, sehingga bisa mendorong permintaan.

Dengan latar ini, penurunan harga terbaru terlihat menarik untuk strategi bullish (strategi yang bertaruh harga naik). Kami menilai trader dapat mempertimbangkan membeli opsi call (hak membeli di harga tertentu sebelum jatuh tempo) atau membentuk bull call spread (strategi opsi: membeli call pada strike lebih rendah dan menjual call pada strike lebih tinggi untuk menekan biaya dan membatasi keuntungan maksimum). Strategi ini memberi peluang ikut kenaikan sambil mengelola risiko di pasar yang masih bergejolak (volatile, mudah naik-turun).

Emas Susut Akibat Pengukuhan Dolar

Perkara Utama

  • XAUUSD didagangkan pada 4,790.96, turun 41.56 (-0.86%), selepas mencecah 4,814.37 dan merosot ke 4,737.11.
  • Emas spot susut ke $4,794.21, manakala futures Jun merosot ke $4,813.70 apabila dolar dan hasil Perbendaharaan meningkat.
  • Penutupan semula Selat Hormuz dan rampasan sebuah kapal kargo Iran menolak harga minyak naik sekali lagi, menghidupkan semula kebimbangan inflasi serta melemahkan permintaan terhadap emas yang tidak menawarkan pulangan.

Harga emas menurun apabila pasaran kembali kepada corak makro yang mewarnai fasa awal konflik AS-Iran. Harga minyak sedang meningkat, dolar mengukuh, dan hasil bon meningkat. Gabungan ini jelas mewujudkan persekitaran jangka pendek yang mencabar untuk emas, walaupun ketegangan global memuncak. Emas spot kini pada paras $4,794.21, manakala futures Jun diselaraskan kepada $4,813.70.

Situasi semasa membuka ruang untuk memberi tumpuan kepada tekanan inflasi yang mempengaruhi pasaran, bukannya semata-mata kepada permintaan aset lindung nilai.

Pedagang memantau rapat potensi kesan krisis tenaga yang kembali memuncak, yang boleh menyebabkan kadar faedah kekal tinggi lebih lama daripada jangkaan.

Senario ini akhirnya boleh menekan harga emas, sekali gus menekankan kepentingan memahami dinamik ini dalam konteks trend pasaran dan perkembangan konflik.

Minyak dan Dolar Menjadi Punca Tekanan

Titik tekanan utama ialah kembalinya tekanan tenaga. Hormuz ditutup semula, trafik marin kekal terkekang, dan pasaran menganggap rampasan terbaharu kapal kargo Iran sebagai petanda gencatan senjata mungkin gagal sebelum benar-benar stabil. Ini menolak minyak mentah lebih tinggi dan mengembalikan kebimbangan inflasi ke hadapan.

Dalam masa yang sama, dolar mengukuh apabila pedagang kembali kepada pendedahan dolar defensif. Dolar yang lebih kukuh menjadikan emas lebih mahal untuk pembeli bukan dolar, manakala hasil Perbendaharaan yang lebih tinggi meningkatkan kos peluang memegang aset yang tidak memberikan pulangan. Emas boleh menahan salah satu halangan ini untuk seketika. Namun, ia lebih sukar apabila kedua-duanya hadir serentak.

Jangkaan Inflasi Mengambil Keutamaan

Pasaran kini melihat emas kurang sebagai lindung nilai terhadap krisis dan lebih sebagai aset yang sensitif kepada kadar faedah. Peralihan ini penting. Harga tenaga yang meningkat sekali lagi mempengaruhi jangkaan inflasi, mendorong pedagang mengurangkan harapan terhadap dasar monetari yang lebih longgar.

Laporan awal mengenai konflik telah pun mencetuskan peningkatan ketara dalam jangkaan inflasi AS dan harga petrol, dan lonjakan terkini harga minyak kini berisiko mengukuhkan lagi trend tersebut.

Ini meletakkan emas dalam kedudukan yang serba tidak kena. Ia masih mendapat manfaat daripada permintaan lindung nilai inflasi jangka panjang, tetapi dalam jangka pendek ia kehilangan sokongan apabila inflasi menolak hasil dan dolar naik lebih pantas daripada kadar pedagang menambah pendedahan kepada emas.

