Back

Pesole: Pejabat ECB Mungkin Tetap Hawkish di Tengah Ketegangan di Teluk; Pasar Memperhitungkan Pengetatan pada April dan Dua Kenaikan Suku Bunga Lagi

Presiden ECB Christine Lagarde dijadwalkan berbicara di Washington, dengan anggota Dewan Gubernur lainnya juga berbicara lebih awal pada hari yang sama. Para pejabat diperkirakan tetap bernada *hawkish* (cenderung mendukung kebijakan suku bunga tinggi untuk menahan inflasi) di tengah volatilitas (pergerakan harga yang cepat dan tajam) yang masih berlangsung di Teluk.

Pasar memperkirakan pengetatan 10bp (10 *basis poin*; 1bp = 0,01%) untuk rapat 30 April. Catatan itu menyebut, pesan yang kurang mendesak dapat mendukung ekspektasi tidak ada perubahan kebijakan bulan ini.

Harga swap (kontrak derivatif pertukaran arus pembayaran, umumnya dipakai untuk mengukur ekspektasi suku bunga) memasukkan dua kenaikan suku bunga ECB lagi akhir tahun ini. Catatan itu menambahkan, komentar yang mengisyaratkan de-eskalasi (meredanya ketegangan) akan menurunkan peluang pengetatan dinilai tidak mungkin.

Laporan tersebut menyebut, penguatan EUR/USD yang bertahan di atas 1,180 membutuhkan kemajuan yang jelas dalam pembicaraan AS-Iran. Laporan itu menempatkan geopolitik sebagai faktor kunci bagi euro, selain ekspektasi suku bunga.

Hari ini, situasinya sudah banyak berubah, dan sikap ECB melunak seiring tekanan inflasi mereda. Inflasi HICP (Harmonised Index of Consumer Prices; ukuran inflasi zona euro yang diseragamkan) zona euro untuk Maret 2026 dilaporkan 2,1%, semakin dekat ke target dan turun tajam dari level di atas 4,5% pada awal 2025. Data ini menunjukkan siklus pengetatan ECB sudah lewat, sehingga pelaku pasar tidak perlu memasang posisi untuk kenaikan suku bunga.

Perubahan ini berarti strategi opsi perlu disesuaikan. Volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas dari harga opsi) satu bulan untuk EUR/USD kini sekitar 6,8%, jauh di bawah lonjakan dua digit saat ketidakpastian geopolitik pada 2025. Akibatnya, membeli opsi lebih murah, sehingga strategi seperti *long call* (membeli opsi beli untuk mendapat untung jika harga naik) atau *call spread* (membeli opsi beli dan menjual opsi beli lain pada level lebih tinggi untuk menekan biaya) menjadi lebih menarik untuk mengincar potensi kenaikan.

Level kunci 1,1800, yang sebelumnya bergantung pada kemajuan pembicaraan AS-Iran, tidak pernah ditembus secara bertahan karena negosiasi macet sepanjang akhir 2025. Dengan EUR/USD kini diperdagangkan di sekitar 1,0950, fokus pasar bergeser dari terobosan geopolitik besar sebagai pendorong penguatan mata uang. Sebagai gantinya, selisih suku bunga (perbedaan tingkat bunga antarnegara yang memengaruhi arus modal) dan data pertumbuhan menjadi pendorong utama.

Saat kekhawatiran inflasi mereda, kontrak berjangka Dow, S&P 500, dan Nasdaq menguat tipis; pelaku pasar mencermati perundingan AS-Iran

Kontrak berjangka Dow Jones naik 0,12% ke sekitar 48.500 pada jam perdagangan Eropa hari Selasa. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 menguat 0,16% dan 0,28% ke sekitar 6.930 dan 25.600.

Kontrak berjangka saham AS mengikuti penguatan sesi Wall Street pada Senin. Dow Jones naik 0,63%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite bertambah 1,02% dan 1,23%.

