Back

Ketidakpastian kepemimpinan membayangi The Fed saat Warsh menghadapi dengar pendapat; manuver politik bisa menunda pengangkatannya, Powell tetap sementara sambil menunggu penyelidikan

Komite Perbankan Senat dijadwalkan menggelar dengar pendapat konfirmasi pada Selasa untuk calon Ketua Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS), Kevin Warsh, di tengah ketidakpastian kapan perubahan pimpinan bisa terjadi. Kondisi politik dapat memperlambat proses, sehingga penunjukan berpotensi tertunda.

Masa jabatan Jerome Powell memimpin FOMC (Federal Open Market Committee/komite pembuat kebijakan suku bunga The Fed) resmi berakhir pada 15 Mei. Powell mengatakan ia akan tetap menjabat sebagai Chair pro tempore (ketua sementara) jika belum ada pengganti sampai tanggal tersebut. Presiden mengindikasikan ingin melakukan investigasi, yang bisa membuat proses konfirmasi tertunda tanpa batas jika Tillis tetap pada posisinya.

Waktu Konfirmasi dan Dampaknya ke Pasar

Pasar prediksi (prediction markets/platform yang memperdagangkan “peluang” suatu kejadian) menunjukkan peluang kecil proses ini selesai sebelum 15 Mei. Kelanjutan kebijakan mungkin tetap berjalan, tetapi waktu transisinya belum jelas.

Dengar pendapat diperkirakan tetap berbobot terlepas dari hasil konfirmasi dan waktunya.

Strategi Derivatif untuk Suku Bunga Lebih Tinggi

Saat ini, dengan Warsh sudah menjabat, ketidakpastian bergeser dari soal pimpinan ke arah kebijakan moneter (langkah bank sentral mengatur suku bunga dan likuiditas) yang lebih tepat. Suku bunga Fed funds (bunga acuan/target bunga pinjaman antarbank semalam di AS) bertahan di 5,50%, dan data inflasi core PCE (indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti; ukuran inflasi favorit The Fed yang mengecualikan harga pangan dan energi) terbaru berada di 3,1%, lebih tinggi dari perkiraan pasar. Ini mendorong mundur ekspektasi penurunan suku bunga pertama, sehingga memicu ketegangan baru.

Dalam kondisi ini, fokus bisa diarahkan ke derivatif (instrumen turunan; nilainya mengikuti aset/acuan seperti suku bunga, obligasi, atau indeks) yang memanfaatkan waktu perubahan kebijakan. Pasar kini menilai peluang penurunan suku bunga sebelum September kurang dari 50%, berubah tajam dibanding dua bulan lalu. Karena itu, penggunaan calendar spread pada kontrak berjangka SOFR (Secured Overnight Financing Rate; suku bunga acuan transaksi repo semalam yang dijaminkan, sering dipakai sebagai patokan suku bunga AS) atau menjual call out-of-the-money pada ETF obligasi Treasury (opsi beli dengan harga strike di atas harga saat ini; umumnya menghasilkan premi tetapi berisiko jika harga naik tajam) bisa menjadi strategi untuk mencerminkan pandangan bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Buka akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Rata-rata empat minggu perubahan ketenagakerjaan ADP AS naik menjadi 54,8 ribu, dibandingkan 39 ribu pada pembacaan sebelumnya

Perubahan ketenagakerjaan ADP Amerika Serikat rata-rata 4 minggu berada di 54,8 ribu pada 28 Maret. Angka sebelumnya 39 ribu.

Ini menunjukkan kenaikan 15,8 ribu pada rata-rata 4 minggu dibandingkan data sebelumnya. Data ini mengacu pada ukuran ADP untuk perubahan jumlah pekerja di Amerika Serikat (ADP adalah laporan ketenagakerjaan dari perusahaan penggajian yang sering dipakai sebagai petunjuk awal sebelum data resmi pemerintah).

Sinyal Ketahanan Pasar Tenaga Kerja

Data ADP terbaru yang menunjukkan lonjakan rata-rata kenaikan pekerjaan 4 minggu menjadi 54,8 ribu mengindikasikan pasar tenaga kerja belum melemah secepat perkiraan. Ini melemahkan anggapan bahwa perlambatan ekonomi sudah dekat. Artinya, permintaan di ekonomi masih cukup kuat memasuki kuartal II.