Permintaan Fizikal Tidak Mencukupi

Selain itu, tidak banyak bantuan daripada permintaan barang kemas. Harga yang tinggi mengehadkan pembelian semasa musim perayaan di India, manakala permintaan pelaburan hanya bertambah baik secara sederhana. Ini menunjukkan pasaran belum lagi melihat bidaan fizikal yang cukup luas untuk menyerap tekanan makro.

Perak, platinum dan paladium turut merosot, menandakan pelarasan yang lebih menyeluruh dalam logam berharga, bukan sekadar perubahan pada emas. Pasaran sedang menentukur semula secara menyeluruh susulan dinamik dolar yang lebih kukuh dan kebimbangan baharu bahawa gencatan senjata mungkin runtuh.

Tinjauan Teknikal XAUUSD

XAUUSD didagangkan berhampiran 4791, mereda sedikit ketika harga terus bergerak mendatar selepas pemulihannya daripada paras rendah 4098. Struktur yang lebih luas menunjukkan fasa penstabilan, dengan emas bergelut untuk membina momentum selepas merampas semula kawasan pertengahan julat. Lilin terkini mencerminkan ketidaktentuan, apabila harga berulang kali menguji tetapi gagal menembusi dengan bersih di atas rintangan berdekatan.

Dari sudut teknikal, pasaran terikat julat dengan kecenderungan menurun ringan dalam jangka pendek. Harga berlegar sedikit di bawah purata bergerak 5 hari (4809) dan 10 hari (4772), yang semakin mendatar dan mula bertindak sebagai rintangan dinamik.

Purata bergerak 20 hari (4662) kekal di bawah sebagai asas sokongan, menunjukkan penurunan masih terkawal kecuali paras tersebut ditembusi.

Paras utama untuk diperhatikan:

  • Sokongan: 4770 → 4660 → 4410
  • Rintangan: 4815 → 4900 → 5050

Emas kini berada sedikit di bawah zon rintangan 4815. Pergerakan kembali di atas paras ini boleh mengubah momentum dan membuka ruang ke arah 4900. Namun, penolakan berulang di sini mengehadkan kenaikan buat masa ini.

Di bahagian bawah, 4770 bertindak sebagai sokongan segera. Penembusan di bawah paras ini boleh membawa kepada pembetulan lebih dalam menuju 4660, yang sejajar dengan purata bergerak 20 hari serta sokongan struktur utama.

Secara keseluruhan, XAUUSD sedang berkonsolidasi dalam julat yang ketat, tanpa pembeli atau penjual menguasai dengan jelas. Pergerakan seterusnya berkemungkinan didorong oleh penembusan rintangan 4815 atau sokongan 4770, yang akan memberikan hala tuju lebih jelas bagi trend jangka pendek.

Perkara Seterusnya Yang Perlu Diperhatikan Pedagang

Pergerakan seterusnya bergantung kepada sama ada keretakan gencatan senjata menjadi lebih teruk dan sama ada minyak terus meningkat. Jika Hormuz kekal ditutup dan minyak mentah terus menaik, dolar dan hasil mungkin kekal kukuh sehingga mengekalkan tekanan ke atas emas.

Jika ketegangan reda semula dan harga tenaga berundur, emas boleh stabil dengan cepat kerana carta keseluruhan masih belum rosak.

Soalan Pedagang

Mengapa Emas Jatuh Walaupun Ketegangan Geopolitik Meningkat Semula?

Emas jatuh kerana pasaran lebih menumpukan kepada saluran inflasi dan kadar faedah berbanding saluran aset selamat. Dolar yang lebih kukuh, hasil Perbendaharaan yang lebih tinggi, dan harga minyak yang meningkat menjadikan emas kurang menarik dalam jangka pendek, walaupun ketegangan AS-Iran bertambah buruk. Emas spot baru-baru ini turun 0.7% kepada $4,794.21, manakala futures Jun jatuh 1.3% kepada $4,813.70.

