Back

Elias Haddad dari BBH mengatakan pasar sedang berkonsolidasi, seiring investor memantau apakah gencatan senjata AS-Iran bertahan

Pasar global bergerak terbatas karena perhatian masih tertuju pada apakah gencatan senjata AS-Iran akan bertahan. Minyak mentah Brent berada di bawah $100 per barel, sementara pasar saham dan obligasi berhenti sejenak setelah kenaikan belakangan ini.

Indeks saham dunia MSCI mencapai rekor tertinggi. Imbal hasil obligasi pemerintah berjangka panjang (yield, yaitu tingkat hasil yang diminta investor) sedikit turun di berbagai ekonomi utama, dan dolar AS bergerak melemah setelah sempat pulih dari penurunan hari sebelumnya.

Pasar Fokus pada Gencatan Senjata dan Energi

BBH memperkirakan dolar dalam beberapa bulan ke depan terutama dipengaruhi perbedaan suku bunga antarnegara (rate differentials, yaitu selisih tingkat bunga yang membuat arus dana berpindah ke mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi). BBH memproyeksikan DXY (Dollar Index, indeks nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) bertahan di kisaran 96,00–100,00 dalam beberapa bulan ke depan.

Bank tersebut menilai guncangan energi (energy shock, gejolak besar pada harga/pasokan energi) mungkin belum selesai, tetapi fase terburuk diperkirakan sudah lewat, dengan akhir Maret disebut sebagai titik terendah sentimen risiko (risk sentiment, selera investor terhadap aset berisiko). BBH juga tetap berpandangan dolar akan melemah dalam jangka struktural, dengan alasan kekhawatiran atas kebijakan dagang dan keamanan AS, kredibilitas fiskal AS (kemampuan pemerintah menjaga kesehatan anggaran dan utang), serta politisasi The Fed (risiko kebijakan bank sentral dipengaruhi kepentingan politik).

Kami mengingat bagaimana pasar pada 2025 bergerak terbatas di sekitar isu gencatan senjata AS-Iran, yang membantu menjaga sentimen risiko stabil dan harga minyak Brent di bawah $100 per barel untuk sementara. Namun, masa relatif tenang itu bergeser menjadi ketidakpastian baru. Dengan citra satelit terbaru yang menunjukkan aktivitas kembali di lokasi nuklir Iran, Brent merangkak naik ke $104 bulan ini, menegaskan guncangan energi belum sepenuhnya berakhir.

Penembusan Kisaran Dolar dan Perubahan Strategi

Pandangan tahun lalu bahwa Indeks Dolar (DXY) akan tetap di kisaran 96,00–100,00 terbukti menguntungkan sepanjang 2025 bagi pelaku pasar yang menjual volatilitas (selling volatility, strategi mencari untung dari perkiraan pergerakan harga akan tenang, biasanya lewat opsi). Namun, kisaran itu ditembus tegas ke bawah saat memasuki 2026, dengan DXY baru-baru ini menyentuh 94,75. Penembusan ini mengindikasikan pasar tidak lagi hanya bergerak berdasarkan selisih suku bunga semata.

Karena kisaran lama gagal bertahan, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang “terbaca” dari harga opsi) pada opsi dolar mulai naik dari level rendah tahun lalu, sehingga strategi seperti menjual strangle (strategi opsi menjual call dan put sekaligus di harga berbeda untuk mendapat premi, mengandalkan harga tetap bergerak sempit) menjadi kurang menarik. Kami menilai pelaku pasar kini dapat mempertimbangkan membeli put spread (strategi opsi membeli put dan menjual put lain untuk menekan biaya, sambil membatasi risiko) pada pasangan mata uang yang dipatok ke dolar (dollar-pegged, nilai mata uang dijaga agar mengikuti dolar). Strategi ini memungkinkan posisi untuk pelemahan dolar lebih lanjut dengan risiko yang lebih terukur di situasi yang berpotensi makin bergejolak.

Argumen pelemahan dolar yang sudah lama ada kini menjadi fokus utama pasar. Kekhawatiran atas kredibilitas fiskal AS meningkat, setelah laporan terbaru Congressional Budget Office menempatkan rasio utang terhadap PDB (debt-to-GDP ratio, ukuran besarnya utang dibanding ukuran ekonomi) AS di 110%, level yang tidak terlihat sejak Perang Dunia II. Tekanan fundamental ini berpotensi menahan dolar dalam waktu lama.

Selain itu, perubahan sikap The Fed yang lebih “dovish” (dovish pivot, cenderung mendukung suku bunga lebih rendah/pengetatan lebih lambat) pada kuartal I-2026 mengubah kondisi dibanding tahun lalu. Sementara Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga, pernyataan terbaru The Fed mengikis keunggulan imbal hasil dolar (yield advantage, daya tarik karena bunga/imbal hasil lebih tinggi). Perubahan ini menjadi alasan utama mengapa dolar berhenti menguat saat data ekonomi AS melampaui perkiraan (data surprises, selisih hasil data aktual versus ekspektasi pasar).