Gambaran ketenagakerjaan yang lebih kuat ini membuat langkah Federal Reserve (bank sentral AS) makin rumit, terutama karena laporan CPI (Indeks Harga Konsumen/inflasi) terakhir menunjukkan inflasi inti (inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti makanan dan energi) masih sekitar 3,1%. Data ini menurunkan peluang pemangkasan suku bunga di pertengahan tahun yang sebelumnya banyak diperkirakan pasar. Pasar mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama (“higher for longer” berarti suku bunga tinggi dipertahankan lebih lama).

Dalam situasi ini, peluang bisa muncul dari volatilitas (naik-turun harga) yang meningkat saat pasar mencerna ketidakpastian kebijakan. VIX (indeks volatilitas yang sering disebut “indeks ketakutan” pasar saham AS) yang berada di sekitar 16 terlihat terlalu rendah jika The Fed harus mempertahankan kebijakan ketat lebih lama dari perkiraan. Bisa dipertimbangkan membeli opsi beli (call option, yaitu hak membeli pada harga tertentu) VIX untuk bulan terdekat, atau mengambil posisi yang diuntungkan saat volatilitas naik melalui opsi pada SPY (ETF yang mengikuti indeks S&P 500).

Untuk indeks saham, tekanan dari suku bunga yang tinggi menjadi hambatan, terutama bagi sektor pertumbuhan dan teknologi. Bisa dipertimbangkan membeli opsi jual pelindung (protective put, yaitu hak menjual untuk membatasi risiko turun) pada Nasdaq 100 lewat ETF QQQ, atau memakai bear put spread (strategi opsi: membeli put dan menjual put lain pada harga lebih rendah untuk menekan biaya, dengan keuntungan maksimum terbatas). Strategi ini memberi perlindungan penurunan sekaligus membatasi risiko maksimum.

Perlu diingat reaksi pasar pada pertengahan 2025 ketika data kuat serupa menunda perubahan arah kebijakan The Fed, memicu koreksi cepat 5% di S&P 500. Sejarah menunjukkan pasar sering terlalu cepat memperhitungkan pemangkasan suku bunga. Kondisi saat ini terasa mirip dengan yang terjadi tahun lalu.

Katalis Penting Berikutnya

Data penting berikutnya adalah laporan Non-Farm Payrolls (NFP, data resmi pemerintah AS tentang pertambahan pekerjaan di luar sektor pertanian) untuk April dan rilis CPI berikutnya. Data ini akan mengonfirmasi penguatan tersebut atau menunjukkan bahwa laporan ADP hanya penyimpangan. Sambil menunggu, pelaku pasar dapat bersiap menghadapi ketidakpastian lanjutan dan kemungkinan penyesuaian ulang harga aset.

EUR/USD Diperdagangkan di Sekitar 1,1765 seiring Euro Melemah Tipis, Pelaku Pasar Menanti Pernyataan Warsh dari The Fed dan Perundingan AS–Iran

Euro melemah ke 1,1765 terhadap dolar AS menjelang sesi AS pada Selasa, setelah gagal bertahan di dekat 1,1790 pada Senin. Pasar merespons hasil survei ZEW yang lebih lemah, sementara perhatian beralih ke sidang konfirmasi Kevin Warsh untuk Federal Reserve (bank sentral AS) dan pembicaraan AS-Iran.

ZEW melaporkan sentimen ekonomi Jerman di -17,2 pada April, terendah sejak Desember 2022, dibanding perkiraan -5 dan -0,5 pada Maret. Penilaian kondisi saat ini turun ke -73,7 dari -62,9.

Sentimen Zona Euro Terus Memburuk

Sentimen ekonomi Zona Euro turun ke -20,4, juga terlemah sejak Desember 2022. Pasar memperkirakan -3,6, setelah sebelumnya -8,5.

The Wall Street Journal menyebut Teheran memberi tahu mediator regional bahwa mereka bersedia mengirim delegasi ke Pakistan, setelah sebelumnya mengancam keluar dari proses perdamaian menyusul penyitaan kapal kargo Iran oleh AS. Reuters mengutip sumber AS anonim yang mengatakan “prosesnya bergerak maju”.

Di AS, calon ketua The Fed Kevin Warsh menghadapi sidang konfirmasi Senat pada Selasa. Topik yang diperkirakan dibahas termasuk independensi The Fed (kebebasan bank sentral dari intervensi politik) dan portofolio keuangan (kepemilikan aset/investasi) The Fed.

