Back

S&P 500 Melanjutkan Kenaikan Gelombang B yang Tidak Merata, Mengincar 7.120, Sejalan dengan Analisis Sebelumnya soal Perkiraan Waktu Rebound April

Pembaruan 1 April tentang S&P 500 menyebutkan pemulihan berbentuk “W-b” sedang berlangsung menuju rentang 18–28 April, berdasarkan analisis gelombang Elliott (metode analisis teknikal yang membagi pergerakan harga menjadi pola gelombang), lebar pasar/market breadth (ukuran seberapa banyak saham ikut naik atau turun, bukan hanya indeksnya), dan musiman/seasonality (pola pergerakan yang sering berulang pada waktu tertentu setiap tahun). Target 6.800–6.900 ditetapkan memakai Fibonacci retracement 61,8–76,4% (pengukuran potensi pantulan harga berdasarkan rasio Fibonacci) dari Wave-a, ditambah acuan support dan resistance (area harga yang sering menahan penurunan/kenaikan).

Indeks bergerak di atas zona itu dan mencetak rekor tertinggi baru, mencapai dan melewati 7.120 saat mendekati tanggal rata-rata titik balik tahun pemilu paruh waktu (mid-term) sekitar 18 April. Pola musiman ini terjadi sekitar 75% dari waktu.

Konteks Gelombang Irregular Flat

Contoh dari 2011, 2018, dan 2020 menunjukkan gelombang ke-4 tipe irregular flat (pola koreksi “datar” yang tidak simetris) di mana gelombang B bisa “menembus” terlalu jauh/overshoot (bergerak melampaui level yang biasanya diharapkan), setelah target gelombang ketiga sebelumnya tidak tercapai, sebelum potensi pembalikan arah. Level 7.120 sesuai dengan extension 138,2% (target proyeksi lanjutan Fibonacci) dari Wave-1 (dari titik terendah 2020 ke puncak 2021) yang diukur dari titik terendah 2022 (W-2), dan level ini sempat meleset pada Januari sekitar 120 poin (7.002 vs 7.120).

Titik terendah Maret ditampilkan sebagai gelombang ke-4, dengan gelombang ke-5 kini berjalan, ditandai “alt: 4, alt: 5” (skenario alternatif perhitungan gelombang). Teks juga menyebut gelombang ke-5 sebagai terminal wave (gelombang akhir yang sering menjadi dorongan terakhir sebelum tren melemah atau berbalik).

Strategi Opsi untuk Risiko Penurunan

Salah satu pendekatan adalah memakai opsi put untuk hedging (perlindungan) posisi beli/jangka panjang, atau untuk berspekulasi atas penurunan. Membeli put out-of-the-money (opsi put dengan strike di bawah harga saat ini; biasanya lebih murah tetapi butuh penurunan lebih besar agar untung), misalnya put Mei strike 7.400, memberi cara berisiko terbatas untuk mengambil keuntungan jika pasar turun. VIX yang rendah membuat opsi ini relatif lebih murah dibanding saat pasar sedang tegang.

Alternatifnya, bagi yang menilai pasar lebih mungkin mendatar daripada jatuh tajam, menjual call credit spread (strategi opsi dengan menjual call strike lebih rendah dan membeli call strike lebih tinggi untuk membatasi risiko, dengan tujuan mendapat premi) bisa menjadi pilihan. Trader dapat menjual call Mei strike 7.600 dan membeli call Mei strike 7.650, lalu menerima premi dengan dugaan S&P 500 tidak naik jauh melewati 7.600 sebelum jatuh tempo. Strategi ini diuntungkan bila pasar bergerak sideways (mendatar) atau turun.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Presiden Fed San Francisco Daly: Suku Bunga Mungkin Tetap Ditahan Sembari Mencermati Dampak Kenaikan Harga Minyak terhadap Inflasi Lebih Luas

Mary Daly, Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, berbicara pada Jumat di Fisher Centre, University of California, Berkeley. Ia mengatakan sedang memantau apakah kenaikan harga minyak ikut mendorong naik harga barang dan jasa lain.

Sebelum guncangan harga minyak, ia memperkirakan perlu satu atau dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Ia mengatakan The Fed dapat mempertahankan suku bunga di level saat ini, dan kini berada pada mode “tunggu dan lihat” (menunda keputusan sambil menunggu data baru).

Harga Minyak dan The Fed

Ia mengatakan suku bunga mungkin perlu dinaikkan jika inflasi (kenaikan harga secara umum) makin cepat. Ia juga mengatakan suku bunga bisa dipangkas jika konflik cepat berakhir. Prospek bergantung pada berapa lama harga minyak bertahan tinggi dan seberapa lama konflik berlangsung.