Strategis UOB menyebut GBP/USD berbalik arah di dekat 1,3600, dengan momentum yang melemah membatasi penurunan pada kisaran 1,3495–1,3555

GBP/USD berbalik turun setelah mendekati 1,3600. Perdagangan intrahari (pergerakan harga dalam satu hari) diperkirakan tetap di kisaran 1,3495 hingga 1,3555.

Pergerakan ini terjadi setelah naik ke 1,3595, dekat batas atas rentang 1,3545 hingga 1,3600. Setelah itu, pasangan ini turun ke 1,3518.

Momentum Jangka Pendek Melemah

Dalam pandangan 1 hingga 3 minggu, momentum naik melemah dan peluang penguatan Pound lebih lanjut menurun. Penurunan di bawah 1,3480 akan mengonfirmasi bahwa kenaikan terakhir sudah berhenti.

Kami melihat pola yang umum: momentum naik Pound memudar saat mendekati resistance (area hambatan kenaikan yang sering memicu aksi jual) yang penting. Pasangan mata uang ini kesulitan menembus level 1,2800 secara tegas setelah kenaikan kuat dari bawah 1,2600 bulan lalu. Ini mengindikasikan reli (kenaikan beruntun) saat ini mulai kehilangan tenaga.

Pada situasi serupa di awal 2025, Pound sempat berbalik turun tajam setelah mendekati 1,3600. Kenaikan tertahan dan dilanjutkan konsolidasi (bergerak naik-turun dalam rentang sempit), seiring berkurangnya keyakinan pasar untuk terus membeli. Contoh historis ini membuat kami lebih berhati-hati terhadap kemampuan pasangan ini untuk naik jauh lebih tinggi dari level saat ini.

Data inflasi Inggris terbaru untuk Maret 2026, yang berada di 2,5% dan cenderung “lengket” (turun lambat dan sulit kembali ke target), menjadi pendorong utama kekuatan Pound. Namun, kabar ini tampaknya sudah sepenuhnya “diprice-in” (sudah tercermin dalam harga pasar). Akibatnya, ruang kenaikan terbatas kecuali muncul pemicu baru yang mendukung Inggris.

Dukungan Dolar Membatasi Kenaikan

Dari sisi lain, data ekonomi AS yang kuat menjadi hambatan. Laporan Non-Farm Payrolls (NFP, data bulanan tenaga kerja AS di luar sektor pertanian) menunjukkan kenaikan 280.000 pekerjaan, memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve (bank sentral AS) tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga. Kekuatan dolar ini kemungkinan membatasi kenaikan GBP/USD dalam waktu dekat.

Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi), kondisi ini mengarah pada strategi menjual premium (menjual opsi untuk menerima premi/biaya di awal). Kami melihat peluang menjual call option (opsi beli, memberi hak membeli pada harga tertentu) dengan strike price (harga kesepakatan) di 1,2850 atau lebih tinggi. Strategi ini memanfaatkan pandangan bahwa reli akan tertahan dan pasangan bergerak dalam kisaran.

Selain itu, laporan Commitment of Traders (COT, laporan posisi pelaku pasar di kontrak berjangka) menunjukkan posisi spekulatif long (taruhan naik) pada Pound berada di level tertinggi dalam lebih dari setahun. Posisi yang terlalu padat seperti ini sering mendahului koreksi (penurunan sementara), karena pelemahan kecil bisa memicu gelombang aksi jual. Karena itu, perlu memantau tanda-tanda pelemahan.

Level kunci yang perlu diperhatikan adalah 1,2680, yang bertindak sebagai support (area penahan penurunan) terbaru. Penembusan tegas di bawah level ini akan mengonfirmasi bahwa kenaikan terbaru telah berakhir. Ini menandakan perubahan momentum dan meningkatkan peluang penurunan yang lebih dalam.

Washington mempertimbangkan kesepakatan Iran senilai US$20 miliar, menyusun langkah-langkah untuk mengekang pengayaan uranium dan meredakan pembicaraan konflik

AS dan Iran sedang membahas draf nota kesepahaman (MoU) tiga halaman, menurut laporan Axios. Pembahasan berfokus pada langkah-langkah terkait program nuklir Iran serta rencana yang disebut bertujuan mengakhiri konflik yang masih berlangsung.

Washington mempertimbangkan pelepasan sekitar US$20 miliar aset Iran yang dibekukan (dana yang ditahan di luar negeri dan tidak bisa digunakan Iran) sebagai imbalan Iran melepaskan stok uranium yang diperkaya (uranium dengan kadar U-235 lebih tinggi dari normal untuk mendukung program nuklir) yang diperkirakan hampir 2.000 kilogram. Axios menyebut sebagian material bisa dipindahkan ke negara ketiga, sementara sisanya “diencerkan” kadarnya (down-blended: kadar pengayaan diturunkan dengan mencampur uranium agar tidak lagi setinggi sebelumnya) di Iran di bawah pemantauan internasional (pengawasan lembaga internasional seperti IAEA).