Mengapa Dolar Yang Lebih Kukuh Menekan Harga Emas?

Emas diniagakan dalam dolar, jadi dolar yang lebih kukuh menjadikan emas lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata wang lain. Ini biasanya melemahkan permintaan pada margin dan boleh menolak harga lebih rendah, terutamanya apabila hasil turut meningkat.

Mengapa Harga Minyak Yang Lebih Tinggi Menjejaskan Emas Bukannya Membantu?

Harga minyak yang lebih tinggi menghidupkan semula kebimbangan inflasi dan menolak hasil lebih tinggi. Emas boleh berfungsi sebagai lindung nilai inflasi dari masa ke masa, tetapi dalam jangka terdekat ia sering tertekan apabila inflasi mendorong kadar faedah dan dolar meningkat lebih pantas daripada kadar pelabur menambah pendedahan kepada emas.

Apakah Peranan Selat Hormuz Dalam Pergerakan Emas?

Penutupan semula Selat Hormuz menolak harga minyak lebih tinggi dan mengembalikan fokus kepada kejutan inflasi. Pasaran menganggapnya sebagai sebab untuk membeli dolar dan menilai semula hasil, sekali gus membebankan emas.

Mengapa Emas Tidak Bertindak Seperti Aset Selamat Klasik Buat Masa Ini?

Pasaran menganggap emas lebih sebagai aset sensitif kadar berbanding lindung nilai krisis semata-mata. Apabila risiko perang menaikkan minyak, dan minyak menaikkan jangkaan inflasi, kesan serta-merta boleh berupa hasil yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kukuh—kedua-duanya menekan emas.

Berapa Banyak Emas Telah Jatuh Sejak Konflik Bermula?

Emas telah jatuh kira-kira 8% sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke atas Iran pada akhir Februari, menurut liputan pasaran terkini. Ini mencerminkan sejauh mana kebimbangan kadar “lebih tinggi untuk lebih lama” telah mengatasi permintaan aset selamat yang lazim.

Mula berdagang sekarang – Klik di sini untuk membuat akaun sebenar VT Markets

USD/JPY Dekati 159,00, Konflik AS-Iran dan Penutupan Selat Hormuz Tekan Yen; Kekhawatiran Intervensi Meningkat

USD/JPY naik mendekati 159,00 pada awal perdagangan Eropa, Senin. Yen Jepang melemah karena ketegangan AS-Iran kembali meningkat dan laporan bahwa Selat Hormuz ditutup ikut mendukung Dolar AS. Selat Hormuz adalah jalur laut utama untuk pengiriman minyak dunia; penutupan jalur ini biasanya mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman, termasuk Dolar AS.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu mengatakan Marinir AS mengambil alih sebuah kapal yang mencoba melewati blokade Amerika atas pelabuhan Iran, menurut Guardian. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan blokade AS atas pelabuhan dan garis pantai Iran adalah tindakan agresi yang melanggar gencatan senjata (kesepakatan menghentikan tembakan sementara).

Ketegangan Geopolitik Mengangkat Dolar

Sengketa yang berlanjut ini menopang Dolar AS dalam jangka dekat. Hal ini menjaga USD/JPY tetap menguat di sekitar 159,00.

Gubernur Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) Kazuo Ueda pada Jumat menghindari sinyal kenaikan suku bunga pada April, dengan alasan ketidakpastian dari “guncangan pasokan negatif” (gangguan pasokan yang membuat barang/energi lebih sulit didapat sehingga harga terdorong naik) terkait perang. Pasar secara luas memperkirakan BoJ menahan suku bunga setidaknya hingga Juni 2026.

Pejabat Jepang juga meningkatkan pemantauan nilai tukar. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan Jepang memantau pasar dengan “rasa urgensi yang tinggi” dan bisa bertindak terhadap pergerakan spekulatif (pergerakan yang didorong transaksi jangka pendek untuk mencari untung cepat, bukan kebutuhan ekonomi riil).

