Back

Stéphane Alby dari BNP Paribas: Ekonomi Teluk Tahan Guncangan Konflik; Gangguan Selat Hormuz Rugikan Bahrain, Kuwait, Qatar; Harga Minyak Menguntungkan Arab Saudi, UEA

Ekspor minyak melalui Selat Hormuz terganggu parah akibat konflik. Bahrain, Kuwait, dan Qatar paling terdampak, sementara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dapat menghindari selat itu untuk jumlah terbatas.

Harga minyak global yang lebih tinggi dapat menutup sebagian penurunan volume ekspor bagi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Oman. Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi faktor kunci untuk memulihkan arus pengiriman.

Karena minyak dan gas (hidrokarbon) menyumbang porsi besar perekonomian Teluk, ekonomi regional (PDB, nilai total barang dan jasa yang dihasilkan) diperkirakan menyusut tahun ini. Pariwisata, transportasi, dan properti juga tertekan.

Kondisi makroekonomi (gambaran besar ekonomi seperti pertumbuhan, inflasi, dan posisi fiskal) di kawasan Teluk masih kuat, ditopang dana kekayaan negara (sovereign wealth fund, cadangan investasi milik pemerintah). Bantalan ini diperkirakan membantu ekonomi menyerap guncangan.

Dalam jangka pendek, pemerintah dapat mengalihkan belanja untuk dukungan domestik. Ini bisa memperlambat arus investasi asing, karena risiko geopolitik tetap tinggi.

Dengan gangguan yang berlanjut di Selat Hormuz, kami melihat gejolak besar di pasar energi yang membuka peluang bagi pedagang derivatif (produk keuangan turunan yang nilainya mengikuti aset acuan). Kontrak berjangka (futures, perjanjian jual-beli di harga tertentu untuk tanggal mendatang) Brent kini diperdagangkan di atas US$115 per barel, mencerminkan guncangan pasokan yang membuat hampir 18 juta barel per hari kapasitas ekspor tidak bisa keluar. Kami menilai strategi opsi (option, hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual di harga tertentu) dengan risiko yang sudah dibatasi lebih bijak, seperti bull call spread pada futures Brent (membeli call dan menjual call lain di harga lebih tinggi untuk menekan biaya), untuk menangkap potensi kenaikan lanjutan sambil membatasi potensi rugi.

Pasar jelas membedakan ekonomi Teluk, lebih menyukai yang mampu sebagian menghindari selat. Strategi yang masuk akal dalam beberapa pekan ke depan adalah pair trade (posisi beli pada satu aset dan posisi jual pada aset lain untuk menargetkan selisih kinerja), yakni berpotensi membeli futures Indeks Saudi Tadawul All Share (TASI) dan menjual Indeks Kuwait Premier Market. Data mendukung pandangan ini: indeks Kuwait turun lebih dari 15% sejak awal 2026, sementara TASI lebih bertahan karena jalur ekspor alternatif Arab Saudi dan keuntungan dari harga minyak yang lebih tinggi.

Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga ke depan yang tercermin dalam harga opsi) pada opsi minyak mentah melonjak ke level yang tidak terlihat selama bertahun-tahun, sehingga posisi beli call atau put secara langsung menjadi sangat mahal. Menjual premi (premium, “harga” opsi) yang tinggi memang menggoda, tetapi risiko eskalasi atau de-eskalasi mendadak membuatnya berbahaya. Karena itu, kami fokus pada spread (strategi menggabungkan beberapa opsi) untuk mengurangi dampak penurunan nilai opsi seiring waktu (time decay/peluruhan nilai waktu) dan menurunkan biaya masuk posisi.

Setelah reli sembilan hari dan kenaikan lanjutan di awal perdagangan, saham Intel melesat 62%, memicu sinyal jual ekstrem

Saham Intel naik selama sembilan hari berturut-turut dan masih menguat pada awal perdagangan hari ke-10, naik 62% sepanjang periode tersebut. Sejak AS mengambil posisi di Intel pada 2025, saham ini telah melonjak lebih dari 250%, dengan nilai pasar (market value/kapitalisasi pasar, yaitu nilai total perusahaan di bursa) sebesar US$330 miliar.

Berdasarkan proyeksi laba (earnings forecast/perkiraan laba) Intel 2027, saham ini diperdagangkan pada rasio forward price-to-earnings (forward P/E, yaitu perbandingan harga saham terhadap perkiraan laba per saham di masa depan) sebesar 60 kali. Level ini disebut tinggi dibanding perusahaan semikonduktor lain.