Poin Penting dari Laporan Axios

Pembahasan juga mencakup jeda sukarela pengayaan nuklir (penghentian sementara tanpa paksaan), dengan AS mengusulkan 20 tahun dan Iran mengusulkan lima tahun. Axios melaporkan kemungkinan pembicaraan lanjutan akhir pekan ini di Islamabad, dengan Pakistan sebagai mediator (pihak penengah) dan dukungan dari Mesir serta Turki, meski perbedaan pendapat masih ada.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Jumat bahwa, sejalan dengan gencatan senjata (kesepakatan penghentian tembak-menembak) di Lebanon, semua kapal komersial dapat melintas di Selat Hormuz selama sisa periode gencatan senjata.

Di pasar, Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY: ukuran nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) turun 0,37% ke 97,80. Minyak WTI AS (West Texas Intermediate: patokan harga minyak mentah AS) turun 7,70% ke US$82,70, terendah dalam lebih dari satu bulan.

Kita mengingat reaksi pasar pada 2025 ketika kabar pembicaraan kesepakatan AS-Iran membuat harga minyak merosot dan dolar melemah. Penurunan awal WTI ke sekitar US$82 didorong harapan bahwa jalur aman melalui Selat Hormuz akan menjadi permanen. Seperti terlihat hari ini, optimisme itu terlalu cepat.

Konteks Pasar dan Harga Risiko

Kesepakatan menyeluruh yang dibahas tahun lalu belum sepenuhnya terwujud, membuat pasar tetap berada dalam ketidakpastian berkepanjangan. Meski konflik langsung dihindari, ketegangan yang mendasari tetap menjadi faktor penting bagi rantai pasok global (alur pengadaan hingga distribusi barang). Hingga April 2026, kepatuhan terhadap kesepakatan parsial tidak konsisten, dan pernyataan kedua pihak terus memicu risiko berita utama (headline risk: harga pasar mudah bergejolak karena judul berita).

Untuk derivatif minyak (instrumen turunan seperti kontrak berjangka dan opsi yang nilainya mengikuti harga minyak), ini berarti premi risiko geopolitik (tambahan harga karena risiko konflik) kembali kuat, dengan WTI kini diperdagangkan sekitar US$94 per barel. Data terbaru dari EIA (Energy Information Administration: lembaga statistik energi AS) menunjukkan persediaan global telah mengetat lebih dari 1,5 juta barel per hari pada kuartal terakhir, sehingga potensi gangguan di Selat Hormuz menjadi makin krusial. Kami menilai membeli opsi beli (call option: hak membeli pada harga tertentu) berjangka panjang pada kontrak berjangka minyak (crude futures: kontrak beli/jual minyak di masa depan) adalah strategi yang masuk akal untuk mengantisipasi eskalasi mendadak dalam beberapa pekan ke depan.

Indeks Dolar AS (DXY), yang sempat menyentuh 97,80 saat meredanya ketegangan pada 2025, kini diperdagangkan di atas 105. Ini mencerminkan pergeseran fokus dari politik Timur Tengah ke inflasi domestik yang bertahan, yang tercatat 3,2% secara tahunan (year-over-year: dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya) dalam laporan CPI Maret 2026 terbaru (CPI: indeks harga konsumen, ukuran inflasi). Arah dolar kini lebih bergantung pada keputusan suku bunga The Federal Reserve (bank sentral AS) ketimbang berita geopolitik.

Pada akhirnya, volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan besarnya naik-turun harga ke depan yang tercermin dalam harga opsi) adalah hal yang perlu dipantau. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX: indikator volatilitas berbasis harga opsi minyak), yang sempat turun di bawah 35 saat pembicaraan 2025, bertahan di atas 48 sepanjang sebagian besar 2026. Ini menunjukkan pasar memperkirakan peluang besar terjadinya lonjakan atau penurunan tajam, sehingga mahal untuk “menjual volatilitas” (short volatility: posisi yang untung jika pergerakan harga kecil) dan menguntungkan bagi pemegang opsi sebagai perlindungan (hedging: strategi mengurangi risiko).

ING Perkirakan USD/CAD Turun Menjelang Akhir Tahun Seiring Pemangkasan Suku Bunga The Fed Melemahkan Dolar; Kanada Hadapi Tekanan

ING memperkirakan USD/CAD bergerak turun tipis menjelang akhir tahun, terutama karena dugaan melemahnya Dolar AS jika Federal Reserve (bank sentral AS) kembali memangkas suku bunga pada kuartal III. Pandangan ini menganggap dukungan utama bagi dolar Kanada berasal dari kebijakan suku bunga AS, bukan dari kondisi ekonomi domestik Kanada.

