Back

NZD/USD Menguat di Atas 0,5900, Ditopang Harapan Perdamaian AS-Iran Meski Data Ketenagakerjaan Selandia Baru Beragam

NZD/USD melanjutkan pemulihan pada Selasa dari area pertengahan 0,5800, yang merupakan level terendah pekan ini, dan naik untuk hari kedua pada Rabu. Pasangan ini kembali bergerak di atas 0,5900 pada sesi Asia, meski data ketenagakerjaan Selandia Baru beragam.

Statistics New Zealand menyebut tingkat pengangguran turun menjadi 5,3% pada kuartal I-2026 dari 5,4% pada kuartal IV-2025. Pertumbuhan lapangan kerja naik 0,2% pada kuartal I dibanding 0,5% pada kuartal IV, serta di bawah perkiraan 0,3%.

Kemajuan AS-Iran Meningkatkan Minat Risiko

Pergerakan pasar juga terkait laporan kemajuan menuju kesepakatan AS-Iran, yang menekan dolar AS dan menopang dolar Selandia Baru. Donald Trump mengatakan AS akan menghentikan sementara operasi terkait pengapalan melalui Selat Hormuz dan kesepakatan sudah dekat.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan AS tidak ingin kembali menaikkan ketegangan dengan Teheran, dan menyebut Project Freedom bersifat sementara. Harga minyak turun ke level terendah satu pekan, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi (kenaikan harga umum) dan menurunkan ekspektasi The Federal Reserve (bank sentral AS) akan bersikap lebih “hawkish” (lebih condong menaikkan suku bunga atau menahannya tinggi untuk menekan inflasi).

Perhatian beralih ke laporan ADP sektor swasta AS (perkiraan perubahan jumlah pekerja versi lembaga ADP) dan pidato anggota Federal Open Market Committee/FOMC (komite di The Fed yang menentukan suku bunga). Pasar juga mencermati laporan US Nonfarm Payrolls/NFP pada Jumat (data penambahan pekerjaan di luar sektor pertanian), sementara perkembangan Timur Tengah dapat membuat perdagangan tetap volatil (pergerakan harga naik-turun tajam).

Kami melihat dolar AS melemah karena optimisme baru atas kesepakatan damai AS-Iran, yang mendorong mata uang sensitif risiko seperti Kiwi (sebutan untuk dolar Selandia Baru). Perubahan sentimen ini menjadi pendorong utama yang mengangkat NZD/USD di atas 0,5900. Trader dapat menyiapkan strategi untuk peluang kenaikan lanjutan, namun tetap dengan risiko volatilitas.

Data pendukung dari Selandia Baru, seperti penurunan tak terduga tingkat pengangguran ke 5,3%, memperkuat skenario bullish (pandangan harga cenderung naik) bagi Kiwi. Inflasi kuartal I-2026 yang mencapai 3,1% juga menjaga tekanan pada RBNZ (Reserve Bank of New Zealand/bank sentral Selandia Baru) agar tetap “hawkish” (lebih ketat dalam kebijakan suku bunga). Ini berlawanan dengan The Fed yang bisa melunak jika harga minyak yang lebih rendah meredakan inflasi AS.

Pasar Opsi Mengisyaratkan Volatilitas Lebih Tinggi

Dengan risiko berita utama dari negosiasi Iran dan laporan NFP AS pada Jumat, volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas dari harga opsi) tenor satu minggu untuk opsi NZD/USD meningkat. Masuk akal mempertimbangkan membeli call option (kontrak opsi untuk hak membeli pada harga tertentu) untuk memanfaatkan potensi kenaikan menuju level psikologis 0,6000. Strategi ini membatasi risiko jika situasi geopolitik berbalik mendadak.

Lingkungan pasar ini mirip dengan 2015 menjelang kesepakatan nuklir Iran, yang mendukung aset berisiko dan menekan dolar. Penembusan resistance (level hambatan kenaikan) baru-baru ini menunjukkan momentum bisa membawa pasangan ini lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Call spread (strategi membeli call dan menjual call lain pada level berbeda untuk menekan biaya) dapat menjadi cara efektif untuk menurunkan biaya posisi pada skenario ini.

Fokus terdekat adalah data tenaga kerja AS, dengan perkiraan konsensus untuk laporan NFP Jumat di sekitar 190.000. Angka jauh di atas 225.000 dapat memicu pembalikan tajam pada pelemahan dolar AS belakangan ini. Karena itu, setiap posisi long (posisi beli yang mencari untung dari kenaikan harga) perlu dikelola dengan stop-loss (order untuk membatasi kerugian) yang jelas.