Pada grafik harian (daily chart), Intel sekitar 1,75% dari garis tren resistance (resistance trendline, yaitu batas “hambatan” harga yang kerap menahan kenaikan) yang menghubungkan puncak harga dari Oktober 2025 dan Januari 2026. Analisis tersebut mengarah pada potensi titik balik (turning point, yaitu area harga yang berpeluang berbalik arah) di sekitar US$67 jika harga menyentuh garis itu.

Analisis yang sama juga menyebut kemungkinan pergerakan kembali ke US$53 per saham dalam beberapa minggu ke depan.

Strategis Rabobank memperkirakan Banxico memangkas suku bunga 25 bps pada awal Mei, menjadi 6,50% pada akhir tahun

Rabobank memperkirakan Banxico (Bank Sentral Meksiko) akan memangkas suku bunga acuan satu kali lagi sebesar 25 basis poin (bps, setara 0,25 poin persentase) pada rapat 7 Mei 2026, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada Juni. Langkah ini akan menurunkan suku bunga acuan dari 6,75% menjadi 6,50% hingga akhir tahun.

Risalah rapat (minutes, catatan resmi pembahasan rapat) Banxico menyebut Dewan Gubernur, lewat suara mayoritas, memangkas target suku bunga pasar uang antarbank semalam (target overnight interbank rate, patokan bunga pinjaman antarbank untuk tenor satu malam) sebesar 25 bps menjadi 6,75%. Banxico menilai kebijakan masih ketat (restrictive, artinya bunga masih cukup tinggi untuk menahan permintaan), di tengah aktivitas ekonomi yang lemah, kapasitas menganggur (slack, ruang ekonomi yang belum terpakai seperti pabrik dan tenaga kerja), serta tekanan inflasi yang terkait guncangan harga relatif sementara (transitory relative-price shocks, kenaikan harga di beberapa barang/jasa tertentu yang diperkirakan tidak permanen).

Risalah juga menyebut keputusan berikutnya akan bergantung pada data terbaru dan kondisi eksternal, termasuk perkembangan terkait konflik Timur Tengah. Banxico menegaskan targetnya agar inflasi umum (headline inflation, inflasi total) kembali menuju sasaran 3% dalam periode proyeksi.

Rabobank menekankan rapat Banxico berlangsung sebelum rilis inflasi CPI (Consumer Price Index, indeks harga konsumen) Maret. Rabobank menambahkan risiko pertumbuhan Meksiko lebih condong melemah, dan inflasi saat ini dipicu guncangan sementara dari komponen non-inti (non-core, harga yang lebih bergejolak seperti pangan dan energi).

Rabobank menyebut risiko terhadap proyeksi jalur suku bunganya condong ke arah tidak ada pelonggaran tambahan.

Kami menyesuaikan proyeksi untuk memasukkan pemangkasan suku bunga 25 bps pada rapat Banxico 7 Mei. Ini akan menurunkan suku bunga acuan menjadi 6,50%, dan kami perkirakan bertahan di level itu sampai akhir tahun. Dewan bank sentral tampak bersedia menoleransi lonjakan inflasi sementara untuk menopang ekonomi yang melemah.

Alasan pemangkasan didukung data aktivitas terbaru, karena indikator aktivitas ekonomi IGAE (Indicador Global de la Actividad Económica, indikator bulanan aktivitas ekonomi) Meksiko mencatat kontraksi tipis bulan lalu. Ini sejalan dengan pandangan bahwa keseimbangan risiko pertumbuhan condong ke arah penurunan. Risalah rapat terbaru menunjukkan mayoritas cenderung memprioritaskan perlambatan ekonomi ini.

Namun, arah kebijakan belum pasti, sehingga membuka peluang bagi pelaku pasar. Inflasi CPI Maret tercatat 4,5%, jauh di atas target 3% dan membuat keputusan dewan lebih sulit. Inflasi yang sulit turun (stickiness, harga yang tidak cepat turun) meningkatkan risiko bank sentral memilih menahan suku bunga alih-alih memangkas.

Situasi serupa terjadi pada akhir 2025, ketika Banxico menghentikan sementara siklus pelonggaran setelah kenaikan inflasi yang tidak terduga. Riwayat ini menunjukkan dewan sangat bergantung pada data (data-dependent, keputusan mengikuti perkembangan data) dan tidak akan memangkas suku bunga jika khawatir muncul efek lanjutan inflasi (second-round effects, kenaikan harga awal memicu kenaikan upah/biaya lain sehingga inflasi menyebar dan bertahan). Keputusan berikutnya bergantung pada apakah tekanan harga saat ini dinilai sementara.

