Back

Dev Ashish dari Societe Generale memperkirakan jajak pendapat Kolombia akan mengunggulkan putaran kedua kandidat sayap kanan, mendorong kehati-hatian pasar

Societe Generale meninjau pemilu presiden Kolombia menjelang pemungutan suara 31 Mei 2026. Survei menunjukkan besar kemungkinan pemilu berlanjut ke putaran kedua, dengan skenario putaran kedua lebih menguntungkan kubu kanan yang bersatu dibanding kandidat Historic Pact, Gustavo Cepeda.

Catatan itu menyebut Paloma Valencia dan De la Espriella sama-sama tampil lebih baik daripada Cepeda dalam skenario survei putaran kedua. Disebutkan juga bahwa perpecahan di kubu kanan masih menjadi faktor risiko utama.

Dinamika Putaran Kedua Dan Survei

Dukungan untuk Valencia disebut meningkat karena pemilih yang belum menentukan pilihan mulai mengerucut ke arahnya. Sementara itu, dukungan Cepeda digambarkan sudah mendekati batas atas dalam survei, sehingga ruang kenaikannya terbatas.

Peluang disebut sedikit mengunggulkan Valencia, tetapi kredibilitas survei terdampak penyelidikan oleh CNE (Consejo Nacional Electoral, Dewan Pemilu Nasional). Catatan itu juga menyebut tekanan kelembagaan dan fiskal yang tinggi, termasuk ketegangan yang melibatkan bank sentral dan ruang fiskal yang sempit (kemampuan anggaran negara yang terbatas untuk menambah belanja atau menurunkan pajak). Kondisi ini dikaitkan dengan sikap pasar yang lebih berhati-hati terhadap aset Kolombia.

Menjelang pemilu presiden 31 Mei, pasar menilai ketidakpastian cukup besar pada aset Kolombia. Survei mengarah ke putaran kedua, dengan kandidat kanan yang bersatu dan dinilai ramah pasar sedikit unggul, namun hasilnya masih jauh dari pasti. Kondisi ini membuka peluang dan risiko bagi pelaku transaksi derivatif (instrumen turunan, yaitu kontrak yang nilainya mengikuti aset acuan) dalam enam pekan ke depan.

Naiknya risiko politik mendorong volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga yang “terbaca” dari harga opsi) meningkat, terutama pada opsi pasangan mata uang USD/COP. Peso melemah lebih dari 3% kuartal ini, diperdagangkan di sekitar 4.100, karena investor mencari aset yang lebih aman. Trader yang memperkirakan instabilitas berlanjut dapat membeli opsi call USD/COP (hak untuk membeli USD pada harga tertentu), untuk bersiap jika peso melemah lebih tajam ketika kandidat Historic Pact menguat.

Di sisi saham, indeks COLCAP menjadi salah satu yang berkinerja lemah di Amerika Latin, turun hampir 5% sejak awal tahun, sementara Bovespa Brasil masih positif. Ini mencerminkan kekhawatiran atas tekanan fiskal dan kelembagaan, siapa pun pemenangnya. Membeli opsi put pada ETF saham Kolombia (reksa dana indeks yang diperdagangkan di bursa) dapat menjadi lindung nilai (hedge, strategi untuk mengurangi risiko kerugian) jika terjadi kejutan negatif dari hasil pemilu.

Suku Bunga Kredit Dan Volatilitas

Menjelang pemilu 2022, CDS (Credit Default Swaps, semacam “asuransi” gagal bayar obligasi) Kolombia tenor 5 tahun sempat melebar tajam sebagai ukuran risiko. Pola serupa mulai terlihat sekarang, dengan spread (selisih biaya/imbal hasil yang mencerminkan premi risiko) naik 25 basis poin sejak awal tahun. Ini menunjukkan pelaku pasar obligasi sudah memasukkan kemungkinan risiko keuangan yang lebih tinggi.

Posisi bank sentral yang sulit—berupaya menekan inflasi yang masih bertahan di atas 5%—membuat ruang kebijakan untuk mendukung ekonomi terbatas. Latar ini membuat pasar sangat peka terhadap berita politik, sehingga perubahan kecil dalam survei bisa memicu pergerakan harga yang besar. Karena itu, taruhan arah harga yang sederhana berisiko, dan strategi yang diuntungkan dari pergerakan besar dua arah, seperti long straddle (membeli opsi call dan put sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama), bisa lebih tepat.

AUD/USD Pulih Tajam saat Harapan Kesepakatan Dorong Selera Risiko, Meredakan Penguatan Dolar AS di Tengah Ketegangan Timur Tengah

AUD/USD bangkit pada Senin setelah dibuka dengan *gap* lebih rendah (selisih harga pembukaan yang melompat dibanding penutupan sebelumnya). Sentimen pasar membaik karena harapan tercapainya kesepakatan AS–Iran, sehingga permintaan terhadap Dolar AS berkurang. AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,7089 setelah sempat menyentuh terendah harian di sekitar 0,6990.

Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) berada di sekitar 98,54 setelah sebelumnya sempat mendekati 99,00. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa Amerika Serikat telah dihubungi oleh “orang yang tepat” di Iran, setelah pembicaraan akhir pekan tidak menghasilkan terobosan dan setelah ia memerintahkan blokade laut yang menargetkan pelabuhan-pelabuhan Iran.

Risiko Timur Tengah Dan Dampak Harga Minyak

Pelaku pasar memantau perkembangan di Timur Tengah, termasuk potensi meredanya ketegangan dan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz (jalur pelayaran penting bagi ekspor minyak). Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi (kenaikan harga barang dan jasa secara umum) dan memengaruhi ekspektasi kebijakan bank sentral.

Di AS, CPI utama (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, indikator inflasi) bulan Maret naik 0,9% secara bulanan (month-on-month/m/m, dibanding bulan sebelumnya), dari 0,3% pada Februari, dan naik menjadi 3,3% secara tahunan (year-on-year/y/y, dibanding periode yang sama tahun lalu) dari 2,4%. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) akan menahan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Di Australia, inflasi masih di atas target RBA (Reserve Bank of Australia/bank sentral Australia) di kisaran 2%–3%, dan RBA sudah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini. Data ketenagakerjaan yang dijadwalkan Kamis dan angka neraca perdagangan China yang dirilis Selasa (selisih nilai ekspor dan impor) juga menjadi perhatian.

Perbedaan Kebijakan The Fed Dan RBA Serta Strategi

Tahun lalu, rilis inflasi yang kuat memperkuat perkiraan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga. Kini, dengan data inflasi Maret 2026 yang naik tak terduga menjadi 3,5%, pasar mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh The Fed. Penguatan dolar ini memberi sinyal bahwa strategi menjual saat AUD/USD menguat bisa menjadi pilihan.

Sikap RBA yang *hawkish* (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi) pada 2025, yang diikuti beberapa kali kenaikan suku bunga, menurunkan inflasi dari puncaknya. Dengan inflasi kuartalan terbaru yang terus melandai, RBA punya sedikit alasan untuk menaikkan suku bunga lagi, sehingga muncul perbedaan arah kebijakan dengan The Fed. Kondisi ini mendukung perlindungan terhadap penurunan (downside protection), misalnya membeli opsi *put* AUD/USD (kontrak derivatif yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk menjual pada harga tertentu, sehingga diuntungkan saat harga turun).

Kekhawatiran terhadap ekonomi China meningkat. Data perdagangan Maret 2026 menunjukkan kontraksi mengejutkan pada ekspor dan impor, mengindikasikan permintaan domestik dan global melemah. Ini menekan harga komoditas utama seperti bijih besi hingga turun di bawah level penting US$100 per ton, yang langsung membebani dolar Australia.

Dengan perbedaan arah kebijakan bank sentral dan tekanan dari China, AUD/USD cenderung melemah. Karena volatilitas tersirat (perkiraan besarnya pergerakan harga yang tercermin dalam harga opsi) masih relatif rendah, membeli opsi *put* untuk bersiap menuju 0,6400 dinilai masuk akal. Strategi ini membatasi risiko dan memungkinkan memanfaatkan potensi penurunan lanjutan dalam beberapa pekan ke depan.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Analis Danske Bank: Belanja Konsumen Denmark Naik pada Maret, di Luar Energi, Meski Biaya Secara Keseluruhan Lebih Tinggi

Konsumsi rumah tangga di Denmark naik pada Maret. Belanja riil (belanja yang sudah disesuaikan dengan inflasi) di luar energi meningkat 1,2% dibanding bulan sebelumnya (month-on-month/mom) dan 3,8% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Waktu perayaan Paskah disebut sebagai salah satu faktor.

Belanja barang membaik di ritel dan kebutuhan pokok. Belanja ritel riil naik 1,2% mom, sementara belanja kebutuhan pokok riil naik 0,6% mom dan cenderung meningkat sejak Oktober 2025.

Pemulihan Belanja Kebutuhan Pokok

Pada awal 2024, belanja kebutuhan pokok riil sempat menurun. Artikel mengaitkan pemulihan setelahnya dengan harga makanan yang tidak lagi naik cepat.

Pengeluaran terkait energi naik, terutama di SPBU. Belanja nominal (nilai rupiah/kron yang tercatat, belum disesuaikan inflasi) di SPBU naik 12,4% mom, didorong kenaikan harga bensin dan solar, tetapi baru kembali ke level 2024.

