Dividend Adjustment Notice – Apr 22 ,2026

Dear Client,

Please note that the dividends of the following products will be adjusted accordingly. Index dividends will be executed separately through a balance statement directly to your trading account, and the comment will be in the following format “Div & Product Name & Net Volume”.

Please refer to the table below for more details:

Dividend Adjustment Notice

The above data is for reference only, please refer to the MT4/MT5 software for specific data.

If you’d like more information, please don’t hesitate to contact [email protected].

Indeks Harga Produsen (PPI) Input bulanan Inggris (tidak disesuaikan secara musiman) naik 4,4%, melampaui perkiraan 2,8%

Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) Inggris untuk input (perubahan bulanan/month-on-month, tanpa penyesuaian musiman) naik 4,4% pada Maret. Perkiraan pasar 2,8%.

Angka Maret lebih tinggi 1,6 poin persentase dari perkiraan. Ini menunjukkan kenaikan harga bahan baku dan biaya masuk pabrik lebih cepat dari yang diproyeksikan.

Rincian PPI Input Inggris

Rilis ini mengacu pada biaya input yang dihadapi produsen di Inggris, seperti bahan baku, energi, dan komponen. Data ini melaporkan perubahan dibanding bulan sebelumnya, tanpa penyesuaian musiman (artinya angka belum “dirapikan” untuk pola musiman seperti libur atau siklus tahunan).

PPI input Maret sebesar 4,4% menjadi kejutan besar dan mengindikasikan tekanan inflasi masih bertahan di tingkat pabrik (kenaikan biaya produksi sebelum barang dijual ke konsumen). Data ini menantang pandangan bahwa biaya mulai mereda setelah gejolak sepanjang 2025. Ini meningkatkan peluang Bank of England (bank sentral Inggris) menunda rencana pemangkasan suku bunga dan bersikap lebih ketat (hawkish: cenderung mempertahankan/menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi).

Karena itu, ada peluang dari strategi menjual kontrak berjangka (futures: perjanjian jual-beli aset di harga tertentu untuk tanggal mendatang) Sterling Overnight Index Average (SONIA). SONIA adalah suku bunga acuan pasar uang semalam dalam pound, dan SONIA futures sering dipakai untuk bertaruh atau melindungi risiko terhadap arah suku bunga Bank of England. Posisi jual ini bertaruh suku bunga akan lebih tinggi, sehingga harapan pemangkasan suku bunga harus dikurangi. Pasar swap (pasar derivatif untuk menukar arus bunga tetap vs mengambang, sering dipakai untuk membaca ekspektasi suku bunga) sudah bereaksi: kini peluang pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun dinilai kurang dari 50%, turun tajam dari 80% yang tercermin pekan lalu.

Prospek suku bunga Inggris yang lebih tinggi lebih lama biasanya mendukung penguatan pound. Strategi yang dipertimbangkan adalah membeli opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu; digunakan untuk bertaruh harga naik dengan risiko terbatas) pada GBP/USD, menargetkan pergerakan di atas 1,2900. Ini turut didukung data terbaru dari U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC, regulator yang juga merilis posisi spekulatif di pasar berjangka), yang menunjukkan posisi bersih beli (net-long: jumlah posisi beli dikurangi posisi jual) terhadap sterling naik selama tiga pekan beruntun.

Implikasi Pasar Dan Penempatan Posisi

Untuk saham Inggris, perkembangan ini menjadi tekanan karena biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat menekan margin laba perusahaan dan mengurangi belanja konsumen. Alternatif lindung nilai adalah membeli opsi put (hak untuk menjual pada harga tertentu; digunakan untuk melindungi portofolio saat harga turun) pada indeks FTSE 100 untuk mengantisipasi koreksi pasar. Pada 2025, sektor yang sensitif terhadap suku bunga sempat merespons negatif kejutan inflasi serupa, dengan FTSE 250 turun lebih dari 3% dalam satu pekan pada satu kejadian.

Di pasar pendapatan tetap, imbal hasil (yield: tingkat pengembalian obligasi; biasanya bergerak berlawanan arah dengan harga obligasi) obligasi pemerintah Inggris (gilt) diperkirakan melanjutkan tren naik. Cara paling langsung mengekspresikan pandangan ini adalah menjual futures gilt tenor panjang. Imbal hasil gilt 10 tahun sudah naik 12 basis poin (bps; 1 bps = 0,01 poin persentase) ke 4,38% בעקבות berita ini, dan berpeluang menguji kembali level tertinggi kuartal lalu.

Pada Maret, Indeks Harga Ritel (RPI) tahunan Inggris naik menjadi 4,1%, melampaui perkiraan 3,9%

Indeks Harga Ritel Inggris (Retail Price Index/RPI, ukuran inflasi berbasis keranjang belanja rumah tangga) naik 4,1% secara tahunan pada Maret. Angka ini di atas perkiraan 3,9%.

