Back

Data CFTC AS menunjukkan posisi bersih non-komersial S&P 500 naik ke -101,4 ribu dari -110,1 ribu

Data CFTC AS menunjukkan posisi bersih NC (non-komersial, yaitu spekulan besar seperti hedge fund) di S&P 500 naik menjadi -101,4 ribu dari -110,1 ribu.

Posisi bersih tetap negatif, artinya secara total pasar masih mencerminkan sikap net short (lebih banyak posisi jual daripada beli).

Posisi net short pada kontrak berjangka (futures, yaitu perjanjian beli/jual di harga tertentu untuk waktu mendatang) S&P 500 turun dari -110,1 ribu menjadi -101,4 ribu kontrak. Ini menunjukkan spekulan besar mulai tidak terlalu pesimistis (bearish) terhadap pasar saham. Walau sentimen keseluruhan masih negatif, tekanannya mereda karena sebagian taruhan penurunan harga itu ditutup (short-covering, yaitu membeli kembali untuk menutup posisi jual).

Perubahan posisi ini terjadi setelah laporan tenaga kerja April 2026 yang menunjukkan penambahan payrolls (jumlah orang yang bekerja/tercatat menerima gaji) sebesar 195.000—kenaikan moderat yang meredakan kekhawatiran ekonomi memanas berlebihan. Ditambah data inflasi CPI (Consumer Price Index, indeks harga konsumen sebagai ukuran inflasi) yang stabil di 3,4%, The Fed punya ruang untuk menahan kenaikan suku bunga. Stabilitas ini kemungkinan membuat sebagian trader yang paling pesimistis meninjau ulang posisinya.

Kami melihat dinamika serupa pada akhir 2025, ketika posisi short yang sangat tinggi terjadi sebelum reli pasar tajam karena trader terpaksa membeli kembali untuk menutup posisi. Kondisi “pembelian paksa” seperti ini bisa mendorong kenaikan kuat dalam waktu singkat. Penurunan posisi short saat ini mengisyaratkan awal proses pelepasan posisi (unwinding, yaitu pengurangan/penutupan posisi secara bertahap) yang bisa mendorong pasar naik dalam waktu dekat.

Data CFTC Australia Menunjukkan Posisi Neto Non-Komersial AUD Naik dari 64,8 Ribu menjadi 71,9 Ribu

Posisi neto non-komersial AUD versi CFTC Australia naik ke 71,9 ribu dari 64,8 ribu.

Ini menunjukkan kenaikan 7,1 ribu dibandingkan data sebelumnya.

Naiknya Posisi Long Spekulatif Dukung Prospek Aussie

Posisi neto long spekulatif pada dolar Australia kembali naik. Ini berarti pelaku besar menambah taruhan bahwa nilainya akan menguat. Kenaikan dari 64,8 ribu menjadi 71,9 ribu kontrak menunjukkan keyakinan pasar yang makin kuat. Ini menjadi faktor pendukung penting untuk pasangan AUD/USD dalam waktu dekat.

Sikap RBA (Reserve Bank of Australia/bank sentral Australia) yang cenderung “hawkish” atau lebih condong menaikkan suku bunga demi menekan inflasi menjadi pendorong utama, apalagi inflasi Australia kuartal I tercatat lebih tinggi dari perkiraan di 3,8%. Ini berbeda dengan sinyal dari The Fed (bank sentral AS) bahwa mereka mungkin mendekati akhir “tightening cycle”, yaitu fase kenaikan suku bunga. Selisih suku bunga (interest rate differential), yakni perbedaan tingkat suku bunga Australia dan AS, yang melebar membuat memegang dolar Australia lebih menarik.

Kekuatan di pasar komoditas utama juga menopang “terms of trade” Australia, yaitu perbandingan harga ekspor terhadap impor yang memengaruhi pendapatan negara. Harga bijih besi, misalnya, pulih dan bertahan di atas US$115 per ton, jauh lebih baik dibanding titik rendah tahun lalu. Dukungan fundamental bagi ekonomi Australia ini kemungkinan meningkatkan kepercayaan spekulan.