EUR/USD tetap di atas level terendah akhir Maret, tetapi tertahan di dekat 1,1800, dengan RSI (Relative Strength Index, indikator untuk mengukur kuat-lemahnya momentum harga) sekitar 50 dan MACD (Moving Average Convergence Divergence, indikator tren dan momentum) sedikit negatif. Resistensi (area harga yang biasanya menahan kenaikan) berada di dekat 1,1790 dan 1,1850, dengan support (area harga yang biasanya menahan penurunan) di 1,1730, 1,1705, dan 1,1645–1,1675.

Perbedaan Arah Makro dan Kebijakan

Kemerosotan sentimen ekonomi Zona Euro, terutama turunnya survei ZEW ke level terendah sejak Desember 2022, menguatkan pandangan bahwa tenaga kenaikan euro mulai memudar. Dengan EUR/USD sulit menembus 1,1800, arah yang lebih mungkin adalah turun. Data Eropa yang lemah menjadi beban besar bagi mata uang ini.

Pelemahan ini tidak berdiri sendiri. Perkiraan cepat (flash estimate, rilis awal) Eurostat menunjukkan inflasi inti (core inflation, inflasi tanpa komponen yang paling bergejolak seperti energi dan pangan) turun ke 2,5%, sehingga mengurangi tekanan pada Bank Sentral Eropa (ECB) untuk tetap hawkish (cenderung mendukung suku bunga tinggi). Selain itu, data Destatis menunjukkan produksi industri Jerman tak terduga turun 0,5% bulan lalu. Kombinasi inflasi yang melambat dan output yang melemah membuat euro kurang menarik.

Sebaliknya, sorotan pada Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed yang berpotensi hawkish mendukung dolar yang lebih kuat, apalagi laporan CPI AS terbaru menunjukkan inflasi inti tetap “lengket” (sticky, sulit turun) di 3,1% secara tahunan (year-over-year, dibanding periode yang sama tahun lalu). Kondisi seperti ini juga terlihat pada siklus pengetatan 2022–2023 (tightening cycle, periode kenaikan suku bunga dan pengurangan stimulus), ketika data inflasi AS yang bertahan tinggi mendorong penguatan dolar. Perbedaan arah kebijakan antara ECB yang lebih berhati-hati dan The Fed yang tetap waspada makin jelas.

Perkembangan pembicaraan damai AS-Iran memang menambah faktor baru, tetapi pada akhirnya mengurangi tail risk (risiko kecil namun dampaknya besar) yang bisa memicu perpindahan dana ke aset aman tradisional seperti franc Swiss atau emas. Redanya ketegangan membuat faktor ekonomi utama—yang saat ini lebih mendukung dolar AS—kembali dominan. Pasar kini bisa lebih fokus pada selisih suku bunga (interest rate differentials, perbedaan tingkat suku bunga antarnegara yang memengaruhi arus dana).

Melihat teknikal yang melemah dan dukungan fundamental tersebut, pasar dapat mulai mengantisipasi penembusan di bawah support garis tren (trendline support, garis pada grafik yang menghubungkan titik-titik harga untuk menunjukkan batas penurunan) 1,1705. Pasar opsi (options market, perdagangan kontrak hak beli/jual) mencerminkan sentimen bearish (pandangan turun) yang meningkat, dengan risk reversal 1 bulan (indikator permintaan opsi beli vs opsi jual) EUR/USD terakhir di -0,4 yang mendukung put. Opsi put (put option, hak untuk menjual pada harga tertentu) EUR/USD dengan strike price (harga kesepakatan) sekitar 1,1650 memberi cara berisiko terukur untuk meraih potensi keuntungan jika EUR/USD turun menuju area support tersebut.

Patterson dan Manthey: Harga tembaga melemah setelah reli, bertahan dekat level tertinggi dua bulan, seiring pengetatan makro menekan permintaan

Harga tembaga turun setelah sempat naik, tetapi masih dekat level tertinggi dua bulan. Permintaan logam industri (logam yang banyak dipakai untuk produksi dan pembangunan, seperti tembaga dan aluminium) tertekan oleh pelemahan ekonomi global dan kebijakan moneter yang lebih ketat (kebijakan bank sentral yang menahan likuiditas, biasanya lewat suku bunga tinggi).

Harga energi yang lebih tinggi dan inflasi yang tetap bertahan dapat membuat kebijakan moneter tetap ketat lebih lama. Kondisi ini bisa melemahkan prospek permintaan logam industri.