Daly mengatakan pertumbuhan angkatan kerja yang rendah (jumlah orang yang bekerja atau aktif mencari kerja) tertutup oleh pertumbuhan produktivitas yang lebih tinggi (hasil kerja per orang/jam kerja meningkat). Ia mengatakan pertumbuhan lapangan kerja nol bisa menjadi kondisi stabil baru, dan AS bergerak menuju pertumbuhan angkatan kerja nol karena faktor demografi (perubahan struktur umur penduduk).

Ia mengatakan konsumen cemas terhadap ekonomi tetapi masih berbelanja. Ia mengatakan perusahaan tetap berhati-hati namun optimistis, dan masih ada ruang untuk menaikkan partisipasi angkatan kerja (porsi penduduk yang masuk pasar kerja).

Ia juga mengatakan minimnya imigrasi (arus pekerja/peduduk dari luar negeri) berpengaruh, bersama investasi teknologi.

Gejolak Pasar dan Ekspektasi Suku Bunga

Kini pasar berada pada mode “tunggu dan lihat”, yang berarti ekspektasi pemangkasan suku bunga pada 2026 mulai memudar. Perubahan ini menambah ketidakpastian di pasar, terlihat pada indeks VIX (indikator volatilitas/ketakutan pasar saham AS) yang naik di atas 18 bulan ini. Pelaku pasar perlu bersiap pada volatilitas yang lebih tinggi di berbagai kelas aset (saham, obligasi, valuta, komoditas) dalam beberapa pekan ke depan.

Sebelumnya pasar memperhitungkan satu atau dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026, namun pandangan itu kini diuji. Peluang pemangkasan suku bunga pada September turun menjadi di bawah 30% menurut data terbaru Fed funds futures (kontrak derivatif yang mencerminkan perkiraan pasar atas suku bunga acuan The Fed). Ini menunjukkan pelaku pasar perlu menutup posisi yang bertumpu pada pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat, dan mempertimbangkan strategi yang diuntungkan jika suku bunga tetap tinggi.

Prospek ditentukan oleh lamanya konflik saat ini dan dampaknya terhadap minyak, dengan minyak mentah WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) baru-baru ini menembus US$95 per barel. Pada 2022, guncangan energi berkepanjangan dapat memaksa The Fed bertindak, sehingga gejolak pasar minyak menjadi variabel utama yang perlu dipantau. Tanda-tanda bahwa biaya energi yang lebih tinggi ini merembes ke inflasi inti (core inflation, inflasi yang biasanya tidak memasukkan harga energi dan pangan yang bergejolak) akan menjadi pemicu besar bagi pasar.

Gagasan bahwa pertumbuhan lapangan kerja nol dapat menjadi kondisi normal baru adalah perubahan penting. Meski laporan ketenagakerjaan terakhir hanya menunjukkan kenaikan moderat 85.000 pekerjaan, The Fed bisa saja tidak menganggap ini sebagai tanda pelemahan yang perlu direspons dengan pemangkasan suku bunga. Alasannya, produktivitas yang lebih tinggi saat ini menutup perlambatan pertumbuhan angkatan kerja.

Ada perbedaan jelas antara sentimen konsumen (hasil survei kepercayaan/optimisme rumah tangga) yang cenderung menurun dan belanja ritel yang justru naik 0,5% bulan lalu. Ini perlu diawasi karena jika belanja konsumen akhirnya melemah akibat tekanan harga minyak tinggi, prospek ekonomi dapat berubah cepat. Karena itu, rilis penjualan ritel dan laporan kepercayaan konsumen berikutnya berpotensi menggerakkan pasar.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Pound Sterling menguat mendekati 1,3600 seiring Selat Hormuz kembali dibuka usai gencatan senjata di Lebanon, melemahkan dolar AS pada sesi perdagangan AS

GBP/USD naik pada sesi Amerika Utara Jumat setelah laporan menyebut Iran kembali membuka Selat Hormuz. Pergerakan ini menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Poundsterling sempat menyentuh tertinggi harian di dekat 1,3600 seiring Dolar AS melemah. Saat penulisan, GBP/USD berada di 1,3567, naik 0,36%.

Meredanya Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar

Pasar mengingat reaksi pada akhir 2025 ketika Selat Hormuz kembali dibuka, yang memicu lonjakan tajam GBP/USD menuju area 1,3600. Peristiwa itu menunjukkan penurunan risiko geopolitik dapat dengan cepat melemahkan dolar AS, yang sering dipakai sebagai safe haven (aset “tempat berlindung” saat pasar panik). Penurunan ketegangan yang mendadak membuat banyak pelaku pasar tidak siap, sehingga menguntungkan pihak yang sudah mengambil posisi beli pound.