Prospek Kanada dinilai kurang mendukung, dengan Bank of Canada (bank sentral Kanada) fokus pada negosiasi USMCA (perjanjian dagang AS–Meksiko–Kanada) yang akan datang dan dampaknya terhadap lapangan kerja. ING menyatakan tidak memperkirakan Bank of Canada menaikkan suku bunga, meski pasar memperkirakan sekitar 30bp (basis poin; 1bp = 0,01% atau 0,0001) pengetatan sampai akhir tahun.

Possible Path For Usdcad

ING memaparkan skenario ketika harga minyak bertahan di atas level sebelum perang, sementara meredanya ketegangan meningkatkan selera risiko global (minat pelaku pasar mengambil aset berisiko). Dalam kondisi itu, ING melihat USD/CAD kembali ke 1,36 sebelum risiko terkait USMCA meningkat.

Secara historis, pandangan tahun lalu bahwa dolar AS akan melemah setelah The Fed mulai menurunkan suku bunga terbukti, seperti yang terjadi pada kuartal III 2025. Pergerakan itu sempat menekan USD/CAD, namun setelahnya pasangan ini perlahan naik. Kini, dengan USD/CAD di sekitar 1,3750, situasinya lebih rumit.

Pendorong utama bergeser dari siklus pelonggaran The Fed yang jelas menjadi ketidakpastian kebijakan di kedua negara. Data inflasi AS terbaru, seperti CPI (indeks harga konsumen; ukuran inflasi) bulan Maret yang bertahan tinggi di 3,1%, membuat The Fed menahan langkah dan menegaskan pendekatan berbasis data (keputusan mengikuti data ekonomi terbaru). Sementara itu, Labour Force Survey Kanada (survei pasar tenaga kerja) menunjukkan pertumbuhan pekerjaan hanya 15.000, memicu spekulasi Bank of Canada mungkin perlu memangkas suku bunga lebih dulu daripada The Fed.

Trade Review Volatility Setup

Harga minyak memberi dukungan bagi loonie (julukan dolar Kanada), dengan WTI crude (minyak mentah acuan AS) bertahan di dekat US$88 per barel, jauh di atas level sebelum 2022. Secara teori, ini semestinya menekan USD/CAD. Namun dampak positif itu tertahan oleh kekhawatiran terhadap ekonomi domestik Kanada.

Tinjauan perjanjian dagang USMCA yang dijadwalkan Juli 2026 kini menjadi risiko terbesar. Suara politik dari Washington meningkat dan menambah ketidakpastian bagi ekspor serta investasi Kanada. Kondisi ini membuat pelaku pasar enggan menahan posisi beli dolar Kanada (taruhan dolar Kanada akan menguat).

Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures), kondisi ini mengarah pada strategi membeli opsi call USD/CAD (hak membeli di harga tertentu) dengan strike 1,3900 (harga patokan opsi), jatuh tempo dalam dua bulan. Strategi ini berpotensi untung jika USD/CAD melonjak akibat berita USMCA yang negatif atau data ekonomi Kanada yang lemah. Risikonya terbatas pada premi opsi (biaya yang dibayar untuk membeli opsi) bila USD/CAD justru turun.

Dengan sinyal yang saling bertentangan, volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga yang tercermin pada harga opsi) juga berpotensi naik menjelang tinjauan dagang. Strategi lain adalah membeli long straddle (membeli opsi call dan opsi put sekaligus pada strike yang sama; put adalah hak menjual). Posisi ini untung jika terjadi pergerakan harga besar ke salah satu arah, memanfaatkan meningkatnya ketidakpastian.

Sambil menanti perkembangan terbaru di Timur Tengah, Dolar Selandia Baru melemah terhadap Dolar AS, mendekati 0,5885 di bawah 0,5900

NZD/USD diperdagangkan di dekat 0,5885 pada Jumat setelah turun dari level tertinggi bulanan sekitar 0,5920 pada awal pekan. Pelemahan ini tetap bertahan di atas 0,5880, sehingga pasangan ini masih berada di bawah 0,5900.

Pasar tetap berhati-hati menjelang pembicaraan akhir pekan antara AS dan Iran. Gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon dimulai pada Kamis.

Risiko Geopolitik Menjadi Sorotan

Reuters melaporkan, mengutip sumber Iran, bahwa negosiator AS dan Iran telah menurunkan target untuk kesepakatan jangka panjang. Kini mereka mengejar nota kesepahaman sementara (memorandum, yaitu dokumen kesepakatan awal yang tidak selalu mengikat seperti perjanjian resmi) untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Kalender data Jumat relatif sepi, dengan perhatian pada pernyataan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly dan Gubernur The Fed Christopher Waller. CME FedWatch menunjukkan pasar kontrak berjangka (futures, yaitu kontrak keuangan untuk harga di masa depan) sepenuhnya memperkirakan suku bunga tidak berubah pada rapat 30 April.

Perkiraan peluang pemangkasan suku bunga AS lebih lanjut tahun ini turun ke sekitar 30% dari lebih dari 60% sebulan sebelumnya. Laporan tersebut mengaitkan perubahan ini dengan tekanan inflasi pada Maret yang terkait perang Iran.