Harga aluminium masih tertopang masalah pasokan di Timur Tengah. Produksi di negara-negara Teluk turun 6% pada Maret menjadi 15.963 ton per hari, berdasarkan data International Aluminium Institute (lembaga yang mengumpulkan data industri aluminium global).

Laporan menyebut artikel ini dibuat dengan alat kecerdasan buatan (perangkat lunak yang menghasilkan teks otomatis) dan diperiksa oleh editor.

Tembaga diperdagangkan dekat level tertinggi dua bulan, tetapi tekanan makroekonomi (kondisi ekonomi luas seperti inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan) mengurangi lajunya. Harga energi yang lebih tinggi dan inflasi yang sulit turun meningkatkan risiko kebijakan moneter tetap ketat lebih lama dari perkiraan. Prospek ini membebani permintaan logam industri ke depan.

Laporan inflasi AS untuk Maret 2026 menunjukkan Consumer Price Index/CPI (indeks harga konsumen, ukuran inflasi) bertahan di 3,7%, sehingga The Federal Reserve (bank sentral AS) terdorong menahan suku bunga. Secara historis, situasi serupa terjadi pada akhir 2024, ketika suku bunga tinggi berujung pada perlambatan pesanan manufaktur (pesanan pabrik) pada musim semi berikutnya. Contoh ini menunjukkan harga tembaga yang tinggi saat ini bisa sulit bertahan jika aktivitas industri mendingin.

Bagi pelaku pasar, ini menjadi sinyal untuk lebih waspada dan mempertimbangkan posisi yang mengantisipasi penurunan. Bisa terjadi peningkatan pembelian put option (opsi jual, memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) pada kontrak berjangka tembaga (futures, kontrak beli/jual di masa depan) untuk kuartal III 2026. Strategi ini melindungi dari potensi penurunan harga akibat melemahnya permintaan global.

Sementara itu, harga aluminium tetap ditopang gangguan pasokan di Timur Tengah. Produksi di negara-negara Teluk turun menjadi 15.963 ton per hari pada Maret 2026, atau merosot 6%. Masalah pasokan ini menciptakan “lantai” harga (batas bawah yang menahan penurunan), sehingga aluminium lebih tahan terhadap tekanan ekonomi yang lebih luas.

Melihat kembali kekurangan energi yang menekan produksi pabrik peleburan (smelter, fasilitas yang mengolah bijih menjadi logam) di Eropa pada 2025, terlihat pola bahwa guncangan pasokan regional dapat berdampak panjang pada harga global. Data satelit terbaru April 2026 menunjukkan ketersediaan energi untuk smelter utama di kawasan Teluk belum membaik, mengindikasikan produksi tetap terbatas. Kondisi ketat ini membuat faktor pasokan aluminium tetap menjadi perhatian utama.

Menjelang kesaksian Warsh dan rilis data CPI Inggris, Sterling bergerak bervariasi terhadap mata uang utama pada perdagangan akhir sesi Eropa

Sterling bergerak beragam terhadap mata uang utama pada akhir perdagangan Eropa Selasa. Terhadap Dolar AS, GBP/USD memangkas sebagian penurunan sebelumnya, tetapi masih turun 0,15% di sekitar 1,3510 setelah rilis data tenaga kerja Inggris.

Tingkat pengangguran ILO Inggris (metode Organisasi Perburuhan Internasional) turun ke 4,9%, dibanding perkiraan 5,2%. Tambahan pekerjaan 25 ribu dalam tiga bulan hingga Februari, turun dari 84 ribu sebelumnya.

Pembaruan Pasar Tenaga Kerja Inggris

Rata-rata pendapatan (tanpa bonus) naik 3,6% secara tahunan, dibanding perkiraan 3,5%. Angka ini lebih rendah dari 3,8% pada tiga bulan hingga Januari.

Data ini mendukung penilaian pasar bahwa Bank of England (BoE/bank sentral Inggris) akan menahan suku bunga di 3,75% pada rapat 30 April. Arah berikutnya diperkirakan datang dari rilis CPI Inggris (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) pada Rabu, dengan inflasi utama diperkirakan 3,3% secara tahunan, naik dari 3%.

Indeks Dolar AS (Dollar Index/DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang) naik hampir 0,2% di sekitar 98,20 menjelang sidang konfirmasi pukul 14:00 GMT untuk Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS). Rekam jejaknya mencakup dukungan terhadap dolar yang kuat dan penolakan terhadap quantitative easing (QE, kebijakan bank sentral mencetak uang untuk membeli obligasi agar suku bunga turun dan likuiditas bertambah), sementara latar kebijakan mencakup seruan Presiden Donald Trump untuk penurunan suku bunga.

