Back

Di tengah ketegangan Timur Tengah, GBP/JPY sentuh level tertinggi dua bulan, menguat lima sesi beruntun, mendekati 214,00

GBP/JPY naik untuk hari kelima berturut-turut dan menyentuh level tertinggi dua bulan di sekitar 213,85 pada perdagangan awal Eropa, Jumat. Pasangan ini berpeluang membukukan kenaikan mingguan yang kuat.

Yen Jepang tetap lemah di tengah kekhawatiran soal ketidakstabilan di Selat Hormuz. Iran kembali menutup lalu lintas melalui jalur tersebut setelah serangan Israel ke Lebanon, dan Donald Trump memperingatkan akan ada serangan baru jika kesepakatan dengan Iran gagal.

Risiko Selat Hormuz dan Ketergantungan Energi Jepang

Sekitar 90% impor minyak mentah Jepang melewati Selat Hormuz. Ini memicu kekhawatiran dampaknya terhadap ekonomi Jepang jika gangguan berlanjut.

Benjamin Netanyahu mengatakan ia memerintahkan pejabat untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon secepat mungkin. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembicaraan Lebanon–Israel akan digelar pekan depan di Washington, DC.

Pembicaraan AS–Iran dijadwalkan bertahap dari Jumat malam hingga Sabtu. Harapan gencatan senjata membantu membatasi kenaikan harga minyak mentah dan mengurangi tekanan pada yen.

Dolar AS yang lebih kuat menekan pound dan membantu menahan kenaikan GBP/JPY. Meski begitu, pasangan ini masih dalam tren naik, dengan penurunan (koreksi) diperkirakan terbatas.

Dukungan “Carry Trade” dan Posisi Pasar

Ralat pada 10 April pukul 08:14 GMT mengubah keterangan pergerakan menjadi tertinggi dua bulan di sekitar 213,85, bukan tertinggi satu bulan di sekitar 133,85.

Pendorong utama pelemahan yen tetap selisih suku bunga yang besar. Selisih suku bunga adalah perbedaan tingkat bunga antarnegara yang sering mendorong aliran dana ke mata uang dengan bunga lebih tinggi. Saat Bank of England menahan suku bunga di 5,5% untuk menekan inflasi, langkah Bank of Japan yang baru menaikkan suku bunga ke 0,1% memberi dukungan yang kecil untuk yen. Selisih ini membuat posisi beli (long) GBP/JPY menarik lewat “carry trade”, yaitu strategi meminjam dalam mata uang berbunga rendah lalu menempatkan dana di mata uang berbunga lebih tinggi untuk mengejar keuntungan dari selisih bunga.

Risiko geopolitik tetap menjadi titik lemah yen. Ketergantungan Jepang pada minyak mentah dari Timur Tengah belum berkurang, dengan data terbaru METI menunjukkan lebih dari 92% pasokannya masih melewati kawasan tersebut. Jika ketegangan meningkat, yen berisiko dijual cepat.

Karena tren naik masih bertahan, pelaku pasar dapat melihat setiap penurunan GBP/JPY sebagai peluang untuk bersiap menuju kenaikan lanjutan. Membeli “call option” atau memakai “bull call spread” bisa menjadi cara untuk memanfaatkan potensi kenaikan sambil membatasi risiko. Call option adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli pada harga tertentu sebelum jatuh tempo. Bull call spread adalah strategi opsi dengan membeli call dan menjual call lain pada harga yang lebih tinggi untuk menekan biaya, tetapi juga membatasi potensi keuntungan. Strategi ini diuntungkan oleh kenaikan bertahap karena selisih suku bunga dan lonjakan “volatilitas” akibat berita geopolitik. Volatilitas adalah besarnya naik-turun harga dalam periode tertentu.

Mendekati US$96, minyak mentah Brent stabil usai berfluktuasi tajam, seiring berita utama Timur Tengah mengganggu arus pelayaran di Selat Hormuz

Minyak mentah Brent diperdagangkan di dekat USD 96 per barel setelah pergerakan tajam dalam hari yang terkait dengan berita Timur Tengah. Harganya hampir menyentuh USD 100, lalu turun di bawah USD 95 setelah laporan terkait Israel–Lebanon, sebelum naik lagi ke sekitar USD 96–97.

Kontrak berjangka (futures, yaitu kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada tanggal mendatang) Brent berada di USD 96/barel saat penulisan. Harga pasar juga mencerminkan premi risiko (tambahan harga karena risiko gangguan pasokan) yang lebih tinggi terkait kawasan tersebut.

Gangguan Selat Hormuz

Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih sangat terganggu, hanya kurang dari 10% dari tingkat normal, meski ada gencatan senjata AS–Iran. Iran mengarahkan kapal untuk melintas dekat Pulau Larak, dengan alasan risiko ranjau (alat peledak di laut).