Hari ini, implied volatility (perkiraan volatilitas/naik-turun harga yang tersirat dari harga opsi) di pasar valuta turun ke level terendah sejak awal 2024, menandakan pasar cenderung tenang. Sebagai contoh, CME British Pound Volatility Index (BVP)—indeks yang mengukur ekspektasi volatilitas pound berdasarkan harga opsi—kini berada di sekitar 5,8, turun jauh dari level dua digit saat krisis. Kondisi volatilitas rendah ini membuat option premium (biaya/harga opsi) relatif murah bagi pihak yang mengantisipasi guncangan ke depan.

Dari sisi fundamental, data terbaru kuartal I-2026 menunjukkan core inflation Inggris (inflasi inti, yaitu inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti energi dan pangan) masih bertahan di 3,4%, jauh di atas target Bank of England. Sebaliknya, inflasi AS melandai ke 2,7%, memberi Federal Reserve ruang lebih besar untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan (misalnya menurunkan suku bunga) pada paruh akhir tahun ini.

Dengan latar tersebut, strategi membeli opsi beli GBP/USD berjangka panjang (long-dated call options, yaitu kontrak opsi yang memberi hak membeli di harga tertentu dengan jatuh tempo masih lama) terlihat masuk akal dalam beberapa pekan ke depan. Strategi ini memungkinkan pelaku pasar mengejar potensi kenaikan dengan risiko yang sudah dibatasi (kerugian maksimum umumnya sebesar premi yang dibayar). Volatilitas yang rendah membuat biaya masuk strategi ini lebih menarik.

Risiko Penurunan dan Pertimbangan Lindung Nilai

Namun, skenario sebaliknya tetap perlu diwaspadai karena sentimen risiko bisa berbalik cepat. Eskalasi global yang mendadak dapat memicu flight to safety (perpindahan dana ke aset yang dianggap aman), menguatkan dolar dan menekan GBP/USD, seperti respons awal pasar saat krisis energi global 2022. Karena itu, posisi beli bisa dilindungi dengan opsi jual murah yang berada “di luar uang” (out-of-the-money puts, yaitu opsi jual dengan harga kesepakatan yang masih jauh dari harga pasar saat ini) untuk membantu membatasi kerugian jika terjadi penurunan tajam.

Baker Hughes melaporkan jumlah rig minyak AS turun tipis, dari 411 rig menjadi 410 rig

Baker Hughes melaporkan jumlah rig minyak (menara bor) aktif di AS turun menjadi 410. Sebelumnya 411.

Ini berarti jumlah rig minyak aktif di AS turun 1 dibanding pekan sebelumnya. Data ini berasal dari laporan rutin Baker Hughes tentang jumlah rig.

Jumlah Rig AS Menunjukkan Disiplin Belanja

Jumlah rig minyak AS turun 1 menjadi 410, dan ini bukan perubahan besar. Namun, tren yang datar ini menunjukkan produsen AS menahan diri untuk tidak menambah pengeboran baru secara agresif. Disiplin belanja (menahan pengeluaran untuk proyek baru) ini mengindikasikan pertumbuhan pasokan minyak AS ke depan akan tetap terbatas.

Kondisi ini terjadi saat produksi minyak mentah AS masih bertahan dekat rekor, baru-baru ini dilaporkan oleh Energy Information Administration (EIA/badan statistik energi AS) sekitar 13,4 juta barel per hari. Kenaikan efisiensi (kemampuan menghasilkan lebih banyak minyak dengan rig yang sama) yang terlihat hingga 2025 kemungkinan mulai mentok, sehingga minimnya pengeboran baru bisa lebih terasa dalam beberapa bulan ke depan. Ini membantu membatasi penurunan harga WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS).

Secara global, pasokan masih ketat, dengan OPEC+ (kelompok OPEC dan negara produsen lain seperti Rusia) baru-baru ini memberi sinyal akan mempertahankan pemangkasan produksi selama musim panas. Ditambah proyeksi permintaan paruh kedua 2026 yang sedikit dinaikkan karena kuatnya pasar Asia, kondisi dasar (fundamental: pasokan, permintaan, dan stok) mendukung harga yang lebih tinggi. Persediaan (inventori: stok minyak yang tersimpan) juga turun lebih besar dari perkiraan, dengan stok komersial turun hampir 3 juta barel pekan lalu.

Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), kondisi ini mengindikasikan volatilitas (besarnya naik-turun harga) mungkin belum sepenuhnya tercermin dalam harga. Tidak adanya pemicu dari sisi pasokan AS membuat pasar lebih sensitif terhadap kejutan permintaan atau berita geopolitik. Ini mengarah pada strategi yang diuntungkan dari harga yang stabil atau kenaikan bertahap.

Kami menilai membeli call spread pada WTI untuk kuartal ketiga menarik sebagai cara dengan risiko terukur. Call spread (strategi opsi: membeli opsi beli dan menjual opsi beli lain pada harga strike yang lebih tinggi) memungkinkan menangkap potensi kenaikan saat pasokan mengetat, sambil menekan biaya awal. Menjual put out-of-the-money (opsi jual dengan strike di bawah harga pasar) untuk jatuh tempo lebih pendek juga bisa dipakai untuk mengumpulkan premi (biaya opsi yang diterima), dengan asumsi “batas bawah” dari fundamental yang kuat tetap bertahan.