Posisi “bullish” atau pro-kenaikan ini berlawanan dengan sentimen pada paruh kedua 2025, ketika kekhawatiran perlambatan China menekan AUD/USD ke level rendah. Momentum saat ini menunjukkan pasar sementara melewati kekhawatiran tersebut.

Bagi trader, strategi membeli saat harga turun (buy on dips) masih relevan. Trader juga bisa memakai call options (opsi beli, instrumen derivatif yang memberi hak membeli di harga tertentu) untuk membatasi risiko sambil tetap mengejar peluang naik. Namun perlu waspada karena posisi long AUD makin “crowded”, artinya terlalu banyak pihak ada di sisi yang sama. Posisi yang terlalu padat bisa cepat berbalik jika muncul berita negatif tak terduga.

Risiko Utama yang Perlu Dipantau

Pantau ketat data ekonomi AS, terutama laporan tenaga kerja dan inflasi. Tanda-tanda ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan bisa menguatkan dolar AS dan memicu pembalikan tajam pada AUD/USD. Ini tetap menjadi risiko utama bagi skenario penguatan saat ini.

Data CFTC Zona Euro Menunjukkan Posisi Bersih Nonkomersial EUR Turun ke 35,7 Ribu dari 41,3 Ribu

Data CFTC menunjukkan posisi bersih euro non-komersial (pelaku besar yang bertransaksi untuk spekulasi, bukan kebutuhan bisnis) di zona euro turun ke 35,7 ribu (35,7k) kontrak. Sebelumnya 41,3k.

Perubahan ini berarti jumlah posisi bersih beli (net long: kontrak beli lebih banyak daripada kontrak jual) euro untuk spekulasi lebih sedikit dibanding periode laporan sebelumnya. Angka dilaporkan dalam ribuan kontrak (k).

Kita melihat spekulan besar mengurangi taruhan kenaikan (bullish bets: ekspektasi harga naik) pada euro, dengan posisi bersih beli turun ke 35,7k. Ini menunjukkan keyakinan hedge fund (dana lindung nilai: manajer investasi yang aktif memakai strategi agresif) dan pelaku besar lain terhadap euro yang lebih kuat mulai melemah. Ini sinyal kehati-hatian yang perlu dipantau dalam beberapa minggu ke depan.

Perubahan sentimen ini mengikuti data inflasi zona euro April yang sedikit mendingin ke 1,9%, sehingga memperlemah alasan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi. Pada saat yang sama, laporan tenaga kerja AS terbaru menunjukkan pasar kerja masih kuat, dengan penambahan 215.000 pekerjaan, lebih tinggi dari perkiraan. Perbedaan arah ekonomi ini membuat dolar lebih menarik untuk dipegang dibanding euro.

Dalam konteks ini, pelaku derivatif (instrumen turunan: produk yang nilainya mengikuti aset acuan seperti kurs) dapat mempertimbangkan strategi untuk mengambil untung atau melindungi risiko (hedge: mengurangi dampak pergerakan harga yang merugikan) jika EUR/USD turun. Ini bisa lewat membeli opsi jual (put option: hak menjual pada harga tertentu untuk membatasi kerugian/menetapkan batas bawah) atau memakai put spread bearish (strategi opsi: membeli put dan menjual put lain untuk menekan biaya dan menargetkan penurunan moderat). Turunnya posisi spekulatif net long mengisyaratkan euro berpotensi lebih mudah melemah dalam jangka pendek.

Dengan ketegangan tarif kembali memanas, Indeks Dolar AS naik dari level terendah dua pekan namun masih mencatat penurunan mingguan

Indeks Dolar AS (DXY) naik pada Jumat setelah sempat melemah, tetapi masih berpeluang menutup pekan ini lebih rendah. DXY bergerak di sekitar 98,21 setelah sempat menyentuh level terendah dua pekan di 97,72.

Pergerakan pasar pekan ini dipengaruhi dugaan intervensi Jepang (aksi otoritas membeli/menjual mata uang untuk mengarahkan nilai tukar), ketegangan Timur Tengah, dan kembali munculnya kekhawatiran perdagangan. Kekhawatiran perdagangan muncul lagi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tarif (pajak impor) untuk mobil dari Eropa bisa naik hingga 25%.