Laporan menyebut Iran mungkin menerapkan “tarif lewat” berbasis kripto (cryptocurrency, yaitu aset digital seperti uang yang memakai sistem kriptografi) untuk kapal yang melintas, dan disebut ada penolakan dari para pemimpin Barat serta Organisasi Maritim Internasional (IMO, badan PBB yang mengatur keselamatan dan aturan pelayaran). Perundingan damai AS–Iran, yang dimediasi (difasilitasi sebagai penengah) oleh perdana menteri Pakistan, dijadwalkan mulai Sabtu, tetapi perbedaan soal agenda masih berlanjut.

Ketegangan juga masih ada terkait apakah gencatan senjata harus mencakup Lebanon, setelah serangan mematikan Israel di sana pada Rabu. Artikel ini mencatat dibuat dengan alat AI dan ditinjau editor.

Strategi Posisi dan Volatilitas

Kelumpuhan Selat Hormuz pada 2025, saat lalu lintas turun di bawah 10% dari tingkat normal 21 juta barel per hari, menjadi pelajaran penting. Peristiwa itu menunjukkan risiko geopolitik bisa cepat “masuk harga” ke opsi (options, kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu), sehingga volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga ke depan yang tercermin dalam harga opsi) melonjak. Karena itu, pergerakan penambahan armada laut atau gesekan diplomatik di kawasan patut dipantau sebagai indikator awal.

Dalam beberapa pekan ke depan, strategi yang untung dari pergerakan harga itu sendiri, bukan hanya arahnya, bisa dipertimbangkan. Selama krisis 2025, indeks volatilitas minyak (OVX, ukuran ekspektasi volatilitas harga minyak dari pasar opsi) melesat di atas 60—level yang tidak terlihat sejak awal 2022—menguntungkan pemegang long straddle (strategi membeli opsi beli/call dan opsi jual/put sekaligus pada strike dan jatuh tempo yang sama untuk mendapat untung bila harga bergerak besar ke salah satu arah). Dengan OVX kini di sekitar 35 yang lebih tenang, posisi seperti itu bisa menjadi lindung nilai (hedge, perlindungan risiko) yang relatif murah terhadap kejadian serupa.

Gagalnya perundingan AS–Iran tahun lalu menjadi pemicu jelas untuk strategi membeli call (opsi beli, untung jika harga naik). Taktik serupa perlu disiapkan jika jalur diplomasi kembali memburuk. Sebaliknya, kemajuan tak terduga soal sanksi (pembatasan ekonomi) atau keamanan maritim akan menjadi sinyal untuk melindungi diri dari penurunan tajam melalui put (opsi jual, untung jika harga turun).

Perilaku OPEC+ (kelompok OPEC dan sekutunya) juga perlu diperhitungkan, meski menjadi faktor sekunder saat ketegangan 2025. Kapasitas cadangan (spare capacity, produksi tambahan yang bisa dinaikkan cepat) kartel, yang kini diperkirakan sekitar 3,5 juta barel per hari, adalah penyangga utama terhadap lonjakan harga. Pernyataan dari anggota kunci yang mengindikasikan enggan memakai penyangga ini akan menjadi sinyal bullish (pro-kenaikan harga) yang kuat untuk kontrak berjangka bulan terdekat (front-month futures, kontrak dengan jatuh tempo paling dekat).

Ekonom UOB: GBP/USD tetap positif, targetkan 1,3520, asalkan ditutup harian di atas 1,3480

Ekonom UOB mengatakan GBP/USD tetap positif dalam jangka pendek setelah menembus 1,3450. Mereka menilai pound bisa mengarah ke 1,3520, tetapi hanya jika harga penutupan harian (daily close, yaitu harga penutupan pada akhir sesi perdagangan hari itu) berada di atas 1,3480.

Mereka mencatat GBP sempat naik ke 1,3485 sebelum terkoreksi. Mereka juga mengatakan reli jangka pendek terlihat berlebihan saat harga spot (harga saat ini di pasar) berada di 1,3400 pada 08 Apr, dan kemudian kembali menegaskan perlunya penutupan di atas 1,3480 saat spot berada di 1,3390 pada 09 Apr.

Short Term Technical View

Mereka menaikkan level “support kuat” (support, yaitu area harga yang biasanya menahan penurunan karena minat beli meningkat) ke 1,3330 dari 1,3280. Mereka mengatakan peluang penutupan di atas 1,3480 tetap ada selama level support bertahan.

Untuk perdagangan intraday (perdagangan dalam hari, buka-tutup posisi di hari yang sama), mereka memperkirakan pergerakan di kisaran 1,3390 hingga 1,3465. Artikel tersebut menyebutkan dibuat menggunakan alat AI dan ditinjau editor.

Options Positioning Outlook

Statistik terbaru mendukung pelemahan pound. Data terbaru dari Office for National Statistics (ONS, badan statistik resmi Inggris) menunjukkan inflasi Inggris, meski turun, masih kaku di 3,1% (sticky/kaku berarti sulit turun lebih jauh), sehingga menyulitkan Bank of England (BoE, bank sentral Inggris) dalam menentukan kapan memangkas suku bunga. Sebaliknya, inflasi AS menunjukkan penurunan yang lebih konsisten ke 2,8%, sehingga Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) tidak terlalu tertekan untuk segera melonggarkan kebijakan.

Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan dari aset acuan seperti mata uang), ini mengarah pada pandangan bearish hingga netral (bearish berarti cenderung memperkirakan turun) dalam beberapa pekan ke depan. Membeli opsi put (hak untuk menjual pada harga tertentu) dengan strike price (harga patokan opsi) di bawah level psikologis 1,2500 dapat menjadi cara yang lebih hati-hati untuk bersiap jika terjadi penembusan ke bawah, terutama karena proyeksi pertumbuhan PDB Inggris 2026 dipangkas menjadi 0,5% (PDB/GDP adalah ukuran total output ekonomi). Strategi ini memberi risiko yang jelas karena kerugian maksimum biasanya terbatas pada premi (biaya) yang dibayar jika pound justru menguat.

Sebagai alternatif, bagi yang menilai pasangan ini akan mendatar menunggu sinyal yang lebih jelas, menjual opsi call out-of-the-money (opsi call adalah hak untuk membeli; out-of-the-money berarti harga patokan berada di atas harga pasar saat ini sehingga belum menguntungkan jika langsung dieksekusi) di atas level resistance 1,2700 (resistance adalah area harga yang sering menahan kenaikan karena minat jual meningkat) dapat menghasilkan pendapatan. Strategi ini diuntungkan oleh time decay (penurunan nilai opsi karena waktu berjalan) jika pound gagal membangun kenaikan berarti. Indeks Volatilitas Pound Inggris CBOE (BPVIX, ukuran perkiraan gejolak harga yang tersirat dari opsi) masih relatif tinggi, sehingga penjual opsi masih bisa memperoleh premi yang cukup untuk menanggung risiko tersebut.

Pesole mengatakan data pasar tenaga kerja Maret, terutama pengangguran, akan mengarahkan ekspektasi terhadap Bank of Canada dan dolar Kanada

Kanada merilis data ketenagakerjaan Maret, dengan perkiraan kenaikan jumlah pekerja (payroll, total orang yang tercatat bekerja dan digaji) 15 ribu setelah turun 83 ribu pada Februari. Tingkat pengangguran dianggap sebagai petunjuk yang lebih jelas dibanding perubahan jumlah pekerja bulanan yang sering naik-turun.

Pasar memperkirakan sekitar 40bp kenaikan suku bunga Bank of Canada (bp/basis poin, satuan 0,01%) hingga Desember. Ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan masih terbatas, dan risiko jangka dekat untuk suku bunga Kanada tenor pendek (front-end rates, suku bunga obligasi/kontrak untuk tenor pendek seperti beberapa bulan hingga 2 tahun) condong ke arah hasil yang lebih dovish (dovish, lebih cenderung menahan/menurunkan suku bunga).

Perhatian bisa bergeser ke renegosiasi USMCA (perjanjian dagang AS-Kanada-Meksiko), yang dapat menekan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja Kanada. USD/CAD (kurs dolar AS terhadap dolar Kanada) banyak dipengaruhi kabar terkait perang, dan jika ketegangan terus mereda (de-eskalasi), pasangan ini bisa bergerak menuju 1,3700.

Menengok awal 2025, kami mencatat pasar memang memperkirakan sekitar 40 basis poin pengetatan (tighter policy, kebijakan suku bunga lebih tinggi) dari Bank of Canada, yang dinilai terlalu agresif. Pandangan kami: tingkat pengangguran, bukan angka pekerjaan bulanan yang mudah berubah, adalah sinyal utama bagi bank sentral. Prospek yang lebih dovish pada suku bunga Kanada tenor pendek ini mengarah pada kemungkinan dolar Kanada melemah.

Pandangan itu terbukti tepat, karena Bank of Canada kemudian bergeser ke sikap netral. Fokus tetap pada kelonggaran pasar tenaga kerja (labor market slack, kondisi saat tenaga kerja tersedia lebih banyak daripada permintaan). Laporan terbaru Statistics Canada menunjukkan tingkat pengangguran nasional naik menjadi 5,9% pada Maret 2026, sehingga alasan untuk menaikkan suku bunga menghilang. Pasar kini mulai memasukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada akhir kuartal III.

Ini berbeda dengan Amerika Serikat, di mana inflasi terbaru tercatat 3,4%, membuat Federal Reserve cenderung menahan suku bunga untuk sementara waktu. Perbedaan arah kebijakan (policy divergence, kebijakan moneter berbeda antara dua bank sentral) antara BoC yang berpotensi memangkas dan The Fed yang tetap menahan suku bunga mendorong USD/CAD naik. Pekan ini, pasangan tersebut diperdagangkan di sekitar 1,3650.

Bagi pelaku pasar derivatif (derivative traders, pelaku yang memperdagangkan kontrak turunan seperti opsi), kondisi ini mengarah pada posisi yang mengantisipasi pelemahan dolar Kanada terhadap dolar AS. Kami melihat peluang pada pembelian opsi call USD/CAD (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) dengan strike 1,3750 dan 1,3800 (strike, harga yang disepakati dalam kontrak), jatuh tempo dua hingga tiga bulan ke depan. Strategi ini memberi peluang mendapatkan keuntungan jika USD/CAD naik, sambil membatasi kerugian jika arah berbalik.

