Back

AUD/USD turun ke 0,7140, melemah 0,27%, seiring ketegangan AS-Iran membebani sentimen meski PMI Australia lebih kuat

AUD/USD diperdagangkan di dekat 0,7140 pada Kamis, turun 0,27% hari itu, dan bergerak di kisaran sempit karena sentimen tetap tertekan oleh ketegangan geopolitik.

Data Australia memberi sedikit dukungan. Laporan PMI (Purchasing Managers’ Index/Indeks Manajer Pembelian, indikator cepat aktivitas bisnis) dari S&P Global menunjukkan sektor manufaktur kembali ekspansi (aktivitas meningkat) dan sektor jasa pulih. Namun prospeknya tetap tidak pasti akibat permintaan yang lemah dan biaya yang naik.

Ketegangan Geopolitik Mendorong Risk-Off

Selera risiko turun seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, setelah insiden di Selat Hormuz dan tidak ada kemajuan dalam perundingan damai. Hal ini mendorong permintaan aset safe-haven (aset “aman” seperti USD dan obligasi pemerintah) dan menekan mata uang berisiko seperti AUD.

Société Générale mengatakan AUD rentan karena Australia bergantung pada impor produk minyak. Mereka menilai gangguan pasokan yang berkepanjangan dapat meningkatkan volatilitas AUD (tingkat naik-turun harga).

Di AS, Initial Jobless Claims (klaim awal tunjangan pengangguran, data mingguan pasar tenaga kerja) naik ke 214 ribu, di atas perkiraan, tetapi reaksi pasar terbatas. Fokus tetap pada geopolitik dan harga minyak.

USD juga didukung oleh kenaikan imbal hasil Treasury (yield obligasi pemerintah AS) dan menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Indeks Dolar (DXY—ukur kekuatan USD terhadap sekeranjang mata uang utama) naik tipis. Pasar juga menunggu data PMI AS pada hari itu.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan klaim pengangguran AS mencapai 214 ribu, di atas perkiraan, setelah revisi naik

Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan klaim baru asuransi pengangguran AS naik menjadi 214.000 pada pekan yang berakhir 18 April. Angka ini naik 6.000 dari total pekan sebelumnya yang telah direvisi, yang disesuaikan menjadi 208.000 dari 207.000.

Pengangguran yang diasuransikan yang disesuaikan secara musiman (penyesuaian musiman adalah metode statistik untuk menghilangkan pola musiman berulang agar data lebih mudah dibandingkan antarperiode) untuk pekan yang berakhir 11 April tercatat 1,821 juta. Angka ini naik 12.000 dari level pekan sebelumnya yang telah direvisi, yang diubah menjadi 1,809 juta dari 1,818 juta.

Reaksi Pasar dan Fokus Makro

Setelah rilis data, dolar AS mempertahankan kenaikan harian (intraday: pergerakan yang terjadi dalam satu hari perdagangan) di pasar valuta asing (foreign exchange/FX: pasar pertukaran mata uang). Data ini tidak memicu pergerakan pasar yang tegas, karena perhatian tetap tertuju pada perkembangan konflik Iran dan harga minyak mentah.

Kami melihat data klaim pengangguran terbaru, dengan pengajuan baru 214.000, sebagai konfirmasi bahwa pasar tenaga kerja AS masih ketat (tight: sulit mencari pekerja karena permintaan tenaga kerja tinggi). Angka ini belum cukup tinggi untuk menandakan pelemahan ekonomi, dan masih berada dalam kisaran stabil yang terlihat sepanjang 2024 dan 2025. Stabilitas ini membuat Federal Reserve (The Fed: bank sentral AS) punya sedikit alasan untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Data ketenagakerjaan yang stabil ini perlu dilihat bersama laporan terakhir Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI: ukuran inflasi berdasarkan perubahan harga barang dan jasa), yang menunjukkan inflasi inti (core inflation: inflasi yang tidak memasukkan harga makanan dan energi karena lebih bergejolak) bertahan di 3,6%. Dengan pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi belum mereda, The Fed kemungkinan mempertahankan kebijakan ketat (restrictive policy stance: kebijakan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi). Ini membuat strategi derivatif (derivatives: kontrak keuangan yang nilainya mengikuti aset acuan) yang bertaruh suku bunga tetap tinggi, seperti menjual opsi call (call option: hak membeli aset pada harga tertentu; menjual call berarti mendapat premi tetapi menanggung risiko jika harga naik) pada kontrak berjangka SOFR Desember (SOFR futures: kontrak berjangka berbasis suku bunga acuan SOFR/Secured Overnight Financing Rate), menjadi strategi yang masuk akal untuk beberapa bulan ke depan.