Pertumbuhan CPI bulanan Korea Selatan pada April sesuai perkiraan, naik 0,5% sesuai ekspektasi pasar

Indeks Harga Konsumen (IHK) Korea Selatan naik 0,5% secara bulanan (month on month/mom) pada April. Angka ini sesuai ekspektasi.

Angka ini mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen dibanding bulan sebelumnya. Ini memberi gambaran arah inflasi dalam jangka pendek.

Inflasi Sesuai Perkiraan Mengurangi Ketidakpastian Pasar

Data inflasi April yang tepat seperti perkiraan di 0,5% (mom) mengurangi sumber ketidakpastian pasar dalam waktu dekat. Kondisi yang lebih mudah diprediksi ini membuat volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) pada opsi KOSPI 200 kemungkinan mereda dalam beberapa pekan ke depan. Trader dapat mempertimbangkan menjual volatilitas berjangka pendek (strategi mengambil premi dari opsi yang jatuh tempo dekat), karena risiko kejutan kebijakan dalam waktu dekat dari Bank of Korea (BOK/bank sentral Korea Selatan) menurun.

Dengan inflasi tahunan (year on year/yoy, yaitu dibanding periode yang sama tahun lalu) yang bertahan di 3,1% dan masih jauh di atas target bank sentral 2%, ruang bagi BOK untuk memangkas suku bunga menjadi semakin mundur. Bank sentral mempertahankan suku bunga kebijakan (policy rate, suku bunga acuan) di 3,50% selama lebih dari setahun, dan data ini mendukung sikap hati-hati tersebut. Ini dapat menguatkan posisi pada interest rate swap (swap suku bunga, yaitu kontrak untuk menukar pembayaran bunga tetap dan mengambang) yang bertaruh suku bunga tetap tinggi hingga akhir tahun.

Konfirmasi inflasi yang sulit turun dan kebijakan bank sentral yang tetap ketat dapat menjadi penopang bagi Won Korea. Ini menurunkan peluang depresiasi tajam terhadap dolar AS dalam waktu dekat. Karena itu, menjual opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan harga kesepakatan di atas harga pasar saat ini) pada pasangan USD/KRW bisa menjadi strategi untuk memperoleh premi (pendapatan dari menjual opsi).

Pasar sempat bergejolak pada kuartal III 2025 ketika lonjakan inflasi tak terduga memaksa pasar mengubah cepat ekspektasi suku bunga dan memicu aksi jual obligasi. Berbeda dengan itu, data yang sesuai perkiraan saat ini membuat pergerakan pasar lebih teratur. Ini berarti trader bisa menurunkan biaya lindung nilai (hedging, yaitu strategi mengurangi risiko) terhadap perubahan kebijakan yang mendadak.

Membandingkan Volatilitas Masa Lalu Dengan Kondisi Saat Ini

Indeks Harga Konsumen Tahunan Korea Selatan Naik 2,6% pada April, Sesuai Ekspektasi Ekonom

Indeks harga konsumen (IHK) Korea Selatan naik 2,6% secara tahunan (year on year/yoy) pada April. Angka ini sesuai dengan perkiraan 2,6%.

Data ini menunjukkan inflasi tetap stabil sesuai perkiraan. Rilis ini melengkapi kumpulan data harga bulanan terbaru Korea Selatan.

Implikasi Pasar untuk Kebijakan Moneter

Inflasi April yang tepat sesuai perkiraan di 2,6% mengurangi ketidakpastian besar di pasar. Ini menunjukkan Bank of Korea (bank sentral Korea Selatan) kecil kemungkinan melakukan perubahan suku bunga secara mendadak, baik naik maupun turun. Bagi pelaku pasar, ini mengarah pada potensi volatilitas (naik-turunnya harga) yang lebih rendah dalam beberapa pekan ke depan.

Strategi yang diuntungkan dari kondisi stabil bisa dipertimbangkan, karena kejutan yang menggerakkan pasar tampak lebih kecil. Indeks volatilitas KOSPI (VKOSPI), yaitu ukuran ekspektasi volatilitas pasar saham Korea, sudah turun di bawah 15, lebih rendah dibanding periode kekhawatiran ekspor pada akhir 2025. Kondisi ini cenderung mendukung strategi menjual opsi untuk memperoleh premi (harga opsi yang dibayar pembeli) ketimbang membeli opsi untuk taruhan arah harga yang besar.

Dengan bank sentral kemungkinan menahan kebijakan, futures suku bunga pada Korean Treasury Bonds (obligasi pemerintah Korea) berpotensi bergerak dalam kisaran. Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuan di 3,50% sejak awal tahun lalu, dan inflasi yang stabil memberi ruang untuk melanjutkan sikap ini. Ini membuka peluang pada calendar spread (strategi memanfaatkan perbedaan harga kontrak berjangka dengan jatuh tempo berbeda) atau strategi lain yang diuntungkan dari time decay (penurunan nilai opsi seiring waktu) dan prospek suku bunga yang stabil.