Harga Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi

Harga minyak yang lebih rendah meredakan kekhawatiran inflasi (kenaikan harga barang dan jasa secara umum) dan menurunkan perkiraan pasar soal kebijakan Federal Reserve (bank sentral AS) yang lebih ketat, yaitu suku bunga lebih tinggi. Gubernur The Fed Stephen Miran mengatakan guncangan energi terkait Iran tidak memengaruhi ekspektasi inflasi jangka panjang, dan ia memperkirakan tekanan harga kembali ke target dalam setahun.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah menghubungi dan ingin melanjutkan negosiasi. Wakil Presiden JD Vance menyebut upaya diplomatik masih berjalan dan mengatakan pembicaraan akhir pekan berjalan konstruktif serta memperjelas posisi Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Semafor pada Selasa bahwa AS sebaiknya “menunggu dan melihat” sebelum memangkas suku bunga. Ia yakin kenaikan harga terbaru tidak akan “menetap” dalam ekspektasi inflasi (artinya pelaku pasar tidak akan menganggap inflasi tinggi sebagai hal normal dalam jangka panjang).

Perhatian pasar juga tertuju pada laporan kinerja (earnings) bank, termasuk JPMorgan Chase dan Wells Fargo. Goldman Sachs turun hampir 2% pada Senin setelah pendapatannya meleset dari perkiraan pada perdagangan pendapatan tetap (obligasi), mata uang, dan komoditas.

Peluang dari Meredanya Gejolak

Perlu dipertimbangkan strategi yang diuntungkan saat gejolak pasar turun, karena risiko konflik AS-Iran meluas terlihat mereda. Gejolak tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan pasar atas besar-kecilnya pergerakan harga ke depan yang tercermin dari harga opsi), yang diukur oleh VIX, kemungkinan naik saat ketegangan awal—mirip lonjakan di atas 20 pada ketegangan geopolitik 2025. Jika de-eskalasi berlanjut, VIX bisa turun kembali ke kisaran belasan, sehingga strategi seperti menjual credit spread pada SPX (strategi opsi: menjual dan membeli opsi pada level berbeda untuk membatasi risiko dan mengejar premi) bisa menarik.

Dampak paling langsung dari meredanya ketegangan Timur Tengah ada pada minyak mentah, sehingga posisi untuk penurunan harga dalam beberapa pekan ke depan patut dipertimbangkan. Harga minyak, yang sempat mendekati US$95 per barel karena conflict premium (tambahan harga akibat risiko konflik), bisa turun kembali ke kisaran awal US$80. Membeli put pada United States Oil Fund/USO (opsi jual, untung jika harga turun) atau mengambil posisi jual pada kontrak berjangka (futures, perjanjian jual-beli di harga tertentu untuk tanggal tertentu) adalah cara yang lebih sederhana untuk memanfaatkan perkiraan turunnya premi risiko.

Dengan kekhawatiran inflasi yang mereda, sikap positif secara hati-hati pada indeks pasar yang lebih luas bisa dipertimbangkan. Nasdaq yang memimpin mengindikasikan minat risk-on (minat mengambil aset berisiko seperti saham) mulai kembali, berbeda dari kekhawatiran kenaikan suku bunga yang menekan pasar sepanjang 2025. Salah satu opsi adalah membeli call spread pada QQQ (ETF Nasdaq 100; strategi opsi beli dan jual call pada level berbeda untuk membatasi risiko) untuk ikut potensi kenaikan sambil menjaga batas risiko menjelang laporan bank.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Strategis UOB mengatakan AUD/USD sudah terlalu tinggi setelah rebound, berpotensi menguji 0,7120 tetapi akan kesulitan menembus 0,7155

AUD/USD turun ke 0,6979 lalu memantul ke 0,7101, menembus kisaran sebelumnya 0,6970/0,7055. Pergerakan jangka pendek ini dinilai “terlalu jauh” (kenaikan dinilai berlebihan), dengan peluang menguji 0,7120.

Level resistance (batas atas tempat harga sering tertahan) berikutnya ada di 0,7155, tetapi momentum (kekuatan dorongan harga) saat ini mungkin tidak cukup untuk mencapainya. Support (batas bawah tempat harga sering ditahan pembeli) berada di 0,7085 dan 0,7065, dengan 0,7030 ditandai sebagai support kunci yang perlu bertahan agar dorongan naik tetap terjaga.

Level Jangka Pendek dan Momentum

Dalam horizon beberapa minggu, bias teknikal (kecenderungan arah berdasarkan analisis grafik) masih cenderung turun. Jika menembus ke bawah zona support 0,6850/0,6870, jalan bisa terbuka menuju 0,6765.

Pembaruan ini bertanggal 27 Mar 2026, dengan level rujukan di 0,6885. Artikel ini dibuat menggunakan alat AI dan ditinjau editor, serta dikurasi oleh Tim Insights FXStreet dari catatan pasar para ahli.