Artikel juga menyoroti perubahan stok mobil di Denmark, yakni jumlah dan komposisi kendaraan yang beredar. Dilaporkan, rumah tangga dalam beberapa tahun terakhir beralih dari mobil berbahan bakar fosil (bensin/solar) ke mobil listrik.

Belanja jasa juga naik pada Maret. Layanan kecantikan dan barbershop serta jasa terkait perjalanan meningkat, sementara restoran, bar, tempat wisata, dan bioskop tumbuh lebih lambat.

Implikasi Pasar dan Kebijakan

Kenaikan harga energi pada Maret tidak menekan belanja di sektor lain. Secara keseluruhan, belanja meningkat di berbagai kategori.

Kekuatan belanja konsumen Maret yang di luar perkiraan menunjukkan ekonomi Denmark punya dorongan lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Ketahanan ini—terutama dengan belanja riil naik 3,8% yoy—melemahkan pandangan bahwa biaya energi yang lebih tinggi akan menghentikan pertumbuhan. Ini membuka kemungkinan pasar terlalu pesimistis terhadap kondisi konsumsi Denmark.

Data ini membuat proyeksi suku bunga makin sulit dan bisa mendorong Danmarks Nationalbank mempertahankan sikap “hawkish” lebih lama, yaitu cenderung menahan atau menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Data terbaru Danmarks Statistik menunjukkan inflasi inti (core inflation: inflasi yang mengeluarkan komponen yang sangat bergejolak seperti energi dan pangan tertentu) naik tipis ke 2,9% pada Maret, dan permintaan yang kuat bisa menambah tekanan inflasi. Pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti futures dan options) perlu mempertimbangkan bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga yang terbentuk sepanjang kuartal I bisa bergeser lebih jauh ke akhir 2026.

Untuk pasar saham, ini membuka peluang kenaikan pada saham-saham yang sensitif terhadap konsumsi di indeks OMXC25 (indeks saham berisi emiten terbesar di Denmark). Pemulihan belanja kebutuhan pokok dan jasa—tren sejak akhir 2025—menguntungkan perusahaan ritel dan perjalanan. Bisa dipertimbangkan opsi beli (call options: kontrak yang memberi hak membeli aset pada harga tertentu) pada sektor tersebut, karena volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) mungkin belum sepenuhnya mencerminkan penguatan konsumsi ini.

Laporan juga mencatat harga bensin yang lebih tinggi tidak “menggeser” belanja lain, sebagian karena peralihan ke kendaraan listrik. Ini menciptakan peluang pairs trading (strategi mengambil posisi beli pada aset A dan jual pada aset B untuk menangkap selisih kinerja), misalnya beli (long) sekeranjang saham konsumsi non-pokok Denmark (consumer discretionary: barang/jasa yang cenderung dibeli saat ekonomi kuat) sambil menjual (short) kontrak berjangka energi (energy futures: kontrak untuk membeli/menjual energi di masa depan pada harga tertentu). Strategi ini bertaruh konsumsi tetap kuat meski harga energi berfluktuasi moderat.

Di pasar mata uang, kondisi domestik yang kuat mendukung penguatan Krona Denmark. Meski DKK dipatok ke Euro (pegged: nilai tukar dijaga dalam kisaran sempit), fundamental yang kuat bisa mendorong kurs EUR/DKK mendekati batas bawah dari rentang perdagangannya. Trader dapat menggunakan opsi valas (FX options) untuk mengambil posisi pada periode penguatan Krona yang lebih lama terhadap Euro.

Saat blokade Hormuz dimulai, Trump mengatakan Iran menginginkan kesepakatan, memuji upaya Wakil Presiden JD Vance

Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Ruang Oval dan memuji kerja Wakil Presiden JD Vance terkait Iran, dengan mengatakan ia “telah bekerja sangat baik soal Iran”. Trump mengatakan AS “dihubungi pagi ini oleh pihak yang tepat soal Iran”, dan mereka “ingin kesepakatan”.

Trump mengatakan Iran tidak menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir, dan mengatakan AS akan “mengambil kembali bahan nuklir”. Ia juga kembali menegaskan bahwa blokade AS di Selat Hormuz telah dimulai.

Reaksi Pasar dan Sinyal Langsung

Trump mengatakan Presiden China Xi ingin situasi ini diakhiri. Trump juga mengatakan AS mungkin singgah ke Kuba setelah selesai dengan Iran.

Harga emas naik dari sekitar $4.730 ke $4.741 sebelum turun kembali ke $4.734. Dow Jones Industrial memangkas penurunan sebelumnya dan datar di 47.926, sementara Indeks Dolar AS (DXY)—ukuran kekuatan dolar terhadap sekumpulan mata uang utama—turun 0,09% ke 98,61.