Data Maret 0,2 poin persentase lebih tinggi dari proyeksi. Ini menunjukkan inflasi RPI tahunan tetap berada di atas laju yang diperkirakan.

Implikasi Bagi Kebijakan Bank of England

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan ini mengindikasikan tekanan harga di ekonomi Inggris lebih sulit turun dari perkiraan. Bank of England (BoE/bank sentral Inggris) kemungkinan menjadikannya alasan untuk menunda rencana penurunan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan pasar pada musim panas. Karena itu, proyeksi suku bunga perlu disesuaikan menjadi lebih ketat (hawkish, yaitu cenderung menahan atau menaikkan suku bunga demi menekan inflasi) untuk sisa 2026.

Data ini makin penting karena didukung indikator lain. Statistik terbaru menunjukkan pertumbuhan upah Inggris tetap tinggi di 5,6% dalam tiga bulan hingga Februari 2026, yang mendorong inflasi jasa (kenaikan harga layanan seperti transportasi, perhotelan, kesehatan) yang paling diawasi BoE. Ini menegaskan tekanan inflasi inti belum mereda secepat yang diharapkan.

Bagi pelaku pasar suku bunga, kondisi ini berpotensi memicu aksi jual obligasi pemerintah Inggris (gilts), sehingga imbal hasil (yield, tingkat keuntungan obligasi) naik. Kurva forward kontrak berjangka SONIA (SONIA futures, kontrak yang mencerminkan ekspektasi suku bunga pasar uang Inggris berbasis Sterling Overnight Index Average) mulai menyesuaikan, dengan pasar kini mengindikasikan peluang pemangkasan suku bunga pada September kurang dari 50%, turun dari di atas 80% bulan lalu. Posisi yang diuntungkan oleh kenaikan suku bunga jangka pendek, atau strategi membayar bunga tetap pada swap suku bunga (interest rate swap, kontrak tukar arus bunga; “pay fixed” berarti membayar bunga tetap dan menerima bunga mengambang), terlihat lebih menarik.

Pola ini mirip dengan 2024, saat inflasi yang sulit turun berulang kali memaksa pasar menggeser mundur perkiraan waktu pemangkasan suku bunga BoE. Pada periode itu, pound sterling menguat terhadap mata uang dengan bank sentral yang lebih longgar (dovish, yaitu cenderung menurunkan suku bunga). Sejarah mengisyaratkan skenario serupa bisa terjadi lagi, ketika terlalu cepat berharap pelonggaran kebijakan berubah menjadi kesalahan yang mahal.

Pertimbangan Penempatan Portofolio

Di pasar valuta asing, kondisi ini mendukung penguatan pound sterling. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat sterling lebih menarik bagi investor global, dan sudah mendorong GBP/USD naik 0,5% ke 1,2850 pada perdagangan semalam. Opsi beli (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) pada sterling bisa dipertimbangkan untuk memanfaatkan potensi kenaikan lanjutan terhadap dolar AS dan euro.

Untuk saham, prospek ini menjadi hambatan karena biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat menekan laba perusahaan dan melemahkan aktivitas ekonomi. Lindung nilai (hedging, strategi mengurangi risiko) atas eksposur saham Inggris bisa dipertimbangkan, karena FTSE 100 secara historis berkinerja lebih lemah saat ekspektasi suku bunga naik. Opsi jual (put option, hak untuk menjual pada harga tertentu) pada indeks FTSE 100 dapat menjadi strategi perlindungan portofolio dalam beberapa pekan ke depan.

AUD/JPY diperdagangkan di dekat 114,05, terdorong sikap hawkish RBA, tetap bullish di atas EMA 100-hari

AUD/JPY naik ke sekitar 114,05 pada awal perdagangan Eropa, Rabu, dengan Dolar Australia menguat setelah bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), memberi sinyal cenderung mengetatkan kebijakan (hawkish: mengarah ke kenaikan suku bunga atau mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama). Yen Jepang bisa menguat bila sentimen risiko memburuk, sehingga menekan pasangan ini.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa ia memperpanjang gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan sambil menunggu “usulan terpadu” dari Teheran, ketika militer AS tetap memberlakukan blokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Pasar memantau pembicaraan damai AS-Iran; konflik berkepanjangan dapat mendorong penguatan yen sebagai aset aman (safe haven: mata uang yang biasanya diburu saat pasar panik).

Gambaran Teknikal Pada Grafik Harian

Pada grafik harian, pasangan ini masih berada di atas simple moving average (SMA) 20 hari (rata-rata pergerakan sederhana: rata-rata harga penutupan beberapa hari terakhir) dan exponential moving average (EMA) 100 hari (rata-rata pergerakan eksponensial: memberi bobot lebih besar pada harga terbaru). Harga berada dekat Bollinger Band atas (indikator volatilitas: pita atas-bawah dari rata-rata harga), dan Relative Strength Index (RSI) 68,62 (indikator momentum: mengukur kuat-lemahnya kenaikan; mendekati 70 berarti hampir jenuh beli/overbought).