Posisi Derivatif dan Level Risiko

Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi yang nilainya mengikuti aset acuan), kondisi ini membuat strategi membeli put option (opsi jual, bernilai saat harga turun) atau membuat bear put spread (strategi opsi: beli put dan jual put di strike lebih rendah untuk menekan biaya, tetap untung jika harga turun) menjadi opsi yang layak untuk mengantisipasi pelemahan lanjutan. Posisi ini akan diuntungkan jika AUD/USD turun menembus level terendah terbaru dan bergerak menuju zona support 0,6850/0,6870. Implied volatility (perkiraan volatilitas yang “tertanam” dalam harga opsi) masih relatif rendah, artinya premi opsi (biaya membeli opsi) masih cukup terjangkau untuk mengekspresikan pandangan bearish (bias turun).

Saat ini level 0,7030 diawasi ketat, karena penembusan yang bertahan di bawahnya akan menjadi konfirmasi bearish yang kuat. Secara historis, ketika level psikologis besar seperti 0,7000 jebol, momentum penurunan bisa cepat meningkat, seperti yang terjadi pada pertengahan 2025. Jika terjadi reli tak terduga kembali di atas 0,7155, itu menandakan bias turun ini keliru dan sebaiknya dipakai sebagai titik jelas untuk keluar dari posisi short (posisi jual yang untung saat harga turun).

Peringatan stagflasi Hauser menyeret Dolar Australia turun di bawah sebagian besar mata uang sepadan, hanya mengungguli Dolar AS

Dolar Australia (AUD) melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada sesi Eropa hari Selasa, hanya lebih baik dibanding Dolar AS (USD). AUD tertekan setelah Wakil Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Andrew Hauser mengatakan beberapa bulan ke depan bisa menantang akibat gangguan energi terkait Timur Tengah dan inflasi yang tinggi.

Hauser mengatakan ekonomi kesulitan “menyerap guncangan krisis energi” di tengah inflasi tinggi dan terbatasnya pasokan (supply constraints: hambatan pasokan karena produksi/pengiriman tidak lancar), sehingga meningkatkan risiko “skenario mirip stagflasi” (stagflasi: inflasi tinggi bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi lemah). Ia juga menyebut kondisi ini sebagai “mimpi buruk” bagi bank sentral.

Rba Warning Fuels Stagflation Fears

Kekhawatiran muncul bahwa guncangan energi dapat menekan laba kuartalan sejumlah perusahaan Australia. Westpac menilai gangguan pasar energi bisa mendorong inflasi lebih tinggi dan suku bunga lebih tinggi, sementara pertumbuhan ekonomi yang melambat dapat membuat kondisi menjadi lebih berat bagi sebagian nasabah.

Sentimen pasar membaik karena harapan negosiasi AS–Iran soal gencatan senjata permanen dapat berlanjut. Kontrak berjangka (futures: kontrak jual-beli untuk harga di masa depan) S&P 500 naik 0,2% di dekat 6.900, sementara Indeks Dolar AS (DXY: ukuran kekuatan USD terhadap sekeranjang mata uang) turun 0,2% di dekat 98,00.

Reuters melaporkan tim perunding AS dan Iran dapat kembali ke Islamabad pekan ini. Putaran pertama pembicaraan berakhir tanpa kemajuan berarti, dengan AS tetap menuntut terkait program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Derivative Strategy Implications For Aud

Risiko stagflasi ini didukung data. Laporan CPI Australia kuartal I 2026 menunjukkan inflasi tetap tinggi di 4,1% secara tahunan (year-over-year: dibanding periode yang sama tahun lalu), sementara data PDB untuk kuartal terakhir 2025 menunjukkan pertumbuhan melambat menjadi 0,3%. Kombinasi kenaikan harga dan pertumbuhan yang mandek inilah yang disebut “mimpi buruk” oleh pejabat RBA.

Guncangan energi menjadi pendorong utama, dengan kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI: patokan harga minyak AS) melonjak melewati US$115 per barel dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini langsung menekan laba perusahaan dan belanja konsumen, memperkuat pandangan negatif terhadap ekonomi Australia. Ini menjadi hambatan fundamental (faktor dasar ekonomi yang memengaruhi nilai mata uang) yang diperkirakan bertahan dalam jangka menengah.