Risiko Utama dan Pemicu yang Perlu Dipantau

Jika melihat kembali lonjakan harga pada 2025, periode pertumbuhan rig yang rendah sering mendahului lonjakan harga. Karena itu, trader perlu berhati-hati untuk mengambil posisi short murni (bertaruh harga turun) dan mempertimbangkan faktor fundamental yang mendukung. Laporan persediaan EIA berikutnya dan perubahan nada bank sentral terkait inflasi akan penting untuk dipantau.

GBP/USD naik menuju 1,3600 seiring Selat Hormuz kembali dibuka setelah gencatan senjata Lebanon, melemahkan Dolar AS

GBP/USD menguat pada sesi Amerika Utara Jumat setelah laporan menyebut Iran kembali membuka Selat Hormuz menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Pasangan ini sempat mendekati 1,3600 dan diperdagangkan di 1,3567, naik 0,36%.

Menteri luar negeri Iran mengatakan Selat tersebut dibuka untuk kapal dagang selama sisa periode gencatan senjata AS-Iran. Kapal militer, atau kapal dari negara yang dianggap bermusuhan oleh Teheran, tidak diizinkan.

Perkembangan Gencatan Senjata dan Reaksi Pasar

Presiden AS mengatakan blokade militer AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan Washington-Teheran tercapai. Ia mengatakan pembicaraan bisa dimulai akhir pekan ini dan menyebut akan pergi ke Pakistan setelah kesepakatan selesai.

Dolar AS menyentuh level terendah tujuh minggu karena pasar memasukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS) pada 2026. Data LSEG Workspace menunjukkan ekspektasi pelonggaran hampir 16 basis poin (bps, satuan perubahan suku bunga; 1 bps = 0,01%) menuju akhir tahun.

Seorang pejabat The Fed San Francisco mengatakan kebijakan masih “sedikit ketat” (masih menahan ekonomi) dan berada di atas suku bunga netral 3% (tingkat suku bunga yang tidak mendorong atau menghambat pertumbuhan). Ia memberi sinyal satu atau dua kali pemangkasan pada 2026 mungkin terjadi, tetapi kenaikan suku bunga bisa diperlukan bila inflasi meningkat.

Pound sterling juga menguat karena pasar memperhitungkan pengetatan Bank of England (BoE, bank sentral Inggris) sebesar 24 bps. Pemberitaan politik Inggris mencakup laporan tekanan terhadap Perdana Menteri setelah mantan duta besar AS-nya gagal lolos pemeriksaan latar belakang dan dikaitkan dengan Jeffrey Epstein.

Level Teknikal dan Perbedaan Arah Kebijakan

Pada grafik, GBP/USD bertahan di atas SMA 50-hari, 100-hari, dan 200-hari (SMA, rata-rata pergerakan sederhana—indikator untuk melihat arah tren) di sekitar 1,3530. Resistensi disebut berada pada garis turun dari 1,3869, sementara support juga dikaitkan dengan garis naik dari 1,3035.

Untuk sisi dolar AS, pasar kini agresif memasukkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed. CME FedWatch Tool (alat berbasis data pasar untuk mengukur probabilitas keputusan suku bunga The Fed) menunjukkan probabilitas lebih dari 65% untuk setidaknya satu kali pemangkasan pada pertemuan September 2026, berbalik tajam dari bulan lalu. Ekspektasi ini membebani greenback (julukan dolar AS) dan berpotensi berlanjut selama ketegangan geopolitik mereda.

Sebaliknya, BoE menghadapi masalah berbeda yang mendukung pound. Dengan inflasi CPI Inggris (CPI, indeks harga konsumen—ukuran inflasi) tetap di atas target 2%, terakhir 3,1% pada Maret 2026, pasar wajar memperhitungkan pengetatan lanjutan. Ini berbanding terbalik dengan awal 2025 saat inflasi sempat dianggap terkendali.

Dengan perbedaan ini, ada nilai pada strategi membeli opsi call GBP/USD (opsi call, kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu; dipakai untuk mengambil peluang kenaikan sambil membatasi risiko). Opsi jatuh tempo Juni 2026 dengan strike (harga kesepakatan) sekitar 1,3700 dapat memberi leverage (daya ungkit) bila pasangan ini menembus resistensi turun kunci dekat 1,3869. Strategi ini memanfaatkan momentum naik sambil membatasi potensi rugi maksimum.