Peluang Perdagangan Kisaran pada Mata Uang

Stabilitas ini juga berdampak pada won Korea, yang bergerak dalam kisaran sempit terhadap dolar AS di sekitar level 1.350. Selama Federal Reserve AS (bank sentral AS) juga memberi sinyal menahan kebijakan, pasangan USD/KRW (nilai tukar dolar AS terhadap won Korea) diperkirakan tetap terbatas. Trader dapat melirik strategi menjual strangle (menjual opsi jual dan opsi beli di level harga berbeda) atau straddle (menjual opsi jual dan opsi beli di level harga yang sama) pada futures mata uang, dengan asumsi won tidak akan mengalami pergerakan besar keluar dari kisaran.

Statistics Selandia Baru Laporkan Pengangguran 5,3% pada Kuartal I 2026, Lebih Baik dari Perkiraan dan Turun dari 5,4%

Tingkat pengangguran Selandia Baru turun tipis menjadi 5,3% pada kuartal I 2026 dari 5,4% pada kuartal IV 2025, kata Statistics New Zealand pada Rabu. Angka ini di bawah perkiraan pasar 5,4%.

Perubahan tingkat pekerjaan naik 0,2% pada kuartal I, melambat dari 0,5% pada kuartal IV dan di bawah perkiraan konsensus 0,3% (perkiraan rata-rata analis). Tingkat partisipasi (porsi penduduk usia kerja yang bekerja atau aktif mencari kerja) turun ke 70,4% pada kuartal I dari 70,5% sebelumnya.

Ringkasan Reaksi Pasar

Setelah rilis data, NZD/USD naik 0,32% pada hari itu ke 0,5890 saat penulisan.

Turunnya pengangguran ke 5,3% sekilas terlihat positif bagi dolar Selandia Baru. Namun rinciannya memberi sinyal berbeda. Pertumbuhan pekerjaan melambat dan tingkat partisipasi turun, yang menunjukkan pasar tenaga kerja mulai longgar (tekanan permintaan tenaga kerja melemah). Sinyal campuran ini membuat penguatan awal NZD/USD bisa menyesatkan bagi trader.

Laporan ini kemungkinan membuat keputusan berikutnya dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ/bank sentral Selandia Baru) lebih rumit. Dengan Official Cash Rate (OCR/suku bunga acuan) bertahan di 5,50%, bank sentral menunggu tanda pelemahan ekonomi yang jelas sebelum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga. Meski inflasi tahunan turun ke 3,8% pada kuartal I, data pekerjaan yang lebih lemah ini belum cukup untuk memaksa RBNZ segera mengubah arah kebijakan.

Kami menilai data ini lebih berpotensi memicu volatilitas pasar (naik-turun harga yang tajam) dibanding memberi arah jelas bagi dolar “Kiwi” (sebutan untuk dolar Selandia Baru). Perlambatan yang terlihat pada paruh kedua 2025 juga menegaskan dampak suku bunga tinggi masih merembes ke ekonomi, hanya lebih lambat dari perkiraan. Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures/kontrak berjangka), ini mengarah pada strategi opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) yang diuntungkan dari pergerakan harga, ketimbang sekadar mengambil posisi long atau short (beli untuk untung saat harga naik, atau jual untuk untung saat harga turun).

Prospek Dolar Kiwi

Dengan ketidakpastian ini, kami mencermati implied volatility pada opsi NZD (perkiraan volatilitas yang tersirat dari harga opsi). Besaran ini mungkin belum sepenuhnya memasukkan data yang saling bertentangan. Pasar saat ini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga RBNZ pada kuartal IV tahun ini. Laporan pekerjaan ini kecil kemungkinannya mempercepat jadwal tersebut, sehingga menahan NZD bergerak dalam kisaran tertentu pada pekan-pekan mendatang.

USD/JPY Menguat seiring Kekhawatiran Intervensi Mereda; Dolar yang Stabil Topang Pembeli Dorong ke 160,00, Diperdagangkan di 157,91

USD/JPY naik 0,48% pada Selasa ke sekitar 157,91, seiring Dolar AS tetap stabil setelah aksi di pasar valuta asing (FX/foreign exchange, yaitu perdagangan mata uang) Jepang Kamis lalu. Pasangan ini sempat turun hampir 2,50%, atau hampir 400 pip (pip adalah satuan perubahan harga kecil pada pasangan mata uang), saat aksi tersebut terjadi.

Wall Street ditutup menguat, sementara pejabat AS mengatakan gencatan senjata masih berlaku dan pengiriman barang dikawal melewati Selat Hormuz. Pasar tetap peka terhadap risiko konflik, dengan Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang) datar di 98,48 dan imbal hasil (yield, tingkat pengembalian) US Treasury 10 tahun turun 0,14% ke 4,426%.