Karena ada pesan yang saling bertentangan antara blokade dan potensi kesepakatan, pasar berpotensi bergerak sangat liar dalam beberapa pekan ke depan. CBOE Volatility Index (VIX)—indeks yang mengukur “ketakutan” pasar lewat perkiraan naik-turunnya harga saham—yang melonjak lebih dari 30% pekan lalu hingga mendekati 28, menjadi cara paling langsung untuk mengambil posisi atas ketidakpastian ini. Trader dapat mempertimbangkan membeli call option (hak membeli pada harga tertentu dalam periode tertentu) atas VIX untuk memanfaatkan lonjakan volatilitas.

Blokade Selat Hormuz adalah faktor paling penting bagi pasar energi, karena hampir seperlima pasokan minyak harian dunia melewati jalur ini. Untuk mengantisipasi guncangan pasokan, dapat dipertimbangkan call option berjangka lebih panjang pada kontrak berjangka (futures) minyak—seperti WTI dan Brent. Kontrak berjangka adalah perjanjian membeli/menjual aset pada harga tertentu di masa depan. Jika blokade bertahan, Brent bisa menembus $150 per barel seperti yang sempat terjadi pada 2025.

Situasi serupa terjadi pada 2019 ketika serangan drone ke fasilitas Saudi sempat mematikan 5% pasokan global, membuat harga minyak melonjak hampir 20% dalam satu hari. Kondisi saat ini jauh lebih berat, sehingga setiap eskalasi dapat berdampak lebih besar dan lebih lama terhadap harga. Preseden ini menunjukkan pasar bisa bergerak sangat cepat.

Penempatan Portofolio untuk Risiko Eskalasi

Biaya energi yang lebih tinggi akan bertindak seperti “pajak” bagi ekonomi global dan berpotensi menekan indeks saham utama. Reaksi Dow yang datar terlihat terlalu optimistis, lebih fokus pada peluang kesepakatan daripada realitas blokade. Bisa dipertimbangkan membeli put option (hak menjual pada harga tertentu dalam periode tertentu) pada S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average sebagai lindung nilai (hedging), yaitu strategi untuk mengurangi risiko jika pasar turun.

Pihak yang paling terdampak dari blokade adalah perusahaan pelayaran dan logistik global, terutama operator kapal tanker minyak. Ini membuka peluang untuk membeli put pada saham-saham transportasi laut besar. Biaya operasional mereka dapat melonjak akibat premi asuransi dan kebutuhan menempuh rute alternatif yang lebih panjang, sehingga laba tertekan.

Emas tetap menjadi aset safe haven (aset “pelarian” saat risiko meningkat) utama dalam situasi ini, dan lonjakan awalnya menunjukkan emas peka terhadap krisis. Bank sentral juga konsisten membeli, menyerap lebih dari 800 ton pada 2025 saja, yang membantu menahan penurunan harga. Bisa dipertimbangkan menambah posisi pada futures emas atau call option pada ETF emas. ETF (exchange-traded fund) adalah produk investasi yang diperdagangkan di bursa layaknya saham, berisi kumpulan aset dan umumnya mengikuti harga acuan tertentu.

Seretan Goldman memperdalam penurunan tipis Dow di kisaran 47.900; S&P dan Nasdaq naik menembus 6.800 dan 23.000

DJIA turun sekitar 50 poin ke dekat 47.900 setelah jatuh lebih tajam saat pembukaan. S&P 500 naik 0,2% di atas 6.800 dan Nasdaq naik 0,6% di atas 23.000, setelah futures (kontrak berjangka) Dow sempat turun lebih dari 500 poin semalam menyusul pengumuman blokade AS di Selat Hormuz.

Minyak WTI naik lebih dari 5% ke atas US$101 per barel, sementara Brent sempat melonjak hingga 9% ke sekitar US$102. CENTCOM (Komando Pusat militer AS) menyatakan langkah itu tidak akan menghalangi kapal yang menuju pelabuhan non-Iran, setelah perundingan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan dan mediator dari Pakistan, Mesir, dan Turki merencanakan diskusi lanjutan.

Bank Earnings And Market Reaction

Goldman Sachs turun 2,5% meski EPS (laba per saham) US$17,55 melampaui US$16,49 dan pendapatan US$17,23 miliar di atas US$16,97 miliar. Pendapatan perdagangan saham (equities trading) naik 27% dibanding setahun lalu menjadi US$5,33 miliar, sementara pendapatan FICC (Fixed Income, Currencies, and Commodities: pendapatan dari perdagangan obligasi, valuta asing, dan komoditas) turun 10% menjadi US$4,01 miliar, sekitar US$900 juta di bawah perkiraan StreetAccount (konsensus estimasi analis).