Outlook Grafik Harian

Sentimen risiko membaik sebelumnya setelah muncul laporan bahwa Iran mengirim proposal baru melalui mediator Pakistan untuk mengakhiri perang. Negosiasi masih belum pasti karena perbedaan pendapat terkait program nuklir Iran.

Pada grafik harian, DXY masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama (moving average: rata-rata harga dalam periode tertentu untuk membaca arah tren). Area hambatan (resistance: zona yang sering menahan kenaikan harga) terkumpul di SMA (Simple Moving Average: rata-rata sederhana) 100 hari di 98,47, SMA 200 hari di 98,56, dan SMA 50 hari dekat 98,98.

Indikator momentum (alat untuk mengukur kekuatan pergerakan harga) masih lemah, dengan RSI (Relative Strength Index: mengukur kuat-lemahnya dorongan beli/jual) di kisaran awal 40-an dan MACD (Moving Average Convergence Divergence: indikator tren dan momentum) sedikit negatif. Penopang (support: zona yang sering menahan penurunan) berada dekat 98,00, sementara harga perlu kembali di atas 98,47 dan 98,56 sebelum menguji 98,98.

Bagian analisis teknikal dibuat dengan bantuan alat AI (kecerdasan buatan).

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

USD/CAD Bertahan di Dekat 1,3590 Setelah Sempat Turun ke 1,3560 di Awal Perdagangan, Seiring Penguatan Dolar Kanada, Memperpanjang Pelemahan Mingguan

USD/CAD naik kurang dari 0,1% pada Jumat, bergerak dari sekitar 1,3560 ke dekat 1,3590. Pasangan ini turun sekitar 0,6% sepanjang pekan setelah berbalik turun dari sekitar 1,3700, dengan pergerakan di dekat 1,3580 menunjukkan pasar masih ragu (tidak ada arah yang jelas).

Konflik AS–Iran dan penutupan Selat Hormuz menjaga harga minyak mentah tetap tinggi, sehingga mendukung dolar Kanada. Selat Hormuz adalah jalur pelayaran utama untuk pengiriman minyak dunia. Pembicaraan gencatan senjata (kesepakatan untuk menghentikan perang sementara) terhenti selama akhir pekan, dan blokade laut (penutupan akses pelabuhan lewat kekuatan angkatan laut) AS di pelabuhan Iran masih berlangsung.

Data Kunci dan Pendorong Makro

Di AS, ISM Manufacturing PMI (indeks aktivitas sektor manufaktur) bertahan di 52,7 pada April, dibanding perkiraan 53,0. Indeks Ketenagakerjaan turun ke 46,4, sementara Prices Paid (indeks harga input yang dibayar pelaku industri) naik ke 84,6, tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

PMI Manufaktur S&P Global Kanada naik ke 53,3 dari 50,0 pada Maret. Fokus Jumat depan mencakup US Non-Farm Payrolls (NFP, jumlah penambahan pekerjaan di luar sektor pertanian), diperkirakan 73 ribu dibanding 178 ribu, serta laporan ketenagakerjaan Kanada, dengan pengangguran diperkirakan tetap 6,7%.

Pada grafik jangka pendek, harga bergerak di sekitar 1,3587–1,3589, dengan 1,3580 sebagai support (area penahan turun) terdekat dan garis resistance menurun (batas penahan naik) di sekitar 1,3680. Penembusan di bawah 1,3580 bisa membuka pelemahan lanjutan, sementara kenaikan di atas 1,3680 akan menandakan pantulan yang lebih kuat.

Perbedaan Kebijakan dan Posisi Opsi

Ini memunculkan perbedaan arah prospek ekonomi antara kedua negara. Sementara AS baru mencatat NFP April 2026 sebesar 175.000, ekonomi Kanada melambat, dengan pertumbuhan PDB bulanan (GDP, total nilai produksi ekonomi) hanya 0,2% dan pengangguran naik ke 6,9%. Kondisi ini menunjukkan ekonomi AS lebih kuat dibanding Kanada.