Fokus Pasar Bergeser ke Kebijakan Moneter

Saat ini, risiko geopolitik dari Iran mereda, dan fokus beralih sepenuhnya ke kebijakan moneter (arah suku bunga dan langkah bank sentral mengatur likuiditas). Data inflasi inti (core CPI, inflasi yang biasanya tidak memasukkan harga pangan dan energi yang sangat bergejolak) Jepang terbaru tetap tinggi di 2,8%, jauh di atas target BoJ, sehingga tekanan agar bank sentral bertindak meningkat. Dengan pasangan mata uang ini naik kembali ke 156,50, pasar kini memasang harga peluang hampir pasti untuk kenaikan suku bunga pada rapat Juni 2026.

Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), situasi ini mengubah strategi dari mengantisipasi intervensi mendadak menjadi bersiap untuk perubahan kebijakan yang terjadwal. Opsi adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual di harga tertentu. Strategi sebelumnya, membeli put out-of-the-money (opsi jual dengan harga kesepakatan di bawah harga pasar saat ini, biasanya lebih murah namun butuh pergerakan besar agar bernilai), dulu cocok sebagai lindung nilai terhadap intervensi pada 2025. Kini fokusnya sebaiknya pada rapat BoJ Juni. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah membeli straddle atau strangle yang jatuh tempo akhir Juni untuk menangkap potensi lonjakan volatilitas (gejolak harga) di sekitar keputusan bank sentral. Straddle adalah membeli opsi beli (call) dan opsi jual (put) pada harga kesepakatan yang sama, sedangkan strangle membeli call dan put pada harga kesepakatan berbeda, biasanya lebih murah namun butuh pergerakan lebih besar.

Di Pakistan, data menunjukkan harga emas turun, dengan angka yang dihimpun sumber tersebut pada Senin, menurut FXStreet

Harga emas di Pakistan turun pada Senin, berdasarkan data yang dihimpun FXStreet. Emas dipatok di PKR 43.088,14 per gram, turun dari PKR 43.444,40 pada Jumat.

Harga per tola (satuan berat emas yang umum dipakai di Asia Selatan, sekitar 11,66 gram) turun menjadi PKR 502.571,00 dari PKR 506.727,00 pada Jumat. Tarif lain yang tercantum adalah PKR 430.880,90 untuk 10 gram dan PKR 1.340.221,00 per troy ounce (ons troy, satuan internasional untuk logam mulia, sekitar 31,10 gram).

Cara Perhitungan Harga Emas Lokal

FXStreet menghitung harga emas lokal dengan mengonversi harga internasional menggunakan kurs USD/PKR (nilai tukar Dolar AS terhadap Rupee Pakistan) dan satuan ukuran setempat. Harga diperbarui setiap hari saat publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda.

Bank sentral adalah pemegang emas terbesar. Mereka menambah 1.136 ton (ton metrik) senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, menurut World Gold Council, total tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (surat utang pemerintah AS), dan juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Harga juga dapat bereaksi terhadap peristiwa geopolitik, kekhawatiran resesi (perlambatan ekonomi), dan perubahan suku bunga, karena emas dihargai dalam Dolar AS.

Outlook Dan Pertimbangan Trading

Pembicaraan bahwa Federal Reserve (bank sentral AS) akan mulai memangkas suku bunga akhir tahun ini menjadi pendorong besar bagi emas. Data inflasi AS melandai pada kuartal terakhir 2025, yang menguatkan alasan suku bunga lebih rendah. Karena emas tidak memberi imbal hasil (tidak ada bunga atau kupon), emas cenderung lebih menarik saat suku bunga turun.

Permintaan stabil dari bank sentral juga perlu diperhitungkan karena membantu menahan penurunan harga. Pada 2025, bank sentral di negara berkembang kembali menjadi pembeli besar, dengan People’s Bank of China (bank sentral China) menambah cadangan secara signifikan setiap bulan. Permintaan dasar ini menjadi sinyal naik jangka panjang yang kuat.