Resistance (area tahanan: level yang sering menahan kenaikan) berada dekat Bollinger Band atas di 115,35. Support (area penopang: level yang sering menahan penurunan) berada di sekitar garis tengah Bollinger Band di 111,90, lalu dekat EMA 100 hari di 108,55 dan Bollinger Band bawah di 108,45.

Yen dipengaruhi oleh kinerja ekonomi Jepang, kebijakan Bank of Japan (BoJ), selisih imbal hasil (yield gap: perbedaan tingkat imbal hasil obligasi) dengan obligasi AS, serta selera risiko pasar. BoJ menerapkan kebijakan moneter sangat longgar pada 2013–2024, lalu mulai menormalkan kebijakan secara bertahap pada 2024 (normalisasi: mengurangi stimulus), yang membantu memperkecil selisih imbal hasil obligasi.

Strategi Opsi Dan Manajemen Risiko

Untuk beberapa pekan ke depan, menggunakan opsi call (kontrak opsi untuk membeli pada harga tertentu) dinilai masuk akal untuk mendapatkan potensi kenaikan, terutama karena momentum bullish (tren naik) pada grafik harian masih jelas. Namun, karena RSI mendekati jenuh beli di 68,62, lebih aman memasang target ambil untung (take-profit) di sekitar resistance 115,35. Trader juga bisa menjual opsi call pada strike yang lebih tinggi (strike: harga kesepakatan) untuk membentuk spread (strategi gabungan beli-jual opsi) guna menekan biaya posisi awal.

Normalisasi kebijakan BoJ yang bertahap sejak 2024 tetap menjadi risiko utama yang bisa menguatkan yen secara tiba-tiba. Karena itu, digunakan opsi put pelindung (put: kontrak opsi untuk menjual pada harga tertentu) dengan strike di bawah support awal 111,90. Ini menjadi perlindungan bila terjadi perubahan sentimen mendadak atau pernyataan BoJ yang lebih ketat dari perkiraan.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Berdasarkan data yang dihimpun, harga emas di Arab Saudi naik, mencerminkan penguatan harga bullion

Harga emas di Arab Saudi naik pada Rabu, berdasarkan data FXStreet. Emas dihargai SAR 573,16 per gram, naik dari SAR 569,16 pada Selasa.

Harga per tola naik menjadi SAR 6.685,21 dari SAR 6.638,56 sehari sebelumnya. Harga lain yang tercantum adalah SAR 5.731,56 untuk 10 gram dan SAR 17.827,23 per troy ounce (ons troy, satuan berat khusus untuk logam mulia sekitar 31,103 gram).

Bagaimana FXStreet Menghitung Harga Emas Saudi

FXStreet menghitung harga emas di Arab Saudi dengan mengonversi harga emas global memakai kurs USD/SAR (nilai tukar Dolar AS terhadap Riyal Saudi) dan satuan lokal. Angka diperbarui setiap hari saat publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga di pasar setempat bisa berbeda.

Bank sentral memegang cadangan emas terbesar dan menambah 1.136 ton (1 ton = 1.000 kg) senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, menurut World Gold Council. Ini pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai, dengan China, India, dan Turki meningkatkan cadangan.

Harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS, surat utang yang dianggap relatif aman). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko (misalnya saham). Harga emas dapat bereaksi terhadap peristiwa geopolitik, kekhawatiran resesi (perlambatan ekonomi), dan perubahan suku bunga (biaya pinjaman acuan).

Suku Bunga dan Permintaan Emas

Federal Reserve AS (bank sentral AS) menjadi faktor kunci, setelah menahan suku bunga acuannya (benchmark rate, suku bunga rujukan) di 6,0% sejak Desember 2025. Pasar derivatif (instrumen turunan seperti kontrak futures dan opsi) kini menunjukkan peluang 70% untuk pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun ini, sementara inflasi Maret tetap tinggi di 4,2%. Saat ekspektasi suku bunga turun meningkat, emas yang tidak memberi imbal hasil (non-yielding, tidak ada bunga/kupon seperti obligasi) menjadi lebih menarik untuk disimpan.

Aktivitas bank sentral terus menjadi penopang kuat harga emas. Mereka menambah lebih dari 950 ton ke cadangan pada 2025, tahun ketiga berturut-turut dengan pembelian besar, seiring diversifikasi dari Dolar AS. Permintaan berkelanjutan dari lembaga resmi ini membantu menyerap penurunan harga sementara di pasar.

Bagi trader derivatif, ini mengarah pada prospek bullish (perkiraan harga cenderung naik) dalam beberapa pekan ke depan. Implied volatility pada opsi emas (perkiraan volatilitas yang tersirat dari harga opsi, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap besarnya pergerakan harga) naik ke level tertinggi tahun ini, menunjukkan pasar mengantisipasi pergerakan harga yang lebih besar. Karena itu, strategi seperti membeli call option (opsi beli, memberi hak untuk membeli di harga tertentu) atau membuat bull call spread (strategi gabungan membeli call dan menjual call lain untuk menekan biaya) dapat menjadi cara untuk memanfaatkan perkiraan tren naik.