Perbedaan ekonomi ini tercermin pada ekspektasi bank sentral. Pasar menilai peluang 75% Bank of Canada akan memangkas suku bunga pada Juli, sementara Federal Reserve diperkirakan menahan suku bunga setidaknya hingga kuartal IV. Perbedaan arah kebijakan (policy divergence), yaitu satu bank sentral cenderung menurunkan suku bunga sementara yang lain bertahan, umumnya menguntungkan dolar AS dibanding dolar Kanada.

Dengan prospek dolar AS yang cenderung kuat, pelaku pasar derivatif (instrumen turunan dari aset, seperti opsi) dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan saat USD/CAD naik. Saat pasangan ini diperdagangkan dekat 1,3750, membeli call option (opsi beli, hak membeli pada harga tertentu) dengan strike price (harga kesepakatan) 1,3850 atau 1,3900 untuk beberapa bulan ke depan bisa menjadi cara untuk mengambil posisi kenaikan. Strategi ini memungkinkan pelaku pasar memanfaatkan perbedaan momentum ekonomi dan kebijakan bank sentral.

EUR/USD Bertahan di Sekitar 1,1730, Penguatan Memudar Saat Ancaman Tarif Trump dan Ketegangan Iran Mendongkrak Dolar

EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1730 pada akhir sesi AS pada Jumat, setelah memangkas sebagian besar penguatannya sebelumnya. Pergerakan ini menyusul ancaman Donald Trump untuk menaikkan tarif (pajak impor) mobil dan truk Uni Eropa (EU) menjadi 25% dari 15%.

Iran mengirimkan tawaran pembicaraan damai melalui Pakistan untuk mencari kesepakatan dengan AS, namun rinciannya tidak diungkap. Trump mengatakan ada kemajuan, tetapi ia tidak yakin kesepakatan akan tercapai, dan menyebut ia tidak puas dengan proposal terbaru Iran.

Saat ditanya soal kemungkinan serangan rudal ke Iran, Trump menolak menjawab secara langsung. Ketidakpastian ini membantu dolar AS pulih dari level terendah dua pekan.

Pada grafik empat jam, EUR/USD bertahan di sekitar 1,1730 dan cenderung netral. Pasangan ini bertahan di atas SMA periode 20 (Simple Moving Average/rata-rata bergerak sederhana, indikator arah tren) di 1,1713, tetapi masih di bawah SMA periode 100 di 1,1736 dan hambatan di 1,1744. Sementara itu RSI (Relative Strength Index/indikator kekuatan tren dan kondisi jenuh beli-jenuh jual) berada di sekitar 53.

Level resistance (area hambatan kenaikan harga) terlihat di 1,1736 dan 1,1744, dengan level lanjutan di 1,1757 dan 1,1785. Support (area penopang harga) terlihat di 1,1729 dan 1,1713, dan penembusan di bawah 1,1713 dapat memperpanjang koreksi (pullback, penurunan sementara setelah naik).

Emas Naik Dua Hari Berturut-turut, Intervensi Jepang Melemahkan Dolar AS dan Harga Minyak Turun Usai Usulan Iran

Emas naik untuk hari kedua, menguat lebih dari 0,50%, setelah intervensi valuta asing (FX/foreign exchange, yaitu pasar pertukaran mata uang) Jepang melemahkan Dolar AS. XAU/USD (kode harga emas terhadap Dolar AS) diperdagangkan di $4.643 setelah memantul dari $4.560.

Iran mengirim proposal ke AS melalui Pakistan, yang membantu menekan harga minyak dan meningkatkan sentimen risiko (risk sentiment, yaitu minat pasar untuk mengambil aset berisiko). WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) berada di $101,91 per barel, turun lebih dari 3% pada hari itu.

Kelemahan Dolar Mendukung Emas

Otoritas Jepang melakukan intervensi pada Kamis, menghabiskan hingga $35 miliar, dibandingkan $36,8 miliar pada Juli 2024, berdasarkan data Bank of Japan. Indeks Dolar AS (US Dollar Index, pengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) turun 0,03% ke 98,07.

Pesan Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) mengisyaratkan suku bunga bertahan “lebih tinggi lebih lama” karena tekanan inflasi yang terkait konflik Timur Tengah. Data Prime Terminal menunjukkan pasar uang (money markets, pasar instrumen jangka pendek seperti deposito dan surat utang sangat pendek) memperkirakan suku bunga tidak berubah sepanjang tahun.