Oracle melonjak 8%, Palantir naik lebih dari 3%, dan ServiceNow serta Workday naik lebih dari 5%. Penjualan rumah eksisting (rumah yang sudah ditempati dan dijual kembali) turun 3,6% menjadi 3,98 juta, terendah sejak Juni 2025, sementara harga median naik 1,4% menjadi sekitar US$409 ribu.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS 10 tahun naik 3 basis poin (1 basis poin = 0,01%) menjadi 4,34% dan tenor 30 tahun naik 2 basis poin menjadi 4,93%. PPI (Producer Price Index/indeks harga produsen, ukur inflasi dari sisi produsen) untuk Maret dijadwalkan Selasa, diperkirakan 4,6% (year on year/tahun ke tahun) dan 1,2% (month on month/bulan ke bulan), dengan core PPI (PPI inti, tanpa komponen volatil seperti energi dan pangan) di 4,2%.

Hedging Ideas For Renewed Volatility

Dengan latar ini, pelaku pasar dapat mempertimbangkan lindung nilai (hedging, strategi untuk mengurangi risiko) terhadap lonjakan harga minyak, misalnya lewat call options (opsi beli, hak membeli pada harga tertentu) pada ETF energi seperti XLE. Pekan lalu, CBOE Volatility Index atau VIX (indeks volatilitas yang sering disebut “indeks ketakutan” karena mengukur ekspektasi gejolak pasar) sudah melompat lebih dari 30% ke hampir 19, menandakan kekhawatiran kembali naik. Membeli call VIX atau put pada S&P 500 (opsi jual, hak menjual pada harga tertentu) bisa menjadi perlindungan langsung bila pasar saham melemah luas.

Kenaikan minyak berisiko memicu kembali kekhawatiran inflasi, dan polanya terlihat lagi hari ini. Laporan CPI (Consumer Price Index/indeks harga konsumen) terbaru menunjukkan inflasi inti masih sulit turun di 3,8%, yang membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve (bank sentral AS). Posisi yang bertaruh imbal hasil obligasi tetap tinggi, seperti melakukan short pada futures Treasury (posisi jual kontrak berjangka obligasi pemerintah AS untuk mengambil untung saat harga obligasi turun dan yield naik), dapat menjadi opsi.

Gejolak tahun lalu memicu rotasi (perpindahan dana) dari saham keuangan ke saham perangkat lunak bisnis, didorong narasi kecerdasan buatan. Pola “flight to quality” (perpindahan ke aset yang dianggap lebih kuat dan aman) di teknologi juga tampak, sehingga strategi pairs trade (strategi dua posisi: beli satu aset dan jual aset lain untuk memanfaatkan perbedaan kinerja) bisa relevan. Contohnya, long (membeli) sekumpulan saham perangkat lunak unggulan sambil short ETF sektor keuangan untuk memanfaatkan pelebaran selisih kinerja.

Suku bunga yang naik juga menekan pasar perumahan. Dengan suku bunga KPR fixed 30 tahun kembali di atas 7% menurut Freddie Mac (lembaga pembiayaan perumahan AS yang memantau rata-rata suku bunga KPR), sektor yang sensitif terhadap suku bunga tetap rentan. Menimbang put options pada ETF perusahaan pembangun rumah (homebuilder) bisa menjadi cara untuk mengantisipasi pelemahan lanjutan.

Di tengah kebuntuan AS–Iran, penguatan dolar dan kekhawatiran inflasi minyak menahan perak di dekat US$74, di bawah tekanan

Perak (XAG/USD) diperdagangkan di dekat $74,10 pada Senin, turun 2,23%, setelah menyentuh titik terendah harian sekitar $72,61. Harga sempat mencoba stabil, tetapi tetap tertekan karena Dolar AS menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik (risiko konflik antarnegara yang memengaruhi pasar).

Sentimen melemah setelah pembicaraan damai AS–Iran gagal pada akhir pekan, sehingga upaya gencatan senjata permanen di Timur Tengah tidak berhasil. AS mengumumkan langkah militer untuk memblokir lalu lintas maritim yang terkait dengan pelabuhan Iran, dengan fokus pada Selat Hormuz, jalur utama pengiriman energi dunia.

Harga Minyak Dan Ekspektasi Inflasi

Kekhawatiran atas pasokan energi mengangkat harga minyak, dengan West Texas Intermediate (WTI, patokan harga minyak AS) diperdagangkan di sekitar $97 per barel. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi di pasar.

Dengan risiko inflasi naik, pasar mengubah perkiraan kebijakan Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) ke arah suku bunga bertahan tinggi lebih lama, atau bahkan bisa naik lagi. Suku bunga yang lebih tinggi menurunkan minat pada aset yang tidak memberi imbal hasil (non-yielding, tidak menghasilkan bunga/kupon) seperti perak, karena biaya menahan aset tersebut menjadi lebih mahal.

Kalender data AS pada awal pekan relatif sepi, dengan perhatian tertuju pada rilis US Producer Price Index (PPI) pada Selasa. PPI (indeks harga produsen, mengukur perubahan harga di tingkat produsen/pabrik) dapat memberi petunjuk tambahan tentang arah inflasi dan kebijakan The Fed.