NZD dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Selandia Baru, kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), permintaan China, dan harga produk susu. RBNZ menargetkan inflasi 1%–3% dengan tujuan mendekati 2%, dan selisih suku bunga dibanding AS dapat memengaruhi NZD/USD.

Dorongan Berlawanan pada NZDUSD

Pasar kembali mengingat situasi menegangkan tahun lalu saat menunggu nota kesepahaman AS-Iran, yang sempat menenangkan pasar. Kini, ketegangan baru di jalur pelayaran utama mendorong lonjakan minyak 6% pekan lalu ke atas US$92 per barel, sehingga sikap menghindari risiko (risk aversion, yaitu investor cenderung menjauh dari aset berisiko) kembali muncul. Kondisi ini mirip dengan ketidakpastian pada 2025, sehingga peralihan dana ke aset aman seperti Dolar AS (flight to safety, yaitu perpindahan modal ke aset yang dianggap aman) berpeluang terjadi.

Sikap Federal Reserve (bank sentral AS) masih sama: ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali mundur, seperti saat konflik tahun lalu. Data CME FedWatch Tool saat ini menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga pada Juni 2026 hanya 25%, turun tajam dari 65% pada awal tahun setelah inflasi Maret lebih tinggi dari perkiraan. Ini memperkuat Dolar AS, sehingga menjadi mata uang dominan di banyak pasangan.

Dari sisi Selandia Baru, faktor dasar (fundamental, yaitu kondisi ekonomi yang mendasari pergerakan mata uang) terlihat lebih mendukung dibanding awal 2025. PDB China kuartal I 2026 tercatat 5,2% di atas perkiraan dan lelang Global Dairy Trade terbaru menunjukkan harga naik untuk keempat kalinya berturut-turut. Faktor ini memberi penopang bagi Dolar Selandia Baru (Kiwi), sehingga tidak jatuh dalam terhadap penguatan Dolar AS secara luas.

Kondisi ini menciptakan tarik-menarik untuk NZD/USD, saat penguatan Dolar AS berhadapan dengan fundamental Selandia Baru yang cukup tahan banting. Terlihat volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan pasar atas besar kecilnya pergerakan harga ke depan) untuk opsi NZD/USD tenor satu bulan naik, menandakan pelaku pasar memperkirakan pergerakan lebih besar tanpa arah yang jelas. Karena itu, strategi yang diuntungkan dari pergerakan dalam kisaran tetapi berpotensi berayun tajam, seperti membeli strangle option (strategi opsi membeli call dan put pada harga dan jatuh tempo yang sama, untuk mengambil peluang lonjakan naik atau turun), dapat dipertimbangkan.

Strategis UOB menyatakan GBP/USD kehilangan momentum setelah 1,3600, dengan penurunan kemungkinan terbatas pada kisaran 1,3495–1,3555

GBP/USD berbalik arah setelah mendekati 1,3600 lalu turun kembali. Pergerakan hari ini diperkirakan tetap di kisaran 1,3495 hingga 1,3555. Kisaran yang diproyeksikan sebelumnya, 1,3545 hingga 1,3600, terbukti bertahan, dengan harga tertinggi 1,3595 dan terendah 1,3518.

Momentum turun sedikit menguat, tetapi belum cukup kuat untuk mengarah pada penurunan yang berkelanjutan. Jika ada pelemahan lanjutan, diperkirakan masih menjadi bagian dari kisaran 1,3495 hingga 1,3555, dan penembusan yang jelas di bawah 1,3495 dinilai kecil kemungkinannya.

Prospek Kisaran Perdagangan Jangka Pendek

Dalam 1 hingga 3 minggu ke depan, momentum naik disebut melemah dan peluang penguatan lanjutan Pound berkurang. Pergerakan di bawah 1,3480 akan menandakan kenaikan sebelumnya mulai tertahan.

Laporan tersebut mencatat artikel dibuat menggunakan alat AI (kecerdasan buatan, yaitu perangkat lunak yang menghasilkan teks otomatis berdasarkan data) dan diperiksa oleh editor.

Kenaikan kuat Pound terhadap Dolar tampak kehilangan tenaga setelah nyaris menyentuh 1,3600. Terjadi koreksi tajam, menunjukkan pasangan ini lebih berpeluang bergerak mendatar. Dalam waktu dekat, penurunan tambahan diperkirakan tertahan di sekitar 1,3495 (level “lantai”, yakni area yang sering menahan penurunan).

Dengan perkiraan pasar bergerak dalam rentang 1,3495–1,3555 (range-bound, artinya harga cenderung bolak-balik dalam batas tertentu), strategi menjual opsi bisa dipertimbangkan. Salah satu pendekatan adalah menjual strangle jangka pendek (strategi opsi dengan menjual opsi beli/call dan opsi jual/put sekaligus pada harga kesepakatan berbeda). Contohnya, menjual call dengan strike (harga kesepakatan) di atas 1,3600 dan menjual put dengan strike di bawah 1,3480. Strategi ini biasanya diuntungkan oleh berjalannya waktu (time decay, nilai opsi menyusut seiring mendekati jatuh tempo) dan volatilitas yang menurun (volatilitas adalah besar-kecilnya fluktuasi harga), selama GBP/USD tetap berada dalam saluran yang lebih lebar tersebut.