Dengan ketidakpastian ini, pelaku pasar derivatif (derivatives, instrumen finansial turunan nilainya mengikuti aset acuan) dapat mempertimbangkan posisi yang mengantisipasi pelemahan peso jika pemangkasan terjadi. Membeli opsi call (call options, hak membeli) pada USD/MXN (dolar AS terhadap peso Meksiko) bisa menjadi cara untuk mendapatkan keuntungan bila peso melemah setelah pelonggaran. Strategi ini memberi potensi untung sekaligus membatasi risiko maksimum.

Sinyal yang saling bertentangan antara pertumbuhan yang lemah dan inflasi yang bertahan mengarah pada potensi kenaikan volatilitas nilai tukar (volatility, besarnya naik-turun harga). Strategi opsi yang diuntungkan dari pergerakan besar ke salah satu arah, seperti long straddle (membeli opsi call dan put sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama, untuk mengejar pergerakan besar), bisa efektif. Kuncinya adalah bersiap terhadap reaksi pasar yang kuat setelah pengumuman 7 Mei, apa pun hasilnya.

Pada Maret, inflasi harga produsen inti AS naik 0,1% secara bulanan, di bawah perkiraan kenaikan 0,6%

Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat, tidak termasuk makanan dan energi (ukuran inflasi produsen “inti”), naik 0,1% secara bulanan (month on month/MoM) pada Maret. Angka ini di bawah perkiraan 0,6%.

Data ini menunjukkan kenaikan harga di tingkat produsen untuk komponen inti lebih lambat dari perkiraan. Laporan tersebut membandingkan kenaikan 0,1% pada Maret dengan proyeksi kenaikan 0,6%.

Angka inflasi produsen yang jauh lebih lemah dari perkiraan mengindikasikan tekanan harga di rantai pasok (aliran barang dari bahan baku hingga produk jadi) mereda lebih cepat dari yang diperkirakan. Ini memberi Federal Reserve (bank sentral AS) alasan kuat untuk meninjau ulang sikapnya yang “hawkish” (cenderung mengetatkan kebijakan, misalnya mempertahankan suku bunga tinggi). Asumsinya, pasar akan mulai memasukkan perkiraan pemangkasan suku bunga yang lebih cepat dan lebih besar.

Kondisi ini mendukung derivatif suku bunga (instrumen turunan untuk bertaruh atau melindungi risiko perubahan suku bunga) yang diuntungkan saat imbal hasil (yield) turun. Perlu dipertimbangkan menambah eksposur ke kontrak berjangka (futures) SOFR, karena nilainya cenderung naik jika pasar memperkirakan suku bunga semalam yang lebih rendah. SOFR adalah acuan suku bunga semalam di pasar pendanaan AS berbasis transaksi repo (pinjaman jangka sangat pendek dengan jaminan surat berharga). Sebagai contoh, data lowongan kerja JOLTS (survei “Job Openings and Labor Turnover” tentang lowongan kerja dan perputaran tenaga kerja) pada Agustus 2025 mulai melunak, yang kemudian diikuti penurunan yield saat banyak pelaku pasar belum siap.

Untuk pasar saham, ini sinyal positif karena mengurangi kekhawatiran inflasi yang bertahan lama dan dapat menekan laba perusahaan. Bisa dipertimbangkan membeli opsi beli (call option, hak membeli aset pada harga tertentu) pada indeks yang sensitif terhadap pertumbuhan seperti Nasdaq 100 dalam beberapa pekan ke depan. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga dari harga opsi) kemungkinan turun setelah kabar ini, sehingga strategi seperti menjual spread put out-of-the-money (menjual kombinasi opsi jual/put pada harga di bawah harga pasar untuk memperoleh premi) pada S&P 500 menjadi cara menarik untuk mengumpulkan premi (pendapatan dari penjualan opsi).

Data terbaru mendukung perubahan pandangan ini. Pekan lalu, sebelum laporan ini, CME FedWatch Tool (alat yang membaca peluang kebijakan The Fed dari harga kontrak berjangka) menunjukkan pasar hanya menilai peluang 30% pemangkasan suku bunga pada pertemuan September 2026. Pagi ini, peluang itu sudah melonjak di atas 70%, menandakan perubahan sentimen berlangsung cepat.

Kondisi serupa terjadi pada akhir 2023, ketika data inflasi yang melemah memicu penyesuaian harga pasar yang tajam dan reli kuat saham menjelang akhir tahun. Periode itu menunjukkan pentingnya mengantisipasi lebih awal pergeseran The Fed yang “dovish” (cenderung melonggarkan kebijakan, misalnya menurunkan suku bunga). Laporan PPI ini bisa menjadi pemicu utama untuk pengulangan kondisi tersebut.