PMI Manufaktur ISM AS (Purchasing Managers’ Index, survei aktivitas pabrik; di atas 50 berarti ekspansi) untuk April berada di 52,7, sama seperti Maret. Ukuran prices-paid (komponen survei yang mengukur harga yang dibayar perusahaan untuk input/bahan) naik dari 78,3 ke 84,6, tertinggi sejak April 2022.

Emas bertahan di dekat $4.550, dengan resistance (level hambatan harga saat naik) di atas $4.700 dan zona moving average (rata-rata pergerakan, indikator teknikal untuk melihat tren) di $4.718–$4.749, lalu $4.834. Level support (level penahan harga saat turun) berada di $4.600, lalu $4.510 dan $4.351.

Permintaan Bank Sentral Menopang Harga

Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022, menurut World Gold Council.

Intervensi Jepang, mirip dengan aksi pada 2022 dan 2024, kemungkinan hanya memberi dorongan sementara bagi emas. Fokus pasar dapat cepat bergeser ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP, data bulanan perubahan jumlah pekerja di luar sektor pertanian AS) AS untuk April minggu depan. Angka tenaga kerja yang kuat—terutama jika pertumbuhan upah di atas perkiraan 0,3% secara bulanan (month-over-month/MoM, dibandingkan bulan sebelumnya)—akan memperkuat sikap “lebih tinggi lebih lama” The Fed dan bisa menguatkan dolar, menekan emas kembali ke support $4.510.

Sebaliknya, laporan tenaga kerja yang lemah akan menantang narasi The Fed dan bisa memicu emas keluar dari rentang saat ini. Jika NFP di bawah 175.000, pelaku pasar bisa lebih agresif memasukkan perkiraan pemangkasan suku bunga ke harga (pricing in, artinya ekspektasi sudah tercermin di harga), yang melemahkan dolar dan mendorong emas menguji resistance dekat $4.750. Ini membuat rilis data tersebut sangat menentukan arah.

Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures/kontrak berjangka), kondisi ini mengarah pada posisi untuk pergerakan harga besar setelah pengumuman NFP. Implied volatility (volatilitas tersirat, perkiraan gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) pada opsi emas naik, menandakan pasar mengantisipasi “breakout” (keluar dari rentang pergerakan) dari kisaran $4.550–$4.700. Strategi long straddle atau strangle (membeli opsi call dan put agar untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah, tanpa menebak arah) bisa relevan untuk mengejar pergerakan besar dua arah.

Di luar gejolak jangka pendek, permintaan kuat dari bank sentral tetap menjadi penopang harga. Pembelian bersih (net purchases, pembelian dikurangi penjualan) bank sentral mencapai rekor 290 ton pada kuartal I 2024, menurut World Gold Council, dan tren ini kemungkinan berlanjut. Pembelian yang konsisten ini mengisyaratkan penurunan tajam akibat sikap ketat The Fed dapat dilihat sebagai peluang beli oleh pelaku besar.

Penurunan harga minyak karena proposal Iran membantu meredakan kekhawatiran inflasi dalam waktu dekat, tetapi The Fed lebih fokus pada inflasi inti yang “lengket” (sticky core inflation, inflasi inti yang sulit turun). Survei manufaktur ISM menunjukkan harga input (biaya bahan/komponen) naik ke level tertinggi sejak April 2022, sehingga pembuat kebijakan tetap waspada. Karena itu, The Fed kemungkinan tetap data-dependent (bergantung pada data ekonomi terbaru), sehingga rilis data ekonomi pekan depan menjadi sangat penting.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Baker Hughes melaporkan jumlah rig minyak AS naik menjadi 408, bertambah satu dari 407

Baker Hughes melaporkan jumlah rig minyak aktif (menara pengeboran yang sedang beroperasi) di Amerika Serikat naik menjadi 408.

Jumlah sebelumnya 407, sehingga total bertambah 1 rig.