Data Pasar dan Latar Risiko

Data AS menunjukkan aktivitas melambat pada April, dengan ISM Services PMI (indeks manajer pembelian sektor jasa, indikator arah ekonomi) di 53,6 dari 54,0 pada Maret. Subindeks ketenagakerjaan naik dari 45,2 ke 48,0, dan komponen harga yang dibayar (prices paid, ukuran tekanan harga) bertahan di 70,7, tertinggi sejak April 2022.

Defisit perdagangan Maret melebar seiring impor naik 3,6% dan ekspor naik 3,1%. Lowongan kerja JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey, survei lowongan kerja AS) turun dari 6,922 juta ke 6,866 juta, di bawah perkiraan 6,83 juta.

Menteri Keuangan Jepang pada 4 Mei memperingatkan akan bertindak terhadap pergerakan spekulatif, dan dukungan untuk yen minggu lalu diperkirakan sekitar US$35 miliar. Secara teknikal, harga berada dekat 157,89, di bawah moving average (rata-rata pergerakan harga) sekitar 158,69, dengan RSI (14) (Relative Strength Index periode 14, indikator momentum) dekat 45; resistance (batas atas yang sering menahan kenaikan) di 158,69 dan 160,00, sementara support (batas bawah yang sering menahan penurunan) dekat 155,38, 153,45, dan 148,40.

Strategi Opsi dan Risiko Intervensi

Bagi trader saat ini, sejarah tersebut berarti volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi USD/JPY kemungkinan tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Ancaman aksi mendadak dari otoritas Jepang menambah ketidakpastian dan membuat harga opsi sensitif terhadap peringatan resmi. Kondisi ini membuat menjual opsi tanpa lindung nilai (naked options, menjual opsi tanpa posisi pelindung) sangat berisiko, karena pergerakan tiba-tiba bisa memicu kerugian besar.

Strategi yang lebih hati-hati adalah memakai opsi spread (kombinasi beli dan jual opsi untuk membatasi risiko) untuk mengunci batas risiko sambil bersiap jika pasangan ini menguji kembali level tinggi. Contohnya, bull call spread (beli call pada strike lebih rendah dan jual call pada strike lebih tinggi) memungkinkan Anda bertaruh pada kenaikan menuju level kunci seperti 160, dengan kerugian maksimum terbatas pada premi (biaya) yang dibayar. Pendekatan ini memanfaatkan kecenderungan naik sekaligus melindungi dari penurunan tajam akibat intervensi.

Sebaliknya, bagi yang memperkirakan respons resmi lagi, membeli put out-of-the-money (opsi jual dengan strike di bawah harga pasar saat ini, biasanya lebih murah) bisa menjadi lindung nilai (hedge, pengaman risiko) atau spekulasi. Posisi ini berbiaya rendah tetapi dapat memberi hasil besar jika otoritas bertindak tegas dan mendorong pasangan ini turun beberapa ratus pip lagi. Perlu memantau peringatan lisan dari pejabat, karena sering mendahului aksi di pasar.

Buka akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Harga Tembaga Meningkat apabila Harapan Damai Iran Menyokong Kenaikan Logam

Perkara Utama

  • COPPER-C didagangkan pada 6.0067, naik 0.0986 atau 1.67%, selepas mencatat paras tertinggi sesi 6.0104.
  • Kuprum LME tiga bulan meningkat 1.1% kepada AS$13,284 satu tan metrik pada 0400 GMT, paras tertinggi sejak 27 April.
  • Kuprum SHFE naik 1.7% kepada 102,750 yuan, atau AS$15,043.15 setan apabila China kembali beroperasi selepas cuti Hari Pekerja.
  • Timah LME melonjak 4.5%, nikel naik 1.6%, zink meningkat 1.2%, plumbum bertambah 0.4%, manakala aluminium susut 0.1% kepada AS$3,586 setan.

Harga kuprum meningkat pada Rabu apabila pedagang bertindak balas terhadap tanda-tanda kemajuan ke arah potensi perjanjian damai AS-Iran. Presiden Donald Trump berkata beliau akan menghentikan sementara operasi mengiringi kapal melalui Selat Hormuz, sambil menyebut “kemajuan besar” ke arah perjanjian menyeluruh dengan Iran.

Perkembangan itu membantu meningkatkan selera risiko, melemahkan dolar, serta meredakan kebimbangan bahawa konflik Timur Tengah akan terus menekan pertumbuhan global.