Trump Klaim lewat Truth Social: Iran Berulang Kali Langgar Gencatan Senjata Dua Pekan pada Penutupan Perdagangan Eropa

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam unggahan Truth Social pada Selasa, pada akhir jam perdagangan di Eropa, bahwa Iran telah melanggar ketentuan gencatan senjata selama dua pekan.

Ia menyebut dugaan pelanggaran ini sudah terjadi berkali-kali.

Pasar Bereaksi Atas Klaim Pelanggaran Gencatan Senjata

Kabar bahwa Iran melanggar gencatan senjata dua pekan langsung memicu kekhawatiran di pasar. Kontrak berjangka (futures) Brent—kontrak untuk membeli/menjual minyak pada harga tertentu di tanggal mendatang—sudah melonjak lebih dari 4% ke US$115 per barel setelah berita ini. Ini mengindikasikan fase tenang belakangan kemungkinan berakhir dan “premi risiko” (tambahan harga karena ketidakpastian) kembali muncul.

Volatilitas pasar—besarnya naik-turun harga—diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Indeks Volatilitas Cboe (VIX)—indikator “rasa takut” pasar yang dihitung dari harga opsi (options) indeks S&P 500—sudah naik ke 25,5, menandakan kekhawatiran investor meningkat. Opsi beli (call option)—kontrak yang memberi hak membeli aset pada harga tertentu hingga tanggal tertentu—pada VIX bisa menjadi cara untuk mengambil peluang jika ketidakpastian bertambah.

Dampak paling cepat terlihat di pasar energi, karena pelaku pasar mulai memasukkan risiko gangguan pasokan. Opsi beli pada ETF energi utama—reksa dana yang diperdagangkan di bursa dan biasanya mengikuti indeks sektor tertentu—dapat memberi eksposur kenaikan dengan modal lebih kecil (leverage), jika situasi semakin memanas.

Kita mengingat gejolak pasar saat insiden Selat Hormuz pada akhir 2025, yang sempat menekan indeks utama sekitar 5% sebelum pulih. Dengan pengalaman itu, portofolio saham bisa dilindungi dengan opsi jual (put option)—kontrak yang memberi hak menjual aset pada harga tertentu hingga tanggal tertentu—pada S&P 500 sebagai asuransi jika terjadi penurunan.

TD Securities Perkirakan Pertumbuhan Penjualan Ritel AS Maret, Didukung Harga BBM, Belanja Stabil, dan Jasa Makanan yang Tetap Solid

TD Securities melalui Tim Strategi Global memperkirakan penjualan ritel AS pada Maret naik 1,7% dibanding bulan sebelumnya (month on month/bulan ke bulan), lebih tinggi dari perkiraan konsensus 1,4%. Kenaikan ini terutama dikaitkan dengan harga bensin yang lebih mahal, sementara penjualan mobil diperkirakan cenderung datar.

Tim tersebut memperkirakan *control group* penjualan ritel naik 0,6% (bulan ke bulan), di atas konsensus 0,2%. *Control group* adalah komponen penjualan ritel yang biasanya tidak memasukkan item yang bergejolak seperti mobil, bensin, dan bahan bangunan, dan sering dipakai untuk menghitung belanja konsumen dalam PDB. Mereka menambahkan bahwa inflasi barang inti (*core goods inflation*, yaitu kenaikan harga barang selain makanan dan energi) juga bisa menopang angka utama.

Retail Sales Services And Event Risks

Penjualan jasa makanan (*food services*, misalnya restoran dan kafe)—satu-satunya kategori jasa dalam laporan—diperkirakan naik 0,7%. Rilis data dijadwalkan pagi hari dan dipantau bersama risiko peristiwa lain.

Pasar juga mencermati sidang Komite Perbankan Senat terkait pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. Pernyataan tertulisnya menegaskan independensi bank sentral dan bernada *hawkish* terhadap inflasi. *Hawkish* berarti cenderung mendukung kebijakan suku bunga lebih tinggi atau ketat untuk menekan inflasi. Kebijakan suku bunga dan kebijakan neraca The Fed (*balance sheet policy*, yaitu pengaturan ukuran portofolio obligasi The Fed melalui pembelian/penjualan atau pelunasan) ikut ditinjau.