Jumlah Rig Mengisyaratkan Pasokan Stabil

Jumlah rig minyak aktif naik tipis menjadi 408, hanya bertambah satu. Perubahan kecil ini menunjukkan produsen tidak terburu-buru menambah pengeboran meski harga energi tetap kuat. Ini menandakan disiplin belanja modal (pengendalian pengeluaran investasi) di industri shale (produksi minyak/gas dari batuan serpih dengan metode rekah hidrolik), sehingga kecil kemungkinan pasokan melonjak tiba-tiba.

Stabilnya aktivitas pengeboran ini membantu menjaga “lantai” harga (batas bawah yang cenderung bertahan) minyak mentah, yang bertahan di atas US$90 per barel untuk WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS). Bagi trader opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu), ini bisa dibaca sebagai volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) yang berpotensi tetap rendah, karena pasar tidak mengantisipasi guncangan pasokan besar dari AS. Kondisi ini membuat premi opsi (biaya membeli opsi) relatif lebih murah untuk spekulasi arah harga terkait permintaan musim panas.

Jika melihat ke belakang, jumlah rig bergerak naik perlahan dari sekitar 400 pada akhir 2025. Laju bertahap ini berbeda dari pola “boom-bust” (naik cepat lalu jatuh tajam) dalam satu dekade terakhir. Pendekatan yang hati-hati dari produsen menjadi salah satu alasan pasar tetap relatif seimbang.

Laporan persediaan (inventory) pekan lalu dari EIA (Energy Information Administration, badan statistik energi AS) menunjukkan penurunan stok (draw, stok berkurang) 2,1 juta barel, lebih besar dari perkiraan analis. Penurunan stok ini, ditambah jumlah rig yang hampir tidak bergerak, mengarah pada pasar di mana permintaan sedikit lebih cepat dibanding tambahan produksi baru. Dasar fundamental ini mendukung pandangan bullish (bias naik) pada futures (kontrak berjangka) minyak mentah.

Kami juga mencermati pertemuan OPEC+ (koalisi OPEC dan negara mitra), dengan perkiraan umum kuota produksi saat ini akan diperpanjang. Dengan pasokan baru yang terbatas dari shale AS maupun OPEC+, pergerakan harga minyak paling mungkin cenderung mendatar hingga menguat. Kondisi pasokan ketat ini menjadi faktor utama dalam beberapa pekan ke depan.

Posisi untuk Potensi Kenaikan Musim Panas

Dalam konteks ini, terdapat peluang melalui call spread (strategi opsi: membeli opsi call dan menjual opsi call lain pada harga strike lebih tinggi untuk membatasi biaya sekaligus membatasi potensi untung) pada kontrak WTI Juli atau Agustus untuk mengantisipasi kenaikan harga musim panas. Strategi ini memberi risiko yang terukur (kerugian maksimum jelas) untuk memanfaatkan permintaan musiman yang kuat saat pasokan tetap ketat. Kenaikan jumlah rig yang sangat kecil membuat penurunan harga mendadak menjadi lebih kecil kemungkinannya.

Futures DJIA Bertahan di Dekat 50.000, Naik dari Titik Terendah 48.500, Seiring Tawaran Iran Meredakan Kekhawatiran Tarif

Futures DJIA diperdagangkan di atas 49.800, melanjutkan rebound hampir 1.500 poin dari sekitar 48.500 dan mengarah ke 50.000. Futures S&P 500 bertahan di atas 7.200 setelah indeks ditutup di rekor baru, sementara futures Nasdaq mengikuti kenaikan saham teknologi dan Dow mencatat bulan terkuat sejak November 2024.

Iran mengirim proposal revisi melalui mediator Pakistan pada Kamis malam, menurut IRNA, sebagai langkah diplomatik pertama yang jelas dalam beberapa pekan. WTI (minyak mentah acuan AS) turun 3% ke atas US$101 per barel dan Brent (acuan global) melemah 2% ke atas US$108 setelah Brent sempat menyentuh US$126 pada Kamis; tenggat 60 hari War Powers (batas waktu hukum bagi presiden AS terkait operasi militer tanpa persetujuan kongres) berakhir pada Jumat.

Laba Apple dan Momentum Teknologi

Apple naik lebih dari 3% pada pra-pasar setelah laba kuartal II tahun fiskalnya dan pendapatan (revenue) melampaui perkiraan, serta panduan pendapatan kuartal berjalan di atas estimasi. Namun, pendapatan iPhone meleset dari ekspektasi untuk kedua kalinya dalam tiga kuartal.