Renegosiasi USMCA yang kami sebut sebagai risiko sejak 2025 masih menjadi kekhawatiran bagi aktivitas ekonomi Kanada. Berita negatif dari pembicaraan dagang ini dapat menjadi pemicu tambahan pelemahan dolar Kanada. Karena itu, memegang posisi yang diuntungkan saat USD/CAD lebih tinggi tetap menjadi strategi yang masuk akal.

Saham Asia Menguat Usai Wall Street Naik, Gencatan Senjata AS–Iran Tekan Harga Minyak dan Redakan Kekhawatiran Inflasi serta Kenaikan Suku Bunga

Saham Asia menguat setelah reli di Wall Street, didukung turunnya harga minyak setelah gencatan senjata AS–Iran. Nikkei 225 Jepang naik 1,85% ke sekitar 56.900, Hang Seng Index Hong Kong naik 0,64% ke sekitar 25.900, SSE Composite China naik 0,77% ke sekitar 4.000, dan Kospi Korea Selatan bertambah 1,55% ke sekitar 5.870.

Pasar tetap berhati-hati karena belum jelas berapa lama gencatan senjata akan bertahan. Rencana pembicaraan AS–Iran di Islamabad akhir pekan ini juga belum pasti, tanpa konfirmasi resmi soal kedatangan delegasi pada Jumat.

Ketidakpastian Geopolitik dan Dampaknya pada Pasar

Israel melanjutkan serangan ke Hezbollah, meski ada rencana negosiasi langsung dengan Lebanon. Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS akan tetap dikerahkan di sekitar Iran sampai kepatuhan penuh terhadap kesepakatan tercapai.

Di Jepang, harapan meningkat bahwa Bank of Japan (bank sentral Jepang) bisa menaikkan suku bunga pada April. Imbal hasil (yield, yaitu tingkat keuntungan) obligasi pemerintah 10 tahun berada di sekitar 2,4% pada Jumat, mendekati level tertinggi sejak 1998.

Di China, CPI (consumer price index/indeks harga konsumen, ukuran inflasi di tingkat konsumen) pada Maret naik 1% secara tahunan, turun dari 1,3% pada Februari dan di bawah perkiraan konsensus 1,2%. Secara bulanan, CPI turun 0,7% setelah sebelumnya naik 1,0%. PPI (producer price index/indeks harga produsen, harga di tingkat pabrik) naik 0,5% secara tahunan, berbalik dari penurunan 0,9% dan menjadi kenaikan pertama sejak September 2022.

Lindung Nilai Derivatif dan Posisi Volatilitas

Turunnya harga minyak menjadi pendorong utama, tetapi kestabilannya diragukan, seperti gejolak harga saat gangguan pengiriman di Laut Merah pada akhir 2023 dan awal 2024. Volatilitas (naik-turun harga yang cepat) di sektor energi hampir pasti, sehingga strategi opsi seperti straddle pada ETF minyak masuk akal. Straddle adalah membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama, sehingga bisa untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah. ETF (exchange-traded fund) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa seperti saham.

Ekspektasi Bank of Japan akan menaikkan suku bunga juga penting, mengingat berakhirnya era suku bunga negatif pada Maret 2024. Langkah itu pada akhirnya menguatkan yen, dan pola serupa bisa terulang. Menyiapkan posisi untuk yen yang lebih kuat melalui futures mata uang (kontrak berjangka untuk membeli/menjual mata uang pada harga tertentu di masa depan) atau call option (opsi beli) terhadap dolar AS bisa menjadi langkah lindung nilai yang masuk akal.

Di China, data Maret 2025 yang berlawanan—harga konsumen lemah tetapi harga di tingkat pabrik naik—mengarah pada pemulihan ekonomi yang tidak merata. Pola pertumbuhan yang tidak konsisten ini sering terjadi sepanjang 2023 dan 2024 dan kerap memicu kekecewaan pasar. Karena itu, reli saham China bisa tidak bertahan lama, sehingga ada peluang membeli put option (opsi jual, yaitu hak untuk menjual pada harga tertentu) pada ETF yang berfokus pada China. Derivatif adalah instrumen keuangan turunan yang nilainya mengikuti aset acuan (misalnya indeks saham, mata uang, atau komoditas), dan sering dipakai untuk lindung nilai (hedging/mengurangi risiko) atau spekulasi.

Sesuai perkiraan, kontrak berjangka E-mini S&P Juni melonjak, memicu pola inverse head-and-shoulders, dan mencapai rata-rata pergerakan 100 hari di 6.825

Kontrak berjangka (futures) Emini S&P Juni membentuk pola *inverse head and shoulders* (pola pembalikan naik: “kepala dan bahu terbalik”) dan mencapai target *moving average* 100 hari (rata-rata pergerakan 100 hari) di 6.825. Hambatan (resistance) kecil di 6.825/6.835 berhasil ditembus, sehingga target lanjutan berada di 6.885/6.890, dengan resistance kecil di 6.880 hingga 6.900.