Namun, risiko politik di Inggris perlu dilindungi (hedging, strategi perlindungan). Tekanan pada Perdana Menteri Starmer bisa memicu pelemahan sterling secara tiba-tiba, sehingga layak mempertimbangkan opsi put yang lebih murah dan out-of-the-money (opsi put, hak untuk menjual; out-of-the-money berarti strike tidak menguntungkan pada harga saat ini) sebagai lindung nilai portofolio. Bila gencatan senjata gagal, posisi ini bisa berbalik cepat karena harga minyak melonjak dan permintaan aset aman (safe haven) pada dolar kembali.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Emas Menguat Saat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Anjlok, Meredakan Inflasi dan Mendongkrak Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed dalam Waktu Dekat

Harga emas naik pada Jumat setelah harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran dan laporan bahwa Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” mendorong harga minyak turun. XAU/USD (emas terhadap dolar AS) diperdagangkan di sekitar $4.870, naik sekitar 1,67% pada hari itu, dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan keempat beruntun.

WTI (minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate) turun ke level terendah sejak 11 Maret dan diperdagangkan di kisaran $81,50, merosot hampir 9% pada hari itu. Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) berada di sekitar 97,73, terendah dalam lebih dari sebulan, dan mengarah ke penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Emas Naik Saat Minyak Turun

Turunnya harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi dalam waktu dekat dan mendukung perkiraan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS) pada akhir tahun. Pasar juga memantau perkembangan pembicaraan AS-Iran pada akhir pekan, sementara blokade angkatan laut AS disebut tetap berlaku sampai kesepakatan final tercapai.

Fars News Agency, mengutip seorang pejabat Iran, menyebut Iran bisa menutup kembali Selat Hormuz jika blokade terus berlanjut, menurut Reuters. Kalender ekonomi AS tidak memuat rilis data besar, sehingga perhatian tertuju pada pidato pejabat The Fed sebelum masa “blackout” (masa hening ketika pejabat bank sentral tidak memberi komentar kebijakan) menjelang rapat FOMC (Federal Open Market Committee, rapat penentu suku bunga) pada 28-29 April.

Secara teknikal, emas bertahan di atas SMA 20 hari (simple moving average, rata-rata pergerakan sederhana) di $4.646, dengan RSI (14) di sekitar 52 (indikator kekuatan tren berbasis momentum) dan MACD positif (indikator momentum yang membandingkan dua rata-rata pergerakan). Area resistance (batas atas yang sering menahan kenaikan) berada di sekitar $4.931, dengan support (batas bawah yang sering menahan penurunan) di $4.646 dan sekitar $4.361.

Kebijakan The Fed dan Risiko Geopolitik

Perlu diingat sikap agresif The Fed (hawkish, cenderung menahan atau menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) sepanjang akhir 2025, berbeda dengan sentimen yang lebih longgar (dovish, cenderung menurunkan suku bunga untuk mendukung ekonomi) pada periode singkat tersebut. The Fed berulang kali memberi sinyal membutuhkan lebih dari sekadar penurunan sementara inflasi utama untuk mengubah arah kebijakan, sehingga kesepakatan di wilayah konflik bisa jadi belum cukup kali ini. Karena itu, pelaku pasar perlu berhati-hati mengejar rumor awal dan menunggu konfirmasi lewat pidato The Fed atau penurunan berkelanjutan imbal hasil obligasi (bond yields, tingkat keuntungan yang diminta investor untuk memegang obligasi).

Rapuhnya gencatan senjata 2025 menjadi pelajaran penting, ketika pasar memasang skenario terbaik saat blokade angkatan laut AS masih aktif. Saat ini, risiko geopolitik dasar tetap tinggi dan memberi penopang fundamental bagi harga emas. Contoh historis ini bisa dipakai untuk menyusun strategi, misalnya membeli put pada minyak (opsi jual, instrumen yang nilainya naik saat harga aset turun) sebagai lindung nilai (hedge, perlindungan) untuk posisi beli emas.

Permintaan dasar tetap kuat dan tidak tercermin dalam berita jangka pendek 2025. Bank sentral melanjutkan pembelian besar-besaran, menambah 1.047 ton ke cadangan global pada 2025, melanjutkan rekor pembelian pada 2022 dan 2023. Permintaan yang konsisten dari institusi resmi ini menunjukkan penurunan harga besar akibat sentimen sementara “risk-on” (minat mengambil risiko, dana masuk ke aset berisiko) bisa dipandang sebagai peluang beli.

Gambaran teknikal saat itu, ketika Bollinger Bands yang menyempit (indikator volatilitas; menyempit menandakan pergerakan harga cenderung tenang) memberi sinyal periode volatilitas rendah sebelum pergerakan besar, relevan untuk kondisi sekarang. Mengingat pendorong fundamental saling bertentangan, pelaku pasar dapat mempertimbangkan strategi opsi yang diuntungkan bila volatilitas melonjak, seperti long straddle (membeli opsi beli/call dan opsi jual/put pada harga dan jatuh tempo yang sama, untuk memanfaatkan pergerakan besar ke arah mana pun). Ini membuat posisi bisa mendapat manfaat saat harga bergerak tajam setelah pasar memilih arah yang lebih jelas.