Trump mengatakan tarif (pajak impor) untuk mobil dan truk Uni Eropa akan naik menjadi 25% pekan depan, tanpa tarif untuk kendaraan yang diproduksi di pabrik AS. Stellantis turun lebih dari 2% dan Ferrari melemah hampir 1,5%.

ISM Manufacturing PMI (indeks aktivitas sektor manufaktur) April berada di 52,7, dibanding 53 yang diperkirakan dan 52,7 sebelumnya. Komponen Employment (ketenagakerjaan) turun ke 46,4 dari 48,7 dibanding 49 perkiraan, Prices Paid (harga input yang dibayar produsen) naik ke 84,6 dari 78,3 dibanding 80 perkiraan, dan New Orders (pesanan baru) naik ke 54,1; NFP pekan depan (Nonfarm Payrolls, data utama penciptaan kerja AS di luar sektor pertanian) diperkirakan 73 ribu dibanding 178 ribu sebelumnya.

Lindung Nilai Murah Saat VIX Rendah

Dengan Cboe Volatility Index/VIX (indeks volatilitas, sering disebut “pengukur ketakutan” pasar) tertahan di sekitar 14,5 di tengah reli, melakukan lindung nilai (hedging, perlindungan portofolio dari penurunan) relatif lebih murah. Ancaman tarif baru untuk otomotif Eropa dan sinyal stagflasi (gabungan inflasi tinggi dan pertumbuhan melambat) dari laporan ISM terbaru menjadi risiko yang bisa terabaikan. Membeli VIX calls (opsi beli atas VIX) atau out-of-the-money puts pada SPY (opsi jual dengan harga strike di bawah harga pasar untuk ETF S&P 500) untuk jatuh tempo akhir Mei bisa menjadi cara lebih aman untuk melindungi keuntungan.

Pengumuman tarif 25% untuk mobil Eropa membuka peluang pairs trade (strategi mengambil posisi beli di satu aset dan jual di aset lain yang terkait) atau posisi bearish (bertaruh harga turun) yang lebih spesifik. Put options pada saham otomotif Eropa atau ETF terkait bisa digunakan, karena pasar belum sepenuhnya memasukkan risiko konflik dagang yang berkepanjangan. Strategi ini menjadi lindung nilai yang terpisah dari optimisme pasar terkait isu Iran.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Dengan DXY Dekati Level Terendah Dua Pekan, Pasar Pantau Nonfarm Payrolls dan Pembicaraan AS-Iran di Tengah Sikap Hawkish Bank Sentral

Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level terendah dua minggu di sekitar 98,00 pada Jumat, melanjutkan pelemahan dari hari sebelumnya. Fokus pekan depan mencakup negosiasi AS-Iran melalui Pakistan serta data tenaga kerja AS yang berpuncak pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP), yaitu data jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian.

Kalender Jumat relatif sepi karena penutupan Hari Buruh, namun ISM Manufacturing PMI AS tercatat 52,7 dibanding perkiraan 53. ISM Manufacturing PMI adalah survei aktivitas pabrik; angka di atas 50 menandakan ekspansi. Bank sentral utama tetap bersikap “hawkish” (cenderung ketat/siap mempertahankan suku bunga tinggi) karena tekanan inflasi masih tinggi.

Fokus Pasar Beralih ke Data Penting

Iran mengirim proposal negosiasi baru kepada Pakistan, yang menjadi mediator pembicaraan dengan Amerika Serikat, meski rinciannya tidak diumumkan. Menteri Luar Negeri Iran melakukan panggilan dengan mitranya di Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan.

EUR/USD naik mendekati 1,1780 setelah ECB mempertahankan suku bunga. ECB adalah Bank Sentral Eropa. Sementara itu, AS mengumumkan tarif mobil dan truk Uni Eropa akan naik menjadi 25% dari 15%. GBP/USD menguat ke sekitar 1,3630 seiring melemahnya Dolar AS.