Mengapa S&P 500 dan Nasdaq Mencecah Paras Tertinggi Sepanjang Masa Walaupun Ketidaktentuan Ekonomi

Analyst Ross

Poin Utama

  • Pasaran melihat ke hadapan 6 hingga 18 bulan, dengan harga mencerminkan penghujung kitaran kenaikan kadar faedah serta potensi pemotongan pada masa depan.
  • Syarikat teknologi bermodal besar memacu kenaikan melalui margin keuntungan yang berdaya tahan, disiplin kos, dan kuasa penetapan harga yang kukuh.
  • Pelabur mengutamakan trend jangka panjang AI dan transformasi digital berbanding risiko makroekonomi jangka pendek.
  • Tahap tunai yang tinggi di luar pasaran serta ketakutan ketinggalan (FOMO) membantu mengekalkan momentum pasaran walaupun berdepan tajuk berita negatif
  • Ketegangan geopolitik dan inflasi semakin dianggap sebagai “bunyi latar” selagi ia tidak memberi kesan langsung kepada pendapatan korporat.

Pasaran Berpandangan Ke Hadapan: 7 Faktor Yang Mendorong S&P 500 Ke Paras Rekod Tertinggi

Apabila anda melihat pasaran AS mencatat paras rekod baharu dalam persekitaran semasa, ia sebenarnya tampak tidak masuk akal. Ketegangan geopolitik masih wujud, kebimbangan terhadap pertumbuhan global dan inflasi masih berterusan, dan dasar bank pusat, termasuk daripada Rizab Persekutuan (Fed), terus mewujudkan ketidaktentuan dalam pasaran kewangan. Namun, di sebalik semua itu, S&P 500 dan Nasdaq kebelakangan ini melonjak ke paras rekod tertinggi baharu.

Jurang antara isu makroekonomi dan kekuatan pasaran ekuiti ini tidaklah setidak rasional seperti yang disangka. Pasaran berpandangan ke hadapan, memilih apa yang dinilai dalam harga, dan sering digerakkan oleh kuasa yang jauh lebih kompleks daripada sekadar risiko tajuk berita. Beberapa faktor utama membantu menjelaskan mengapa ekuiti terus meningkat walaupun ketidaktentuan semasa.

1. Bagaimana Pasaran Berpandangan Ke Hadapan Menilai Harga Untuk 18 Bulan Akan Datang

Salah satu prinsip paling asas dalam pasaran kewangan ialah pasaran menilai harga untuk masa depan, bukan masa kini. Walaupun keadaan semasa kelihatan rapuh, pelabur sentiasa cuba menjangka bagaimana keadaan dunia dalam tempoh 6 hingga 18 bulan akan datang.

Walaupun terdapat kebimbangan terhadap inflasi dan dasar monetari yang ketat, jangkaan semakin meningkat bahawa kemuncak pengetatan dasar sudah dicapai atau sekurang-kurangnya menghampiri penghujung kitaran. Pasaran semakin mengambil kira pemotongan kadar atau, sekurang-kurangnya penstabilan kadar faedah. Jangkaan ini, apabila diaplikasikan kepada pendapatan masa depan, menyokong penilaian ekuiti yang lebih tinggi.

Jadi, pasaran bukan mengabaikan risiko yang jelas, sebaliknya menilai harga dengan andaian senario paling buruk dapat dielakkan.

2. Daya Tahan Pendapatan, Terutamanya Dalam Teknologi Bermodal Besar

Pemacu utama rali ini ialah kekuatan berterusan pendapatan korporat, khususnya dalam kalangan syarikat teknologi bermodal besar. Nasdaq mempunyai pemberat besar kepada sektor teknologi dan mendapat manfaat besar daripada trend ini.

Walaupun kos pinjaman lebih tinggi dan ketidaktentuan makro, banyak syarikat peneraju menunjukkan kuasa penetapan harga, disiplin kos, dan pertumbuhan hasil yang luar biasa. Margin bertahan lebih baik daripada jangkaan, dan dalam sesetengah kes bertambah baik hasil peningkatan kecekapan serta usaha penstrukturan semula.

Daya tahan ini penting. Pasaran ekuiti boleh menampung ketidaktentuan makro selagi pendapatan kekal kukuh. Bagi kebanyakan pelabur, persoalan utama ialah sama ada syarikat mampu terus menjana keuntungan, dan setakat ini bukti daripada syarikat teknologi besar umumnya menunjukkan mereka mampu.

3. Pertumbuhan Struktur: Mengapa AI Mendorong Prestasi S&P 500

Satu lagi faktor kritikal ialah tumpuan pasaran terhadap trend struktur jangka panjang berbanding kebimbangan jangka pendek. Fokus pasaran ialah kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital.