Reaksi pasar yang cenderung datar terhadap data tenaga kerja menunjukkan fokus ada di faktor lain. Pendorong utama risiko saat ini adalah konflik di Iran, yang mendorong kontrak berjangka (futures: kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu mendatang) minyak Brent konsisten diperdagangkan di atas US$95 per barel. Secara historis, kenaikan cepat 15% harga minyak dalam satu kuartal, seperti yang terjadi sejak Februari, sering diikuti lonjakan volatilitas pasar (volatility: besarnya naik-turun harga).

Penyesuaian Posisi Menghadapi Risiko Volatilitas

Dengan kondisi ini, volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) di pasar saham yang lebih luas, yang diukur oleh indeks VIX (VIX: ukuran “ketakutan” pasar berbasis opsi S&P 500), yang bertahan di sekitar 15, terlihat terlalu rendah. Ancaman utama pasar adalah guncangan minyak dari faktor eksternal, bukan pelemahan bertahap pasar tenaga kerja AS. Karena itu, investor dapat mempertimbangkan membeli opsi call VIX atau opsi atas ETF minyak (ETF: reksa dana berbentuk saham yang diperdagangkan di bursa; oil ETF mengikuti harga/indeks sektor minyak) untuk lindung nilai (hedge: langkah mengurangi risiko) terhadap eskalasi geopolitik yang tiba-tiba.

Kekuatan dolar AS, dengan indeks DXY (DXY: indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) naik ke level tertinggi dua tahun di 107,5, didukung oleh suku bunga tinggi dan daya tariknya sebagai aset aman (safe-haven: aset yang cenderung dicari saat ketidakpastian meningkat). Laporan tenaga kerja yang stabil hanya menghilangkan potensi beban bagi dolar. Opsi mata uang (currency options: kontrak opsi atas pasangan mata uang) dapat digunakan untuk memanfaatkan tren ini, terutama terhadap negara yang lebih sensitif terhadap harga energi tinggi.

Klaim berlanjut pengangguran di Amerika Serikat mencapai 1,821 juta, sedikit melampaui perkiraan 1,82 juta

Klaim tunjangan pengangguran berkelanjutan (continuing jobless claims) AS tercatat 1,821 juta untuk pekan yang berakhir 10 April. Perkiraan (forecast) 1,82 juta.

Angka ini 0,001 juta lebih tinggi dari perkiraan, atau sekitar 1.000 klaim.

Sinyal Awal dari Klaim Berkelanjutan

Kami melihat sinyal peringatan awal ketika data klaim pengangguran berkelanjutan pada 10 April 2025 sedikit lebih buruk dari perkiraan. Angka 1,821 juta ini memberi sinyal halus bahwa pasar tenaga kerja mulai mendingin (melemah). Ini kemudian berkembang menjadi tren perlambatan yang memengaruhi pembahasan kebijakan Federal Reserve (bank sentral AS) sepanjang sisa tahun tersebut.

Tren itu kini makin jelas. Laporan terbaru menunjukkan klaim berkelanjutan naik ke 1,95 juta. Pelemahan yang terus terjadi di pasar tenaga kerja ini mendorong The Fed memulai siklus penurunan suku bunga (rate-cutting cycle), dengan dua kali pemangkasan sejauh tahun ini sehingga suku bunga acuan Fed (federal funds rate, yaitu suku bunga target pinjaman antarbank semalam) berada pada kisaran target 4,50%. Pasar kini menyesuaikan ekspektasi terhadap pertumbuhan yang lebih lambat, terlihat dari laporan PDB (GDP, nilai total produksi barang dan jasa) kuartal I yang hanya 1,8%.

Dalam kondisi ini, kami memperkirakan volatilitas (naik-turun harga yang lebih tajam) masih akan menjadi tema utama beberapa pekan ke depan. Indeks Volatilitas CBOE (VIX, ukuran ekspektasi gejolak pasar saham AS) bergerak di sekitar 18, lebih tinggi dibanding periode yang lebih tenang pada 2024. Ini mengindikasikan pelaku pasar bisa mempertimbangkan membeli proteksi (perlindungan risiko), misalnya membeli opsi jual (long put, kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu) pada indeks utama seperti SPY (ETF yang mengikuti indeks S&P 500), untuk mengurangi risiko jika kondisi ekonomi melemah lagi.