USD/CAD melemah ke 1,3670 seiring Dolar AS melemah, Selat Hormuz kembali dibuka; data inflasi Kanada dinanti

USD/CAD turun pada Jumat, diperdagangkan di sekitar 1,3670, melemah 0,26% pada hari itu. Pasangan ini tetap tertekan karena Dolar Kanada menguat meski harga minyak turun.

Pasar bereaksi terhadap perkembangan di Timur Tengah setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk pelayaran komersial selama gencatan senjata. Selat Hormuz adalah jalur laut penting untuk pengiriman minyak global. Pernyataan ini terjadi setelah berminggu-minggu ketegangan di sekitar rute tersebut.

Harga Minyak Turun Seiring Meredanya Kekhawatiran Pasokan

Dibukanya kembali jalur tersebut mendorong harga minyak turun karena kekhawatiran gangguan pasokan mereda. West Texas Intermediate (WTI), patokan harga minyak AS, diperdagangkan di dekat US$80 per barel dan mencatat salah satu penurunan harian terdalam dalam beberapa pekan terakhir. Arus ekspor dari kawasan Teluk diperkirakan kembali normal.

Dolar Kanada naik meski biasanya bergerak searah dengan harga energi. Ini mengindikasikan pelemahan Dolar AS menjadi pendorong utama. Indeks Dolar AS (DXY), ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, diperdagangkan di sekitar level terendah beberapa pekan dekat 97,80 seiring pasar menilai ulang prospek suku bunga AS.

CME FedWatch, alat berbasis harga futures untuk memperkirakan peluang keputusan suku bunga bank sentral AS, menunjukkan peluang 38,2% pemangkasan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin (0,25%) pada akhir tahun, naik dari 25,9% sehari sebelumnya. Di Kanada, data CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen—ukuran inflasi) Maret akan dirilis Senin dan diperkirakan meningkat karena guncangan energi terkait perang Iran.

Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem mengatakan ekonomi dapat menghadapi “tingkat harga yang lebih tinggi”. Ia juga menyinggung upaya menjaga inflasi tetap terkendali tanpa memicu perlambatan tajam.

Fokus Pasar Beralih ke Bank Sentral

Dolar Kanada menguat terhadap Dolar AS meski harga minyak turun tajam, sebuah pergerakan yang tidak biasa. Biasanya, ketika harga minyak melemah, nilai “loonie” (sebutan umum untuk Dolar Kanada) ikut tertekan karena Kanada adalah eksportir energi. Pasar saat ini lebih fokus pada langkah bank sentral berikutnya daripada pada harga energi.

Pelemahan Dolar AS terjadi secara luas karena turunnya minyak ke sekitar US$80 per barel mengurangi kekhawatiran inflasi di AS. Ini membuat pasar menaikkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Sentimen ini juga didukung laporan tenaga kerja AS bulan Maret yang menunjukkan pendinginan ringan di pasar kerja. Narasi ekonomi AS yang melemah menjadi faktor utama yang menekan USD/CAD untuk sementara waktu.

Peristiwa utama dalam beberapa hari ke depan adalah rilis inflasi Kanada pada Senin. Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, ini memperkuat pandangan bahwa Bank of Canada harus tetap waspada dan mempertahankan kebijakan ketat, sementara The Fed mempertimbangkan pelonggaran. Perbedaan arah kebijakan ini menjadi fokus pelaku pasar dan mendukung Dolar Kanada.

Namun, keterputusan hubungan antara harga minyak dan Dolar Kanada bisa tidak bertahan lama. Berdasarkan data hingga 2024, korelasi positif antara harga minyak mentah dan Dolar Kanada sangat konsisten. Jika harga energi rendah bertahan, dampaknya pada ekonomi Kanada pada akhirnya akan menekan mata uangnya. Karena itu, bertaruh pada penguatan Dolar Kanada yang berlanjut dapat berisiko jika pasar kembali fokus pada komoditas.

Dengan dua kekuatan yang saling berlawanan ini, strategi yang mengantisipasi pergerakan besar ke salah satu arah terlihat lebih masuk akal. Volatilitas tersirat (implied volatility—perkiraan besar kecilnya pergerakan harga yang tercermin dari harga opsi) untuk opsi USD/CAD tenor satu bulan naik ke level tertinggi tiga bulan di 8,5%. Ini menunjukkan pasar sudah memperhitungkan potensi pergerakan besar setelah laporan inflasi. Menggunakan opsi (instrumen derivatif yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) untuk memanfaatkan volatilitas, alih-alih memilih arah yang pasti, bisa menjadi pendekatan yang lebih efektif dalam beberapa pekan ke depan.