Syarikat yang berada pada kedudukan baik untuk memanfaatkan trend ini dilihat sebagai penerima manfaat daripada peluang pertumbuhan berbilang tahun dan berpotensi berdekad-dekad. Pelabur sanggup membayar premium untuk syarikat yang dianggap berdaya tahan pada masa depan, walaupun prospek ekonomi yang lebih luas masih tidak menentu dalam jangka terdekat.

Ini mendorong aliran modal ke dalam kumpulan kecil nama berpertumbuhan tinggi dan memberi kesan tidak seimbang kepada prestasi Nasdaq dan, semakin ketara, S&P 500.

4. Kecairan Masih Lebih Penting Daripada Tajuk Berita

Walaupun bank pusat telah mengetatkan dasar, kecairan global tidak lenyap. Keadaan kewangan, walaupun lebih ketat berbanding tempoh ultra-longgar selepas pandemik, masih menyokong.

Selain itu, pelabur institusi besar terus memperuntukkan modal kepada ekuiti sebagai sebahagian daripada strategi jangka panjang. Permintaan yang stabil ini menyediakan asas permintaan yang bersifat struktur dalam pasaran, walaupun ketika tempoh turun naik.

5. Kesan “Wall of Worry”

Pasaran mempunyai sejarah meningkat walaupun berdepan kebimbangan ekonomi yang ketara, berita negatif, atau ketegangan geopolitik—fenomena yang sering digambarkan sebagai “wall of worry effect.”

Apabila sentimen pelabur beralih kepada risk-off, lazimnya terdapat tunai yang besar berada di luar pasaran, yang bermakna sentimen negatif sebenarnya boleh menyokong pasaran.

Apabila harga mula meningkat, mereka yang kurang melabur berasa tertekan untuk menambah pendedahan, lalu mencetuskan pembelian tambahan. Ini boleh membantu memanjangkan rali melebihi apa yang mungkin disokong oleh asas fundamental semata-mata.

Sebaliknya, pasaran sering paling terdedah apabila ia dipenuhi optimisme dan kedudukan pelaburan sudah sepenuhnya tegang (fully stretched).

6. Inflasi Sedang Reda—Walaupun Belum Sepenuhnya Terkawal

Walaupun inflasi masih menjadi kebimbangan, ia berada pada trajektori menurun daripada paras puncak. Pasaran sensitif terhadap arah dan momentum, dan persepsi bahawa inflasi semakin beransur terkawal telah mengurangkan sebahagian tekanan terhadap penilaian.

Jangkaan inflasi yang lebih rendah juga mengurangkan kebarangkalian pengetatan lanjut secara agresif oleh bank pusat. Walaupun dasar kekal ketat, ketiadaan kejutan tambahan boleh memadai untuk mengekalkan keyakinan pasaran.

7. Risiko Geopolitik Sedang Didiskaunkan

Ketegangan geopolitik sememangnya signifikan, namun pasaran cenderung bertindak balas dengan cara tertentu. Melainkan risiko tersebut diterjemahkan kepada gangguan ekonomi yang segera dan boleh diukur, ia sering dianggap sebagai bunyi latar.

Pelabur menjadi kurang sensitif terhadap tajuk geopolitik, terutamanya apabila peristiwa lalu tidak membawa kepada kejatuhan pasaran yang berpanjangan. Ini mewujudkan persekitaran di mana pelabur cenderung memandang melangkaui ketidaktentuan geopolitik melainkan ia memberi kesan langsung kepada pendapatan atau keadaan kewangan.

Kesimpulan: Optimisme Rasional atau Keyakinan Rapuh?

Rali dalam S&P 500 dan Nasdaq bukan bermaksud pasaran mengabaikan semua risiko yang jelas. Ia mencerminkan pandangan yang lebih rumit tentang jangkaan berpandangan ke hadapan, kekuatan pendapatan, tema pertumbuhan struktur, dan dinamik kecairan.

Namun begitu, persekitaran semasa tidak terlepas daripada risiko. Penilaian dalam segmen tertentu kelihatan tegang, manakala penumpuan pasaran boleh mewujudkan kerentanan jika pendapatan syarikat mega cap mula tertekan. Perubahan dalam inflasi atau jangkaan dasar juga boleh mengubah sentimen dengan cepat.

Buat masa ini, pasaran memilih untuk menumpukan kepada daya tahan berbanding risiko, kepada potensi masa depan berbanding ketidaktentuan semasa. Sama ada optimisme ini terbukti wajar bergantung kepada bagaimana landskap ekonomi dan geopolitik berkembang.

Soalan-Soalan Besar

1) Mengapa pasaran saham mencatat paras rekod tertinggi walaupun inflasi tinggi dan ketegangan geopolitik?