Strategi Menghadapi The Fed yang Lebih Longgar

Strategi juga perlu disesuaikan dengan arah kebijakan moneter yang kian jelas. Kontrak berjangka suku bunga Fed (fed funds futures, instrumen yang mencerminkan ekspektasi pasar atas suku bunga The Fed) saat ini memperkirakan peluang lebih dari 60% untuk pemangkasan suku bunga lagi pada pertemuan FOMC (komite penentu kebijakan suku bunga The Fed) bulan September. Ini membuat instrumen turunan (derivatives, produk yang nilainya mengikuti aset acuan) terkait suku bunga—seperti opsi atas kontrak berjangka obligasi Treasury (Treasury bond futures, kontrak atas obligasi pemerintah AS)—menarik untuk memanfaatkan sikap The Fed yang dovish (cenderung mendukung suku bunga lebih rendah).

Indeks Harga Bahan Baku Kanada pada Maret Mencapai 12%, Lampaui Perkiraan Ekonom 9,3%

Indeks Harga Bahan Baku (Raw Materials Price Index/RMPI) Kanada naik 12% pada Maret. Angka ini di atas perkiraan 9,3%.

Hasilnya 2,7 poin persentase lebih tinggi dari perkiraan. Rilis ini membandingkan angka aktual dengan perkiraan.

Implikasi bagi Inflasi dan Kebijakan Moneter

Angka RMPI Maret menjadi kejutan besar, jauh lebih tinggi dari perkiraan. Ini menunjukkan biaya input (biaya bahan baku dan komponen yang dipakai produsen) di Kanada meningkat, dan kemungkinan akan mendorong inflasi yang lebih luas. Peluang penurunan suku bunga (rate cut) oleh Bank of Canada pada kuartal II kini perlu dinilai ulang.

Hal ini memaksa pelaku pasar meninjau kembali posisi pada suku bunga jangka pendek. Pasar mulai mengurangi peluang pemangkasan suku bunga pada musim panas, dengan overnight index swaps (OIS, kontrak derivatif untuk membaca ekspektasi suku bunga acuan jangka pendek) menunjukkan pergeseran ekspektasi ke arah suku bunga tetap pada pertemuan berikutnya. Situasi serupa pernah terjadi pada 2025 ketika serangkaian data yang tinggi membuat Bank menunda perubahan sikap yang lebih longgar (dovish pivot, perubahan arah kebijakan menuju penurunan suku bunga), dan pasar derivatif (instrumen turunan seperti swap dan opsi) yang sudah bertaruh pada pemangkasan suku bunga mengalami kerugian.

Untuk dolar Kanada, ini menjadi sinyal positif. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi akan menarik arus modal, sehingga memperkuat “loonie” (julukan dolar Kanada) terhadap dolar AS. Strategi yang bisa dipertimbangkan antara lain membeli call option (opsi beli, hak membeli pada harga tertentu) pada CAD atau menjual kontrak futures USD/CAD (kontrak berjangka nilai tukar), karena pasangan ini bisa menguji level support (area harga yang sering menahan penurunan) lebih rendah dalam beberapa pekan ke depan. Data terbaru menunjukkan inflasi inti Kanada (core inflation, inflasi yang biasanya tidak memasukkan komponen sangat bergejolak seperti energi dan pangan) masih bertahan di atas 3%, dan kenaikan harga bahan baku ini menambah kekhawatiran Bank of Canada.

Dampak ke Sektor Pasar Saham

Di pasar saham, indeks S&P/TSX 60 memberi gambaran yang lebih kompleks. Sektor energi dan material yang besar—yang bersama-sama menyumbang lebih dari 30% indeks—berpotensi diuntungkan oleh tingginya harga komoditas yang tercermin dalam laporan ini. Namun, ancaman suku bunga yang tetap tinggi lebih lama akan menekan sektor yang sensitif terhadap suku bunga (rate-sensitive), seperti perbankan, utilitas, dan properti, sehingga kinerjanya bisa tertinggal.

Pada 17 April, klaim awal tunjangan pengangguran AS melampaui perkiraan, mencapai 214 ribu dibanding estimasi 212 ribu

Klaim awal tunjangan pengangguran (jumlah orang yang pertama kali mengajukan bantuan pengangguran) di AS untuk pekan yang berakhir 17 April tercatat 214.000. Perkiraan sebelumnya 212.000.

Menengok ke April 2025, angka klaim awal pengangguran yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan (214 ribu) menjadi sinyal awal. Angka ini, bersama data lain sepanjang tahun lalu, memperkuat alasan bahwa ekonomi mulai mendingin seperti yang terlihat sekarang. Tren pasar tenaga kerja yang melemah berlanjut, dengan laporan ketenagakerjaan Maret 2026 menunjukkan kenaikan hanya 150.000 pekerjaan, jauh di bawah rata-rata tahun sebelumnya.