Pada Maret, harga produsen inti AS naik 3,8% secara tahunan, di bawah perkiraan 4,2%

Indeks harga produsen (PPI) AS yang tidak memasukkan makanan dan energi naik 3,8% secara tahunan (year on year/yoy) pada Maret. Perkiraan sebelumnya 4,2%.

Angka ini lebih rendah dari perkiraan. PPI inti (Core PPI) mengukur perubahan harga di tingkat produsen dengan mengecualikan makanan dan energi agar lebih mencerminkan tren inflasi yang mendasar (tidak mudah bergejolak).

Core PPI Mengisyaratkan Inflasi Mulai Mendingin

Angka Core PPI 3,8% yang lebih rendah dari perkiraan ini menjadi sinyal penting bahwa tekanan inflasi mulai mereda. Ini menantang narasi “inflasi lengket” (sticky inflation), yaitu inflasi yang sulit turun dan cenderung bertahan lama, yang sebelumnya membuat Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) menahan perubahan kebijakan sepanjang awal 2026. Data ini sering dipakai sebagai indikator awal (leading indicator) bagi Indeks Harga Konsumen (CPI), yaitu ukuran inflasi di tingkat konsumen, sehingga CPI berikutnya juga berpeluang menunjukkan pelemahan.

Data ini dapat mengubah arah ekspektasi kebijakan The Fed, sehingga peluang “pivot” (perubahan arah kebijakan) dari sikap hawkish (ketat/condong menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi) menjadi lebih besar pada paruh kedua tahun. Pada 2022, kenaikan harga produsen yang tinggi mendahului siklus kenaikan suku bunga paling agresif dalam beberapa dekade, sehingga pembalikan arah seperti ini menjadi sinyal kuat. Pasar kini meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga; berdasarkan data CME Group (penyedia data dan pasar derivatif), peluang pemangkasan suku bunga pada September naik dari 35% menjadi hampir 60% setelah laporan ini.

Bagi pelaku pasar suku bunga, ini mengarah pada strategi memposisikan diri untuk suku bunga yang lebih rendah. Treasury futures (kontrak berjangka obligasi pemerintah AS) berpotensi lanjut menguat. Contohnya, membeli opsi beli (call) pada ZN (futures US Treasury 10 tahun) atau ZB (futures US Treasury 30 tahun) bisa diuntungkan jika harga obligasi naik. Alternatif lain, menjual call out-of-the-money pada SOFR futures (futures suku bunga acuan pasar uang berbasis Secured Overnight Financing Rate/SOFR) untuk mengekspresikan pandangan bahwa puncak suku bunga sudah lewat; out-of-the-money berarti harga kesepakatan opsi berada di atas harga saat ini sehingga peluangnya lebih kecil, namun preminya menjadi pendapatan bagi penjual.

Di pasar saham, sinyal disinflasi (inflasi melambat) ini menjadi pendorong, terutama untuk saham teknologi dan saham pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga. Posisi bullish (optimistis harga naik) bisa terlihat pada Nasdaq 100 dan S&P 500 melalui derivatif, misalnya membeli call spread (strategi opsi membeli call dan menjual call lain pada level berbeda untuk menekan biaya) untuk mendapatkan eksposur kenaikan. Indeks VIX (ukuran “ketakutan” pasar/tingkat volatilitas yang tersirat pada opsi S&P 500) sudah turun 12% ke 14,5, yang menunjukkan pelaku pasar bisa mempertimbangkan strategi menjual volatilitas (misalnya menjual opsi) saat kekhawatiran mereda.

Pelemahan Dolar dan Penempatan Posisi Valas

Perubahan prospek The Fed ini kemungkinan menekan dolar AS. Dollar Index (DXY), yaitu indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, sudah turun menembus level kunci 104 dan menguji titik terendah tahun ini. Ini membuka peluang bagi pelaku pasar untuk mengambil posisi pada mata uang lain terhadap dolar, seperti euro atau yen Jepang, misalnya melalui opsi beli (call) pada mata uang tersebut.

Pada Maret, Indeks Harga Produsen (PPI) bulanan AS naik 0,5%, di bawah ekspektasi 1,2%

Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat (bulan ke bulan) tercatat 0,5% pada Maret. Angka ini di bawah perkiraan 1,2%.

Hasil ini menunjukkan harga di tingkat produsen (harga yang diterima pabrik/penyedia barang sebelum ke konsumen) naik lebih lambat dari perkiraan. Selisih antara realisasi (0,5%) dan ekspektasi (1,2%) adalah 0,7 poin persentase.