Kontrak penanda aras kuprum tiga bulan di London Metal Exchange meningkat 1.1% kepada AS$13,284 satu tan metrik pada 0400 GMT, selepas menyentuh paras tertinggi sejak 27 April. Kontrak kuprum paling aktif di Shanghai Futures Exchange naik 1.7% kepada 102,750 yuan, atau AS$15,043.15 setan, apabila pasaran China menyambung dagangan selepas cuti Hari Pekerja.

Pasaran lebih luas turut bertukar lebih konstruktif. Saham melonjak, harga minyak menjunam, dan dolar susut selepas komen Trump. Reuters melaporkan minyak mentah Brent turun 1.2% kepada AS$108.51 setong, manakala niaga hadapan S&P 500 e-mini meningkat 0.3%. Indeks paling luas MSCI bagi saham Asia-Pasifik di luar Jepun melonjak 2.3% ke rekod baharu.

Bagi kuprum, gabungan itu penting. Dolar yang lebih lemah menjadikan logam berharga dolar lebih murah kepada pembeli yang menggunakan mata wang lain. Minyak yang lebih rendah juga mengurangkan tekanan kos merentasi pengangkutan, tenaga, dan industri berat. Latar Timur Tengah yang lebih tenang boleh menyokong jangkaan permintaan kuprum, khususnya apabila China kembali ke pasaran.

Kembalinya China Menambah Sokongan Permintaan

Kembalinya China selepas cuti Hari Pekerja memberikan sumber sokongan kedua kepada logam industri. Pedagang sering memantau aktiviti China dengan teliti kerana negara itu kekal sebagai pengguna terbesar dunia bagi kuprum, aluminium, nikel, zink, plumbum dan timah.

Kuprum mendapat manfaat daripada kembalinya pasaran itu kerana ia berada di teras grid kuasa, pembinaan, kenderaan elektrik, pusat data, dan infrastruktur berkaitan AI. Penganalisis pasaran berkata pasaran sedang menilai harapan penyaheskalasi di Timur Tengah di samping optimisme yang semakin meningkat terhadap pembinaan AI dan permintaan kuprum yang bersifat struktur.

Hujah itu kekal kukuh. Pertumbuhan AI memerlukan lebih banyak pusat data, kabel kuasa, sistem penyejukan, transformer, dan naik taraf grid. Permintaan kuprum tidak bergantung pada AI semata-mata, namun AI memberi pasaran naratif jangka panjang yang jelas apabila risiko geopolitik mula reda.

Unjuran berhati-hati adalah kuprum boleh kekal disokong jika pembelian China selepas cuti berterusan dan rundingan damai mengekalkan harga minyak lebih rendah. Dolar yang lebih lemah akan menambah sokongan. Jika kembalinya China gagal membawa permintaan fizikal baharu, rali mungkin kehilangan momentum berhampiran rintangan.

Analisis Teknikal

COPPER-C didagangkan berhampiran 6.01, melantun daripada kelemahan recente dan cuba stabil di atas paras psikologi 6.00 selepas fasa penyatuan yang tidak menentu sepanjang akhir April. Struktur yang lebih luas masih mencerminkan pemulihan daripada paras rendah Mac berhampiran 5.19, namun momentum menjadi lebih bercampur apabila harga menghampiri bahagian atas julat terkini.

Dari sudut teknikal, momentum bertambah baik dalam jangka pendek. Harga telah merampas semula purata bergerak 5-hari (5.90) dan 10-hari (5.92), dengan kedua-duanya mula mendatar dan beralih lebih tinggi. Purata bergerak 20-hari (5.95) berada sedikit di bawah harga semasa, menandakan pembeli beransur-ansur kembali menguasai selepas pembetulan baru-baru ini.

Paras utama untuk diperhatikan:

  • Sokongan: 5.95 → 5.80 → 5.39
  • Rintangan: 6.01 → 6.22 → 6.52

Harga kini menguji zon rintangan 6.00–6.01, yang telah bertindak sebagai siling jangka pendek dalam beberapa sesi kebelakangan ini. Penembusan kukuh di atas kawasan ini boleh mencetuskan pergerakan ke arah 6.22, dengan potensi kenaikan lanjut kembali ke paras tinggi 6.52 jika momentum menaik dipercepat.

Di sebelah bawah, 5.95 bertindak sebagai sokongan segera, sejajar rapat dengan purata bergerak 20 hari. Penembusan di bawah paras ini boleh mendedahkan 5.80, manakala pembetulan yang lebih dalam akan mengalihkan tumpuan kembali kepada zon sokongan lebih luas berhampiran 5.39.

Secara keseluruhan, kuprum cuba membina semula momentum menaik selepas penyatuan, dengan pergerakan harga sekitar paras 6.00 berkemungkinan menentukan sama ada pemulihan boleh dipanjangkan lagi.