Faktor Latar Makro Utama

Prospek ini didukung data ekonomi terbaru yang dirilis April 2026, yang menunjukkan inflasi Inggris turun ke 2,8%, sedikit di bawah perkiraan, sehingga mengurangi urgensi bagi Bank of England (bank sentral Inggris) untuk bertindak. Sementara itu, data ketenagakerjaan AS yang kuat pekan lalu terus menopang Dolar, menjadi hambatan (headwind, faktor penekan) bagi Pound. Lingkungan ini berbeda dari tren yang lebih jelas dan didorong inflasi seperti yang terjadi pada 2024.

Level penting untuk dipantau dalam 1–3 minggu ke depan adalah 1,3480. Penembusan tegas (decisive break, penurunan yang jelas dan bertahan, bukan sekadar menyentuh sesaat) di bawah level ini akan menandakan kenaikan terbaru sudah berakhir dan tren turun baru mungkin mulai terbentuk. Jika itu terjadi, posisi strategi berbasis kisaran perlu ditutup dan bisa mempertimbangkan membeli opsi put (hak untuk menjual pada harga tertentu) untuk mengambil posisi atas pelemahan Sterling lebih lanjut.

Pada Februari, investasi portofolio Kanada pada surat berharga asing naik menjadi US$25,36 miliar, dari sebelumnya US$11,39 miliar.

Investasi portofolio Kanada pada surat berharga asing naik menjadi $25,36 miliar pada Februari, dari $11,39 miliar pada periode sebelumnya.

Data ini menunjukkan kenaikan $13,97 miliar dari angka sebelumnya, menandakan laju pembelian Kanada atas surat berharga luar negeri lebih cepat pada Februari.

Data Februari yang menunjukkan arus keluar (outflow, yaitu dana keluar dari Kanada untuk membeli aset luar negeri) sebesar $25,36 miliar ke surat berharga asing menjadi sinyal negatif (bearish, yaitu mengindikasikan potensi pelemahan) yang kuat bagi dolar Kanada. Nilai dana yang keluar ini, lebih dari dua kali lipat bulan sebelumnya, menciptakan tekanan jual langsung pada CAD (dolar Kanada). Karena itu, kami memperkirakan CAD masih berpotensi melemah terhadap dolar AS dalam jangka dekat.

Dengan arus keluar yang berlanjut, kami menilai nilai tukar USD/CAD (kurs dolar AS terhadap dolar Kanada), yang saat ini diperdagangkan di sekitar 1,3850, masih berpeluang naik. Membeli opsi call (kontrak derivatif, yaitu instrumen turunan, yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu) pada USD/CAD dengan jatuh tempo (expiries, yaitu tanggal berakhir kontrak) Mei dan Juni serta harga pelaksanaan (strike price, yaitu harga yang disepakati dalam kontrak) sekitar 1,4000 memberikan cara dengan risiko terukur untuk mengambil posisi atas pergerakan ini. Strategi ini diuntungkan bila dolar Kanada melemah sesuai perkiraan.

Pencarian imbal hasil (return, yaitu keuntungan investasi) di luar negeri kemungkinan terjadi karena pasar Kanada tertinggal; indeks S&P/TSX naik lambat 1,5% sejak awal tahun (year-to-date, yaitu dari awal tahun hingga saat ini), sementara S&P 500 naik lebih dari 6%. Perbedaan kinerja ini mendukung penggunaan derivatif untuk mengambil posisi negatif terhadap pasar saham Kanada. Kami melihat peluang pada pembelian opsi put (kontrak derivatif yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) atas ETF (exchange-traded fund, yaitu reksa dana yang diperdagangkan di bursa) indeks TSX yang luas untuk lindung nilai (hedge, yaitu mengurangi risiko) terhadap kelemahan relatif tersebut.

Selain itu, arus keluar modal ini dapat memengaruhi Bank of Canada agar lebih berhati-hati atau lebih dovish (cenderung longgar, yaitu lebih mendukung suku bunga rendah) untuk menghindari pengetatan kondisi keuangan. Derivatif suku bunga (instrumen turunan berbasis suku bunga) kini mencerminkan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertengahan tahun yang lebih rendah dibanding bulan lalu. Ini menunjukkan pasar mulai memasukkan sinyal ekonomi negatif dari data arus keluar tersebut.

Februari: Investasi portofolio asing di sekuritas Kanada hanya mencapai $6,17 miliar, jauh di bawah ekspektasi $23,81 miliar

Investasi portofolio asing (pembelian aset untuk investasi, bukan investasi langsung membangun pabrik) ke surat berharga Kanada (sekuritas seperti saham dan obligasi) tercatat C$6,17 miliar pada Februari. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pasar C$23,81 miliar.