Implikasi untuk Kebijakan The Fed

Dengan konteks ini, kami menilai perubahan arah (pivot) Federal Reserve (bank sentral AS) menuju pelonggaran kebijakan menjadi makin jelas. CME FedWatch Tool (alat yang mengukur peluang arah suku bunga dari harga kontrak berjangka) kini menunjukkan probabilitas lebih dari 70% untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan September 2026, terutama karena inflasi inti (inflasi tanpa komponen harga yang sangat bergejolak seperti pangan dan energi) akhirnya mendekati 2,5%. Karena itu, trader dapat mempertimbangkan membeli call atau call spread (strategi opsi untuk diuntungkan saat harga naik, dengan call spread membatasi potensi untung dan rugi) pada futures SOFR (kontrak berjangka berbasis suku bunga acuan pasar uang jangka pendek AS) untuk mengambil posisi atas potensi penurunan suku bunga.

Perubahan kebijakan ini menambah ketidakpastian, yang biasanya meningkatkan volatilitas pasar (naik-turunnya harga yang lebih tajam). Ketegangan antara suku bunga yang lebih rendah yang cenderung mendukung saham dan ekonomi yang melambat yang membebani prospek laba menciptakan kondisi yang rawan pergerakan harga besar. Karena itu, kami mempertimbangkan membeli call VIX (opsi pada indeks volatilitas yang sering disebut “indeks ketakutan”) sebagai cara langsung untuk bertaruh volatilitas pasar naik dalam beberapa pekan ke depan.

The Fed yang dovish (cenderung mendukung suku bunga lebih rendah) secara historis melemahkan dolar AS karena selisih suku bunga antarnegara menyempit. Kami melihat Dollar Index (DXY) (indeks nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) turun hampir 5% dalam enam bulan setelah pivot terakhir The Fed pada 2019. Karena itu, menggunakan opsi untuk membangun posisi long (posisi beli untuk mendapat keuntungan jika harga naik) pada pasangan seperti EUR/USD atau GBP/USD tampak masuk akal.

Risiko Kredit dan Lindung Nilai

Pelemahan ekonomi yang tersirat dari data pasar tenaga kerja ini juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kredit korporasi (kemampuan perusahaan membayar utang). Kami memperkirakan credit spread (selisih imbal hasil obligasi korporasi dibanding obligasi pemerintah, sebagai ukuran risiko) akan melebar seiring kondisi pendanaan perusahaan menjadi lebih berat. Trader dapat mempertimbangkan membeli proteksi melalui indeks credit default swap seperti CDX IG (indeks asuransi gagal bayar untuk obligasi/perusahaan kategori investment grade, yaitu peringkat utang relatif tinggi) untuk lindung nilai atau mengambil peluang dari potensi pelemahan ini.

Bob Savage dari BNY menyebut IEA memperingatkan konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz akan membatasi pasokan minyak, mengguncang pasar

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperingatkan ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah, dan mengaitkannya dengan gangguan pasokan akibat konflik Iran serta penutupan Selat Hormuz. Pembicaraan dengan Iran disebut buntu, dengan selat tersebut sebagian besar ditutup.

Lalu lintas kapal melalui Hormuz turun menjadi dua dari tiga pada hari sebelumnya, di tengah laporan kapal-kapal cepat bersenjata Iran menembaki kapal dagang. AS mencegat dua kapal tanker minyak dan mengawal tanker ketiga di Samudra Hindia, sementara Reuters melaporkan tiga pencegatan lain di perairan Asia dekat Sri Lanka dan Malaysia.

Sinyal Pasar dan Guncangan Pasokan

Pergerakan pasar mencakup kenaikan crack spread bensin dan solar (selisih harga produk minyak seperti bensin/solar dibanding minyak mentah; indikator margin kilang) serta peningkatan aktivitas opsi put Brent untuk Juni dan Juli (opsi put adalah kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu; biasanya dipakai untuk lindung nilai saat takut harga turun). Backwardation Juni–Juli (kondisi harga kontrak dekat lebih mahal daripada kontrak bulan berikutnya; menandakan pasokan ketat) sempat mencapai US$6,50 dalam semalam.

Sekitar 13 juta barel per hari pasokan minyak dilaporkan hilang, dengan rute tersebut berada di bawah blokade ganda. Sebelumnya, selat itu membawa arus rata-rata 20 juta barel per hari.

Gangguan ini diperkirakan menekan pertumbuhan global, mendorong inflasi, dan meningkatkan risiko kelangkaan bahan bakar, dengan Eropa berpotensi menghadapi keterbatasan bahan bakar jet dalam beberapa pekan. Pelepasan stok darurat disebut hanya membantu sementara, dengan pembukaan kembali selat dinilai perlu dan diversifikasi pasokan serta pengurangan permintaan disebut sebagai opsi jika kelangkaan berlanjut.