Pasaran saham ialah mekanisme berpandangan ke hadapan yang menilai harga berdasarkan jangkaan untuk 6 hingga 18 bulan akan datang, bukannya tajuk berita semasa. Pada 2026, S&P 500 dan Nasdaq meningkat kerana pelabur menjangkakan penstabilan kadar faedah dan melihat pendapatan korporat yang berdaya tahan yang mampu mengatasi tekanan inflasi.

2) Adakah rali Nasdaq 2026 didorong oleh gelembung AI?

Walaupun penilaian tinggi, rali semasa semakin disokong oleh pengewangan dan keuntungan, bukannya spekulasi semata-mata. Berbeza dengan gelembung dot-com, peneraju teknologi hari ini menunjukkan aliran tunai yang kukuh dan peningkatan kecekapan hasil integrasi AI, menyebabkan ramai penganalisis melihatnya sebagai anjakan struktur dan bukannya gelembung sementara.

3) Bagaimana risiko geopolitik seperti konflik Iran mempengaruhi S&P 500?

Ketegangan geopolitik sering mewujudkan “Wall of Worry.” Secara sejarah, melainkan konflik menyebabkan gangguan langsung dan berpanjangan terhadap bekalan tenaga global atau pendapatan korporat, pasaran cenderung mendiskaunkan peristiwa ini sebagai bunyi latar. Ini mewujudkan persekitaran “risk-off” di mana tunai yang berada di luar pasaran akhirnya mengalir semula ke ekuiti, menyokong paras rekod tertinggi.

4) Apakah itu penetapan harga berpandangan ke hadapan (Forward-Looking Pricing) dalam pasaran saham?

Penetapan harga berpandangan ke hadapan ialah kecenderungan pasaran untuk menilai saham berdasarkan potensi pendapatan masa depan, bukannya prestasi lalu. Walaupun Rizab Persekutuan mengekalkan dasar ketat, jika pelabur percaya pemotongan kadar atau penstabilan ekonomi akan berlaku, mereka akan membeli ekuiti sekarang untuk merebut nilai masa depan tersebut.

5) Adakah saham teknologi bermodal besar masih dianggap ‘safe haven’ pada 2026?

Syarikat teknologi bermodal besar kini dilihat sebagai pertaruhan pertumbuhan berkualiti. Disebabkan rizab tunai yang besar, kuasa penetapan harga, dan nisbah hutang kepada ekuiti yang rendah, mereka lebih berupaya mengharungi kadar faedah tinggi dan ketidaktentuan ekonomi berbanding syarikat lebih kecil yang lebih berhutang.

Mula berdagang sekarang – Klik di sini untuk membuat akaun sebenar VT Markets

VT Markets Brings Together Top Southeast Asia Partners to Create Impact Beyond Charts at Bangkok’s Baan Nokkamin Foundation

22 April, Bangkok, Thailand – Ahead of the VT Markets APAC Gala 2026: Future in Motion, the VT Markets team, along with regional partners and clients across Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Myanmar, and Philippines dedicated their morning to the Baan Nokkamin Foundation to deliver essential supplies and community support.

Established in 1989 and officially registered and authorised by Thailand’s Ministry of Interior, the Baan Nokkamin Foundation is a dedicated organisation providing a safe haven for orphans, underprivileged children, the elderly, and those recovering from addiction. The organisation is dedicated to fostering self-reliance and emotional strength, providing the resources necessary for residents to transition into independent, successful lives.

During the visit, the VT Markets team and their regional partners spent time to organise and distribute comprehensive care packages tailored to the foundation’s immediate needs. This initiative allowed VT Markets’ key stakeholders to join the brand in a direct, hands-on contribution to the local community. The donations included:

  • Pantry Staples: Large quantities of rice, instant noodles, canned sardines, soy sauce, fish sauce, cooking oil, and sugar.
  • Daily Nutrition: Milk cartons and assorted snack packs.
  • School Supplies: A variety of stationery and tools to support their educational needs.

“True leadership is measured by the lives we touch,” said Dandelyn Koh, Head of Global Marketing at VT Markets. “Our visit to Baan Nokkamin, joined by our most valued IB partners and VIP clients, reminded us that while our business footprint is global, our deepest responsibility is to the local communities where we operate. Providing these essentials is a small gesture of our long-term commitment to Thailand.”

This initiative marks a significant chapter in VT Markets’ ongoing and growing Corporate Social Responsibility (CSR) efforts. As the firm continues to expand its presence across the Asia-Pacific region, it remains dedicated to scaling its social impact, ensuring that its global growth consistently translates into meaningful support for the communities it serves.

Data yang dikompilasi FXStreet menunjukkan harga emas di Filipina naik, dengan angka hari ini mengonfirmasi pergerakan menguat.

Harga emas di Filipina naik pada Rabu, berdasarkan data FXStreet. Emas dibanderol PHP 9.193,66 per gram, naik dari PHP 9.127,89 pada Selasa.