Perkembangan di Timur Tengah juga dipantau, termasuk negosiasi yang dimulai di Pakistan. Pada Senin, pasar obligasi mengalami *bear flattening* setelah Selat kembali ditutup pada akhir pekan, sementara saham hanya turun tipis. *Bear flattening* adalah kondisi ketika imbal hasil (yield) obligasi jangka pendek naik lebih cepat daripada jangka panjang, sehingga selisihnya menyempit; biasanya terkait ekspektasi pengetatan suku bunga.

Hedging Rate And Geopolitical Surprise Risk

Penutupan mendadak Selat pada akhir pekan tahun lalu menegaskan bahwa peristiwa geopolitik dapat memicu volatilitas seketika. Volatilitas adalah naik-turun harga yang cepat dan tajam. Pelajaran ini diperkuat oleh gangguan pengiriman di Laut Merah yang dimulai pada akhir 2023. Peristiwa semacam ini bisa mendorong lonjakan biaya energi, yang langsung memengaruhi inflasi dan laba perusahaan. Karena itu, opsi beli (*call options*, kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli aset pada harga tertentu) pada kontrak berjangka minyak mentah atau ETF sektor energi bisa menjadi lindung nilai (*hedge*, perlindungan portofolio) terhadap guncangan pasokan yang sulit diprediksi dalam beberapa pekan ke depan.

TD Securities: Harga Minyak Stabil di Atas US$90, Brent Bergerak Terbatas di Kisaran US$90–US$100 Sejak Gencatan Senjata Dimulai

Harga minyak stabil sedikit di atas US$90 per barel, sesuai skenario dasar TD Securities. Brent diperdagangkan di kisaran US$90 hingga US$100 per barel sejak gencatan senjata dimulai.

Perdagangan menunjukkan pasar menerima harga di sekitar level saat ini, dengan pergerakan di atas area tersebut yang terbatas. Catatan itu mengaitkannya dengan ketegangan yang masih berlangsung.

Risiko Timur Tengah dan Fokus Pasar

Ketidakpastian terkait perkembangan di Timur Tengah tetap menjadi perhatian. Fokus juga pada apakah Selat Hormuz tetap terbuka, ditutup, atau mengalami kondisi campuran.

Laporan menyebut pasar bergerak ke pandangan bahwa harga energi akan bertahan di dekat level saat ini. Artikel ini dibuat menggunakan alat AI dan diperiksa oleh editor.

Strategi Volatilitas dan Perkiraan Kisaran

Pandangan ini didukung oleh CBOE Crude Oil Volatility Index (OVX), yaitu indeks yang mengukur perkiraan gejolak harga (volatilitas tersirat) minyak mentah berbasis harga opsi, yang kini stabil di sekitar 38 setelah sempat melonjak di atas 55 di awal tahun. Selain itu, pernyataan terbaru komite pemantau OPEC+ menegaskan mereka akan menahan kuota produksi (batas produksi negara anggota) tetap hingga kuartal II. Faktor-faktor ini memberi “lantai” dan “plafon” fundamental—batas bawah dan batas atas—yang memperkuat kisaran perdagangan saat ini.

Ketidakpastian utama adalah Selat Hormuz, yang menahan volatilitas tersirat tetap tinggi. Namun, data pelacakan pelayaran April menunjukkan jumlah kapal tanker yang melintas hanya turun sekitar 5% dari rata-rata kuartal IV 2025, yang berarti risiko gangguan saat ini lebih berupa “premi risiko” (tambahan harga karena kekhawatiran) daripada gangguan fisik yang nyata. Ini membuat mengambil keuntungan dari premi risiko terlihat menarik, tetapi perlu pemantauan ketat.

Melihat kembali gejolak tajam sepanjang 2025, ketenangan saat ini terasa rapuh. Periode itu menunjukkan berita geopolitik bisa dengan cepat mengubah pergerakan harga dalam kisaran menjadi pergerakan besar. Karena itu, meski strategi mengambil premi tetap menarik, perlu batas kerugian yang disiplin dan mempertimbangkan menyimpan sebagian kecil opsi yang jauh di luar kisaran harga (out-of-the-money, yaitu opsi yang belum menguntungkan jika langsung dieksekusi) sebagai lindung nilai jika terjadi lonjakan mendadak.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Seiring RBI melonggarkan dukungan terhadap rupee dan kesaksian Warsh semakin dekat, USD/INR menguat, memperpanjang pelemahan rupee

Rupee India kembali melemah terhadap dolar AS pada Selasa, mendorong USD/INR mendekati 93,50. Aksi jual muncul setelah Reserve Bank of India (RBI/bank sentral India) mencabut batasan pada non-deliverable forward (NDF, kontrak forward valas yang diselesaikan dalam bentuk selisih nilai, tanpa penyerahan mata uang fisik) di bank-bank milik negara, serta melonggarkan pembatasan rebooking (pemesanan ulang/rollover kontrak) kontrak derivatif valas (instrumen turunan untuk lindung nilai atau spekulasi).