AUD/USD Naik Mendekati 0,7200 setelah Pembukaan Kembali Selat Hormuz Meredakan Kekhawatiran Pasokan Minyak, Mendongkrak Selera Risiko dan Menekan Dolar

AUD/USD naik mendekati area 0,7200 pada Jumat setelah kabar dari Timur Tengah menurunkan permintaan terhadap Dolar AS dan mengangkat mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko seperti Dolar Australia. Pasar bereaksi setelah ada pernyataan bahwa Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka dan siap dilalui”.

Presiden AS Donald Trump mengatakan jalur itu kembali bisa digunakan, sementara pembatasan sementara oleh angkatan laut yang terkait Iran masih berlaku sampai pembicaraan mendekati final. Pesan utamanya mengarah pada meredanya ketegangan.

Dolar Melemah Saat Premi Risiko Minyak Memudar

Dengan berkurangnya kekhawatiran gangguan pasokan minyak, Dolar AS melemah setelah sebelumnya sempat mendapat dukungan dari risiko geopolitik. Harga minyak diperkirakan stabil atau turun, sehingga bisa mengurangi risiko inflasi dan meringankan tekanan pada bank sentral.

Pada grafik empat jam, AUD/USD diperdagangkan di 0,7194 dan bertahan di atas SMA 20-periode di 0,7159 serta SMA 100-periode di 0,6996. SMA (Simple Moving Average) adalah rata-rata harga dalam periode tertentu untuk melihat arah tren. RSI (14) berada sedikit di atas 70. RSI (Relative Strength Index) mengukur kekuatan momentum; level di atas 70 sering dibaca sebagai “jenuh beli” (harga sudah naik cepat dan berisiko koreksi).

Level resistensi disebut di 0,7194 dan 0,7221, sementara support ada di 0,7171, 0,7162, dan 0,7159. Pergerakan menuju 0,6996 disebut sebagai level yang bisa menguji tren naik.

Laporan tersebut menyebut analisis teknikal dibuat dengan bantuan alat AI (kecerdasan buatan, yakni perangkat lunak yang membantu mengolah data dan pola).

Seiring melemahnya dolar, harga perak naik 5,40% ke sekitar US$82,60 di tengah bangkitnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed

Perak (XAG/USD) naik pada Jumat, diperdagangkan dekat US$82,60 dan menguat 5,40% dalam sehari. Kenaikan terjadi saat Dolar AS melemah dan pasar menilai ulang prospek kebijakan suku bunga AS (kebijakan moneter, yaitu pengaturan suku bunga dan jumlah uang beredar oleh bank sentral).

Ketegangan di Timur Tengah tampak mereda setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk kapal komersial selama gencatan senjata. Ini menyusul beberapa pekan ketegangan di jalur pelayaran penting dunia.

Pendorong Pasar dan Prospek Kebijakan

Harga minyak turun karena kekhawatiran gangguan pasokan mereda. West Texas Intermediate (WTI, patokan harga minyak mentah AS) turun ke sekitar US$80 per barel, salah satu penurunan harian terdalam dalam beberapa pekan terakhir.

Turunnya harga minyak menurunkan tekanan inflasi jangka dekat dan mengubah perkiraan suku bunga. CME FedWatch (indikator berbasis harga kontrak berjangka yang memantau peluang perubahan suku bunga The Fed) menunjukkan peluang 38,2% untuk pemangkasan suku bunga AS 25 basis poin (bps; 25 bps = 0,25%) hingga akhir tahun, naik dari 25,9% sehari sebelumnya.

Indeks Dolar AS (DXY, ukuran nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) diperdagangkan dekat level terendah beberapa pekan di sekitar 97,80. Dolar yang lebih lemah mendukung permintaan perak.

Pasar mencermati potensi perundingan AS-Iran pada akhir pekan. Pelaku pasar juga memantau komentar pejabat Federal Reserve menjelang periode “blackout” (masa hening saat pejabat bank sentral tidak memberi komentar publik) sebelum pertemuan FOMC berikutnya (komite penentu suku bunga The Fed).

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Seiring Kemajuan Perdamaian AS–Iran, Iran Berjanji Membuka Kembali Selat Hormuz; Maskapai dan Saham Menguat, Harga Minyak Anjlok

AS dan Iran menggelar perundingan pada Jumat, dan Iran menyatakan akan segera membuka kembali Selat Hormuz. Harga minyak turun, sementara indeks saham AS naik, dengan Dow Jones Industrial Average menguat lebih dari 2% dan S&P 500 serta Nasdaq Composite masing-masing naik sekitar 1,5%.

Laporan tersebut mengaitkan langkah ini dengan konflik antara AS dan Israel serta Iran yang dimulai pada 28 Februari, hampir 50 hari sebelumnya. Laporan itu juga menyebut biaya maskapai naik seiring harga bahan bakar jet selama konflik.