Penutupan Selat Hormuz yang berlanjut menjadi pendorong utama pasar energi per 23 April 2026. Dengan kontrak berjangka (futures) Brent bertahan di atas US$135 pagi ini, pasar menilai guncangan pasokan yang berat ini sudah sepenuhnya tercermin dalam harga. Backwardation ekstrem antara kontrak Juni dan Juli yang melebar melampaui US$6,50 menjadi sinyal perebutan pasokan untuk pengiriman cepat (pasokan fisik yang siap dikirim).

Pelaku pasar disarankan fokus pada strategi yang diuntungkan oleh harga tinggi yang bertahan dan pasokan fisik yang ketat. Ini mencakup membeli opsi call Brent atau WTI bulan terdekat (opsi call memberi hak membeli pada harga tertentu; dipakai untuk mengambil peluang kenaikan) untuk menangkap potensi kenaikan lebih lanjut jika konflik meningkat. Bila dibandingkan dengan pasar 2022, backwardation saat ini hampir dua kali lipat dari puncak kepanikan pasca-invasi Ukraina, yang menunjukkan situasi lebih ketat untuk strategi calendar spread (memperdagangkan selisih harga dua kontrak dengan bulan berbeda).

Selisih Produk dan Volatilitas

Lonjakan crack spread bensin dan solar yang kini melampaui US$60 per barel menurut data terbaru menunjukkan margin kilang yang sangat tinggi. Ini membuat posisi beli (long) pada kontrak berjangka RBOB gasoline dan ULSD heating oil menarik (RBOB adalah kontrak bensin di AS; ULSD adalah solar sulfur rendah/jenis diesel), bahkan bisa lebih menarik daripada minyak mentah. Risiko kelangkaan bahan bakar dinilai besar, terutama untuk bahan bakar jet di Eropa, yang dapat mendorong harga produk tersebut lebih tinggi.

Kenaikan tajam aktivitas opsi mencerminkan ketidakpastian besar soal durasi konflik, dengan implied volatility (perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi Brent jangka pendek melompat di atas 85%. Meski tren utama mengarah naik, peningkatan pembelian put untuk Juni dan Juli menunjukkan sebagian pelaku juga melakukan lindung nilai terhadap peluang terobosan diplomatik mendadak yang bisa membuat harga jatuh. Karena itu, strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga besar ke dua arah layak dipertimbangkan.

Pelepasan stok darurat hanya solusi sementara untuk hilangnya 13 juta barel per hari. Data mingguan terbaru menegaskan Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS—cadangan minyak strategis milik pemerintah—turun lagi 12 juta barel, menjadi level terendah sejak 1983. Penyangga yang terbatas ini berarti bila blokade berlanjut hingga musim puncak perjalanan musim panas, krisis pasokan dapat memburuk signifikan.

Sentimen yang memburuk mendorong EUR melemah terhadap USD untuk sesi ketiga berturut-turut, turun di bawah 1,1700

Euro melemah terhadap dolar AS untuk hari ketiga pada Kamis, menyentuh sekitar 1,1680, level terendah sejak 13 April. Sentimen pasar memburuk karena proses perdamaian AS-Iran terhenti, sementara data aktivitas bisnis zona euro secara umum lebih lemah.

Di zona euro, data awal (preliminary) HCOB PMI—survei cepat untuk mengukur aktivitas pelaku usaha—menunjukkan PMI manufaktur naik ke 52,2 dari 51,6 pada Maret. Angka ini di atas perkiraan 50,8 dan menjadi yang tertinggi dalam hampir empat tahun. PMI jasa turun ke 47,4 dari 50,2, lebih rendah dari perkiraan 49,8, sehingga indeks gabungan (komposit) turun ke 48,6 dari 50,7, dibanding ekspektasi 50,2. (Angka PMI di atas 50 berarti ekspansi, di bawah 50 berarti kontraksi.)

Data Zona Euro dan Latar Risiko

Harga minyak naik karena Selat Hormuz tetap ditutup, menambah tekanan bagi ekonomi zona euro yang banyak mengimpor minyak mentah. Iran menyita dua kapal pada Rabu, dan militer AS mengalihkan tiga kapal tanker Iran di perairan Asia.

Perhatian berikutnya tertuju pada data mingguan Klaim Pengangguran AS (Jobless Claims), yakni jumlah orang yang baru mengajukan tunjangan pengangguran, yang diperkirakan naik moderat, menjelang data awal PMI S&P Global AS untuk April. Dari sisi teknikal, EUR/USD menembus tren naik sejak akhir Maret, dengan RSI (Relative Strength Index, indikator untuk mengukur kekuatan momentum harga) mendekati area jenuh jual, dan histogram MACD (Moving Average Convergence Divergence, indikator momentum berbasis rata-rata pergerakan) menunjukkan batang merah makin melebar.