Pelemahan Dolar AS belakangan juga mendukung kenaikan harga emas, karena dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri. Dollar Index (DXY, indeks yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) bergerak di bawah level 104, mencerminkan ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga. Ketidakpastian geopolitik yang berlarut turut menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven, aset yang biasanya dicari saat pasar tidak pasti).

Bagi trader derivatif (instrumen turunan, yaitu produk yang nilainya mengikuti aset acuan seperti emas), ini mengarah pada strategi membeli call option (opsi beli, hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu) dengan jatuh tempo tiga hingga enam bulan. Strategi ini memungkinkan mengambil peluang kenaikan harga yang dipicu pemangkasan suku bunga tanpa menanggung risiko penuh menyimpan emas fisik. Cari strike (harga pelaksanaan opsi) sedikit di atas kisaran harga saat ini untuk menyeimbangkan biaya dan potensi untung.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Emas Rebound dari Level Terendah Mingguan, Namun Kenaikan Imbal Hasil AS Menahan Penguatan di Atas SMA 100 Jam

Emas diperdagangkan di bawah US$4.800 dan memantul terbatas dari area US$4.737–US$4.738, level terendah sepekan yang tercapai di sesi Asia pada Senin. Harga naik menuju US$4.815 seiring pelemahan Dolar AS dari level tertinggi sepekan.

Lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury, surat utang pemerintah) naik. Yield yang lebih tinggi membatasi kenaikan emas karena emas tidak memberikan imbal hasil berkala (non-yielding, tidak ada bunga/kupon).

Risiko Gencatan Senjata Hormuz

Ketegangan meningkat di Selat Hormuz menjelang berakhirnya tenggat gencatan senjata pada 22 April. Angkatan Laut AS menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman saat terjadi blokade (pemblokiran jalur pelayaran).

Iran menyebut tindakan itu melanggar gencatan senjata dan kembali menutup Selat tersebut setelah sempat dibuka usai gencatan 10 hari antara Israel dan Hezbollah (kelompok militan Lebanon) pada Jumat. Presiden Donald Trump mengatakan blokade akan berlanjut sampai ada kesepakatan damai.

Gedung Putih mengatakan Wakil Presiden JD Vance akan memimpin delegasi kedua untuk pembicaraan lanjutan. Media pemerintah Iran menyebut pejabat tidak akan ikut selama blokade masih berlaku.

Pasar menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed menurun, dengan FedWatch Tool (alat CME untuk memantau probabilitas kebijakan suku bunga The Fed berdasarkan harga kontrak berjangka) menunjukkan sekitar 40% peluang pemangkasan suku bunga pada akhir tahun. Kenaikan emas belakangan ini bermula dari area swing low Maret (titik terendah sementara dalam pergerakan harga) di sekitar US$4.100.

Secara teknikal, harga sulit bertahan di atas SMA 100 jam (Simple Moving Average, rata-rata pergerakan sederhana) di US$4.805,60. RSI (Relative Strength Index, indikator kekuatan momentum) berada di sekitar 44, dan MACD (Moving Average Convergence Divergence, indikator momentum/tren) tetap negatif, dengan resistensi (area hambatan kenaikan) di rata-rata yang sama.

Pengaturan Strategi Volatilitas

Dengan emas terjepit antara penguatan dolar dan ekspektasi The Fed yang cenderung dovish (condong melonggarkan kebijakan, seperti menurunkan suku bunga), faktor paling dekat adalah tenggat gencatan senjata 22 April. Kebuntuan di Selat Hormuz menciptakan ketidakpastian besar dan menahan emas di bawah level kunci US$4.800. Ketegangan menjelang tenggat penting ini meningkatkan peluang pergerakan harga tajam.

Karena hasilnya bersifat “biner” (dua kemungkinan utama: membaik atau memburuk), trader dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari lonjakan volatilitas (naik-turunnya harga yang membesar), bukan menebak arah. Membeli opsi straddle atau strangle (strategi opsi untuk mengambil keuntungan dari pergerakan besar; straddle membeli call dan put pada strike yang sama, strangle pada strike berbeda) dengan jatuh tempo awal Mei memungkinkan mengambil manfaat dari ayunan besar, baik reli karena kesepakatan damai maupun penurunan tajam karena konflik memburuk. Risiko strategi ini terukur (kerugian maksimum biasanya sebatas premi opsi) sehingga sesuai untuk faktor geopolitik berisiko tinggi.