Kebijakan The Fed Dan Posisi Perak

Lonjakan harga minyak, kini sekitar $97 per barel, mendorong kekhawatiran inflasi dan meningkatkan peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Setelah Consumer Price Index (CPI, indeks harga konsumen yang mengukur inflasi di tingkat rumah tangga) bulan lalu menunjukkan inflasi masih bertahan di 3,5% per tahun, pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga tahun ini lebih sedikit. Kondisi ini meningkatkan biaya peluang (opportunity cost, potensi keuntungan yang hilang karena memilih satu aset dibanding alternatif lain) untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti perak, sehingga daya tariknya berkurang.

Pola serupa terjadi pada 2022–2023 ketika guncangan harga energi mendorong bank sentral menaikkan suku bunga secara agresif. Saat itu, peran perak sebagai safe haven (aset lindung nilai saat pasar bergejolak) tertutup oleh daya tarik imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga kinerja harganya tertinggal. Secara historis, ketika The Fed bersikap hawkish (cenderung mengetatkan kebijakan, misalnya menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi) dan fokus melawan inflasi, faktor ini sering lebih dominan daripada ketidakpastian geopolitik bagi pelaku pasar perak.

Pelaku pasar perlu mencermati laporan PPI pada Selasa. Jika PPI tinggi, itu mengonfirmasi tekanan inflasi masih meningkat, kemungkinan memperkuat dolar dan menambah tekanan turun pada perak. Ini bisa menjadi pemicu untuk membuka atau menambah posisi bearish (strategi yang mendapat untung saat harga turun).

Meski prospek kebijakan moneter menantang, permintaan industri tetap menjadi penopang perak. Dorongan global menuju energi surya, dengan pemasangan panel surya tumbuh lebih dari 30% pada 2025, terus menyerap pasokan logam ini. Permintaan fisik yang kuat dapat membentuk batas bawah harga jika ketegangan diplomatik mereda.

Rasio emas terhadap perak (gold-to-silver ratio, perbandingan harga emas dibagi harga perak) melebar ke atas 90, naik dari rata-rata 84 tahun lalu, menandakan perak berkinerja jauh lebih lemah dibanding emas. Ini menunjukkan emas lebih diuntungkan oleh permintaan safe haven, sementara perak lebih terbebani faktor industri dan moneter. Perbedaan ini bisa dimanfaatkan lewat pairs trading (strategi memperdagangkan dua aset berlawanan arah), misalnya mengambil posisi long pada futures emas (kontrak berjangka, perjanjian membeli/menjual di harga tertentu untuk waktu mendatang) dan posisi short pada futures perak (mendapat untung jika harga turun).

Di tengah ketegangan AS-Iran dan ketidakpastian The Fed, emas pulih dari pelemahan awal namun tetap bergerak dalam kisaran dekat $4.717

Emas (XAU/USD) pulih pada Senin setelah dibuka turun dengan *gap* (celah harga antara penutupan sebelumnya dan pembukaan sesi baru), diperdagangkan dekat $4.717 setelah sempat menyentuh terendah intraday (terendah dalam hari) sekitar $4.632. Kenaikan terbatas karena kondisi *risk-off* (pelaku pasar menghindari aset berisiko) bertahan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Perundingan di Islamabad berakhir tanpa terobosan setelah optimisme terkait gencatan senjata dua pekan memudar. Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade laut di Selat Hormuz, dan CENTCOM (Komando Pusat militer AS) mengatakan akan mengawasi semua kapal yang masuk atau keluar pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman mulai Senin pukul 10:00 ET (14:00 GMT).

Geopolitical Tensions And Energy Shock

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan dapat dibalas. Harga minyak mentah naik, dengan WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) sekitar $96, naik sekitar 6,5% saat laporan ini dibuat.

Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan kekhawatiran inflasi (kenaikan harga umum) dan mendukung perkiraan suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama, sehingga menopang USD dan imbal hasil Treasury (yield, tingkat “bunga” obligasi pemerintah AS). CPI (Consumer Price Index, indeks harga konsumen) utama Maret naik 0,9% *month-on-month* (dibanding bulan sebelumnya) dari 0,3% pada Februari, dan 3,3% *year-on-year* (dibanding tahun sebelumnya) dari 2,4%.

Secara teknikal, emas berada di atas SMA 100 hari (Simple Moving Average, rata-rata bergerak sederhana) di $4.687,17 dan SMA 200 hari dekat $4.185,69, tetapi di bawah SMA 50 hari di $4.899,38. RSI (14) (Relative Strength Index, indikator momentum untuk melihat kuat/lemahnya pergerakan) dekat 47 dan ADX (Average Directional Index, indikator kekuatan tren) sekitar 27; resistance (area hambatan kenaikan) berada di $5.000–$5.200, sedangkan support (area penahan penurunan) di $4.600–$4.500.