Data ini membandingkan arus masuk (inflow, dana yang masuk) aktual Februari dengan ekspektasi pasar. Hasilnya menunjukkan nilai bersih (net, setelah dikurangi arus keluar) dana asing yang masuk ke sekuritas Kanada lebih kecil dari perkiraan.

Implikasi Bagi Dolar Kanada

Penurunan tajam investasi asing pada Februari menjadi sinyal negatif (bearish, mengarah pada pelemahan) bagi dolar Kanada. Ini bisa menjadi peringatan awal bahwa modal internasional mulai ragu menambah eksposur (porsi penempatan dana) ke pasar Kanada. Selisih lebih dari C$17 miliar dari perkiraan terlalu besar untuk diabaikan.

Laporan ini menekan dolar Kanada (loonie, sebutan untuk dolar Kanada), terutama karena berbarengan dengan turunnya harga minyak WCS (Western Canadian Select, patokan harga minyak Kanada) yang merosot di bawah US$70 per barel dari puncak di atas US$78 pada akhir 2025. Dengan dua faktor penekan ini, strategi yang dipertimbangkan adalah call option USD/CAD (opsi beli, kontrak derivatif yang memberi hak membeli pasangan mata uang USD/CAD pada harga tertentu) dengan jatuh tempo (expiring) 60 hari. Posisi ini diuntungkan jika dolar Kanada melemah terhadap dolar AS.

Selain itu, lemahnya permintaan asing mengurangi dorongan bagi Bank of Canada untuk bersikap hawkish (cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi). Data inflasi pekan lalu juga menunjukkan penurunan tipis ke 2,6%, memberi bank sentral ruang untuk menahan kebijakan. Instrumen derivatif (kontrak turunan nilainya mengikuti acuan) yang terkait CORRA (Canadian Overnight Repo Rate Average, rata-rata suku bunga pasar uang semalam Kanada) yang mencerminkan peluang kenaikan suku bunga musim panas lebih rendah dapat menjadi peluang.

Bagi pelaku saham, indeks S&P/TSX Composite terlihat rentan tanpa dukungan arus masuk asing yang kuat, pola yang juga terlihat pada pertengahan 2024 sebelum koreksi pasar (penurunan harga setelah kenaikan). Sektor utama seperti keuangan dan energi, yang bobotnya besar di indeks, paling terdampak oleh melemahnya kepercayaan internasional. Salah satu langkah lindung nilai (hedge, upaya mengurangi risiko) adalah membeli put option (opsi jual, hak menjual pada harga tertentu) pada ETF (exchange-traded fund, reksa dana yang diperdagangkan di bursa) pasar saham Kanada untuk mengantisipasi potensi penurunan dalam beberapa pekan ke depan.

Prospek Risiko Pasar Saham

USD/CHF melemah mendekati 0,7825, tertekan oleh meredanya permintaan aset safe haven; pola bearish flag mengindikasikan pelemahan lanjutan di bawah 0,7790

USD/CHF turun 0,15% ke sekitar 0,7825 pada sesi Eropa Jumat. Pergerakan ini terjadi karena optimisme terhadap gencatan senjata permanen AS–Iran berkurang, sehingga permintaan aset *safe haven* (aset “tempat berlindung” saat pasar berisiko, seperti Franc Swiss) menurun.

Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) turun 0,1% ke sekitar 98,08. Indeks ini mendekati level terendah lebih dari enam pekan di 97,83 yang tercetak Kamis.

Ketidakpastian Gencatan Senjata dan Ekspektasi The Fed

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS “sangat dekat dengan kesepakatan dengan Iran”. Ia juga menyebut aksi militer akan kembali dilakukan jika tidak ada kesepakatan, serta Iran disebut bersedia menghentikan uranium yang diperkaya (uranium dengan kadar tertentu yang dapat dipakai untuk energi maupun program nuklir) dan meninggalkan rencana nuklir.

Pasar kini sepenuhnya menyingkirkan ekspektasi kebijakan The Fed yang *hawkish* (sikap bank sentral yang cenderung mengetatkan kebijakan, misalnya menaikkan suku bunga) tahun ini. Harga minyak tertahan karena harapan gencatan senjata Iran, sehingga menekan ekspektasi inflasi global.

Secara teknikal, USD/CHF masih berada di bawah EMA 20-periode di 0,7883 (EMA/exponential moving average adalah rata-rata pergerakan harga yang lebih menekankan data terbaru), menjaga nada jangka pendek tetap *bearish* (cenderung melemah). Grafik harian menunjukkan pola *Bearish Flag* (pola kelanjutan tren turun setelah jeda singkat), dan RSI (14) sekitar 42 (RSI/Relative Strength Index adalah indikator momentum; di bawah 50 umumnya menunjukkan momentum melemah).