Dukungan (support) kecil berada di 6.805/6.800, sementara penurunan di bawah 6.790 berpotensi membawa harga ke 6.765/6.755. Level *stop* (batas rugi otomatis) untuk posisi beli (long) berada di bawah 6.740. Kenaikan menembus 6.900 bisa membuka jalan ke 6.925 lalu 6.960/6.970.

Level Kunci Nasdaq Futures

Kontrak berjangka Emini Nasdaq Juni menuntaskan pola *inverse head and shoulders* (pola pembalikan naik) dan naik ke 25.250/25.300. Support diuji ulang di 25.030/25.000, dengan pantulan dari 24.953; penembusan di atas 25.350 dapat mengincar 25.600/25.630, sementara penurunan di bawah 24.900 bisa mengarah ke 24.800/24.750, dengan *stop* di bawah 24.600.

Kontrak berjangka Emini Dow Jones Juni menembus di atas 48.100 untuk mengincar 48.400/48.500, dan target tersebut tercapai. Pergerakan di atas 48.600 dapat menargetkan 48.850/48.900; support berada di 48.100/48.000, sedangkan penurunan di bawah 47.900 dapat membuka 47.800/47.700, dengan *stop* di bawah 47.550.

Jason Sen memulai karier di lantai perdagangan (trading floor) opsi LIFFE pada 1987 saat berusia 19 tahun. Pada 2001, setelah lantai perdagangan ditutup, ia beralih ke transaksi harian (day trading: beli-jual cepat dalam satu hari) lewat layar komputer.

Kami melihat futures Emini S&P sudah menembus resistance hingga mencapai target 6.825 dan kini mendekati 6.890. Kenaikan ini didukung data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI: ukuran inflasi harga barang dan jasa) Maret yang tercatat 2,8% dan dinilai masih terkendali, sehingga meredakan kekhawatiran respons bank sentral yang terlalu agresif (misalnya menaikkan suku bunga lebih besar). Karena pasar sudah berada di area *overbought* (terlalu banyak dibeli sehingga rawan koreksi) menjelang akhir pekan, kami lebih memilih menunggu koreksi untuk membeli, ketimbang membuka posisi jual (short: untung jika harga turun).

Nasdaq menunjukkan kekuatan serupa, naik menuju zona resistance 25.250/25.300 yang kami soroti. Ini sejalan dengan kinerja sektor teknologi yang kuat sepanjang 2025, yang berulang kali pulih setelah koreksi (pullback: penurunan sementara). Kami akan memantau penembusan di atas 25.350 untuk mengonfirmasi kelanjutan kenaikan, dengan target 25.600.

Rencana Transaksi Dow Futures

Untuk futures Dow Jones, pola bullish (naik) juga berjalan sesuai rencana, mencapai target 48.400/48.500. Sentimen pasar terlihat stabil, dengan Indeks Volatilitas CBOE (VIX: ukuran “tingkat ketakutan” pasar berdasarkan volatilitas opsi S&P 500) bertahan di sekitar 14, yang biasanya mendukung strategi membeli saat harga melemah. Penembusan yang tegas di atas 48.600 akan menjadi pemicu posisi beli (long) baru, dengan target area 48.900.

Output industri Austria naik tahunan dari 0,3% menjadi 1,1% pada Februari

Produksi industri Austria naik 1,1% secara tahunan (year on year/yoy, dibanding bulan yang sama tahun lalu) pada Februari. Angka ini lebih tinggi dari 0,3% pada periode sebelumnya.

Kenaikan ini berarti output (jumlah barang yang diproduksi) tumbuh lebih cepat dibanding sebelumnya. Data terbaru ini menyusul laju pertumbuhan tahunan yang lebih rendah pada bulan sebelumnya.

Austrian Industrial Output Signals Wider Turnaround

Data industri Austria yang positif untuk Februari ini mendukung PMI manufaktur (Purchasing Managers’ Index/indeks manajer pembelian, survei untuk mengukur kondisi sektor pabrik) Zona Euro pada Maret, yang menunjukkan sektor ini berekspansi (berkembang) untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun, mencapai 50,3. Level di atas 50 umumnya berarti ekspansi. Ini mengindikasikan perlambatan industri yang terlihat sepanjang 2025 mungkin mulai berbalik arah. Pemulihan tampak meluas, tidak hanya di beberapa area tertentu.

Penguatan aktivitas ekonomi ini, ditambah laporan inflasi (kenaikan harga) Zona Euro Maret yang bertahan di 2,6%, membuat peluang Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga pada kuartal berikutnya menjadi lebih kecil. Karena itu, perlu mempertimbangkan bahwa futures suku bunga (kontrak berjangka yang mencerminkan perkiraan pasar atas arah suku bunga) mungkin terlalu “murah” dalam memperhitungkan kemungkinan suku bunga bertahan di level saat ini hingga musim panas. Ini menantang konsensus pasar di awal tahun.

