GBP/USD menghentikan kenaikan pada Rabu dan diperdagangkan di sekitar 1,3570. Optimisme awal soal kemungkinan kembalinya pembicaraan AS-Iran mereda, sehingga permintaan terhadap aset berisiko (aset yang harganya mudah berfluktuasi, seperti saham dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi) ikut turun.
Saham AS tetap menguat sepanjang sesi. Dolar AS juga stabil setelah sempat turun ke level terendah enam pekan.
Tren Mulai Kehilangan Tenaga
GBP/USD yang bertahan di sekitar 1,3570 sering menjadi tanda klasik bahwa tren naik mulai kehilangan tenaga. Meredanya optimisme atas isu geopolitik, seperti pembicaraan Iran, biasanya membuat pelaku pasar menahan diri dari mengambil risiko. Pada fase seperti ini, dolar AS kerap menemukan titik penahan setelah melemah beberapa waktu.
Bagi trader derivatif (produk turunan; instrumen yang nilainya mengikuti aset acuan seperti mata uang), kondisi ini bisa menjadi sinyal untuk mempertimbangkan posisi yang diuntungkan bila pound turun. Membeli opsi put GBP/USD (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk “menjual” GBP/USD pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) adalah cara langsung untuk bertaruh dolar menguat dari posisi terendah enam pekan. Strategi ini untung jika pasangan mata uang turun, sementara risiko dibatasi pada premi (biaya) yang dibayar untuk opsi.
Pandangan ini didukung data ekonomi April 2026 yang menunjukkan suku bunga acuan The Fed (bunga kebijakan utama bank sentral AS) di 5,00%, sehingga memberikan selisih imbal hasil (yield differential; perbedaan tingkat bunga yang memengaruhi arus dana) yang menguntungkan dibanding suku bunga Bank of England 4,75%. Selain itu, klaim pengangguran AS (unemployment claims; jumlah pengajuan tunjangan pengangguran mingguan) tetap rendah di sekitar 210.000, menandakan pasar tenaga kerja yang kuat dan mendukung dolar. Ini berlawanan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Inggris yang lebih lambat pada kuartal berjalan.
Kami melihat pola serupa saat menengok dinamika 2025 terhadap reaksi pasar pada data inflasi global. Dolar sempat membentuk dasar (bottom; area harga terendah sebelum berbalik) lalu naik bertahap, yang mendorong GBP/USD turun pada bulan-bulan berikutnya. Pola historis seperti ini menunjukkan jeda sering menjadi pembuka untuk pergerakan arah baru.
Strategi lain adalah memanfaatkan minimnya momentum naik itu sendiri. Karena pasangan ini bergerak stabil, posisi yang diuntungkan oleh peluruhan nilai waktu (time decay; nilai opsi berkurang seiring mendekati jatuh tempo) dan pergerakan mendatar (sideways) menjadi menarik. Ini pendekatan yang lebih konservatif untuk memanfaatkan pasar yang sedang “bernapas”.
Kondisi Pergerakan Mendatar
Menjual opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan harga kesepakatan di atas harga pasar saat ini, sehingga peluang dieksekusi lebih kecil) atau membangun bear call spread (strategi gabungan: jual call di strike lebih rendah dan beli call di strike lebih tinggi untuk membatasi risiko) pada GBP/USD dapat menghasilkan pendapatan dari stabilnya harga. Posisi ini diuntungkan bila pasangan tetap di bawah level tertentu, sejalan dengan gagasan bahwa kenaikannya terhenti. Pendekatan ini efektif bila pasar diperkirakan turun perlahan atau bergerak dalam rentang (range-bound; naik-turun di kisaran terbatas) dalam beberapa pekan ke depan.
Faktor geopolitik selalu menambah ketidakpastian, dan meredanya pembicaraan sama kuatnya sebagai penggerak pasar dibanding keberhasilannya. Lingkungan optimisme yang mereda ini lebih cocok untuk strategi dengan risiko terukur seperti spread dibanding menahan posisi futures (kontrak berjangka; perjanjian membeli/menjual aset di tanggal mendatang) secara langsung. Trader perlu waspada karena perubahan sentimen mendadak dapat cepat mengubah pijakan dolar yang masih rapuh.