Support (area harga yang sering menahan penurunan) berada di dekat 0,7798, lalu 0,7748 dan 0,7710. Resistance (area harga yang sering menahan kenaikan) berada di dekat 0,7850, lalu 0,7883, dengan 0,7934 di atasnya.

Wee dari DBS mengatakan EUR/USD naik tetapi tertahan di bawah 1,18 setelah ECB meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada April

Kenaikan EUR/USD tertahan setelah gagal menembus 1,18 dalam tiga sesi berturut-turut. Bank Sentral Eropa (ECB) menepis ekspektasi kenaikan suku bunga pada rapat Dewan Gubernur 29 April.

Proyeksi pertumbuhan Zona Euro diturunkan, tetapi masih di atas proyeksi dasar (baseline) staf ECB. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan Zona Euro 2026 menjadi 1,1% dari 1,3%.

Pemulihan Euro dan Pound Sterling versus Dolar

Euro dan pound sterling masih disebut dalam fase pemulihan terhadap dolar AS. Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) tidak menolak harga pasar yang mengarah ke kenaikan suku bunga, dan mempertahankan pilihannya untuk tidak memberi panduan yang tegas (forward guidance: sinyal arah kebijakan suku bunga ke depan), dengan alasan ketidakpastian geopolitik meningkat.

Reli EUR/USD jelas tersendat karena gagal menembus level 1,1800 yang menjadi area hambatan (resistance: level harga yang sering menahan kenaikan) dalam tiga sesi berturut-turut pekan ini. Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures), kondisi ini membuat strategi menjual opsi beli (call option: hak membeli) out-of-the-money/di luar uang (harga kesepakatan lebih tinggi dari harga saat ini sehingga belum bernilai jika dieksekusi) dengan strike price (harga kesepakatan) di atas 1,18 menarik untuk jangka pendek guna mengantongi premi (premium: biaya yang diterima penjual opsi). Level ini juga sejalan dengan resistance teknikal jangka panjang, sehingga peluang tembus (breakout: harga menembus level penting) lebih kecil tanpa pemicu besar.

Alasan utama perlambatan ini adalah ECB yang secara aktif meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada rapat 29 April. Perkiraan dari overnight index swaps (OIS: kontrak swap berbasis suku bunga acuan harian, sering dipakai untuk membaca peluang arah suku bunga) menunjukkan peluang kenaikan suku bunga bulan ini di bawah 15%, menegaskan sikap dovish (cenderung menahan/menurunkan suku bunga). Minimnya insentif imbal hasil (yield: tingkat hasil/imbal balik) membuat euro sulit menguat besar dalam waktu dekat.

Perbedaan Kebijakan dan Volatilitas Opsi

Sebaliknya, The Fed tidak menepis harga pasar untuk kenaikan suku bunga, sehingga terlihat perbedaan arah kebijakan (policy divergence: kebijakan moneter AS dan Zona Euro bergerak tidak sejalan). Fed funds futures (kontrak futures yang mencerminkan ekspektasi suku bunga acuan The Fed) mengindikasikan peluang lebih dari 70% untuk kenaikan 25 basis poin (bps: 1 bps = 0,01%) pada rapat The Fed berikutnya di Mei. Selisih suku bunga yang melebar antara AS dan Zona Euro diperkirakan tetap membatasi reli EUR/USD.

Menjelang rapat ECB, volatilitas tersirat jangka pendek naik di pasar opsi valas (implied volatility: perkiraan volatilitas yang “terbaca” dari harga opsi). Indeks Cboe EuroCurrency Volatility Index (EVZ) naik ke 8,5, mengisyaratkan pelaku pasar bersiap menghadapi pergerakan harga di sekitar pengumuman. Ini membuka peluang strategi seperti long straddle (membeli opsi call dan put di strike yang sama) yang untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah.

Pola serupa terlihat pada akhir 2025 menjelang rapat kebijakan Desember: volatilitas naik sebelum acara lalu turun tajam setelahnya. Pelaku pasar bisa merencanakan menjual volatilitas (short volatility: mengambil posisi yang diuntungkan jika volatilitas turun) melalui strategi seperti short strangle (menjual call dan put di strike berbeda) tepat setelah pengumuman 29 April, jika ECB menyampaikan pesan dovish sesuai perkiraan. Strategi ini memanfaatkan penurunan premi opsi yang sering terjadi setelah ketidakpastian mereda.

Meski ada tekanan jangka pendek, terlalu dini untuk bertaruh pada pelemahan euro besar. Walau IMF memangkas proyeksi pertumbuhan Zona Euro 2026 menjadi 1,1%, data Purchasing Managers’ Index/PMI (survei aktivitas bisnis; di atas 50 berarti ekspansi) terbaru menunjukkan sektor jasa cukup bertahan. Stabilitas ini membuat pendekatan dengan risiko terukur (defined-risk: kerugian maksimum diketahui sejak awal), seperti membeli put spread (membeli opsi jual/put dan menjual put lain untuk membatasi biaya dan risiko) lebih masuk akal dibanding posisi short langsung.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code