Area support (level penyangga, tempat harga sering tertahan) berada di sekitar 1,1680, lalu 1,1643, dengan support berikutnya 1,1505–1,1525. Resistance (level hambatan, tempat kenaikan harga sering tertahan) berada di dekat 1,1720, lalu sekitar 1,1765.

Strategi Opsi dan Volatilitas

Tekanan dari kenaikan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz patut diperhitungkan. Situasi serupa terjadi pada 2022 ketika guncangan energi setelah konflik di Ukraina mendorong inflasi zona euro ke puncak 10,6%. Ini menunjukkan euro rentan terhadap krisis energi, sehingga prospek tetap negatif selama ketegangan dengan Iran tinggi.

Perbedaan antara PMI manufaktur yang menguat dan sektor jasa yang menyusut menunjukkan ekonomi yang tidak merata dan rapuh. Ini mengingatkan kondisi 2023, ketika ekonomi AS tumbuh 2,5% sementara zona euro hanya 0,5%. Kesenjangan ini mendukung pandangan yang lebih memihak dolar AS dibanding euro.

Secara teknikal, penembusan garis tren naik adalah sinyal negatif penting. Dengan RSI mendekati area jenuh jual tetapi belum masuk sepenuhnya, pasangan ini masih punya ruang turun. Pada 2022, EUR/USD turun cepat di bawah paritas (nilai 1,00) setelah level support utama jebol, yang menunjukkan tekanan turun bisa makin cepat.

Tingkat ketidakpastian yang tinggi berarti volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan besarnya pergerakan harga yang tercermin pada harga opsi) di pasar opsi kemungkinan meningkat. Ini membuat strategi menjual call spread out-of-the-money (menjual kombinasi opsi beli/call pada strike di atas harga saat ini untuk membatasi risiko; out-of-the-money berarti strike belum “tercapai” oleh harga) menjadi menarik. Dengan cara ini, pelaku pasar mengambil premi (pendapatan dari menjual opsi) dengan pandangan bahwa pasangan ini tidak mampu merebut kembali resistance 1,1765 dalam beberapa pekan ke depan.

Setelah data aktivitas Inggris yang lebih kuat dari perkiraan, GBP/USD stabil di dekat 1,3500, pulih dari pelemahan sebelumnya namun tidak berubah

GBP/USD diperdagangkan di dekat 1,3500 pada Kamis dan nyaris tidak berubah dibanding hari sebelumnya. Pasangan ini pulih dari pelemahan awal setelah data aktivitas ekonomi Inggris lebih kuat dari perkiraan.

Data awal (flash) dari S&P Global menunjukkan PMI Komposit Inggris naik ke 52 pada April. Angka ini di atas perkiraan 49,8 dan lebih tinggi dari sebelumnya 50,3.

Data Inggris Mengangkat Pound

Pemulihan didukung kenaikan di dua sektor utama. PMI Manufaktur naik ke 53,6, sementara PMI Jasa meningkat ke 52. (PMI/Purchasing Managers’ Index adalah survei manajer pembelian; angka di atas 50 menunjukkan ekspansi/aktivitas membaik, di bawah 50 kontraksi.)

Pada perdagangan Asia Kamis, GBP/USD masih melemah untuk hari ketiga dan bergerak di sekitar 1,3500. Pasangan ini sempat turun di bawah 1,3500 dan menembus ke bawah ascending channel (kanal naik, pola grafik yang biasanya menunjukkan tren naik; tembus ke bawah bisa menjadi sinyal perubahan ke arah turun).

Meski begitu, pasangan ini tetap sedikit di atas EMA 9-periode dan jauh di atas EMA 50-periode. (EMA/Exponential Moving Average adalah rata-rata bergerak yang lebih menekankan harga terbaru; sering dipakai untuk membaca arah tren jangka pendek dan menengah.) RSI 14-hari berada di sekitar 56, menandakan momentum masih positif dan belum “terlalu jenuh”. (RSI/Relative Strength Index adalah indikator momentum; umumnya di atas 50 berarti kecenderungan menguat, di atas 70 sering dianggap jenuh beli.)

Stabilnya GBP/USD di sekitar 1,3500 menjadi dilema klasik bagi pelaku pasar. Data ekonomi Inggris yang kuat, seperti PMI April yang naik ke 52, mendukung penguatan pound. Namun, penguatan itu tertahan oleh permintaan dolar AS yang tetap tinggi.