Pasar Merespons Pembukaan Kembali Selat

Presiden AS Donald Trump mengatakan Israel akan dilarang melanjutkan pemboman di Lebanon, setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon dimulai pada Kamis malam. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan pelayaran kapal dagang melalui Selat Hormuz akan “sepenuhnya terbuka” untuk sisa masa gencatan senjata.

Perundingan gencatan senjata disebut dimulai sekitar 10 hari lalu. AS disebut membahas kesepakatan agar Iran bisa mengakses dana beku sebesar US$20 miliar dengan imbalan menghentikan uranium yang diperkaya pada tingkat sangat tinggi, termasuk uranium dengan tingkat pengayaan 60% atau lebih. *Dana beku* adalah uang yang ditahan dan tidak bisa digunakan karena sanksi. *Uranium diperkaya* adalah uranium yang kadar isotopnya dinaikkan; level tinggi bisa dipakai untuk energi, tetapi level sangat tinggi meningkatkan risiko dipakai untuk senjata. Disebut juga ada usulan *moratorium* 20 tahun (penghentian sementara dalam jangka waktu tertentu) dan *tawaran balasan* lima tahun.

Saham maskapai naik, dengan United melesat lebih dari 10% dan JetBlue serta Southwest masing-masing naik lebih dari 9%. Saham Hilton dan Marriott mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa.

Dengan risiko perang langsung mereda, kami menilai CBOE Volatility Index (VIX) berpeluang turun tajam dari level tinggi yang kemungkinan melampaui 35 pada Maret, mirip dengan level saat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. *VIX* adalah indeks yang mengukur perkiraan gejolak (naik-turunnya) pasar saham AS berdasarkan harga opsi; makin tinggi berarti pasar makin takut. Ini membuka peluang untuk *menjual volatilitas*, yaitu strategi mencari keuntungan saat gejolak turun dan harga opsi/biaya lindung nilai ikut turun. *Premi opsi* adalah biaya yang dibayar untuk membeli kontrak opsi. Strategi yang disebut antara lain *menjual cash-secured puts* (menjual opsi jual dengan menyiapkan dana tunai penuh untuk membeli saham jika terkena) atau *credit spreads* (strategi opsi dengan menjual satu opsi dan membeli opsi lain sebagai pembatas risiko) pada perusahaan yang fundamentalnya kuat.

Strategi Untuk Beberapa Hari Ke Depan

Penurunan tajam minyak mencerminkan pasar memasukkan dampak pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari. Kami menilai minyak mentah WTI—acuan minyak AS—yang kemungkinan sempat diperdagangkan di atas US$110 per barel pekan lalu, kini akan sulit menguat kecuali perundingan damai terganggu. Mengingat betapa cepatnya pasar energi bisa berbalik, kami akan berhati-hati mengejar penurunan ini dan menunggu harga lebih stabil.

Saham maskapai menjadi pihak yang paling diuntungkan, karena bahan bakar jet dapat menyumbang hampir 30% biaya operasional. Lonjakan seperti pada United Airlines merupakan reli lega, dan *derivatif* dapat dipakai untuk memanfaatkan perubahan sentimen ini. *Derivatif* adalah instrumen keuangan yang nilainya mengikuti aset lain (misalnya saham, indeks, atau komoditas). Menjual opsi jual (*puts*) pada ETF JETS atau saham anggotanya yang paling kuat memungkinkan memperoleh premi sambil menyatakan pandangan positif bahwa kondisi terburuk untuk sektor ini sudah lewat. *ETF* adalah reksa dana yang diperdagangkan seperti saham.

Kenaikan S&P 500 menunjukkan risiko geopolitik mulai “dibongkar” secara luas. Namun, ini gencatan senjata 10 hari, bukan perjanjian permanen, sehingga situasinya rapuh. Kami melihatnya mirip dengan kerangka awal kesepakatan nuklir Iran pada 2015: langkah positif, tetapi masih berisiko gagal.

Karena itu, meski posisi utama kami cenderung positif, kami tetap perlu *lindung nilai* terhadap risiko negosiasi gagal. *Lindung nilai (hedging)* adalah langkah untuk mengurangi risiko kerugian. Alokasi kecil ke opsi beli (*call options*) yang murah dan jauh dari harga pasar (*far out-of-the-money*, artinya harga kesepakatan jauh sehingga peluang dieksekusi kecil namun biayanya murah) pada ETF minyak, atau opsi jual pada SPY yang jatuh tempo akhir Mei, dapat menjadi asuransi berbiaya rendah. *SPY* adalah ETF yang mengikuti indeks S&P 500. Jika perundingan runtuh, posisi ini dapat membantu menutup kerugian dari penurunan pasar yang kemungkinan terjadi.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code