Options Positioning And Volatility Focus

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang sulit bagi emas. Walau risiko geopolitik biasanya mendukung emas sebagai *safe haven* (aset lindung nilai saat pasar bergejolak), inflasi yang muncul dapat mendorong yield Treasury AS naik karena pasar menyesuaikan ekspektasi kebijakan The Fed. Yield Treasury 10 tahun baru-baru ini naik lagi ke 4,5%, meningkatkan *opportunity cost* (biaya peluang: potensi hasil yang hilang karena memilih aset tanpa imbal hasil) memegang emas yang tidak memberikan kupon/bunga, sehingga membatasi ruang kenaikan.

Dengan ketidakpastian tinggi, pedagang derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) dapat berfokus pada volatilitas (besarnya naik-turun harga). *Implied volatility* (perkiraan volatilitas yang tersirat dari harga opsi) pada opsi emas berpotensi naik dalam beberapa pekan ke depan, sehingga strategi *long volatility* (mencari untung dari pergerakan besar) seperti *straddle* atau *strangle* menarik. *Straddle* adalah membeli opsi beli dan opsi jual pada strike (harga kesepakatan) yang sama, sedangkan *strangle* membeli opsi beli dan opsi jual pada strike yang berbeda. Strategi ini memungkinkan trader untung dari pergerakan besar ke arah mana pun, tanpa harus menebak apakah ketakutan geopolitik atau realitas suku bunga tinggi yang akan dominan.

Bagi yang lebih memilih arah tertentu, opsi dapat dipakai untuk membatasi risiko. Membeli *call spread* (strategi: beli call dan jual call pada strike lebih tinggi untuk menekan biaya) dengan target area resistance lama $4.800 bisa menjadi cara yang lebih hemat modal untuk bertaruh pada eskalasi. Sementara itu, membeli *put* (opsi jual) dengan strike di bawah level kunci $4.200—yang sejalan dengan rata-rata bergerak 200 hari tahun lalu—dapat menjadi lindung nilai bila terjadi tekanan jual lagi saat ketegangan mereda dan pasar kembali fokus pada suku bunga.

Deutsche Bank menilai pemulihan Jerman melambat akibat energi yang lebih mahal dan ketegangan di Timur Tengah, memangkas proyeksi pertumbuhan 2026

Ekonom Deutsche Bank mengatakan pemulihan ekonomi Jerman tertunda akibat biaya energi yang lebih tinggi dan ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah. Mereka menurunkan proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 1,0% dari 1,5%, sementara proyeksi 2027 tetap 1,5%.

Inflasi diperkirakan rata-rata 2,7% tahun ini, dengan angka inflasi tahunan gabungan naik ke 2,7% akibat guncangan harga energi (kenaikan mendadak harga energi yang mendorong biaya perusahaan dan harga barang). Data terbaru menunjukkan produksi industri lemah, sementara ekspor lebih kuat dan inflasi inti (inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti energi dan pangan; menggambarkan tren harga yang lebih stabil) tetap stabil.

Pesanan Manufaktur dan Prospek Pertumbuhan

Di sektor manufaktur, pesanan baru stabil pada Februari, naik 0,9% dibanding bulan sebelumnya, di bawah perkiraan. Ini menyusul penurunan pada Januari terkait berkurangnya pesanan besar.

Kesepakatan awal atas paket reformasi pajak penghasilan (perubahan aturan dan tarif pajak penghasilan) berpotensi tercapai sebelum angka utama anggaran 2027 dipresentasikan pada 29 April. Artikel ini dibuat menggunakan alat AI dan ditinjau editor.

Pemulihan ekonomi Jerman semakin mundur karena biaya energi yang lebih tinggi dan ketidakpastian terkait Timur Tengah. Proyeksi pertumbuhan 2026 dipangkas menjadi 1,0%, menandakan ekonomi akan melambat. Prospek ini menunjukkan sikap hati-hati terhadap indeks DAX Jerman (indeks saham acuan berisi perusahaan besar Jerman), yang sulit bergerak jelas di sekitar level 17.800.

Guncangan energi saat ini terlihat dari harga minyak Brent (patokan harga minyak dunia) yang bertahan di atas US$95 per barel, jauh di atas rata-rata sekitar US$82 pada 2025. Ini menekan produsen Jerman dan meningkatkan volatilitas pasar (naik-turunnya harga yang cepat dan besar). Pelaku pasar dapat mempertimbangkan strategi yang memanfaatkan ketidakpastian, seperti membeli put (kontrak opsi yang memberi hak menjual aset pada harga tertentu; biasanya dipakai untuk lindung nilai saat harga berpotensi turun) pada saham industri yang sensitif terhadap energi, atau menggunakan opsi (kontrak derivatif yang memberi hak membeli/menjual) untuk memperdagangkan volatilitas itu sendiri.