Strategi Trading Saat Pasar Sideways

Kondisi ini menyiratkan pasar lebih cocok “main di rentang” (range/sideways) ketimbang berharap penembusan besar dalam beberapa pekan dekat. Strategi opsi seperti membeli straddle atau strangle bisa dipakai untuk mencari peluang dari lonjakan volatilitas, tanpa harus menebak arah. (Straddle adalah membeli opsi beli dan opsi jual di strike yang sama; strangle mirip, tetapi strike-nya berbeda. Keduanya untung jika harga bergerak tajam ke salah satu arah.)

Sebaliknya, jika memperkirakan GBP/USD tetap terjebak tarik-menarik, menjual volatilitas lewat iron condor bisa menarik. (Iron condor adalah strategi opsi yang mengombinasikan spread call dan spread put untuk mencari keuntungan jika harga bertahan dalam rentang tertentu.) Bull put spread atau bear call spread juga dapat dipakai untuk mengambil pandangan arah dengan risiko yang sudah dibatasi. (Spread adalah strategi opsi dengan membeli dan menjual opsi di strike berbeda untuk membatasi risiko dan biaya.)

Inflasi inti paruh pertama April di Meksiko tercatat 0,18%, di bawah perkiraan 0,2%

Inflasi inti Meksiko naik 0,18% pada paruh pertama April. Angka ini di bawah perkiraan 0,2%.

Data ini menunjukkan kenaikan harga sedikit lebih lambat daripada perkiraan pada periode tersebut. Rilis ini mencakup data setengah bulan pertama untuk April.

Implikasi bagi Kebijakan Banxico

Dengan inflasi inti lebih rendah dari perkiraan, ini menjadi sinyal bahwa Bank Sentral Meksiko (Banxico) mungkin punya ruang lebih besar untuk memangkas suku bunga. Data ini melemahkan alasan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 10,50% demi menekan inflasi. Penurunan yang tidak terduga ini mengindikasikan tekanan kenaikan harga mulai mereda lebih cepat dari dugaan.

Peso Meksiko, yang sebelumnya kuat karena carry trade (strategi meminjam dalam mata uang bersuku bunga rendah lalu membeli aset/mata uang bersuku bunga tinggi untuk mengambil selisih imbal hasil), kini lebih rentan. Kami melihat kurs USD/MXN, yang stabil di sekitar 16,50, langsung menunjukkan volatilitas (naik-turun harga yang cepat) setelah kabar ini. Pelaku pasar perlu mengantisipasi tekanan pelemahan pada peso karena selisih suku bunga (perbedaan tingkat bunga antara dua negara) yang mengecil membuat pemegang peso kurang diuntungkan.

Melihat pasar derivatif (instrumen turunan seperti kontrak yang nilainya mengikuti aset acuan), swap suku bunga overnight (kontrak pertukaran pembayaran bunga untuk satu malam yang sering dipakai membaca ekspektasi suku bunga) kini menunjukkan peluang 60% untuk pemangkasan 25 basis poin (bp; 1 bp = 0,01%) pada rapat Banxico berikutnya 15 Mei. Ini naik tajam dari peluang 35% yang tercermin di harga pasar kemarin. Pergeseran sentimen ini menunjukkan pasar cepat merespons kemungkinan kebijakan moneter lebih longgar (kebijakan yang mendorong ekonomi, misalnya lewat penurunan suku bunga).

Perlu diingat pola pada 2024 dan 2025, saat Banxico sering lebih hati-hati daripada perkiraan pasar meski ada satu laporan inflasi yang melemah. Bank sentral tetap berkomitmen pada target inflasi jangka panjang 3%, dan satu data saja bisa jadi belum cukup untuk memulai siklus pemangkasan yang cepat dan besar. Preseden ini menunjukkan bertaruh penuh pada pemangkasan suku bunga dapat berisiko.

Pendekatan Trading untuk Volatilitas Peso

Dengan prospek ini, salah satu strategi beberapa pekan ke depan adalah memakai opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) untuk memanfaatkan potensi kenaikan volatilitas mata uang. Membeli opsi call USD/MXN (hak membeli USD pada kurs tertentu; biasanya diuntungkan jika USD naik terhadap MXN, berarti peso melemah) dengan jatuh tempo setelah rapat pertengahan Mei bisa menjadi cara langsung untuk bersiap jika bank sentral memang memangkas suku bunga. Alternatifnya, strategi strangle (membeli opsi call dan put sekaligus pada harga strike berbeda untuk mencari untung dari pergerakan besar ke salah satu arah) bisa dipakai untuk mengantisipasi pergerakan besar, termasuk jika bank sentral mengejutkan pasar dengan menahan suku bunga (tidak memangkas).