PPI Maret sebesar 0,5% jauh di bawah perkiraan 1,2%. Ini mengindikasikan tekanan inflasi (kenaikan harga secara luas) di tingkat grosir/hulu mulai mereda. Data yang lebih lemah ini langsung mengubah pandangan pasar terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS). CME FedWatch Tool (alat yang membaca peluang keputusan suku bunga dari harga kontrak berjangka) kini menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada Juni turun dari di atas 70% pekan lalu menjadi 40% pagi ini.

Informasi ini membuat posisi long (bertaruh harga naik) pada derivatif suku bunga (kontrak keuangan yang nilainya mengikuti pergerakan suku bunga) menjadi menarik, karena pasar mengurangi ekspektasi pengetatan agresif (kenaikan suku bunga dan kebijakan ketat). Opsi yang bisa dipertimbangkan adalah membeli kontrak berjangka SOFR (Secured Overnight Financing Rate, suku bunga acuan pasar uang AS) atau kontrak berjangka US Treasury Note 2 tahun (2-Year Treasury Note futures/ZT), yang biasanya diuntungkan saat ekspektasi suku bunga turun. Pada paruh kedua 2025, pola serupa terlihat ketika data inflasi yang melunak diikuti reli besar harga obligasi (kenaikan harga surat utang, yang umumnya sejalan dengan turunnya imbal hasil/yield).

Untuk pasar saham, The Fed yang kurang agresif menjadi sinyal positif. Kondisi ini menurunkan discount rate (tingkat bunga untuk menghitung nilai sekarang dari laba masa depan), sehingga mendukung sektor bertumbuh seperti teknologi. Pertimbangkan posisi untuk memanfaatkan potensi reli Nasdaq 100 dengan membeli opsi call (hak membeli di harga tertentu) atau call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain untuk menekan biaya) pada indeks dalam beberapa pekan ke depan.

Volatilitas pasar (besar-kecilnya naik turun harga) juga berpotensi menurun seiring meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga lanjutan. Indeks Volatilitas CBOE (VIX, ukuran “ketakutan” pasar dari perkiraan volatilitas saham AS) yang berada di sekitar 19 kemungkinan turun menuju level 16 seperti awal tahun ini. Strategi seperti short kontrak berjangka VIX (bertaruh VIX turun) atau membeli opsi put (hak menjual di harga tertentu) pada produk terkait volatilitas bisa digunakan untuk memanfaatkan potensi pasar yang lebih tenang.

Pada Maret, Indeks Harga Produsen (PPI) bulanan AS naik 0,5%, di bawah perkiraan kenaikan 1,2%

Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat (bulan ke bulan) tercatat 0,5% pada Maret. Angka yang diperkirakan adalah 1,2%.

Rilis Maret ini 0,7 poin persentase lebih rendah dari perkiraan. Ini menunjukkan harga di tingkat produsen naik lebih kecil dari yang diperkirakan dalam sebulan.

Implikasi bagi Inflasi dan The Fed

PPI Maret sebesar 0,5% jauh di bawah perkiraan 1,2%. Ini menandakan tekanan inflasi di tingkat grosir (harga sebelum sampai ke konsumen) lebih cepat mereda dari perkiraan. Kondisi ini bisa mengubah pertimbangan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) pada rapat-rapat berikutnya.

Pasar bisa mulai memperkirakan The Fed akan kurang agresif (tidak terlalu cepat menaikkan suku bunga). Ini biasanya positif untuk saham. Strategi yang sering dipakai pelaku pasar adalah membeli opsi call (hak membeli aset pada harga tertentu dalam periode tertentu) untuk jangka pendek pada indeks S&P 500 atau Nasdaq 100, guna memanfaatkan peluang reli (kenaikan) saat sentimen membaik. CME FedWatch Tool (alat yang membaca peluang keputusan suku bunga dari harga kontrak berjangka) kini menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada Mei hanya 15%, turun tajam dari 60% yang tercermin pekan lalu.

Situasi ini juga cenderung menekan volatilitas pasar (naik-turunnya harga), karena kekhawatiran inflasi berkepanjangan mereda. Pada kuartal III 2025, kejutan penurunan data inflasi mendorong VIX (indeks “ketakutan” yang mengukur perkiraan volatilitas S&P 500) turun dari 22 ke di bawah 16 dalam tiga minggu. Untuk bertaruh volatilitas melemah, pelaku pasar derivatif dapat mempertimbangkan menjual call spread VIX (strategi opsi: menjual dan membeli opsi call pada level berbeda untuk membatasi risiko) atau membeli opsi put VIX (hak menjual pada harga tertentu).