Implikasi Pasaran

Pergerakan kuprum menghantar isyarat pro-pertumbuhan. Apabila kuprum meningkat seiring ekuiti dan dolar yang lebih lemah, pedagang sering mentafsirkannya sebagai petanda pasaran sedang menilai permintaan global yang lebih baik, bukan semata-mata tekanan bekalan. Ini boleh menyokong saham perlombongan, mata wang berkaitan komoditi, serta aset berisiko yang terikat kepada pemulihan industri.

Risikonya ialah “premium damai” mungkin bergerak lebih pantas daripada realiti. Penggantungan sementara operasi pengiring Hormuz oleh Trump telah menaikkan harapan, namun perjanjian penuh masih memerlukan butiran dan susulan. Jika rundingan gagal, minyak boleh meningkat semula, dolar boleh pulih, dan logam industri boleh menghakis sebahagian keuntungan Rabu.

Unjuran berhati-hati memihak kepada bias kuprum yang lebih kukuh selagi COPPER-C kekal di atas 5.9454 dan 5.9217. Penutupan di atas 6.0104 akan menyokong pergerakan ke arah 6.2242. Penembusan di bawah 5.9002 akan memberi amaran bahawa rali pasca-cuti dan perjanjian damai sedang pudar.

Buka akaun VT Markets secara langsung hari ini untuk mengakses ciri platform kami, termasuk pandangan pasaran dan kandungan pendidikan.

Mula berdagang sekarang – Klik di sini untuk membuat akaun sebenar VT Markets

Ahli strategi NBC Marion dan Dahms mengatakan penguatan yuan mencerminkan arus energi serta membaiknya manufaktur China dan data PPI

Yuan China menguat, dengan USD/CNY mendekati level terendah beberapa tahun jika dilihat dari rata-rata kuartalan. Pergerakan ini tidak hanya terkait pelemahan dolar AS, tetapi juga meningkatnya arus penyelesaian transaksi energi (pembayaran impor/ekspor energi) yang memakai yuan.

Aktivitas manufaktur China membaik dan data Indeks Harga Produsen (PPI, ukuran perubahan harga di tingkat pabrik) menguat. Ini mengurangi dorongan bagi pelonggaran kebijakan besar-besaran (penurunan suku bunga atau penambahan likuiditas).

Managed Yuan Appreciation Outlook

Penguatan yuan diperkirakan berlanjut, namun tetap dikendalikan ketat oleh People’s Bank of China (PBoC, bank sentral China). Tujuannya membatasi inflasi impor (kenaikan harga barang impor), terutama energi, serta menjaga kepercayaan pasar.

Pembuat kebijakan kemungkinan menahan pergerakan satu arah yang bisa menekan eksportir atau memicu posisi spekulatif (transaksi untuk mengejar untung cepat). Selama pertumbuhan ekonomi tidak melambat tajam, kecenderungannya tetap pada yuan yang lebih kuat namun terkelola.

Dengan prospek penguatan yuan yang terukur, pelaku pasar dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari penurunan USD/CNY secara pelan dan stabil. Yuan menguat bukan semata karena dolar AS melemah, dan tren ini diperkirakan berlanjut. Strategi berisiko tinggi yang bergantung pada lonjakan volatilitas (naik-turun harga yang tajam) kemungkinan tidak disukai karena bank sentral mengatur laju penguatan mata uang.

Pandangan ini didukung data ekonomi April 2026. PMI manufaktur resmi China (indeks aktivitas pabrik; di atas 50 berarti ekspansi) berada di 51,1, menandakan ekspansi berlanjut, sementara PPI kembali positif secara tahunan (year-on-year/YoY, dibanding periode sama tahun lalu) untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun. Fundamental yang membaik membuat ruang pelonggaran agresif mengecil, sehingga yuan bisa menguat.

Energy Settlement Tailwind

Meningkatnya penggunaan yuan untuk penyelesaian transaksi energi menjadi pendorong struktural bagi mata uang ini. Terlihat kenaikan transaksi kontrak berjangka minyak berdenominasi yuan (kontrak futures: perjanjian jual-beli di harga tertentu untuk waktu mendatang) di Shanghai International Energy Exchange sepanjang kuartal I 2026. Ini menunjukkan permintaan CNY dari kebutuhan bisnis yang relatif terpisah dari arus spekulatif.

PBoC kemungkinan membiarkan apresiasi bertahap ini untuk menahan inflasi impor, tetapi juga akan mencegah penguatan yang tidak tertib. Pola ini terlihat pada paruh kedua 2025 saat bank sentral menggunakan penetapan kurs acuan harian (daily fixing, patokan nilai tukar harian) yang lebih kuat dari perkiraan untuk mengarahkan yuan menguat, sambil memanfaatkan bank-bank milik negara untuk membeli dolar AS agar kenaikannya lebih halus. Pengaturan tempo ini menunjukkan otoritas ingin menghindari “taruhan satu arah” yang bisa merugikan eksportir.

Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures), kondisi ini lebih cocok untuk strategi yang diuntungkan dari volatilitas rendah dan pergerakan arah yang bertahap. Menjual opsi call USD yang out-of-the-money (OTM, harga strike di atas harga pasar saat ini sehingga belum menguntungkan jika dieksekusi) terhadap CNH (yuan offshore, diperdagangkan di luar China daratan) bisa menjadi cara untuk mengumpulkan premi (biaya yang diterima penjual opsi), karena apresiasi tajam mendadak dinilai kecil kemungkinannya. Strategi ini sejalan dengan ekspektasi yuan yang lebih kuat namun tetap terkendali dalam beberapa pekan ke depan.

Di Selandia Baru, tingkat partisipasi angkatan kerja pada kuartal I mencapai 70,4%, di bawah perkiraan 70,5%

Tingkat partisipasi angkatan kerja Selandia Baru berada di 70,4% pada kuartal pertama. Ekspektasi pasar 70,5%.

Hasil ini 0,1 poin persentase di bawah perkiraan. Data mengacu pada kuartal pertama (Q1).

Sinyal Pelemahan Pasar Tenaga Kerja

Selisih kecil pada tingkat partisipasi di Q1 tetap memperkuat cerita bahwa pasar tenaga kerja mulai mendingin. Artinya, tekanan kenaikan upah kemungkinan tidak akan naik lagi, sehingga Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) punya alasan lebih kecil untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Karena itu, nada kebijakan RBNZ berpotensi lebih “dovish” (cenderung mendukung penurunan suku bunga) dalam beberapa pekan ke depan.

Angka 70,4% ini melanjutkan tren turun yang jelas dari rekor mendekati 72% pada 2024, menegaskan bahwa kondisi tenaga kerja yang sangat ketat pada 2025 sudah lewat. Data terbaru ini, bersama angka pengangguran yang naik ke 4,5%, menunjukkan pasar tenaga kerja punya “kelonggaran” yang makin besar (lebih banyak orang tersedia untuk bekerja sehingga perusahaan tidak perlu berebut tenaga kerja). Tren ini penting untuk strategi suku bunga.

Kami menilai pasar belum sepenuhnya memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga RBNZ sebelum akhir tahun. Pelaku pasar bisa mempertimbangkan strategi yang diuntungkan saat suku bunga jangka pendek turun, misalnya “menerima fixed” pada swap 2 tahun (swap adalah kontrak pertukaran bunga; “menerima fixed” berarti menerima bunga tetap dan membayar bunga mengambang, sehingga diuntungkan jika suku bunga turun). Peluang Official Cash Rate (OCR/suku bunga acuan RBNZ), yang saat ini 5,50%, turun pada kuartal ketiga (Q3) kini meningkat.

Dampaknya, dolar Selandia Baru berpotensi menghadapi tekanan. RBNZ yang lebih dovish, terutama ketika bank sentral besar lain masih berhati-hati, biasanya berdampak negatif bagi mata uang. Kami melihat peluang membeli opsi jual NZD/USD (“put”, memberi hak untuk menjual di harga tertentu) dengan jatuh tempo 3 bulan untuk mengantisipasi penurunan melewati level dukungan penting (support adalah area harga yang sering menahan penurunan).

Ketenagakerjaan Selandia Baru Kuartal I Naik 0,2%, di Bawah Proyeksi 0,3%; Kenaikan Lebih Lemah dari Perkiraan

Perubahan tingkat ketenagakerjaan Selandia Baru pada kuartal pertama sebesar 0,2%. Ekspektasi pasar 0,3%.

Hasilnya 0,1 poin persentase di bawah perkiraan. Data ini mengacu pada perubahan ketenagakerjaan kuartal-ke-kuartal (dibanding kuartal sebelumnya) untuk 1Q.

Implikasi Kebijakan RBNZ

Selisih tipis di data ketenagakerjaan kuartal pertama menunjukkan pasar tenaga kerja mulai mendingin, sehingga perhatian tertuju pada Reserve Bank of New Zealand (RBNZ/bank sentral Selandia Baru). Pelemahan ini meningkatkan peluang RBNZ mempertimbangkan penurunan Official Cash Rate (OCR/suku bunga acuan) lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, bahkan bisa mulai kuartal ketiga. Kami menilai pasar akan mulai memasang harga untuk sikap yang lebih “dovish” (cenderung mendukung pelonggaran kebijakan, yaitu suku bunga lebih rendah), serupa dengan perubahan arah kebijakan yang terjadi di banyak negara saat perlambatan ekonomi 2024.