Pandangan ini didukung kenaikan CBOE Gold Volatility Index/GVZ (indeks volatilitas emas, mengukur volatilitas tersirat dari opsi emas) yang naik ke 21,5 dalam beberapa hari terakhir, naik tajam dari rata-rata 16,8 pada Maret 2026. Data menunjukkan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang “tercermin” dalam harga opsi) pada opsi emas at-the-money (harga strike mendekati harga pasar saat ini) untuk jatuh tempo bulan depan melonjak lebih dari 25% hanya dalam sepekan. Ini mengindikasikan pasar sedang “mematok” peluang pergerakan besar, sehingga volatilitasnya sendiri bisa diperdagangkan.

Jika harus mengambil pandangan arah, tekanan jangka dekat cenderung ke bawah selama emas tetap di bawah SMA sederhana US$4.805. Dolar AS yang menguat—dengan indeks trade-weighted (indeks nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang mitra dagang, dibobot menurut perdagangan) menyentuh level tertinggi enam pekan di 106,50—menjadi hambatan utama. Jika pembicaraan gagal, emas berpotensi cepat menguji kembali level rendah US$4.737, sehingga opsi put (hak menjual) atau bear put spread (strategi put untuk memanfaatkan penurunan dengan biaya lebih rendah dan risiko terukur) dinilai menarik karena risikonya jelas.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Data menunjukkan harga emas di India turun, dengan FXStreet menyusun data yang mengindikasikan penurunan hari ini

Harga emas di India turun pada Senin, berdasarkan data FXStreet. Emas dipatok di INR 14.338,81 per gram, turun dari INR 14.461,07 pada Jumat.

Emas juga turun ke INR 167.244,20 per tola dari INR 168.670,10 pada Jumat.

Bagaimana Harga Dihitung

Harga lain yang tercantum adalah INR 143.390,50 untuk 10 gram dan INR 445.990,90 per troy ounce (ons troy, satuan berat khusus logam mulia).

FXStreet menghitung harga emas di India dengan mengonversi harga internasional memakai kurs USD/INR (nilai tukar dolar AS terhadap rupee India) dan satuan lokal. Harga diperbarui setiap hari saat publikasi dan hanya sebagai referensi, karena harga di pasar lokal bisa berbeda.

Bank sentral dilaporkan sebagai pemegang emas terbesar. Data World Gold Council (Dewan Emas Dunia) menyebut bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Emas sering disebut sebagai penyimpan nilai (aset yang cenderung menjaga daya beli) dan pelindung dari inflasi (kenaikan harga umum) serta pelemahan mata uang. Pergerakan emas juga kerap terkait dengan dolar AS, obligasi pemerintah AS (US Treasuries, surat utang negara AS), suku bunga, dan selera risiko pasar. Emas diperdagangkan dalam dolar AS (XAU/USD, kode emas terhadap dolar).

Mengapa Penurunan Ini Bisa Penting

Mengingat penurunan harga hari ini kecil, ini bukan tanda pelemahan, melainkan bisa menjadi titik masuk (kesempatan membeli). Tren besar emas masih kuat, menembus puncak sebelumnya pada 2024 dan bergerak mendatar (konsolidasi) sepanjang sebagian besar 2025. Koreksi kecil ini bisa menjadi peluang sebelum kenaikan berikutnya.

Kondisi fundamental (faktor ekonomi dasar yang memengaruhi harga) tetap mendukung emas. Setelah rangkaian kenaikan suku bunga berakhir pada 2024, inflasi masih sulit turun. Data CPI AS (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) terbaru untuk Maret 2026 berada di 2,9%, masih di atas target. Pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 60% bahwa The Fed (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga pada kuartal IV, sehingga memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih menarik.