Seiring ketegangan Timur Tengah berlanjut, investor dengan hati-hati menahan USD/CAD di sekitar 1,3670 sambil menanti PMI S&P Global AS

USD/CAD diperdagangkan di dekat 1,3670 pada Kamis dan hampir tidak berubah pada hari itu. Pergerakan masih terbatas dalam kisaran (range-bound: harga naik-turun di rentang sempit tanpa arah jelas) menjelang rilis PMI S&P Global Amerika Serikat.

Dolar Kanada mendapat penopang dari kenaikan harga minyak yang terkait meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. West Texas Intermediate (WTI: patokan harga minyak mentah AS) naik untuk hari keempat beruntun dan diperdagangkan dekat US$92,70 per barel karena kekhawatiran gangguan pasokan.

Risiko Pasar Minyak dan Ketegangan Selat Hormuz

Kekhawatiran pasokan berpusat pada peristiwa yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz (jalur pelayaran penting untuk ekspor minyak global). Laporan juga menyebut insiden yang melibatkan kapal serta berlanjutnya blokade angkatan laut AS (pembatasan pergerakan kapal di area tertentu).

Kenaikan Dolar Kanada terbatas karena Dolar AS menguat dalam suasana risk-off (pelaku pasar menghindari aset berisiko dan memilih aset aman). Dolar AS ditopang ketidakpastian geopolitik yang berlanjut dan minimnya kemajuan upaya diplomatik.

Ekspektasi terhadap Federal Reserve (The Fed: bank sentral AS) juga memengaruhi perdagangan. Pasar memperkirakan penurunan suku bunga terbatas, sementara data AS yang kuat dan tekanan inflasi yang bertahan—termasuk dari energi—mendukung sikap The Fed yang berhati-hati (cautious: tidak cepat melonggarkan kebijakan).

Perhatian kemudian beralih ke data PMI S&P Global AS untuk April. Data ini menjadi agenda penting berikutnya.

Bagaimana Pengaturan 2026 Berbeda dari 2025

Kita perlu mengingat dinamika pasar pada 2025, ketika USD/CAD terjebak dalam kisaran sempit di sekitar 1,3670. Saat itu, harga minyak yang tinggi akibat ketegangan Timur Tengah menjadi pendorong utama yang menopang dolar Kanada. Namun situasi pada 23 April 2026 telah berubah besar dan membuka peluang baru.

Premi risiko geopolitik pada minyak (risk premium: tambahan harga karena risiko konflik/gangguan pasokan) mereda sejak konfrontasi angkatan laut pada 2025. Dengan jalur diplomatik yang mengurangi ancaman pasokan di sekitar Selat Hormuz, WTI kini diperdagangkan lebih dekat ke US$78 per barel, turun tajam dari area US$92. Ini menghapus salah satu penopang utama “loonie” (sebutan untuk dolar Kanada), sehingga USD/CAD berangsur naik menuju 1,3850 seperti terlihat saat ini.

Pendorong dolar AS juga bergeser dari sekadar permintaan safe-haven (safe-haven: aset yang dianggap lebih aman saat pasar bergejolak) menjadi cerita perbedaan arah kebijakan moneter (monetary policy divergence: kebijakan suku bunga bank sentral yang bergerak tidak searah). Meski The Fed melakukan dua kali pemangkasan suku bunga pada akhir 2025, data terbaru menunjukkan inflasi jasa (services inflation: kenaikan harga di sektor layanan) tetap tinggi, sehingga The Fed memilih jeda ketat (hawkish pause: menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga dan tetap condong ketat). Sebaliknya, Bank of Canada menghadapi pasar perumahan yang melemah sehingga peluang langkah berikutnya berupa pemangkasan suku bunga meningkat, memperlebar selisih kebijakan yang menguntungkan dolar AS.

Indikator ekonomi saat ini memberi sinyal berbeda dibanding tahun lalu. PMI S&P Global terbaru untuk AS turun tak terduga ke 49,5, menandakan kontraksi ringan (contraction: aktivitas bisnis menyusut; angka di bawah 50 umumnya berarti penurunan) dan mengisyaratkan kebijakan ketat The Fed mulai mendinginkan ekonomi. Ini menjadi risiko bagi reli dolar belakangan ini dan menunjukkan perlunya strategi untuk melindungi dari potensi koreksi (pullback: penurunan sementara) USD/CAD.

Dengan kondisi tersebut, bisa dipertimbangkan membeli CAD call out-of-the-money (opsi beli dolar Kanada dengan harga kesepakatan di luar level pasar saat ini; lebih murah tapi butuh pergerakan besar agar untung) dengan jatuh tempo musim panas. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) kini jauh lebih rendah dibanding saat gejolak geopolitik 2025, sehingga opsi relatif murah. Ini memberi cara berbiaya rendah untuk bersiap jika dolar Kanada menguat secara mengejutkan apabila data ekonomi AS terus melemah.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code