Ekspektasi suku bunga juga berubah, dengan imbal hasil (yield) Treasury AS 10 tahun turun 20 basis poin (0,20%) ke 3,95% setelah rilis. Untuk mengikuti lanjutan pergerakan ini, trader derivatif dapat melihat opsi call pada ETF obligasi Treasury seperti TLT (Exchange Traded Fund/ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan seperti saham). Penurunan yield seperti ini mencerminkan keyakinan pasar bahwa siklus kenaikan suku bunga yang dimulai pada 2024 mendekati akhir.

Valuta Asing dan Posisi Lintas Pasar

The Fed yang kurang “hawkish” (lebih longgar/kurang ketat) biasanya melemahkan dolar AS, terutama jika bank sentral lain tetap tegas. Pelaku pasar dapat mencermati opsi call pada pasangan mata uang seperti EUR/USD, apalagi Bank Sentral Eropa (ECB) baru-baru ini memberi sinyal tetap ketat. Perbedaan arah kebijakan ini bisa menjadi pendorong bagi euro terhadap dolar AS dalam beberapa pekan ke depan.

Analis ING menilai penguatan kembali Dolar terbatas seiring meredanya ketegangan AS-Iran dan turunnya harga minyak

Rebound dolar AS mulai mereda karena pasar memperhitungkan turunnya ketegangan AS‑Iran dan penurunan harga minyak. Kegagalan pembicaraan AS‑Iran di Islamabad hanya sempat menopang sesaat, sebelum dolar kembali melemah seiring turunnya minyak.

Pasar tampaknya menilai bahwa jika Selat Hormuz diblokade, Iran bisa terdorong kembali berunding karena mahalnya biaya kehilangan ekspor minyak. Karena optimisme sudah lebih dulu “dipatok” pasar (sudah masuk harga), ketegangan yang naik lebih tajam mungkin dibutuhkan agar dolar bisa kembali menguat dan bertahan.

Fokus Pasar Bergeser ke China

Perhatian masih tertuju pada kemungkinan respons Beijing, karena jika ekspor minyak Iran benar‑benar terhambat, dampaknya akan sangat berat bagi China. Sinyal gencatan senjata permanen bisa mendorong US Dollar Index (DXY) — indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama — turun di bawah 98,0, mendekati level sebelum perang.

Analisis ini juga menilai bahwa meski harga energi bertahan lebih tinggi, sejumlah bank sentral lain kini lebih “hawkish” daripada Federal Reserve. “Hawkish” berarti cenderung mengetatkan kebijakan (misalnya menaikkan suku bunga) untuk menahan inflasi. Kondisi ini berpotensi menekan dolar AS terhadap mata uang utama lain.

Tahun lalu, optimisme soal potensi gencatan senjata AS‑Iran menekan dolar. Saat harga minyak turun karena pasar mengantisipasi kesepakatan pada akhir 2025, DXY memang menembus di bawah 98,0 dan mencapai dasar sekitar 97,8. Periode itu menunjukkan dolar sangat sensitif terhadap meredanya ketegangan di kawasan Teluk.

Saat ini, dengan DXY kembali di 101,5, situasinya jelas berubah. Gencatan senjata yang rapuh diuji oleh latihan angkatan laut baru di Selat Hormuz, yang mengangkat WTI — patokan harga minyak mentah AS — kembali ke US$88 per barel. VIX, indikator “ketakutan” pasar (mengukur perkiraan volatilitas indeks saham AS), juga naik dari kisaran 13 setelah gencatan senjata menjadi sekitar 18, menandakan meningkatnya kegelisahan pelaku pasar.

Posisi Opsi dan Volatilitas

Dalam kondisi ini, membeli call option DXY jangka pendek dinilai strategi yang masuk akal. Call option adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk mendapat keuntungan jika harga naik. Posisi berbiaya relatif rendah, seperti membeli call Mei 102,50, menawarkan peluang kenaikan besar jika ketegangan kembali memanas, mencerminkan lonjakan dolar yang sempat terjadi pada episode serupa di 2025. Cara ini memberi eksposur “safe haven” (aset pelindung saat risiko naik) tanpa mengunci modal besar.

Namun, faktor dasar perbedaan arah kebijakan bank sentral tetap membatasi daya tarik dolar untuk jangka panjang. The Fed memberi sinyal jeda, sementara Bank Sentral Eropa (ECB) masih bernada hawkish, yang bisa mendukung Euro. Karena itu, menjual put option DXY yang out-of-the-money — put option adalah kontrak yang diuntungkan jika harga turun; out-of-the-money berarti harga kesepakatan masih jauh dari harga saat ini — dengan strike sekitar 99,00 dapat menjadi cara untuk mengumpulkan premi, dengan taruhan bahwa kebijakan moneter akan menahan pelemahan dolar yang sangat dalam.