Di tengah ketidakpastian, volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan besarnya naik-turun harga yang “tercermin” dari harga opsi) pada opsi (options: kontrak hak beli/jual aset pada harga tertentu) AUD/USD meningkat, dengan Aussie VIX (indikator volatilitas untuk AUD) naik ke 9,5, tertinggi sejak gejolak pasar awal 2025. Kondisi ini membuat pembelian opsi jual (put option: hak untuk menjual pada harga tertentu, biasanya untung jika harga turun) menarik untuk bertaruh AUD melemah, sambil membatasi risiko maksimum. Data terbaru juga menunjukkan posisi spekulatif net short (net short: lebih banyak posisi yang untung jika harga turun dibanding yang untung jika harga naik) terhadap dolar Australia meningkat tiga pekan beruntun, menandakan pandangan ini makin meluas.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Deutsche Bank: S&P 500 Kembali ke Level Pra-Serangan, Pasar Antisipasi Deeskalasi dan Potensi Perundingan AS–Iran

S&P 500 kembali naik di atas level sebelum serangan, dengan pasar memperkirakan konflik hanya sementara dan ada kemungkinan pembicaraan AS–Iran. Kontrak berjangka (futures, yaitu kesepakatan harga untuk transaksi di masa depan) mengindikasikan kenaikan lanjutan yang terbatas.

Minyak Brent turun -1,61% semalam menjadi US$97,76 per barel. Turunnya harga minyak mengurangi kekhawatiran guncangan stagflasi (stagflation, yaitu pertumbuhan ekonomi lemah tetapi inflasi tetap tinggi).

Pasar Kembali ke Level Sebelum Serangan

S&P 500 naik +1,02% dan ditutup di atas level sebelum serangan pada 27 Februari. Indeks ini naik +8,55% dari penutupan terendah 30 Maret.

Ini menjadi kenaikan 9 sesi perdagangan terbaik kedua dalam 4 tahun terakhir. Satu-satunya kenaikan 9 sesi yang lebih kuat terjadi setelah pemantulan (bounceback, yaitu harga berbalik naik cepat setelah jatuh) usai Liberation Day tahun lalu.

Sektor siklikal (cyclical, yaitu sektor yang kinerjanya sangat mengikuti siklus ekonomi) memimpin, dengan teknologi informasi naik +1,72% dan sektor keuangan naik +1,73%. Goldman Sachs turun -1,87% setelah pendapatan FICC pada kuartal I (FICC, yaitu bisnis perdagangan obligasi, mata uang, dan komoditas) di bawah perkiraan konsensus (consensus, yaitu rata-rata proyeksi analis).

Posisi Opsi dan Transaksi per Sektor

Dengan S&P 500 naik lebih dari 8% dari level terendah 30 Maret, pembelian opsi call (call option, yaitu kontrak hak untuk membeli aset pada harga tertentu) makin cepat. Penurunan tajam minyak Brent ke bawah US$98 per barel menghilangkan kekhawatiran stagflasi yang kuat dua pekan lalu. Perubahan sentimen (sentiment, yaitu suasana/arah psikologi pasar) yang cepat ini menunjukkan pasar kini menilai serangan Februari sebagai kejadian yang terbatas, dengan pelaku pasar menaikkan peluang de-eskalasi (de-escalation, yaitu meredanya ketegangan).

Volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan pasar atas besar-kecilnya pergerakan harga ke depan yang tercermin dalam harga opsi) turun tajam, dengan VIX (indeks “ketakutan” pasar saham AS) turun dari puncak akhir Maret di atas 35 ke sekitar 18 hari ini. Ini membuat membeli opsi jauh lebih murah dibanding saat kepanikan memuncak. Karena kesepakatan AS–Iran masih belum pasti, membeli perlindungan penurunan (downside protection, yaitu strategi untuk membatasi rugi saat harga turun) lewat opsi put SPY untuk Mei bisa menjadi lindung nilai (hedge, yaitu posisi penyeimbang untuk mengurangi risiko) terhadap potensi kemunduran pembicaraan.

Kami tetap memilih kepemimpinan dari sektor siklikal seperti teknologi dan keuangan, yang berkinerja lebih baik. Bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada harga lebih tinggi untuk membatasi biaya sekaligus membatasi potensi untung/rugi) pada ETF (exchange-traded fund, yaitu reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) XLK dan XLF memberi cara berisiko terukur untuk mengikuti momentum ini ke musim laporan laba kuartal I. Sebaliknya, dengan harga minyak melemah, kami memperkirakan sektor energi melemah, sehingga opsi put pada XLE menarik sebagai transaksi pasangan (pair trade, yaitu posisi long dan short pada aset berbeda untuk menekan risiko arah pasar) melawan posisi beli (long) di teknologi.