Sentimen risiko pasar membaik setelah laporan menyebut Iran setuju melanjutkan pembicaraan dengan AS soal gencatan senjata permanen. The Wall Street Journal melaporkan Iran akan mengirim tim ke Islamabad pada Selasa, meski Teheran belum mengonfirmasi.

Pelemahan Rupee Dan Perubahan Kebijakan

AS menyatakan Wakil Presiden JD Vance akan bepergian ke Islamabad untuk memimpin pembicaraan, yang diperkirakan berlangsung Selasa malam atau Rabu pagi. Pada Senin, sentimen berubah menjadi risk-averse (pasar menghindari aset berisiko) setelah Iran mengatakan “untuk saat ini tidak ada rencana putaran kedua negosiasi dengan AS”.

Investor Institusi Asing (Foreign Institutional Investors/FII, investor asing seperti dana investasi dan manajer aset) membukukan jual bersih saham India pada Senin sebesar Rp1.059,53 crore. Dalam tiga sesi sebelumnya, mereka mencatat beli bersih total Rp1.731,71 crore, rata-rata Rp577,24 crore per hari.

Pelaku pasar memantau sidang konfirmasi Kevin Warsh serta data Penjualan Ritel AS (Maret) pada 12:30 GMT. Penjualan ritel diproyeksikan naik 1,4% bulanan (month-on-month/dibanding bulan sebelumnya) dari 0,6% pada Februari.

USD/INR kembali berada di atas EMA 20 hari (rata-rata pergerakan eksponensial, indikator tren yang memberi bobot lebih pada harga terbaru) di 93,08, dengan RSI (14) (indeks kekuatan relatif, indikator momentum untuk menilai kuat-lemahnya pergerakan; periode 14) berada di kisaran 40,00–60,00. Level yang dicermati: 94,00 sebagai resistensi (batas atas) dan 92,46 sebagai support (batas bawah).

Fokus Pasar Dan Rencana Transaksi

Rupee India kembali tertekan sehingga USD/INR mendekati 93,50. Pelemahan ini terutama terkait keputusan RBI yang mencabut pembatasan transaksi pada bank, sehingga mengurangi penopang nilai tukar.

Di sisi lain, peluang kembali dibukanya pembicaraan damai AS–Iran menambah gejolak pasar (volatilitas, naik-turun harga yang lebih besar). Gencatan senjata permanen biasanya mendorong risk-on (minat pada aset berisiko meningkat) dan dapat menguatkan mata uang negara berkembang, tetapi arah negosiasi yang sering berubah membuat pasar tetap waspada.

Tekanan pada aset India juga terlihat dari arus keluar FII yang berlanjut. Penjualan konsisten dari dana asing ini ikut menekan Rupee terhadap Dolar.

Dari AS, pasar menunggu sinyal ekonomi yang tetap kuat, yang biasanya mendukung dolar. Data penjualan ritel yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bersikap lebih ketat (hawkish, cenderung menaikkan suku bunga atau menahan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi).

Dengan faktor-faktor ini, USD/INR berpeluang bergerak naik, dengan 94,00 sebagai target. Pelaku pasar juga bisa mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari kenaikan kurs dan volatilitas. Membeli call option (opsi beli, hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu) pada USD/INR dapat menangkap potensi penembusan di atas 93,50 sambil membatasi risiko penurunan.

EUR/JPY Diperdagangkan di Dekat 187,20, Bertahan di Atas 187,00 karena Euro Tetap Tenang Usai Data ZEW Jerman

EUR/JPY diperdagangkan di dekat 187,20 pada sesi Asia hari Senin, setelah kenaikan kecil pada hari sebelumnya. Pasangan ini relatif stabil karena Euro nyaris tidak bergerak setelah rilis data survei ZEW Jerman.