Perbedaan kebijakan ini membuat strategi call spread pada EUR/USD menarik saat ini. Call spread adalah strategi opsi dengan risiko terbatas: membeli call dan menjual call lain di level lebih tinggi untuk menekan biaya. Ini menjadi cara untuk bersiap pada kondisi yang lebih “normal”, ketika selisih suku bunga (interest rate differentials) — perbedaan tingkat suku bunga antarnegara yang sering menggerakkan arus modal dan nilai tukar — kembali menjadi penggerak utama, bukan geopolitik. Jika ketegangan saat ini hanya manuver, fokus pasar bisa kembali ke sikap Fed yang “dovish” (lebih longgar, cenderung menahan/menurunkan suku bunga), yang menguntungkan Euro.

Pelaku pasar juga bisa melihat volatilitas sebagai aset tersendiri. Dengan risiko eskalasi mendadak, membeli VIX futures (kontrak berjangka VIX) atau call option VIX dapat menjadi lindung nilai langsung terhadap kondisi risk-off (ketika investor menghindari aset berisiko secara luas). Ini lebih bersih untuk melindungi portofolio saat ketegangan meningkat dibanding hanya mengandalkan pergerakan mata uang.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Pada 21 Maret, rata-rata empat minggu perubahan lapangan kerja ADP di AS naik menjadi 39 ribu dari sebelumnya 26 ribu

Rata-rata empat minggu untuk ADP Employment Change (perubahan jumlah pekerja versi ADP, laporan pekerjaan sektor swasta AS) di Amerika Serikat naik menjadi 39 ribu (39K) pada 21 Maret. Sebelumnya berada di 26 ribu (26K).

Artinya ada kenaikan 13 ribu pada rata-rata empat minggu dibanding angka sebelumnya. Pembaruan ini merujuk pada data yang dilaporkan untuk Maret.

Sinyal Tren Pasar Tenaga Kerja

Rata-rata 4 minggu untuk penambahan pekerjaan di sektor swasta naik ke 39.000, yang menunjukkan pasar tenaga kerja sedikit menguat. Meski lebih baik dari 26.000 sebelumnya, ini belum menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Kenaikan yang moderat ini berarti ekonomi masih bertumbuh, tetapi pelan, sejalan dengan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto, ukuran total output ekonomi) 1,3% pada kuartal pertama 2025.

Data pekerjaan ini, bersama inflasi yang masih di atas target The Fed (bank sentral AS) di 2,7%, menurunkan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Karena itu, perlu hati-hati jika bertaruh pada pelonggaran kebijakan yang agresif (kebijakan moneter lebih longgar lewat penurunan suku bunga) dari Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini bisa mendukung strategi yang diuntungkan oleh suku bunga stabil hingga sedikit lebih tinggi, seperti membeli opsi jual (put, kontrak yang nilainya naik saat harga aset turun) pada futures (kontrak berjangka) obligasi pemerintah AS (Treasury).

Untuk pasar saham, pasar tenaga kerja yang stabil pada dasarnya mendukung laba perusahaan. Ini memberi ruang untuk membeli opsi beli (call, kontrak yang nilainya naik saat harga aset naik) pada indeks pasar luas seperti S&P 500, terutama saat terjadi penurunan harga karena kekhawatiran suku bunga. Kenaikan kemungkinan bertahap, bukan melonjak tajam, sehingga lebih baik menargetkan strike price (harga kesepakatan opsi) yang realistis untuk jatuh tempo (expiration) Mei dan Juni.

Tidak adanya pelemahan ekstrem dalam laporan pekerjaan mengurangi risiko resesi dalam (penurunan ekonomi yang tajam), yang dapat menahan kenaikan volatilitas pasar (tingkat naik-turunnya harga). Dengan VIX (indeks volatilitas yang sering disebut “indeks rasa takut” pasar saham AS) belakangan berada di kisaran 15–17, strategi yang mencari keuntungan dari stabilnya pasar bisa dipertimbangkan, seperti menjual put out-of-the-money (opsi jual dengan strike di bawah harga pasar saat ini). Strategi ini mengumpulkan premi (biaya yang diterima penjual opsi), dengan asumsi pasar tidak terkena guncangan besar.

Kita juga dapat melihat peluang per sektor. Konsumen yang tetap stabil mendukung saham consumer discretionary (sektor barang/jasa non-kebutuhan, seperti ritel dan hiburan), sehingga opsi call pada ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) bertema konsumsi bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti utilitas dan real estat berisiko berkinerja lebih lemah jika pasar makin kecil menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed.