Kenaikan sembilan hari ini termasuk yang paling agresif, mengingatkan pada lonjakan setelah Liberation Day pada 2025. Namun, dengan laporan inflasi CPI (Consumer Price Index, yaitu Indeks Harga Konsumen) pada 16 April, pelaku pasar perlu siap menghadapi volatilitas kembali jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan.

Untuk sesi ketujuh berturut-turut, euro menguat mendekati 1,1800 terhadap dolar di tengah harapan pembicaraan AS-Iran

Euro menguat terhadap dolar AS untuk hari ketujuh pada Selasa. EUR/USD kembali naik di atas 1,1700 dan menyentuh 1,1790, level tertinggi sejak perang dimulai.

Laporan yang mengarah pada putaran baru pembicaraan damai AS–Iran meningkatkan minat terhadap aset berisiko (risk appetite, yaitu kecenderungan pelaku pasar untuk membeli aset yang risikonya lebih tinggi saat sentimen membaik). Langkah Donald Trump untuk memblokir pelabuhan Iran pada Senin tidak membalikkan penguatan ini.

Pembicaraan AS–Iran Dorong Minat Risiko

Reuters melaporkan pada Senin bahwa kedua pihak hampir mencapai kesepakatan selama akhir pekan, tetapi pengayaan uranium Iran menjadi ganjalan. Laporan itu menyebut kedua negara masih membuka opsi pembicaraan lanjutan setelah negosiasi di Islamabad berakhir mendadak.

Di Eropa, data inflasi Jerman dan Spanyol dirilis menjelang konferensi Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde di pertemuan IMF pada Selasa. Di AS, perhatian tertuju pada data Indeks Harga Produsen (PPI, ukuran perubahan harga di tingkat produsen/pabrik sebagai indikasi awal tekanan inflasi) bulan Maret, yang diperkirakan menunjukkan tekanan inflasi lebih tinggi terkait perang.

EUR/USD berada di 1,1794. RSI 4 jam (Relative Strength Index, indikator momentum untuk menilai apakah harga sudah “terlalu banyak naik”/overbought atau “terlalu banyak turun”/oversold) berada dekat 72 dan histogram MACD (Moving Average Convergence Divergence, indikator tren/momentum; histogram positif menandakan dorongan tren naik) positif, dengan resistensi di 1,1825 lalu sekitar 1,1930.

Level support terlihat di 1,1720–1,1730, lalu dekat 1,1650 dan 1,1610. Bagian teknikal dibuat dengan bantuan alat AI.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Commerzbank: Forint Hongaria Mengungguli Mata Uang Kawasan, Didukung Harapan Pergantian Rezim dan Hubungan yang Lebih Baik dengan Uni Eropa

Forint Hungaria mengungguli mata uang kawasan lain sepanjang setahun terakhir, didorong oleh harapan perubahan politik dan membaiknya hubungan dengan Uni Eropa (UE). Forint juga diuntungkan saat euro menguat.

Reaksi pasar menguat setelah partai oposisi Tisza menang telak dalam pemilu April 2026. Hasil ini memberi mereka supermayoritas konstitusional (mayoritas kursi yang cukup untuk mengubah konstitusi) dan didukung rekor partisipasi pemilih.

Setelah hasil pemilu, Commerzbank merevisi proyeksi nilai tukar forint menjadi lebih kuat. Laporan itu mengaitkan langkah tersebut dengan ekspektasi berkurangnya isolasi Hungaria di UE dan kemungkinan pencairan dana UE.

Kemenangan telak ini menjadi perubahan besar bagi forint Hungaria, membentuk arah yang lebih jelas dalam beberapa pekan ke depan. Dinamika serupa terjadi di Polandia setelah pemilu akhir 2023, ketika pemerintahan baru yang pro-UE mendorong zloty menguat lebih dari 5% terhadap euro dalam bulan-bulan berikutnya. Karena itu, posisi yang masuk akal adalah memperkirakan forint (HUF) terus menguat terhadap euro dan dolar.