Indeks Sentimen Ekonomi ZEW Jerman turun ke -17,2 pada April, lebih buruk dari perkiraan -5 dan turun dari -0,5 pada Maret. Indeks Kondisi Saat Ini turun ke -73,7, di bawah perkiraan -70,0 dan turun dari -62,9.

Sentimen Zona Euro Berbalik Turun

Indeks Sentimen Ekonomi ZEW Zona Euro turun ke -20,4, dibandingkan perkiraan -3,6. Data ini menambah sinyal suram dari berbagai indikator sentimen di kawasan tersebut.

Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan kredit swasta—pinjaman dari bank atau lembaga keuangan ke sektor swasta—menjadi sumber risiko bagi stabilitas keuangan, bersama valuasi pasar yang tinggi (harga aset seperti saham/obligasi yang dinilai mahal) dan kebijakan fiskal yang longgar (belanja dan defisit anggaran pemerintah yang besar) di beberapa negara, lapor Reuters. Pernyataan itu disampaikan saat perdagangan Eropa pada Selasa.

Yen Jepang tetap tertekan di tengah ketidakpastian arah kebijakan Bank of Japan (BoJ). BoJ diperkirakan akan menaikkan proyeksi inflasi (perkiraan kenaikan harga ke depan) dan memangkas proyeksi pertumbuhan karena biaya energi yang lebih tinggi dan tekanan akibat konflik Iran.

Nikkei melaporkan BoJ dapat mempertahankan suku bunga di 0,75% pada 28 April. Laporan lain menyebut BoJ sedang menilai konflik Timur Tengah dan bisa memberi sinyal normalisasi kebijakan—langkah menuju kebijakan yang lebih ketat—paling cepat pada Juni.

Fokus Pasar Beralih ke BoJ

EUR/JPY masih bertahan di sekitar 187,20 meski sentimen ekonomi Jerman turun tajam. Anjloknya survei ZEW ke -17,2 menandakan hambatan besar bagi ekonomi terbesar di Zona Euro. Pelemahan Euro ini tertahan oleh tekanan pada Yen Jepang.

Perkiraan cepat (flash estimates), yaitu rilis awal sebelum angka final, dari Destatis yang menunjukkan inflasi konsumen (CPI), yakni ukuran perubahan harga barang dan jasa yang dibayar rumah tangga, Jerman untuk April turun ke 1,9% secara tahunan (year-over-year/yoy: dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya) memperkuat alasan ECB bersikap hati-hati. Data ini menunjukkan ECB kemungkinan tidak terburu-buru memperketat kebijakan, sehingga berpotensi membatasi penguatan Euro dalam jangka menengah. Peringatan bank sentral soal risiko kredit swasta juga sejalan dengan sikap yang cenderung menahan diri.

Pendorong utama pasangan ini tetap prospek kebijakan BoJ. Dengan BoJ diperkirakan menahan suku bunga 0,75% pada rapat 28 April, kelemahan Yen karena selisih imbal hasil (yield disadvantage: imbal hasil aset berdenominasi Yen lebih rendah dibanding negara lain) tetap menjadi tema utama. Perkiraan pasar yang tercermin pada overnight index swaps (OIS), yaitu kontrak swap suku bunga yang merefleksikan ekspektasi suku bunga jangka pendek, kini menunjukkan peluang kenaikan suku bunga BoJ sebelum Juli hanya 15%, memperkuat sentimen dovish (cenderung menahan suku bunga/longgar).

Pola ini mengingatkan pada depresiasi Yen yang tajam pada 2023 dan 2024. Saat itu, kebijakan BoJ yang sangat longgar terus mengalahkan pelemahan mata uang lawan, sehingga tren berlangsung lama. Ketidakpastian konflik Timur Tengah dan kenaikan biaya energi memberi BoJ alasan untuk menunda normalisasi kebijakan besar.

Dengan latar ini, pelaku pasar yang memperkirakan Yen terus melemah bisa mempertimbangkan membeli opsi call EUR/JPY—instrumen derivatif yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli pada harga tertentu—dengan strike di atas 188,00 untuk mengambil peluang kenaikan. Alternatifnya, menjelang rapat BoJ, volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas dari harga opsi) untuk opsi satu bulan naik ke 9,5%. Strategi long straddle—membeli call dan put pada strike yang sama untuk mencari untung dari pergerakan besar ke salah satu arah—dapat digunakan bila BoJ memberi kejutan besar.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code