Posisi Menjelang NFP

Laporan ADP ini penting, tetapi laporan resmi Non-Farm Payrolls/NFP (data ketenagakerjaan AS di luar sektor pertanian) akan menjadi konfirmasi utama. Posisi yang diambil sekarang sebaiknya disesuaikan ukurannya, karena data NFP bisa menguatkan tren ini atau justru berlawanan. Tetap fleksibel menjelang rilis tersebut.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Inflasi Produsen AS Jadi Sorotan saat Euro Naik di Atas 1,1800 terhadap Dolar untuk Hari Ketujuh Berturut-turut

Euro menguat terhadap Dolar AS untuk hari ketujuh berturut-turut pada Selasa. EUR/USD naik di atas 1,1800, level tertinggi sejak perang Timur Tengah dimulai pada akhir Februari, setelah laporan mengarah pada kemungkinan pembicaraan damai baru AS-Iran.

Sejumlah sumber melaporkan komunikasi antara Iran dan AS masih berlangsung. Reuters menyebut delegasi AS dan Iran bisa kembali ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan damai, yang meningkatkan minat pasar pada aset berisiko (risk appetite: kecenderungan investor membeli aset berisiko seperti saham dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi).

Fokus Beralih Ke Data Inflasi AS

Perhatian beralih ke US Producer Price Index (PPI) untuk Maret, setelah data inflasi konsumen dirilis pada Jumat. PPI adalah indeks harga di tingkat produsen (mengukur perubahan harga barang/jasa sebelum sampai ke konsumen). Jika PPI sesuai perkiraan, hal itu bisa memperkuat dorongan agar Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya.

Sebelumnya pada Selasa, laporan inflasi dari Jerman dan Spanyol mencerminkan dampak perang di Iran. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dijadwalkan berbicara dalam pertemuan IMF (Dana Moneter Internasional) pada Selasa.

Secara teknikal, grafik 4 jam MACD menunjukkan histogram positif yang makin melebar (MACD: indikator yang membandingkan dua rata-rata pergerakan harga untuk membaca arah dan kekuatan tren; histogram: batang yang menunjukkan selisih/ momentum). Sementara itu RSI masuk ke area jenuh beli/overbought (RSI: indikator kekuatan tren; overbought berarti kenaikan sudah terlalu cepat sehingga rawan koreksi). Area resistance (hambatan kenaikan) terlihat di 1,1825, lalu dekat 1,1930, dengan support (penopang penurunan) di 1,1720-1,1730, lalu 1,1650 dan 1,1610.

Hari Ini Kondisinya Berbeda

Saat ini, kondisi pasar jauh berbeda dan ini perlu menjadi panduan strategi beberapa pekan ke depan. Data terbaru menunjukkan inflasi AS turun ke 2,8% per Maret 2026, sementara Federal Reserve menahan suku bunga acuan (key rate: suku bunga utama bank sentral) di 5,75% selama enam bulan. Tingkat pengangguran AS juga naik tipis ke 4,1%, mengisyaratkan ekonomi mulai melambat setelah periode pengetatan agresif tahun lalu (tightening cycle: fase bank sentral menaikkan suku bunga/mengetatkan kebijakan untuk menekan inflasi).

Karena The Fed dan ECB sama-sama memberi sinyal jeda lebih lama, kami memperkirakan volatilitas lebih rendah dan pergerakan EUR/USD cenderung terbatas dalam rentang (range-bound: naik-turun di area tertentu tanpa tren kuat). Untuk beberapa pekan ke depan, pelaku pasar derivatif (derivatif: instrumen turunan seperti opsi, nilainya mengikuti harga aset acuan) dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari kondisi stabil, seperti menjual strangle out-of-the-money (strangle OTM: menjual opsi beli dan opsi jual yang strike-nya jauh dari harga saat ini, mengincar premi saat harga bergerak sempit) atau membuat iron condor (strategi opsi yang membatasi risiko dengan kombinasi jual-beli opsi di dua sisi, cocok saat pasar mendatar). Kondisi untuk pergerakan tajam searah seperti tahun lalu dinilai belum terlihat.

Risiko utama dari pandangan ini adalah perubahan arahan kebijakan ke depan dari bank sentral (forward guidance: sinyal/komunikasi bank sentral tentang arah kebijakan berikutnya), terutama soal waktu penurunan suku bunga pada paruh akhir tahun. Kami akan mencermati laporan pasar tenaga kerja untuk tanda pelemahan ekonomi. Jika data pekerjaan jauh lebih lemah dari perkiraan, spekulasi pemangkasan suku bunga bisa menguat dan menarik kembali trader yang mencari pergerakan searah, sehingga opsi jual (put) berjangka lebih panjang dan relatif murah dapat menjadi lindung nilai portofolio (hedge: perlindungan dari risiko penurunan).

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code