Katalis Utama dan Implikasi Perdagangan

Pada saat yang sama, inflasi diproyeksikan rata-rata 2,7% tahun ini, di atas target Bank Sentral Eropa/ECB (otoritas moneter zona euro yang mengatur suku bunga dan kebijakan uang). Data Eurostat terbaru menunjukkan inflasi zona euro 2,6% pada Maret, menegaskan tekanan harga belum cepat mereda. Kombinasi pertumbuhan lemah dan inflasi yang bertahan membatasi ruang ECB untuk mendukung ekonomi, sehingga menjadi hambatan bagi saham dan obligasi (surat utang).

Data terbaru mengonfirmasi pelemahan ini, dengan angka produksi industri dari Destatis (badan statistik Jerman) menunjukkan penurunan 0,5% pada Februari. Ekspor yang lebih kuat memberi sedikit dukungan, namun kenaikan pesanan manufaktur baru yang hanya 0,9% dinilai mengecewakan. Ini mengarah pada peluang short (strategi menjual terlebih dahulu dengan harapan harga turun) pada perusahaan yang sangat bergantung pada ekonomi domestik Jerman.

Ke depan, pasar memantau kabar paket reformasi pajak penghasilan sebelum angka anggaran 2027 dipublikasikan pada 29 April. Perkembangan apa pun dapat memicu pergerakan jangka pendek. Pelaku pasar perlu bersiap pada volatilitas yang lebih tinggi di sekitar tanggal itu, yang bisa membuka peluang pada derivatif mata uang (instrumen turunan berbasis nilai tukar) yang melibatkan euro.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

Kekhawatiran investor atas mandeknya perundingan AS-Iran menahan penguatan Pound Sterling di kisaran 1,3460, di tengah spekulasi konsesi pengayaan uranium

Pound Sterling bertahan kuat pada Senin. GBP/USD diperdagangkan di dekat 1,3460.

Pembicaraan antara Iran dan AS dilaporkan mengecewakan pelaku pasar. Hal ini memicu respons dari Gedung Putih.

Pembicaraan Geopolitik dan Reaksi Pasar

Laporan terpisah menyebut Teheran mungkin mempertimbangkan menghentikan pengayaan uranium (proses menaikkan kadar uranium untuk bahan bakar nuklir, dan bisa disalahgunakan untuk tujuan senjata). Ini adalah syarat yang diajukan AS untuk mengakhiri perang.

Pada saat penulisan, GBP/USD diperdagangkan di 1,3457.

Momentum Melemah dan USD/CHF Bergerak Turun di Bawah 0,8000, sementara Ekspektasi The Fed Berbasis Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Iran Menopang Batas Pelemahan Dolar

USD/CHF melemah pada Senin, tetapi tekanan jual terbatas karena meningkatnya ketegangan AS-Iran dan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, seiring harga minyak yang lebih tinggi. Franc Swiss juga tetap tertahan karena sikap Swiss National Bank yang menolak penguatan mata uang yang berlebihan.

Saat penulisan, USD/CHF diperdagangkan di sekitar 0,7876, turun 0,13% pada hari ini. Indeks Dolar AS berada di sekitar 98,78 setelah dibuka dengan gap naik menuju 99,00 (gap adalah selisih harga saat pembukaan yang langsung loncat dari penutupan sebelumnya karena perubahan sentimen saat pasar tutup).

Ketegangan Geopolitik dan Dukungan Dolar

Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran setelah pembicaraan akhir pekan berakhir tanpa kesepakatan. IRGC Iran (Korps Garda Revolusi Islam) mengatakan kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan bisa menghadapi respons keras.

Pada grafik harian, USD/CHF masih berada dalam channel (saluran) yang menanjak dan kini dekat batas bawah, dekat SMA 100 hari di 0,7883. SMA (Simple Moving Average) adalah rata-rata harga dalam periode tertentu untuk melihat arah tren. Gagal bertahan di atas 0,8000 meningkatkan peluang penurunan lebih lanjut.

Penembusan di bawah dukungan channel atau 0,7883 dapat membuka jalan menuju SMA 50 hari di 0,7827, lalu level terendah 10 Maret di sekitar 0,7748. Resistance (area hambatan kenaikan) berada di SMA 200 hari pada 0,7944, dengan puncak channel di sekitar 0,8000.

RSI berada di bawah 50 dan MACD berbalik turun, dengan histogram di wilayah negatif. RSI (Relative Strength Index) mengukur kekuatan dorongan beli/jual, sedangkan MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator tren dan momentum; kondisi ini mengarah pada momentum bearish (tekanan turun) yang meningkat.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code