Untuk pasar valuta asing, ketahanan ini bisa menopang Euro. Prospek ECB yang kurang dovish (tidak terlalu cenderung menurunkan suku bunga) dapat mendorong strategi membeli opsi call EUR/USD jangka pendek (kontrak derivatif yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli EUR/USD pada harga tertentu), untuk bersiap jika nilai tukar bergerak naik seiring narasi pasar menjauh dari pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Selisih kejutan data ekonomi (economic surprises, perbandingan data aktual vs perkiraan) Eropa dan AS juga menyempit, dan data ini memperkuat tren tersebut.

Mengingat kaitannya langsung dengan manufaktur, ada potensi kenaikan pada derivatif saham (instrumen turunan seperti opsi atau futures atas indeks/saham). Perlu menjajaki opsi call pada indeks saham Austria (ATX) dan Jerman (DAX) untuk beberapa bulan ke depan, karena bobotnya besar pada perusahaan industri dan berorientasi ekspor yang biasanya diuntungkan lebih dulu saat produksi naik. Ini perubahan penting dibanding sikap yang lebih defensif (lebih fokus pada aset aman/lebih rendah risiko) pada akhir 2025.

Equity Derivatives Strategy In European Industrials

Philip Wee dari DBS mengatakan DXY tetap bertahan di kisaran 96–101 meski Brent crude menembus 100–120 pada kuartal I 2026

Brent crude diperdagangkan dalam kisaran USD 100–120 pada Q1 2026, tetapi Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) tetap berada di rentang 96–101 yang terbentuk sejak pertengahan 2025. Pergerakan DXY lebih terbatas dibandingkan guncangan energi sebelumnya, termasuk 2022.

Laporan tersebut mengaitkan terbatasnya penguatan dolar sebagai aset aman (safe-haven, aset yang biasanya diburu saat pasar bergejolak) dengan Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) yang tidak terlalu tergesa-gesa dalam kebijakan. Laporan itu juga menyoroti kebijakan moneter yang relatif lebih ketat dibanding inflasi, serta melemahnya momentum “Trump Trade” (tema transaksi pasar yang bertaruh pada kebijakan era Trump, seperti tarif dan deregulasi, yang biasanya memengaruhi dolar dan aset AS).

Kebijakan The Fed Membuat Dolar Terjebak di Rentang

Disebutkan juga bahwa, berbeda dengan 2022, The Fed tidak sedang berusaha mengejar ketertinggalan terhadap inflasi yang didorong permintaan (demand-driven inflation, inflasi karena permintaan barang/jasa lebih kuat dari pasokan). Akibatnya, DXY tidak menembus 100 dan tetap bergerak dalam rentang (rangebound, naik-turun di area yang sama) ketika The Fed mempertahankan sikap “tunggu dan lihat” (wait-and-see, menahan perubahan kebijakan sambil menunggu data) terkait suku bunga.

DXY terlihat tetap tenang, bertahan di rentang 96–101 yang terbentuk sejak pertengahan 2025. Bahkan guncangan harga minyak yang besar pada kuartal pertama, yang mendorong Brent crude menembus USD 100, tidak memicu lonjakan besar dolar sebagai aset aman. Ini mengarah pada strategi yang diuntungkan oleh volatilitas rendah (volatility, ukuran seberapa besar harga berfluktuasi), seperti menjual opsi out-of-the-money (opsi yang saat ini belum menguntungkan jika dieksekusi) pada pasangan mata uang utama, sehingga berpotensi efektif dalam jangka pendek.

Respons dolar yang terbatas mencerminkan perubahan besar dibanding beberapa tahun lalu. Data terbaru menunjukkan indeks volatilitas pasar valuta asing (FX volatility indexes, indikator gejolak harga di pasar mata uang) turun ke level terendah sembilan bulan, dengan ukuran utama turun di bawah 7,0 untuk pertama kalinya tahun ini. Dari federal funds futures (kontrak berjangka yang mencerminkan ekspektasi pasar atas suku bunga acuan The Fed), pasar hanya memperkirakan probabilitas kurang dari 15% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya, yang memperkuat pandangan volatilitas rendah.

Implikasi Trading dari DXY yang Tenang

Berbeda dengan kondisi 2022, tidak terlihat urgensi dari The Fed untuk mengetatkan kebijakan secara agresif sebagai respons terhadap tekanan harga yang didorong sisi pasokan (supply-driven, kenaikan harga karena pasokan terganggu/biaya naik). Pada periode itu, kenaikan suku bunga yang cepat menjadi pendorong utama penguatan dolar yang sangat kuat—pemicu yang kini tidak terlihat. Sikap “tunggu dan lihat” bank sentral menjadi faktor utama yang menahan DXY dan membatasi kenaikannya di sekitar level 100.