Prospek ini menjadi sinyal negatif (bearish/berpotensi melemah) bagi dolar Selandia Baru dalam beberapa pekan ke depan. Kami memperkirakan pasangan NZD/USD akan berada di bawah tekanan dan berpotensi menguji level “support” (area harga yang sering menahan penurunan) yang belum terlihat sejak akhir 2025. Trader derivatif (produk turunan seperti opsi dan kontrak berjangka) dapat mempertimbangkan membeli opsi put NZD (hak untuk menjual pada harga tertentu—biasanya digunakan saat memprediksi harga turun) atau membuka posisi short pada futures NZD (kontrak berjangka; posisi short berarti mendapat keuntungan jika harga turun) untuk memanfaatkan potensi pelemahan ini.

Di luar valuta asing, peluang paling langsung ada pada ekspektasi suku bunga. Perhatikan instrumen seperti New Zealand bank bill futures (kontrak berjangka yang sensitif terhadap suku bunga jangka pendek); mengambil posisi long (membeli) berarti bertaruh suku bunga jangka pendek akan turun. Data ini menantang narasi yang membuat OCR bertahan di level tinggi 5,5% begitu lama, yang pertama kali dicapai pada Mei 2023.

Untuk pasar saham, situasinya menambah ketidakpastian, dan ini bisa menjadi peluang. Ekonomi yang melemah biasanya menekan laba perusahaan, tetapi peluang suku bunga lebih rendah dapat mengangkat valuasi (penilaian harga saham). Ini berarti penggunaan opsi untuk memperdagangkan volatilitas (naik-turunnya harga) pada indeks NZX 50, misalnya lewat strategi straddle (membeli opsi call dan put sekaligus untuk mengejar pergerakan besar ke salah satu arah), bisa menjadi langkah yang lebih hati-hati untuk mengambil peluang dari pergerakan pasar yang signifikan.

Strategi Potensial NZX 50

Di Selandia Baru, tingkat pengangguran tercatat 5,3% pada kuartal I, sedikit di bawah perkiraan 5,4%

Tingkat pengangguran Selandia Baru berada di 5,3% pada kuartal pertama. Angka ini lebih rendah dari perkiraan 5,4%.

Data pengangguran kuartal pertama 5,3% menunjukkan pasar tenaga kerja lebih ketat dari perkiraan, yang berarti ekonomi masih punya kekuatan dasar. Pasar tenaga kerja yang tetap ketat biasanya membuat upah terus naik, dan kenaikan upah ini mendorong inflasi (kenaikan harga barang dan jasa). Karena itu, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ/bank sentral Selandia Baru) kemungkinan mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Implikasi untuk Kebijakan RBNZ

Laporan ketenagakerjaan yang kuat ini muncul hanya beberapa pekan setelah inflasi kuartal pertama 2026 tercatat “melekat” di 3,8% (artinya turun sangat lambat dan sulit kembali ke level normal), masih jauh di luar kisaran target RBNZ. Pada rapat terakhirnya Februari 2026, bank sentral menahan Official Cash Rate (OCR/suku bunga acuan) di 5,50% dan menegaskan tugasnya belum selesai. Data terbaru ini akan memperkuat sikap “hawkish” (cenderung mendukung suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) dalam beberapa pekan ke depan.

Perlu meninjau ulang posisi yang bertaruh pada pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar kemungkinan akan menggeser waktu pemangkasan pertama menjadi lebih lama, misalnya dari kuartal ketiga tahun ini ke awal 2027. Strategi derivatif (instrumen turunan seperti swap dan opsi) kini lebih condong ke strategi “pay fixed” pada interest rate swaps (swap suku bunga/kontrak tukar arus bunga), yaitu membayar bunga tetap dan menerima bunga mengambang, sebagai lindung nilai jika suku bunga bertahan tinggi.

Kondisi ini mendukung dolar Selandia Baru, karena suku bunga tinggi yang bertahan membuat mata uang tersebut lebih menarik bagi investor asing. NZD berpotensi menguat, terutama terhadap mata uang dari negara yang bank sentralnya memberi sinyal pemangkasan suku bunga. Bagi trader, membeli opsi beli (call options/kontrak yang memberi hak membeli di harga tertentu) NZD dapat menjadi cara yang lebih terukur untuk mengambil posisi atas potensi penguatan ini.

Perlu mengingat volatilitas pasar yang terjadi pada akhir 2025 ketika ketahanan ekonomi serupa mengejutkan pelaku pasar. Saat itu, banyak pihak sudah memasang posisi untuk pemangkasan suku bunga lebih cepat dan terpaksa menutup posisi tersebut dengan cepat ketika data kuat muncul. Laporan pekerjaan kali ini terasa sebagai sinyal serupa bahwa ekonomi belum melambat secepat yang diperkirakan pasar.

Manajemen Risiko dan Penempatan Posisi

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code