Emas naik ke PHP 107.232,70 per tola dari PHP 106.465,90 sehari sebelumnya. (Tola adalah satuan berat yang umum dipakai di Asia Selatan; 1 tola sekitar 11,66 gram.)

Snapshot Harga Emas Filipina

Kurs yang tercantum adalah PHP 91.936,62 untuk 10 gram dan PHP 285.956,00 per troy ounce (ons troy, satuan berat internasional untuk logam mulia; 1 ons troy sekitar 31,1035 gram).

FXStreet mengonversi harga emas internasional ke peso Filipina menggunakan kurs USD/PHP (nilai tukar dolar AS terhadap peso) dan satuan lokal. Harga diperbarui setiap hari saat publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga pasar lokal bisa sedikit berbeda.

Bank sentral adalah pemegang emas terbesar. Mereka menambah 1.136 ton (1 ton = 1.000 kilogram) atau sekitar US$70 miliar ke cadangan pada 2022, menurut World Gold Council, jumlah tahunan tertinggi yang pernah tercatat.

Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Harganya dapat bereaksi terhadap peristiwa geopolitik, kekhawatiran resesi, suku bunga, dan perubahan Dolar AS karena emas dihargai dalam dolar (XAU/USD, yaitu harga emas terhadap dolar AS).

Implikasi Pasar Bagi Trader

Kenaikan harga emas terbaru, kini di atas PHP 285.000 per troy ounce, menunjukkan momentum kuat. Ini bukan hanya tren lokal; ini mencerminkan kondisi global saat logam mulia diperdagangkan di level tinggi secara historis. Bagi trader, ini berarti pasar aktif, tetapi berisiko berbalik tajam.

Perhatikan permintaan stabil dari bank sentral, yang menjadi pendorong utama reli (kenaikan harga beruntun). Setelah penambahan lebih dari 1.037 ton pada 2023 dan 1.000+ ton sepanjang 2025, aktivitas mereka terus menjadi penopang harga. Pembelian berkelanjutan ini membuat penurunan besar dalam beberapa pekan ke depan berpotensi dimanfaatkan institusi besar untuk membeli.

Prospek suku bunga tetap menjadi sumber volatilitas (tingkat naik-turun harga), penting untuk penetapan harga opsi (kontrak derivatif yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu). Setelah pemangkasan suku bunga tahun lalu, laporan inflasi AS Maret 2026 lebih tinggi dari perkiraan, memicu ketidakpastian soal langkah Federal Reserve (bank sentral AS). Ketidakjelasan ini meningkatkan daya tarik emas sebagai penyimpan nilai saat arah kebijakan moneter belum pasti.

Hubungan terbalik emas dengan Dolar AS juga masih terlihat, meski ketegangan geopolitik membuat emas menjadi aset lindung (safe haven) tersendiri. Pada periode tidak stabil, emas bisa “lepas” dari pola korelasi biasanya, menjadi indikator kekhawatiran global. Artinya, risiko berita utama terkait konflik internasional dapat memicu lonjakan mendadak.

Dengan harga tinggi dan volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi), trader perlu strategi dengan batas risiko jelas. Bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain di harga lebih tinggi untuk membatasi biaya dan risiko) bisa memanfaatkan potensi kenaikan lanjutan dengan kerugian maksimum yang terbatas. Bagi yang memperkirakan koreksi atau ingin melindungi posisi, membeli put (opsi jual untuk perlindungan jika harga turun) memberi perlindungan penurunan yang langsung.

Data Tunjukkan Harga Emas Naik di Uni Emirat Arab, Tarif UEA Menguat Menurut Data Kompilasi

Harga emas di Uni Emirat Arab naik pada Rabu, berdasarkan data FXStreet. Emas mencapai AED 561,43 per gram, naik dari AED 557,34 pada Selasa.

Per tola (satuan berat emas yang umum di Asia Selatan, sekitar 11,66 gram), emas naik menjadi AED 6.548,30 dari AED 6.500,67 sehari sebelumnya. FXStreet juga mencatat AED 5.614,17 untuk 10 gram dan AED 17.462,26 per troy ounce (ons troy, satuan standar untuk logam mulia, sekitar 31,1035 gram).

Metode Konversi Harga Emas UEA

FXStreet mengonversi harga internasional ke AED dengan memakai kurs USD/AED dan satuan lokal. Harga diperbarui setiap hari saat publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda.

Bank sentral adalah pemegang emas terbesar dan menggunakannya untuk menyebar risiko cadangan. Mereka menambah 1.136 ton (ton metrik) senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, total tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Karena emas tidak memberi imbal hasil (yield/kupon), suku bunga yang lebih rendah dapat mendukung harga, sedangkan suku bunga yang lebih tinggi bisa menekan harga.

Kenaikan harga emas mencerminkan perannya sebagai aset safe haven (aset lindung nilai saat pasar bergejolak). Pergerakan ini menjadi sinyal potensi ketidakstabilan pasar yang lebih luas. Kondisi saat ini menunjukkan pelaku pasar mencari perlindungan dari inflasi dan kemungkinan pelemahan mata uang.