USD/JPY stabil setelah turun dari 160,00 ke 156,60 בעקבות intervensi Jepang. Intervensi berarti otoritas Jepang masuk ke pasar valuta asing untuk memengaruhi nilai Yen. CPI Tokyo (di luar makanan segar) sebesar 1,9% dibanding 2,3% sebelumnya, dan CPI utama 1,5% dibanding 1,4%. CPI adalah Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi.

AUD/USD naik tipis menuju 0,7220 menjelang keputusan RBA pada Selasa. RBA adalah bank sentral Australia. PPI Australia 3% dibanding 3,5%. PPI adalah Indeks Harga Produsen, mengukur perubahan harga di tingkat produsen. Emas berada di sekitar US$4.630 dan WTI turun menuju US$98,50 per barel. WTI adalah patokan harga minyak mentah AS.

Agenda penting berlangsung 4–8 Mei, termasuk beberapa pidato pejabat ECB dan The Fed (bank sentral AS), keputusan RBA, ISM Services AS (survei sektor jasa), JOLTS (data lowongan kerja), ADP (perkiraan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta), klaim tunjangan pengangguran, serta laporan NFP AS. Pembaruan persediaan minyak dari API dan EIA sering selaras dalam kisaran 1% sekitar 75% dari waktu. API adalah lembaga industri minyak, sedangkan EIA adalah badan statistik energi pemerintah AS.

Latar Pasar Mei 2026

Memasuki Mei 2026, kondisi pasar berbeda dibanding setahun lalu. Indeks Dolar AS kini bertahan kuat di sekitar 104,50, berubah jauh dari level lemah 98,00 pada Mei 2025. Penguatan ini terjadi karena The Fed tampaknya tetap bertahan pada suku bunga, dan pasar kini memperhitungkan lebih sedikit penurunan suku bunga daripada perkiraan sebelumnya. “Market pricing” berarti ekspektasi pasar yang tercermin pada harga instrumen seperti obligasi dan kontrak suku bunga.

Fokus pada perundingan damai AS-Iran yang mendominasi tahun lalu mereda karena negosiasi macet pada akhir 2025, memicu kembali ketegangan di Selat Hormuz. Akibatnya, minyak WTI diperdagangkan di sekitar US$105 per barel, berbeda dari penurunan di bawah US$99 saat peluang kesepakatan damai sempat besar tahun lalu. Pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti futures dan opsi) perlu siap menghadapi volatilitas (naik-turun harga yang tajam) di pasar energi, karena eskalasi dapat memicu lonjakan harga mendadak.

Di pasar valuta, EUR/USD berada di sekitar 1,0720, tertekan oleh Dolar AS yang kuat dan kekhawatiran ekonomi yang masih tersisa di Zona Euro. Ini berbanding terbalik dengan reli menuju 1,1780 pada 2025, yang juga dibayangi ancaman tarif mobil Uni Eropa. Jadwal padat pernyataan pejabat ECB pekan depan penting untuk mengukur perubahan arah kebijakan bank sentral.

GBP/USD juga melemah ke area 1,2550, mencerminkan kekuatan Dolar AS secara luas. Optimisme yang sempat mengangkat pasangan ini di atas 1,3600 tahun lalu—dipicu harapan suasana “risk-on” (minat tinggi pada aset berisiko)—kini memudar. Pelaku pasar perlu memantau laporan NFP AS, karena angka yang kuat bisa memperkuat dominasi Dolar.

Situasi Yen Jepang perlu dicermati karena USD/JPY kembali menguji level 158,00. Pasar masih mengingat intervensi tajam pemerintah Jepang yang menekan pasangan ini dari 160,00 sekitar periode yang sama pada 2025. Pelaku pasar opsi (jenis derivatif yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu) perlu waspada terhadap pergerakan mendadak, karena peringatan lisan dari pejabat meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Emas saat ini diperdagangkan sekitar US$4.150, turun dari puncak dekat US$4.630 tahun lalu ketika kekhawatiran inflasi mencapai puncak. Dengan data CPI April menunjukkan inflasi melandai ke 2,8%, daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding, artinya tidak memberi bunga/kupon seperti obligasi) sedikit berkurang. Rangkaian data ketenagakerjaan AS yang akan datang menjadi kunci untuk menilai apakah tren ini berlanjut.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code