Bagi trader derivatif (derivative, instrumen turunan seperti futures dan opsi), ini mengindikasikan strategi memanfaatkan batas atas-bawah rentang DXY masih masuk akal. Menjual futures (kontrak berjangka) dekat area resistensi 101 (resistance, area yang sering menahan kenaikan) dan membeli dekat area support 96 (support, area yang sering menahan penurunan) dapat tetap menjadi strategi yang solid. Kondisi ini juga menyiratkan pergerakan lebih besar mungkin terjadi pada pasangan silang (currency crosses, pasangan mata uang yang tidak melibatkan dolar AS), terutama ketika bank sentral lain memiliki arah kebijakan yang lebih jelas.

Di tengah pasar yang belum stabil, euro menguat tipis terhadap pound, diperdagangkan sedikit di atas 0,8700

Euro naik tipis terhadap Pound pada Jumat, menembus 0,8700 di awal sesi Eropa. Namun, Euro masih berpotensi melemah tipis secara mingguan, karena kedua mata uang sama-sama mengurangi penguatan terhadap Dolar AS seiring gencatan senjata dengan Iran kembali goyah.

Teheran mengancam keluar dari proses perdamaian setelah serangan Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 300 orang di Lebanon. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran salah mengelola lalu lintas di Selat Hormuz, menulis di Truth Social: “Itu bukan kesepakatan yang kita miliki”.

Gangguan Selat Hormuz

Hormuz Trail Monitor melaporkan tujuh kapal melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Jumlah itu setara sekitar 5% dari 140 kapal yang biasanya melintas setiap hari sebelum perang, dan otoritas Iran dilaporkan mengenakan biaya pada kapal tanker minyak (kapal besar pengangkut minyak).

Data Jerman menunjukkan Harmonised Index of Consumer Prices (HICP, indeks inflasi standar Uni Eropa) naik 1,2% pada Maret dan 2,8% secara tahunan (year on year/yoy, dibanding periode yang sama tahun lalu), dari sebelumnya 0,4% dan 2,0%. Kenaikan ini dikaitkan dengan harga energi yang lebih tinggi selama konflik di Timur Tengah.

Angka tersebut meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga European Central Bank (ECB, bank sentral kawasan euro), kemungkinan pada April. Bank of England (BoE, bank sentral Inggris) disebut mengambil pendekatan “menunggu dan melihat”, tanpa rencana pengetatan dalam waktu dekat (pengetatan = menaikkan suku bunga/menarik likuiditas).

Koreksi bertanggal 10 April pukul 07:50 GMT menyatakan angka tahunan adalah 2,8% dari 2,0%, bukan 2,7% dari 1,9%.

Penempatan Posisi untuk Penguatan Euro

Kesenjangan kebijakan yang makin lebar antara ECB dan BoE membuat peluang penguatan Euro terhadap Pound tetap terbuka. Inflasi Jerman 2,8% membuat kenaikan suku bunga ECB sangat mungkin, sementara BoE masih cenderung menahan diri. Pandangan ini dapat diekspresikan dengan membeli opsi call EUR/GBP (hak untuk membeli, bertaruh harga naik) atau kontrak berjangka/futures (kontrak membeli/menjual di harga tertentu untuk tanggal tertentu), dengan target pergerakan menuju level 0,8800.

Strategi ini didukung contoh historis, seperti penguatan EUR/GBP saat krisis “mini-budget” Inggris pada akhir 2022 ketika kebijakan bank sentral sangat berbeda. Kondisi saat ini dinilai mirip periode ketidakpastian kebijakan tersebut, sehingga Euro dinilai lebih unggul. Pasar makin memasukkan kemungkinan ECB lebih agresif, yang berpotensi menjaga tren ini.

Pendorong utama inflasi dan gejolak pasar ini adalah gangguan serius di Selat Hormuz. Dengan lalu lintas hanya 5% dari normal, guncangan energi besar sedang terjadi, karena sekitar 20% konsumsi minyak global melewati titik sempit ini (chokepoint = jalur sempit strategis yang jika terganggu dapat menghambat pasokan). Karena itu, posisi beli (long, bertaruh harga naik) pada minyak mentah dapat dibuat atau ditambah, misalnya lewat opsi call pada futures Brent untuk memanfaatkan kenaikan harga dan volatilitas (volatilitas = tingkat naik-turun harga).

Ketegangan geopolitik ini berpotensi memicu ketakutan pasar yang lebih luas, sehingga strategi long volatilitas masuk akal. Ketidakpastian terkait Iran dan potensi eskalasi dapat membuat harga aset bergerak tajam dan sulit diprediksi. Posisi dapat diambil dengan membeli VIX futures (kontrak berjangka indeks volatilitas pasar saham AS, sering disebut “indeks ketakutan”) atau strategi opsi seperti straddle pada indeks saham utama (membeli opsi call dan put sekaligus di harga yang sama, untung bila harga bergerak besar ke arah mana pun).