Pembelian Bank Sentral Menopang Emas

Tren pembelian emas oleh bank sentral yang melonjak pada 2022 memberi dukungan kuat bagi pasar. Data terbaru World Gold Council untuk kuartal I-2026 menunjukkan bank sentral menambah bersih 290 ton ke cadangan, kuartal I terkuat dalam sejarah. Permintaan institusi yang berkelanjutan, terutama dari negara berkembang, membantu membentuk “lantai” harga (level harga yang cenderung menahan penurunan).

Aksi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), juga perlu diperhatikan karena emas tidak memberi imbal hasil. Setelah serangkaian penurunan suku bunga pada 2025, angka inflasi Maret 2026 sedikit lebih tinggi di 3,1%, sehingga pasar mempertanyakan apakah pemangkasan suku bunga akan berlanjut. Ketidakpastian suku bunga ini membuat emas lebih menarik dibanding aset yang imbal hasilnya berisiko tidak bertambah.

Hubungan terbalik antara emas dan dolar AS tetap menjadi faktor penting. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) melemah ke sekitar 103,5, turun dari level tertingginya pada musim gugur 2025. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga dapat mendorong permintaan dan mengangkat harga.

Bagi trader yang memakai derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures/kontrak berjangka yang nilainya mengikuti aset acuan), kombinasi ketegangan geopolitik dan ketidakjelasan suku bunga mengarah pada volatilitas (naik-turun harga yang lebih tajam) yang lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Ini membuat strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga menjadi relevan. Banyak pelaku pasar kemungkinan mengambil posisi lewat call option (opsi beli, hak membeli di harga tertentu) untuk menangkap potensi kenaikan sambil membatasi risiko penurunan.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Di tengah ketegangan Hormuz, USD/JPY diperdagangkan di kisaran 159,30 di sesi Asia, mendekati level tertinggi terbaru dan di tengah pelemahan yen

USD/JPY bergerak dalam rentang sempit pada sesi Asia Rabu, diperdagangkan di sekitar 159,30. Level ini sedikit di bawah tinggi satu minggu pada hari sebelumnya, dan pasangan ini masih bertahan dalam rentang yang terlihat selama sebulan terakhir.

Yen tetap lemah di tengah kekhawatiran pasokan energi akibat pengiriman yang terganggu melalui Selat Hormuz (jalur laut sempit yang menjadi rute utama pengiriman minyak global). Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan berlanjut, dan militer Iran menyatakan tidak akan membuka kembali jalur perairan tersebut selama blokade masih berlangsung.

Ekspektasi Kebijakan Bank of Japan

Ekspektasi bahwa Bank of Japan (bank sentral Jepang) akan mempertahankan suku bunga pada rapat April juga menekan yen. Reuters melaporkan pada Selasa, mengutip sumber, bahwa BoJ dapat memberi sinyal kemungkinan menaikkan biaya pinjaman (suku bunga) paling cepat Juni karena tekanan inflasi yang meningkat, sementara kekhawatiran intervensi pasar (aksi pemerintah/bank sentral menjual atau membeli mata uang untuk memengaruhi nilai tukar) membatasi pelemahan yen lebih lanjut.

Dolar AS tertahan oleh optimisme setelah Trump mengumumkan perpanjangan tanpa batas gencatan senjata dengan Iran, sesaat sebelum masa berlakunya berakhir. Penurunan kecil harga minyak mentah meredakan kekhawatiran inflasi, dan turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed (bank sentral AS) menambah tekanan pada dolar, sehingga membatasi kenaikan USD/JPY.

Penyesuaian Strategi Perdagangan Derivatif

Dengan perubahan dari pergerakan sempit menjadi tren naik yang jelas, strategi bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka yang nilainya mengikuti aset acuan) perlu menyesuaikan. Tahun lalu, menjual opsi untuk mengumpulkan premi (pendapatan yang diterima penjual opsi) di pasar yang stagnan menjadi strategi populer, namun kini risikonya tinggi. Kami melihat nilai lebih pada membeli opsi, seperti long call spread (membeli opsi beli/call dan menjual opsi beli lain di harga yang lebih tinggi untuk membatasi biaya dan risiko), untuk mendapat keuntungan dari kenaikan lanjutan dengan risiko yang terukur.

Namun, ancaman intervensi langsung dari otoritas Jepang untuk menguatkan yen kini sangat tinggi. Untuk mengelola risiko penurunan mendadak dan tajam, trader dapat mempertimbangkan membeli out-of-the-money put option (opsi jual/put dengan harga pelaksanaan yang masih jauh dari harga sekarang, biaya lebih murah dan berfungsi sebagai perlindungan). Ini bertindak seperti asuransi, sehingga posisi tetap bisa searah kenaikan sambil terlindungi dari pembalikan tajam akibat aksi pemerintah.

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code