Untuk mengeksekusi strategi ini, bisa mempertimbangkan membeli opsi call HUF (kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli HUF pada harga tertentu) atau lebih langsung menjual kontrak berjangka EUR/HUF (futures, yaitu kontrak jual-beli di masa depan pada harga yang disepakati). Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan pasar atas besarnya naik-turun harga yang memengaruhi harga opsi) kemungkinan melonjak sehingga opsi menjadi mahal. Namun arah tren yang kuat diperkirakan menutup biaya tersebut. Sebagai gambaran, volatilitas EUR/HUF tenor satu bulan sering bertahan di kisaran 8–10% pada periode stabil di 2025, tetapi guncangan politik ini wajar membuat premi (biaya) opsi lebih tinggi dalam jangka pendek.

Pendorong utama secara fundamental adalah perkiraan pencairan lebih dari €20 miliar dana kohesi dan pemulihan UE (dana untuk pembangunan daerah dan pemulihan ekonomi) yang sempat dibekukan. Masuknya dana ini berpotensi memperbaiki neraca pembayaran (catatan arus uang masuk-keluar suatu negara dari transaksi dengan luar negeri) dan meningkatkan sentimen investor. Ini menjadi faktor pendukung kuat yang baru mulai diperhitungkan pasar.

Perlu juga memantau Bank Nasional Hungaria (MNB), yang mempertahankan salah satu suku bunga acuan tertinggi di UE sepanjang 2025 untuk menekan inflasi. Forint yang lebih kuat membantu menurunkan tekanan inflasi, sehingga membuka peluang MNB mempertimbangkan pemangkasan suku bunga akhir tahun ini. Namun dalam waktu dekat, bank sentral kemungkinan menunggu stabilitas, sehingga suku bunga tinggi masih menarik arus modal dan menopang mata uang.

Dalam waktu dekat, arah yang paling mudah terjadi adalah penurunan kurs EUR/HUF (artinya forint menguat terhadap euro). Pasar akan memasukkan skenario terbaik berupa reformasi kebijakan yang cepat dan pemulihan hubungan dengan UE. Karena itu, posisi short EUR/HUF (bertaruh pasangan EUR/HUF turun) layak dipertahankan, dengan target level yang tidak terlihat sejak sebelum krisis energi awal 2020-an.

Reuters Melaporkan Negosiator AS dan Iran Mungkin Kembali ke Islamabad untuk Melanjutkan Perundingan Perdamaian Setelah Pembicaraan Akhir Pekan Mandek

Para perunding dari Amerika Serikat dan Iran kemungkinan kembali ke Islamabad pekan ini setelah putaran pertama pembicaraan pada akhir pekan tidak menghasilkan terobosan, lapor Reuters.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan belum ada tanggal pasti, dan kedua delegasi masih membuka kemungkinan Jumat hingga Minggu.

Pembicaraan Memicu Reaksi Cepat Pasar Minyak

Harga minyak WTI turun setelah kabar tersebut, melemah ke sekitar 91,50.

Kemungkinan putaran baru pembicaraan AS-Iran akhir pekan ini menambah ketidakpastian besar di pasar minyak. Ini langsung tercermin pada harga, dengan minyak mentah WTI turun mendekati US$91,50. Ini menunjukkan pelaku pasar bersiap pada kemungkinan minyak Iran kembali masuk ke pasar global, yang bisa menambah pasokan dan mengurangi tekanan kelangkaan.

Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), ini sinyal untuk memantau volatilitas (tingkat naik-turun harga). Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX)—indikator ekspektasi volatilitas harga minyak berbasis opsi—naik di atas 42 pekan ini, tertinggi sejak kepanikan pasokan Februari 2026. Kondisi seperti ini membuat strategi seperti membeli straddle pada opsi WTI menarik; straddle adalah posisi membeli opsi beli (call) dan opsi jual (put) sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama, sehingga berpotensi untung bila harga bergerak besar ke arah mana pun.

Strategi Menghadapi Terobosan atau Kegagalan

Jika ada terobosan, WTI berpotensi turun cepat menuju level dukungan (support: area harga yang sering menahan penurunan) di US$85, yang terakhir diuji pada Januari 2026. Laporan EIA (Badan Informasi Energi AS) pekan lalu yang menunjukkan kenaikan tak terduga stok minyak mentah AS sebesar 2,1 juta barel memperkuat skenario bearish (pandangan harga cenderung turun). Karena itu, pelaku pasar bisa mempertimbangkan posisi put long (membeli opsi jual) untuk mengambil peluang dari penurunan.