Akibatnya, saham Eropa—terutama di Jerman—terlihat rentan. Kombinasi biaya energi yang melonjak dan potensi kenaikan suku bunga ECB dalam waktu dekat menjadi hambatan besar bagi laba perusahaan dan aktivitas ekonomi. Pertimbangkan lindung nilai (hedging, mengurangi risiko) atau membuka posisi jual (short, bertaruh harga turun) pada indeks DAX melalui opsi put (hak menjual, untung jika harga turun) atau kontrak futures.

Sikap cenderung “hawkish” ECB (hawkish = condong menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) juga membuka peluang langsung di pasar suku bunga. Data inflasi Jerman yang sudah dikonfirmasi kemungkinan mendorong ECB bertindak, bahkan secepat pertemuan berikutnya. Ekspektasi ini bisa diperdagangkan dengan menjual (short) futures suku bunga Eropa jangka pendek, seperti kontrak Euribor (patokan suku bunga pinjaman antarbank euro), untuk meraih keuntungan saat suku bunga naik.

Saham global naik lebih lanjut, dipimpin pasar AS, seiring saham siklikal mengungguli sementara saham defensif dan ber volatilitas rendah tertinggal

Saham global kembali naik, dipimpin pasar AS. Sektor siklikal (sektor yang biasanya menguat saat ekonomi membaik, seperti industri dan keuangan) mengungguli, sementara saham defensif (lebih tahan saat ekonomi melemah, seperti kebutuhan pokok dan utilitas) dan saham volatilitas rendah (pergerakannya cenderung lebih stabil) tertinggal.

Indeks VIX (ukuran “ketakutan” pasar yang mencerminkan perkiraan volatilitas S&P 500) turun lagi ke bawah 20. Saham Asia diperdagangkan menguat, kontrak berjangka Eropa mengarah naik, dan kontrak berjangka AS relatif datar, meski ketegangan geopolitik masih berlangsung.

Divergensi Sektor Teknologi

Di sektor teknologi, saham perangkat lunak tertinggal sementara semikonduktor (chip) memimpin. Semikonduktor mengungguli perangkat lunak sekitar 4pp (poin persentase) di AS dan sekitar 7pp di Eropa hari ini.

Dalam sembilan bulan terakhir, perangkat keras menjadi industri AS dengan kinerja terbaik, sedangkan perangkat lunak yang terburuk. Perangkat keras mengungguli perangkat lunak sekitar 125 poin persentase dalam periode itu.

Pembaruan ini juga menyinggung alokasi aset (pembagian investasi ke berbagai jenis aset) di luar saham yang tercatat di bursa, termasuk private equity (investasi ke perusahaan yang tidak tercatat di bursa) dan private credit (pinjaman dari investor non-bank ke perusahaan, biasanya tidak diperdagangkan di bursa). Intinya, ada perubahan pola kinerja di dalam sektor teknologi.

Sinyalnya makin jelas: reli siklikal masih kuat, karena saham defensif dan volatilitas rendah justru dijual. Laporan non-farm payrolls (data tenaga kerja AS di luar sektor pertanian) Maret 2026 yang menambah 285.000 pekerjaan yang kuat ikut mendukung suasana risk-on (minat mengambil risiko lebih tinggi). Ini mengarah pada strategi memilih call option (opsi beli, memberi hak membeli di harga tertentu) pada ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) sektor industri dan keuangan dalam beberapa minggu ke depan, karena sektor ini berpeluang tetap memimpin.

Volatilitas dan Peluang Hedging

Turunnya VIX di bawah 20 mengingatkan perilaku pasar saat tenang pada 2025 sebelum koreksi pada musim gugur. Volatilitas rendah yang bertahan, dengan indeks bertahan di 17–19 sepanjang sebagian besar Maret 2026, membuat premi opsi relatif murah. Ini membuka peluang membeli put out-of-the-money (opsi jual dengan harga pelaksanaan di bawah harga pasar saat ini) pada S&P 500 yang lebih luas sebagai hedging (lindung nilai) berbiaya rendah jika terjadi perubahan pasar mendadak.

Tren terpenting adalah jarak kinerja yang besar antara perangkat keras dan perangkat lunak. Sejak awal tahun 2026, indeks semikonduktor SOX (indeks saham chip) naik lebih dari 25%, sementara ETF perangkat lunak seperti IGV kesulitan bertahan di zona positif. Strategi pairs trade (posisi berpasangan: beli satu aset dan jual/antisipasi turun pada aset lain untuk menangkap selisih kinerja) dinilai paling efektif: membeli call semikonduktor sambil membeli put pada dana sektor perangkat lunak.

Kondisi ini menegaskan risiko bereaksi berlebihan terhadap setiap berita terbaru, pelajaran dari ramainya isu geopolitik sepanjang 2025. Data terbaru dari CBOE (bursa opsi terbesar di AS) menunjukkan rasio put/call (perbandingan volume opsi jual terhadap opsi beli; lebih rendah berarti minat pada call lebih besar) turun ke 0,75, menandakan permintaan call kuat dan minat perlindungan penurunan terbatas. Karena itu, fokus sebaiknya pada rotasi sektor (perpindahan minat investor antar sektor) ketimbang hiruk-pikuk harian pasar.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code