Perlu diingat permintaan besar dan konsisten dari bank sentral. Setelah pembelian rekor pada 2022 dan 2023, data World Gold Council menunjukkan bank sentral global menambah 1.037 ton ke cadangan pada 2024 dan terus membeli kuat sepanjang 2025. Permintaan ini menjadi “lantai” harga (penyangga yang menahan penurunan), sehingga risiko turun untuk transaksi jangka pendek lebih terbatas.

Pergerakan dolar AS belakangan menjadi sinyal penting. Setelah menguat hingga akhir 2025 dan menahan kenaikan emas, indeks dolar (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) kini turun menembus level kunci 103 untuk pertama kalinya tahun ini. Dolar yang melemah secara historis menjadi pendorong bagi harga emas.

Dengan ketegangan geopolitik berlanjut dan indeks volatilitas VIX (ukuran perkiraan gejolak pasar saham AS) naik dari titik terendah 2025, peran emas sebagai aset safe haven (aset yang dicari saat pasar bergejolak) makin penting. Kondisi ini membuat pelaku pasar bisa mempertimbangkan opsi (kontrak derivatif yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk beli/jual) untuk mengelola risiko dan bersiap jika harga naik. Strategi seperti bull call spread (membeli opsi call dan menjual opsi call lain pada harga yang lebih tinggi untuk membatasi biaya sekaligus membatasi potensi untung) dapat dipakai untuk mengejar peluang kenaikan dengan risiko yang sudah ditentukan.

Indeks industri tersier Jepang turun 0,4% secara bulanan pada Februari, berbalik arah dari kenaikan 1,7% pada Januari

Indeks Industri Tersier (Tertiary Industry Index) Jepang turun 0,4% secara bulanan (month on month/bulan ke bulan) pada Februari. Ini terjadi setelah naik 1,7% pada bulan sebelumnya.

Data terbaru menunjukkan perubahan dari pertumbuhan menjadi kontraksi (kontraksi berarti aktivitas menyusut) dalam sebulan. Indeks ini melacak output (hasil produksi/aktivitas) bulanan sektor jasa Jepang.

Implikasi bagi Sektor Jasa Jepang

Data terbaru yang menunjukkan Indeks Industri Tersier Jepang turun 0,4% pada Februari merupakan pembalikan dari pertumbuhan 1,7% sebelumnya. Ini menjadi sinyal pelemahan sektor jasa domestik, yang menjadi penopang utama ekonomi. Kami menilai hal ini membuat narasi pemulihan ekonomi Jepang yang berkelanjutan—yang sebelumnya sudah diantisipasi pasar dalam harga (priced in: sudah “tercermin” di harga aset)—menjadi diragukan.

Pelemahan jasa ini membuat Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) kecil kemungkinan akan mengetatkan kebijakan (tightening: menaikkan suku bunga atau mengurangi stimulus) dalam waktu dekat. Data inflasi inti (core CPI: inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti makanan segar) Maret, yang berada di bawah perkiraan pasar (consensus: rata-rata perkiraan analis) di 1,9%, mendukung sikap dovish (dovish: cenderung menahan suku bunga tetap rendah/longgar). Karena itu, kami melihat strategi yang diuntungkan dari yen yang lebih lemah, dengan potensi USD/JPY bergerak di atas level 158.

Bagi pelaku pasar saham, kondisi ini menjadi hambatan bagi Nikkei 225 karena konsumsi domestik tampak melemah. Data penjualan ritel Maret pekan lalu yang tidak memenuhi ekspektasi menegaskan lemahnya konsumen. Karena itu, kami mempertimbangkan membeli opsi put (put option: kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu) pada indeks untuk lindung nilai (hedge: mengurangi risiko) terhadap potensi penurunan dalam beberapa minggu ke depan.

Fokus pasar kini bergeser dari pemulihan ke kekhawatiran stagflasi (stagflation: ekonomi lemah tetapi inflasi tetap tinggi), terutama karena harga komoditas global masih kuat. Perubahan cepat pada kondisi domestik ini menuntut evaluasi ulang posisi bullish (bullish: bertaruh harga naik) yang sudah lama dipegang.

Penempatan Opsi Menjelang Rapat BoJ

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code