Sebaliknya, kegagalan yang tegas dari pembicaraan ini kemungkinan mendorong WTI kembali mendekati US$100 seperti awal tahun ini. Pengalaman guncangan pasokan pada 2022 dan akhir 2025 menunjukkan risiko geopolitik bisa cepat menambah premi risiko (kenaikan harga karena ketidakpastian). Dalam skenario ini, opsi call (opsi beli) menjadi alat utama untuk menangkap potensi kenaikan.

Kita juga perlu melihat gambaran lebih besar: data permintaan industri China untuk Maret menunjukkan pemulihan yang kecil namun rapuh. Sikap hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menahan inflasi) dari The Fed dan ECB berarti lonjakan harga akibat gagalnya pembicaraan bisa memperburuk kekhawatiran inflasi. Karena itu, ukuran posisi (besaran transaksi/risko) sebaiknya disesuaikan dengan sensitivitas pasar yang lebih luas.

Buka akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Reuters: Negosiator AS dan Iran Mungkin Kembali ke Islamabad Pekan Ini Usai Pembicaraan Akhir Pekan Pertama Tak Membuahkan Hasil Final

Para perunding dari Amerika Serikat dan Iran kemungkinan kembali ke Islamabad pekan ini setelah putaran pertama perundingan pada akhir pekan tidak menghasilkan terobosan, lapor Reuters.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan belum ada tanggal pasti, dan kedua delegasi masih mengosongkan jadwal pada Jumat hingga Minggu.

Pembicaraan AS-Iran dan Sensitivitas Pasar Minyak

Setelah laporan itu, minyak WTI turun mendekati 91,50.

Kita ingat pada 2025 ketika kabar pembicaraan AS-Iran sempat menekan harga minyak. Reaksi pasar—WTI turun mendekati US$91,50 hanya karena sinyal kecil adanya kemajuan—menunjukkan sentimen bisa berubah sangat cepat. Ini menegaskan bahwa faktor geopolitik (risiko yang berasal dari konflik, sanksi, atau hubungan antarnegara) sangat memengaruhi pasar energi.

Per 14 April 2026, situasinya berbeda, tetapi ketegangan dasarnya masih perlu dipantau. Minyak mentah WTI kini diperdagangkan lebih dekat ke US$85 per barel, sementara data ekonomi terbaru dari China mengarah pada potensi perlambatan pertumbuhan permintaan. Ini menciptakan tarik-menarik antara kekhawatiran pasokan (risiko pasokan berkurang) dan konsumsi riil (permintaan nyata dari industri dan transportasi).

OPEC+ juga baru menyepakati perpanjangan pemotongan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga pertengahan tahun. Pemotongan produksi berarti pengurangan pasokan ke pasar untuk menahan harga agar tidak turun. Langkah ini menjadi penahan terhadap sentimen negatif yang bisa muncul.

Pendekatan Trading Saat Volatilitas Tinggi

Ini berarti volatilitas (ukuran seberapa besar harga naik-turun) menjadi faktor utama untuk beberapa pekan ke depan. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX)—indikator yang membaca “perkiraan” gejolak dari harga opsi—masih tinggi di sekitar 35, yang menandakan pasar opsi memperkirakan pergerakan harga lebih besar dari biasanya. Karena itu, strategi derivatif (instrumen turunan seperti opsi yang nilainya mengikuti aset utama) bisa membantu mengelola risiko.

Jika kita memperkirakan risiko geopolitik kembali memanas, membeli opsi call out-of-the-money bisa menjadi cara berbiaya lebih rendah untuk mendapat potensi untung saat harga melonjak. Opsi call adalah hak (bukan kewajiban) untuk membeli di harga tertentu; out-of-the-money berarti harga pelaksanaannya masih di atas harga saat ini sehingga preminya biasanya lebih murah. Sebaliknya, jika kita menilai permintaan lemah akan lebih dominan, membeli opsi put bisa menjadi lindung nilai terhadap penurunan. Opsi put adalah hak untuk menjual di harga tertentu. Kedua strategi ini membatasi risiko pada premi opsi, berbeda dengan kontrak futures (kontrak berjangka) yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar jika harga bergerak berlawanan.

Karena ketidakpastian tinggi, strategi yang diuntungkan dari pergerakan besar ke arah mana pun, seperti long straddle, bisa dipertimbangkan. Long straddle adalah membeli call dan put sekaligus pada aset yang sama, biasanya dengan harga pelaksanaan dan jatuh tempo yang sama, sehingga posisi bisa untung jika harga bergerak jauh keluar dari kisaran saat ini. Ini murni memanfaatkan volatilitas tinggi yang sedang terjadi.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Pada Maret, harga konsumen bulanan yang diselaraskan di Spanyol naik 1,7%, melampaui perkiraan 1,5%

Indeks harga konsumen yang diselaraskan (HICP — ukuran inflasi yang dibuat seragam agar bisa dibandingkan antarnegara Uni Eropa) di Spanyol naik 1,7% secara bulanan (month on month/m-o-m) pada Maret. Angka yang diperkirakan adalah 1,5%.

Rilis Maret ini 0,2 poin persentase di atas perkiraan. Tidak ada rincian tambahan mengenai pendorong kenaikan tersebut.

Implikasi Untuk Kebijakan ECB

Angka inflasi Spanyol yang lebih tinggi dari perkiraan, yakni 1,7% pada Maret, menjadi data penting. Ini menunjukkan tekanan inflasi di kawasan Euro lebih sulit turun dari yang diperkirakan, sehingga meragukan asumsi pemangkasan suku bunga yang cepat dan besar oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Mengingat inflasi inti (core—mengeluarkan komponen yang sangat bergejolak seperti energi dan pangan) HICP kawasan Euro sulit turun di bawah 2,5%, data Spanyol ini bisa membuat ECB lebih berhati-hati.

Kami menilai hal ini memperkuat peluang ECB bersikap lebih ketat (hawkish—cenderung menahan atau menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) dalam beberapa pekan ke depan, termasuk kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga pertama atau memberi sinyal pemangkasan yang lebih kecil. Bagi pelaku pasar suku bunga, ini berarti meninjau ulang posisi yang bertaruh pada pelonggaran agresif. Kami mempertimbangkan untuk menjual (short—untung jika harga turun) kontrak berjangka Euribor Desember 2026, karena pasar mungkin perlu menghapus setidaknya satu ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun tersebut. (Euribor—suku bunga acuan pinjaman antarbank di kawasan Euro; kontrak berjangka/futures—kontrak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu di masa depan.)

Perkembangan ini berpotensi menjadi katalis positif (tailwind—faktor pendorong) bagi euro, yang diperdagangkan dekat level US$1,085 terhadap dolar AS. ECB yang lebih menahan diri dibanding Federal Reserve (bank sentral AS) yang masih diperkirakan memangkas suku bunga dapat mendorong pasangan EUR/USD lebih tinggi. Trader dapat mempertimbangkan membeli opsi beli (call option—hak, bukan kewajiban, untuk membeli pada harga tertentu) euro jangka dekat dengan harga kesepakatan (strike price—harga patokan opsi) sekitar US$1,10 untuk bersiap jika terjadi kenaikan lanjutan.

Untuk pasar saham, ini menjadi sentimen negatif (headwind—faktor penekan), karena suku bunga tinggi lebih lama dapat menekan valuasi (nilai wajar) saham. Mengacu pada gejolak pasar 2025 saat bank sentral bertahan ketat, terlihat bahwa sensitivitas terhadap suku bunga dapat memicu aksi jual. Kami mempertimbangkan membeli opsi jual protektif (protective put—opsi jual untuk membatasi risiko penurunan) pada indeks Euro Stoxx 50 sebagai lindung nilai (hedge—strategi untuk mengurangi risiko) terhadap potensi koreksi akibat kekhawatiran suku bunga.

Dampak Pada Pasar Utang Negara

Di pasar utang negara (sovereign debt—obligasi yang diterbitkan pemerintah), data ini berpotensi mendorong imbal hasil (yield—tingkat keuntungan obligasi) naik, artinya harga obligasi turun. Selisih imbal hasil (spread—perbedaan yield) antara obligasi pemerintah Spanyol tenor 10 tahun dan obligasi Jerman, yang baru-baru ini sekitar 85 basis poin (basis point/bps—0,01%), bisa melebar karena investor meminta kompensasi risiko lebih besar. Respons paling langsung adalah mengambil posisi untuk penurunan harga obligasi dengan menjual (short) kontrak berjangka Bund Jerman. (Bund—obligasi pemerintah Jerman; kontrak berjangka Bund—produk derivatif yang mencerminkan pergerakan harga obligasi pemerintah Jerman.)

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code